Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indriana Kusuma Wardhani; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Tris Eryando, Eriati
S-9838
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ikada Septi Arimurti; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Lily S. Sulistiawati, Eriati
Abstrak: Pendahuluan: Data menurut Kemenkes RI didapatkan cakupan hasil kegiatan program deteksi dini dari tahun 2007 sampai 2014 baru sekitar 904.099 perempuan (2,45%) yang telah melakukan deteksi dini kanker serviks. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks pada wanita di Kelurahan Kebon Kalapa Kota Bogor. Metode: Analisis data sekunder dari Survei data studi kohor faktor risiko penyakit tidak menular tahun 2011 dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian yaitu semua wanita usia 25-65 tahun yang mengikuti survei sebanyak 1226 wanita. Analisis menggunakan regresi logistik. Hasil: wanita yang pernah melakukan deteksi dini kanker serviks di Kelurahan Kebon Kalapa Kota Bogor hanya 6,3% saja dan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks. Wanita yang pengetahuannya baik tentang kanker serviks berpeluang 2,0 kali untuk melakukan deteksi dini dibandingkan dengan wanita yang pengetahuannya kurang baik (0R 2,0 , 95% CI: 1,2-3,3). Kesimpulan: wanita yang pengetahuannya baik menegenai kanker serviks lebih berpeluang untuk melakukan deteksi dini kanker serviks setelah dikontrol dengan variabel confounding pendidikan. Kata kunci: kanker serviks, deteksi dini kanker serviks, pengetahuan Background: Data obtained by the ministry of health RI, there were only 904.099 women who had cervical cancer screening (2,45%) from year 2007-2014. Objective: This study aimed to analyze the relationship between knowledge with early detection of cervical cancer behavior on woman in Kelurahan Kebon Kalapa Kota Bogor. Methods: An analysis of secondary data from data of kohor study of noncommunicable disease risk factors 2011 with cross sectional design study. A sample of 1226 women qualified into criteria were women aged 25-65 years who participate at the survey. Analysis using logistic regression. Results: The results showed only 6,3% of women in Kelurahan Kebon Kalapa Kota Bogor did screening for cervical cancer and there was a relationship between knowledge with early detection of cervical cancer behavior. Women with good knowledge of cervical cancer were 2,0 more likely to do cervical cancer screening (OR 2,0, 95% CI: 1,2-3,3). Conclusion: Women with good knowledge of cervical cancer were more likely to do cervical cancer screening after being controlled by education as a confounding variable. Keyword: Cervical Cancer, Early Detection of Cervical Cancer, Knowledge
Read More
T-4801
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alifani Faiz Faradhila; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Eriati; Samkani
Abstrak: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) memiliki banyak manfaat bagi bayi, salah satunya mencegah kematian neonatal. Di Kota Bogor, sebagian besar bayi baru lahir tidak mendapatkan IMD. Salah satu penyebab pelaksanaan IMD menjadi kurang optimal di Kota Bogor adalah belum adanya prosedur standar baku yang menjabarkan alur pelaksanaan IMD yang dapat membantu bidan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memberikan pelayanan IMD secara optimal, khususnya yang menolong persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media KIE berbentuk bagan alir dalam pelaksanaan IMD oleh bidan di Puskesmas Kota Bogor tahun 2019. Penelitian dilakukan di 8 puskesmas menggunakan desain penelitian kuasi-eksperimental. Responden terbagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri dari 29 bidan yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan KIE prosedur standar IMD menggunakan bagan alir sedangkan kelompok kontrol diberikan KIE berupa penjelasan secara singkat. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan IMD kelompok intervensi lebih tinggi (93,1%) dibandingkan kelompok kontrol (20,7%). Rata-rata skor bidan kelompok intervensi lebih tinggi (96±3,7) dibandingkan kelompok kontrol (84,7±5,2). Secara statistik, penggunaan media KIE bagan alir berpengaruh signifikan dalam pelaksanaan IMD di puskesmas Kota Bogor (p value <0,000). Media KIE prosedur standar berbentuk bagan alir efektif digunakan untuk mengoptimalkan pelaksanaan IMD oleh bidan di puskesmas Kota Bogor
Read More
T-5638
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diny Nahrudiani; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Evi Martha, Popy Yuniar, Eriati
Abstrak:
Metode kontrasepsi jangka panjang merupakan salah satu metode kontrasepsi yang di tujukan untuk mengatur kelahiran dan menekan laju pertambahan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan tidak menggunakan kontrasepsi dan hubungannya dengan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada wanita usia subur (WUS) di Indonesia. Studi ini menggunakan data sekunder SDKI 2017 dan dianalisis dengan univariat, bivariat, dan multivariate korelasi logistik ganda untuk mengeksplorasi karakteristik umur, pendidikan dan tempat tinggal responden. Alasan tidak menggunakan kontrasepsi dari jarak, biaya dan larangan suami dalam kaitannya dengan penggunaan MKJP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karestistik responden: Sebagian besar WUS yang berusia ≥ 30 tahun (67,7%), memiliki pendidikan rendah (59,1%), dan tinggal di kota (50,9%). Alasan jarak mayoritas WUS (80,2%) tidak memiliki masalah dalam jarak akses terhadap layanan kontrsepsi, tidak ada masalah dalam hal pembiayaan MKJP 99,5%, dan 97,3% tidak mendapat larangan dari suami dalam penggunaan MKJP/. Analisis model regresi logistik ganda mengungkapkan bahwa perilaku penggunaan MKJP dipengaruhi oleh umur, pendidikan, tempat tinggal, jarak, biaya dan larangan suami. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang alasan tidak menggunakan kontrasepsi dan hubungannya dengan perilaku penggunaan MKJP pada WUS di Indonesia, yang dapat membantu dalam pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan penggunaan MKJP di kalangan wanita usia subur di Indonesia.

The long-term contraceptive method is one of the contraceptive methods that is intended to regulate births and reduce the rate of population growth. This study aims to identify the reasons for not using contraception and its relationship with the use of Long-Term Contraceptive Methods (MKJP) in women of childbearing age (WUS) in Indonesia. This study used SDKI 2017 secondary data and was analyzed with univariate, bivariate, and multivariate multiple logistic correlations to determine the explore the characteristics of the respondents' age, education and place of residence. The reasons for not using contraception are distance, cost and prohibition of husbands in relation to the use of MKJP. The results showed that the respondents were charismatic: Most WUS were ≥ 30 years old (67.7%), had low education (59.1%), and lived in the city (50.9%). Distance reason: The majority of WUS (80.2%) have no problems in access distance to the contract service no problems in terms of MKJP financing is 99.5%, and 97.3% do not get a ban from the husband in using MKJP/. The analysis of the multiple logistic regression model revealed that the behavior of using MKJP was influenced by age, education, place of residence, distance, cost and husband prohibition. This study provides in-depth insights into the reasons for not using contraceptives and their relationship with the behavior of using MKJP in WUS in Indonesia, which can help in the development of more effective interventions for to increase the use of MKJP among women of childbearing age in Indonesia.
Read More
T-7061
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fikria Nur Ramadani; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Adang Bachtiar, Ika Lastyaningrum, Eriati
Abstrak:
Di Indonesia, kontrasepsi diatur dan diselenggarakan dalam program Keluarga berencana yang bertujuan untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dan tercapai kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perpindahan penggunaan alat kontrasepsi modern ke tradisional pada wanita berstatus kawin di Indonesia berdasarkan data SDKI 2017. Metode pengambilan datanya adalah cross sectional dan dianalisis dengan model regresi logistik. Gambaran jenis kontrasepsi modern yang digunakan adalah metode kontrasepsi jangka pendek, sedangkan alasan responden melakukan perpindahan karena alasan efek samping, permasalahan akses dan ketersediaan, serta tidak adanya dukungan dari suami. Hasil bivariat menyatakan bahwa faktor predisposisi (umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan,Sosio ekonomi , dan keinginan memiliki anak), faktor penguat (pengambil keputusan, kunjungan dan penyuluhan KB, dan keterpaparan media) serta faktor pemungkin yaitu kualitas pelayanan mempunyai hubungan yang signifikan dengan perpindahan kontrasepsi modern. Berdasarkan analisis multivariat, variabel tingkat pendidikan merupakan variabel yang paling kuat mempengaruhi perpindahan kontrasepsi modern dibandingkan variabel lainnya. Program KB perlu lebih berfokus kepada faktor demografi klien dengan memberikan pelayanan dan penyuluhan yang luas dan berkualitas sehingga tujuan program KB dapat tersampaikan dengan efektif dan tepat sasaran

Contraception is an effort to prevent pregnancy. This effort can be temporary or permanent by means of certain methods, tools and medicines. In Indonesia, contraception is regulated and implemented in the family planning program which aims to create quality families and achieve community welfare. This study aims to analyze the factors that influence the shift in the use of modern to traditional contraceptives among currently married women in Indonesia based on the 2017 IDHS data. The data collection method is cross sectional and analyzed with a logistic regression model. The description of the type of modern contraception used is the short-term contraceptive method, while the reasons for the respondents moving were due to side effects, problems of access and availability, and the absence of support from their husbands. The bivariate results state that predisposing factors (age, education level, level of knowledge, socioeconomics, and desire to have children), reinforcing factors (decision makers, family planning visits and counseling, and media exposure) and enabling factors, namely service quality have a significant relationship with displacement. modern contraception. Based on mutivariate analysis, the variable level of education is the variable that has the strongest influence on the transfer of modern contraception compared to other variables. Family planning programs need to focus more on client demographic factors by providing broad and quality service and counseling so that the objectives of the family planning program can be delivered effectively and on target.

Read More
T-5932
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive