Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Andina Sri Fahmi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Atik Nurwahyuni, Puput Oktamianti, Haruddin, Yorisa Sativa
Abstrak: Pelaksanaan Program JKN di Indonesia tidak terlepas dari adanya potensi kecurangan, termasuk di FKTP Kota Bandung. Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Permenkes No. 16 Tahun 2019 sebagai regulasi terbaru untuk pencegahan dan penanganan kecurangan dalam Program JKN. Penelitian dilakukan untuk mengetahui Kesiapan Implementasi Sistem Pencegahan Kecurangan dalam Program Jaminan Kesehatan berdasarkan Permenkes No. 16 Tahun 2019 dengan Studi Kasus pada Puskesmas di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang dianalisis diperoleh dari wawancara mendalam semi terstruktur, observasi, serta telaah dokumen. Penelitian menggunakan kombinasi teori analisis kebijakan Van Meter dan Van Horn untuk menganalisis variabel-varibel yang mempengaruhi kesiapan implementasi kebijakan serta teori ORIC dari Weiner untuk menganalisis faktor internal organisasi di Puskesmas yang mempengaruhi kesiapan implementasi Sistem Pencegahan Kecurangan. Hasil penelitian menunjukkan kejelasan ukuran dan tujuan kebijakan, kondisi karakteristik badan pelaksana, serta sumber daya kebijakan memerlukan persiapan yang lebih untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan karena mempengaruhi komunikasi antar organisasi dan disposisi pelaksana. Lingkungan ekonomi, sosial, dan politik juga belum sepenuhnya mendukung implementasi kebijakan. Selain itu, kondisi jumlah dan kapasitas SDM merupakan faktor dominan dalam kesiapan implementasi di level Puskesmas. Penelitian ini merekomendasikan agar ditetapkannya kegiatan pencegahan dan penanganan kecurangan dalam Program JKN sebagai salah satu menu dekonsentrasi untuk Pemerintah Daerah, harmonisasi peraturan perundangan berkaitan dengan penyelesaian permasalahan dalam Program JKN, penetapan aturan yang jelas untuk iur biaya dalam Program JKN serta kajian untuk memenuhi jabatan fungsional khusus untuk mendukung penjaminan mutu dan pengawasan internal di Puskesmas
The potential for fraud is inseperable from implementation of UHC Program in Indonesia, including in primary healthcare office in Kota Bandung. Ministry of health has released Permenkes No. 16 Year 2019 as new regulation for fraud prevention and prosecution in UHC Program. This study aims to know the readiness for Fraud Prevention System in Health Coverage Program implementation According to Permenkes No. 16 Year 2019 with case study on PHC as Primary healthcare office in Kota Bandung. This study used qualitative methods. The data analyzed were obtained from semi-structured in-depth interviews, observations, and document review. This study used combination of Van Meter and Van Horn's theory of policy analysis to analyze the variables that affect the readiness of policy implementation and Weiner's ORIC theory to analyze the internal organizational factors in the PHC that affect the readiness to implement the Fraud Prevention System. This sudy showed that the clarity of policy size and objectives, the characteristics of the implementing agency, also policy resources require more preparation to optimize the implementation of the policy because they affects communication between organizations and the disposition of the implementer. The economic, social and political environment has also not yet fully support the policy implementation. In addition, the condition of the number and capacity of human resources is a dominant factor in readiness for implementation at the PHC level. This study suggest to define fraud prevention and prosecution activities in the JKN Program as one of the deconcentration menus for Regional Governments, harmonize the regulations relating to problem solving in the JKN Program, define clear regulation for contribution fee in the JKN Program, also studies to fulfill special functional positions to support quality assurance and internal control at the PHC.
Read More
T-6142
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Julius Sam Tito; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Popy Yuniar, Rico Kurniawan, Haruddin, Siti Anugrah Hindun
Abstrak:

Latar Belakang: Fraud dalam klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya dalam bentuk upcoding diagnosis penyakit kardiovaskular, merupakan tantangan serius yang dapat mengancam keberlanjutan sistem jaminan kesehatan di Indonesia. Penyakit kardiovaskular, sebagai penyebab beban biaya tertinggi dalam layanan rawat inap, rentan terhadap praktik kecurangan yang sulit dideteksi melalui metode konvensional. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis data dan teknologi untuk mendeteksi potensi fraud secara lebih efisien. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan metode supervised machine learning. Data klaim rawat inap penyakit kardiovaskular tahun 2022–2024 dianalisis berdasarkan beberapa variabel yaitu lama hari rawat, lama rawat di ICU, waktu penggunaan ventilator, jumlah diagnosis sekunder, jumlah prosedur, dan biaya RS. Proses mencakup cleansing, encoding, pseudo-labeling, feature selection, serta pelatihan model menggunakan beberapa algoritma supervised, seperti Random Forest, Tree, Gradient Boosting, Neural Network, Naïve Bayes, Logistic Regression, Support Vector Machine (SVM), dan kNN. Evaluasi kinerja model dilakukan dengan menggunakan metrik akurasi, precision, recall, F1-score, dan AUC. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest menghasilkan performa terbaik dalam mendeteksi potensi fraud pada sebagian besar kategori diagnosis dan kelas rumah sakit. Nilai akurasi dan AUC yang dihasilkan berada dalam kategori baik hingga sangat baik. Selain itu, analisis pola klaim menunjukkan adanya perbedaan distribusi biaya dan indikator klinis antara klaim normal dan klaim yang terindikasi anomali, mendukung keberadaan pola upcoding Kesimpulan: Model machine learning, khususnya Random Forest, terbukti efektif dalam mendeteksi potensi fraud upcoding diagnosis penyakit kardiovaskular pada klaim JKN. Penerapan sistem berbasis algoritma ini berpotensi menjadi alat bantu auditor dalam pengawasan klaim yang lebih akurat dan efisien. Hasil penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan sistem deteksi fraud terintegrasi di masa depan guna meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi pembiayaan kesehatan.


 

Background: Fraud in the National Health Insurance (JKN) claims, particularly in the form of upcoding for cardiovascular disease diagnoses, poses a serious threat to the sustainability of Indonesia’s health financing system. As the leading contributor to inpatient service expenditures, cardiovascular disease claims are highly susceptible to fraudulent practices that are difficult to detect using conventional methods. Therefore, a data-driven and technology-based approach is essential for more efficient fraud detection. Methods: This study employed a quantitative exploratory approach using supervised machine learning methods. The dataset consisted of inpatient cardiovascular disease claims from 2022 to 2024. The analysis involved data cleansing, encoding, pseudo-labeling, feature selection, and model training using several classification algorithms such as Random Forest, XGBoost, and Logistic Regression. Model performance was evaluated using metrics including accuracy, precision, recall, F1-score, and AUC. Results: The results demonstrated that the Random Forest algorithm achieved the highest performance in detecting potential fraud across most diagnosis categories and hospital classes. The accuracy and AUC values indicated good to excellent classification performance. Furthermore, the claim pattern analysis revealed distinct differences in cost and clinical indicators between normal and anomaly-labeled claims, supporting the presence of potential upcoding. Conclusion: Machine learning models, particularly Random Forest, proved to be effective in detecting potential upcoding fraud in cardiovascular disease claims within the JKN program. The implementation of algorithm-based fraud detection systems can serve as a decision-support tool for auditors, enabling more accurate and efficient claim monitoring. This study provides a foundation for the future development of integrated fraud detection systems to enhance accountability and efficiency in national health financing.

Read More
T-7264
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lady Farah Fatmawati; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Popy Yuniar, Rico Kurniawan, Haruddin, Doli Wilfried Hasudungan Simanungkalit
Abstrak:
Prevalensi perundungan terhadap peserta didik di Rumah Sakit Pendidikan khususnya pada dokter residen mencapai 89%. Dokter yang mengalami perundungan lebih berisiko untuk mengalami masalah kesehatan jiwa seperti gangguan kecemasan, gangguan tidur dan depresi. Insiden perundungan juga berpotensi meningkatkan risiko kesalahan tindakan medis pada pasien. Hanya 5% korban perundungan yang berani melapor kepada bagian Kepegawaian di Rumah Sakit. Sistem Pelaporan dan Penanganan Perundungan yang saat ini berjalan masih memiliki keterbatasan yang berpotensi menghambat penyelesaian penanganan perundungan. Sehubungan dengan hal ini, penelitian diperlukan untuk mengembangkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Rancangan pengembangan sistem dilakukan melalui pendekatan System Development Life Cycle yang terdiri dari tahap analisis, desain dan implementasi. Analisis yang dilakukan mencakup aspek kebutuhan bisnis, sistem, pengguna, dan nonfungsional. Analisis Sistem dilakukan dengan metode PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency dan Service). Penelitian menghasilkan gambaran kebutuhan pengembangan sistem, kerangka logis sistem, prototipe sistem, dan gambaran uji fungsionalitas sistem. Pengembangan prototipe sistem difokuskan pada aspek kerahasiaan, komunikasi, dashboard, serta pemantauan laporan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengembangan Sistem Informasi perlu didukung dengan kebijakan institusional agar dapat memberikan manfaat secara optimal kepada banyak pihak.

The prevalence of bullying among medical residents reaches as high as 89%. Residents who experience bullying are at increased risk of developing mental health issues such as anxiety disorders, sleep disturbances, and depression. Bullying incidents also have the potential to increase the risk of medical errors in patient care. However, only 5% of victims report these incidents to the hospital’s Human Resources department. The existing bullying reporting and handling system remains limited and may hinder effective resolution. This study aims to develop a bullying reporting and management system that aligns with user needs. The system was designed using the System Development Life Cycle (SDLC) approach, which includes analysis, design, and implementation phases. The analysis phase covered business, system, user, and non-functional requirements, using the PIECES framework (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, and Service) for system analysis. The study resulted in a comprehensive description of system requirements, a logical system framework, a system prototype, and an overview of system functionality testing. The prototype focuses on key aspects such as confidentiality, communication, dashboard features, and report monitoring tailored to user needs. The development of this information system should be supported by institutional policies to ensure optimal impact and benefit for all stakeholders.
Read More
T-7247
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive