Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sugeng Adiono; Pembimbing: Adang Bahctiar; Penguji; Yayuk Hartriyanti, Wachyu Sulistiadi, Mochamad Hasan, Sutikno
Abstrak:

Rumah Sakit sebagai suatu institusi pelayanan kesehatan masyarakat mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang kualitasnya sangat berperan dalam menunjang pelayanan tersebut. SDM terpenting dalam Rumah Sakit adalah perawat, karena selain jumlahnya yang dominan perawat juga memberikan pelayanan 24 jam dalam sehari selama tujuh hari dalam seminggu, serta mempunyai kontak yang konstan dengan pasien. Oleh karena itu pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan jelas mempunyai kontribusi yang sangat menentukan kualitas pelayanan di Rumah Sakit.Mengingat bahwa di RS se kota Palu belum pernah dilakukan penelitian terhadap kinerja perawat, serta dengan mengacu kepada penelitian sebelumnya di tempat lain. Maka perlu dilakukan penelitian agar diperolehnya informasi bagaimana kepemimpinan yang mendorong iklim kerja dan motivasi serta dampaknya terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit sekota Palu.Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh populasi pada setiap Rumah Sakit se kota Palu dengan total populasi sebesar 420 orang perawat yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga perawat pelaksana perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat di Rumah Sakit se kota Palu, berdasarkan penilaian 360 derajat, lebih dari setengah yaitu 51,9 % kinerja perawat baik.Berdasarkan uji Kai Kuadrat didapat bahwa ada hubungan yang bermakna antara kepemimpinan dengan motivasi kerja, kepemimpinan dengan iklim kerja, iklim kerja dengan motivasi kerja, kepemimpinan dengan kinerja, iklim kerja dengan kinerja, dan motivasi kerja dengan kinerja perawat.Pada hasil analisa multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda, didapat adanya hubungan yang bermakna antara kepemimpinan dengan motivasi kerja, setelah dikendalikan oleh variabel tempat bertugas dan masa kerja. Antara kepemimpinan dengan iklim kerja, setelah dikendalikan oleh variabel umur. Antara iklim kerja dengan motivasi kerja setelah dikendalikan oleh variabel tempat bertugas. Antara Kepemimpinan dengan kinerja perawat, antara iklim kerja dengan kinerja perawat dan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat setelah dikendalikan oleh variabel tempat bertugas, masa kerja dan jarak dari rumah ke Rumah Sakit.Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu diperolehnya informasi mengenai hubungan antara kepemimpinan, iklim kerja dan motivasi kerja dengan dengan kinerja perawat di Rumah Sakit sekota Palu, setelah dikendalikan oleh faktor internal, ternyata yang paling berhubungan dengan kinerja perawat adalah motivasi kerja,setelah dikendalikan oleh variabel tempat bertugas, masa kerja dan jarak dari rumah ke Rumah Sakit.Penelitian ini menyimpulkan bahwa setelah dikendalikan oleh faktor internal terbukti ada hubungan antara kepemimpinan dengan motivasi kerja, kepemimpinan dengan iklim kerja, iklim kerja dengan motivasi kerja, Kepemimpinan, iklim kerja dan motivasi kerja dengan kinerja perawat dan faktor yang paling berhubungan dengan kinerja perawat adalah motivasi kerja.Penelitian ini menyarankan bahwa untuk meningkatkan kinerja perawat perlu meningkatkan motivasi kerja perawat dengan menciptakan iklim kerja yang mendukung dan menerapkan kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dan kondisi perawat di Rumah Sakit.


 

Quality of human resources in hospital has a critical rate in providing high quality of services. The important human resources at the hospital are nurses, in which the number of nurses is dominant. They provide services 24 hours in a day, and seven days in a week, also have constant contact to patients. So that, nursing service as integral part of health service, their contribution will determine the quality of service at the hospital.Considering that throughout the Palu City Hospitals have not conducted the study yet on nurses' performance, and referring to other previous study in another places. So, it needed to conduct a study in order to obtain the information on how leadership encourages working environment and motivation, and its impact to the nurses' performance throughout the Palu City Hospitals.The design study used was cross sectional. The sample in this study were entire hospitals throughout Palu City with the number of population are 420 nurses, whose task and responsibility to perform as implementers nurses. The result of this study showed that the nurses' performance throughout Palu City Hospitals, based on 360 degrees assessment, generally, where over than half showed, i.e., 51,9%, their performance was good.Based on Chi Square Test, it obtained that there was significant relationship between leadership and working motivation, leadership with working environment, working environment with working motivation, leadership with performance, working environment with performance, and working motivation with nurses' performance.The result on multivariate analysis by Multiple Logistic Regression Test, it obtained that there was significant relationship between the leadership and working motivation, after managing by the variable of working place and working length. Between the leadership and working environment, after managing by variable of age. Between working environment and working motivation, after managing by variable of working place. Between the leadership and nurses' performance, between working environment and nurses' performance, between working motivation and nurses' performance, after managing by variable of working place, working length and distance of house to the hospital.Referring to the objective this study, i.e. it obtained information on .the relationship of working environment and motivation to nurses' performance throughout Palu City Hospitals, after managing by internal factor. The fact, that the most relationship to nurses' performance was working motivation, after managing by variable of working place, working length and distance of house to the hospital.This study concludes that after managing by internal factor, there was evidence relationship between leadership and working motivation. Leadership, working environment and motivation with nurses' performance and the factor that the most relationship to nurses' performance was work motivation.Considering to the result of this study, it recommended that in order to improve the nurses' performance it should increase the working motivation of nurses, by establishing working environment that support and apply the appropriate leadership, that correspond to situation and condition of nurses at the hospital.

Read More
T-1242
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helni; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Yayuk Hartriyanti, Mochamad Hasan, Anwar Hasan
Abstrak:

Tuberculosis merupakan penyakit infeksi penyebab kematian terbesar di dunia dimana jumlah penderita tuberculosis di Indonesia adalah nomor tiga terbesar di dunia, dan merupakan penyebab kematian nomor empat di Propinsi Jambi.Indonesia sejak tahun 1995/1996 telah melaksanakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse), dimana untuk melaksanakan strategi ini telah dibentuk Puskesmas Rujukan Mikroskopis (PRM). Salah satu komponen yang berperan adalah petugas laboratorium dalam pemeriksaan sputum secara mikroskopis. Kinerja petugas Laboratorium PRM di Propinsi Jambi masih rendah, yang terlihat dari hasil cross check yang dilakukan oleh Balai Laboratorium Kesehatan Jambi mempunyai tingkat kesalahan diatas 5%.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai gambaran kinerja dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas laboratorium dalam pemeriksaan mikroskopis BTA + pada PRM di Propinsi Jambi. Penelitian ini merupakan studi observational dengan rancangan cross sectional. Sampel yang diambil adalah populasi total, dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang petugas Laboratorium PRM. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan instrument berupa kuesioner dan check list.Hasil penelitian menemukan, pada tingkat kepercayaan 95%, terdapat hubungan yang signifikan antara faktor internal seperti pendidikan, pelatihan, motivasi, dan faktor eksternal seperti supervisi, sarana dan prasarana, prosedur tetap, dan imbalan terhadap kinerja petugas laboratorium. Diantara variabel supervisi, pendidikan, pelatihan, imbalan dan prosedur tetap yang paling berhubungan adalah supervisi, diantara variabel motivasi, pendidikan, pelatihan, imbalan dan supervisi yang paling berhubungan adalah supervisi, sedangkan diantara variabel pendidikan, pelatihan, imbalan, sarana prasarana yang paling berhubungan adalah pendidikan.Upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tuberculosis, khusus dibidang laboratorium diantaranya adalah dengan melakukan supervisi oleh pimpinan secara terjadwal serta melengkapi sarana dan prasarana sesuai dengan kondisi puskesmas.Daftar bacaan : 47 (1974 - 2001)


 

Analysis of Factor that Related to Microscopic Referral Health Center Laboratory Officer's Performance at Jambi Province, 2002.Tuberculosis is an infection disease that causes the biggest death in the world, which the number of tuberculosis sufferers in Indonesia was the third biggest in the world, and as the number four causes of death in Jambi Province.Since 1995/1996 Indonesia has conducted the Directly Observed Treatment Short Course (DOTS), where to did this strategy has been established Microscopic Referral Health Center (MRH}. One of the component that having role was the laboratory officer who checking the sputum microscopically. The performance of MRH officer at Jambi Province is still low, it was seen from the result of cross-check that conducted by the Health Laboratory Center of Jambi that having error level over than 5%.The objective of this study is to obtain an information on the description of performance and the factors that related to the performance of laboratory officer in checking the BTA microscopic + on MRH at Jambi Province. This study was as observation study by cross-sectional design. The sample that taken was total population, with the number of sample was 38 MRH laboratory officers. The data collection that conducted was in-depth interview and observation using instrument in the form of questionnaire and checklist.The result of this study found that on the level of belief was 95%, there was significant relationship between internal factor, such as education, training, motivation, and external factor such supervision, means and infrastructure, permanent procedure, also income of laboratory officer's performance. Between supervisor variable, education, training, income and permanent procedure that the most relationship was supervision.Between motivation variable, education, training, income and supervision that the most having relationship was supervision, whereas between education variable, training, income, means and infrastructure that the most having relationship was means and infrastructure.The effort that can be done to support the government program in combating tuberculosis, especially in the field of laboratory, among others doing supervision by the leader as schedule and accompanied with the means and infrastructure that correspond to the health center condition.References: 47 (1974-2001).

Read More
T-1251
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatma S.; Pembimbing: Farida Mutiarawati Tri Agustina; Penguji: Besral, Anwar Hasan, Mochammad Hasan, Ismojowati
Abstrak:

Remaja merupakan generasi penerus bangsa sejak dini harus disiapkan secara utuh baik( fisik maupun psikologisnya. Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan dibidang usaha kesehatan sekolah dan remaja. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Dwiprahasto (1993) diketahui 3,6% kelompok umur 13-15 tahun dan (5,4%) kelompok umur 16-20 tahun telah melakukan hubungan seksual, begitu juga beberapa peneliti lain, yang melakukan penelitian tentang remaja diberbagai kota di Indonesia menemukan tingginya angka perilaku berisiko bagi remaja. Sedangkan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam khususnya kota Banda Aceh belum ada dilakukan penelitian tentang perilaku remaja. Penelitian ini dilaksanakan di kota Banda Aceh, bertujuan untuk mendapatkan informasi faktor- faktor yang berhubungan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja diantara siswa SMUN di kota Banda Aceh, dengan menggunakan desain cross sectional, populasi terdiri dari siswa SMUN dengan status marital belum menikah, serta jumlah sampel 180 responden. Analisis yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 180 responden ditemukan 12,8% responden termasuk kategori perilaku berisiko ringan seperti berciuman pipi 1,1% dan berpelukan, 0,5% dengan lawan jenisnya, meskipun tahapan ini bila ditinjau dari teori (Kinsey) belum tergolong perilaku berisiko. Namun karena kondisi dan budaya daerah/lokasi penelitian yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, dan juga mempunyai keistimewaan dalam penyelenggaraan kehidupan adat, sehingga segala aktifitas sehari hari juga dijiwai dan sesuai dengan syariat Islam. Maka dengan alasan tersebut, perilaku demikian tergolong pada kategori berisiko ringan, dan perlu diwaspadai agar tidak berlanjut ketahap perilaku berisiko berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, pendidikan tambahan, dan pendidikan ayah, berhubungan dan bermakna secara statistik. Adapun faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku siswa SMUN tentang kesehatan reproduksi adalah pendidikan ayah, dimana ayah dengan pendidikan tinggi (minimal SMU) cenderung anak berperilaku 9,4 kali lebih baik, jika dibanding ayah berpendidikan rendah. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perilaku siswa SMUN di kota Banda Aceh tentang kesehatan reproduksi termasuk kategori perilaku berisiko ringan. Untuk mencegah perilaku ini meningkat menjadi perilaku berisiko berat disarankan, penambahan materi kesehatan reproduksi disekolah, agar meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi khususnya. Pada orang tua juga diharapkan dapat memberikan bimbingan kesehatan reproduksi sedini mungkin. Bagi remaja sendiri agar selalu berperilaku positif sesuai ajaran agama, menjaga budaya dan adat serta mencari informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi.


 

Teenagers are the future generation of the Nations since they have to be prepared early physically and psychologically. Teenage health reproduction is one of The Health Department Program that held for teenagers and school health. Based on pwiprahasto (1993), research known that 3,6% of 13 -15 age group and 5,4% of 16-20 age group have done sexual relationship so did by other researchers who studied about teenagers on every kind of city in Indonesia which found risk value of teenage behavior. While in Province of Nanggroe Aceh Darussalam especially on Banda Aceh City there haven't been studied about Health Reproduction behavior teenagers. This study was conducted in Banda Aceh City, aims to get the information about some factors which related with teenager health reproduction among High School students which used cross sectional design, population consist of High School students whom unmarried status, and take 180 respondent, The analysis use univarite, bivariate with chi-square, and multivariate analysis with logistic regression test. The result of this study shows that of 180 respondent, there are 12,8% of them found low risk of behavior category i.e. kissing 1,1% and holding each other 0,5%, although this stage has not been the criteria of risk behavior based on Kinsey theory. Because of the whole activities of Nanggroe Aceh Darussalam people was based on Islamic rules. Ttherefore teenagers behavior was classified as low risk category and it should be awared to anticipate them becoming the severe risker. Because of the whole activities of Nanggroe Aceh Darussalam people was based on Islamic rules. Therefore teenagers behavior was classifified as low risk catergory and it should be awared to anticipate them becoming the severe risker. This study shows that statistically, knowledge, additional education, and father's education variables were related significantly. The most dominant factor was High School student behavior about health reproduction which were father's education, father with high education prefer to have good behavior children 9,4 times than father with low education. It is concluded that High School students behavior about health reproduction on Banda Aceh City was low risk behavior category. To prevent this behavior increase to high risk it is recommended to add health reproduction mater at school especially to increase the student's knowledge. To the parents it is hoped that they could teach health reproduction as early as possible. To the teenagers itself, it is hoped to keep culture and religion based on religion line.

Read More
T-1464
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fizran; Pembimbing: Zulazmi Mamdy; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Anwar Hasan, Mochammad Hasan, Saida Simanjuntak
Abstrak:

Kinerja adalah penampilan hasil karya personel baik secara kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisasi. Kinerja dapat merupakan penampilan individu maupun kelompok kerja personel. Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bukti tertulis bahwa proses asuhan keperawatan telah dilaksanakan dalam asuhan keperawatan pasien di rumah sakit. Kinerja perawat pelaksana dalam pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan masalah sebelum mereka menyadari faktor-faktor yang berhubungan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan antara lain faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja, status perkawinan, supervisi, pelatihan, rasio tenaga, ada tidaknya kegiatan tidak langsung, pengetahuan dan sikap.Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan gambaran informasi hubungan faktor-faktor karakteristik individu, supervisi, pelatihan, rasio tenaga, ada tidaknya kegiatan tidak langsung, pengetahuan dan sikap terhadap kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di unit rawat inap RSUD Dr. Achmad Muchtar Bukittinggi.Penelitian merupakan penelitian Non Experimental dengan disain Cross Sectional. Sampel berjumlah sebanyak 86 orang yaitu dengan menggunakan Purposive Sampel pada 4 uni rawat inap spesialis dasar yaitu unit rawat inap penyakit bedah, penyakit dalam, penyakit anak dan bayi serta penyakit kebidanan dan kandungan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis univariat, bivaria dengan uji statistik Chi-Square dan Multivariat dengan uji regresi logistik dan tingkat kemaknaa = 0,05. Tampilan distribusi frekuensi dan persentase kinerja, proporsi kinerja kurang lebih besar dari proporsi kinerja baik. Variabel-variabel tingkat pendidikan, status perkawinan, supervisi, pelatihan dan tingkat pengetahuan secara statistik ada hubungan bermakna dengan kinerja. Sedangkan variabel-variabel umur, jenis kelamin, masa kerja, rasio tenaga, ada tidaknya kegiatan tidak langsung dan sikap secara statistik tidak berhubngan tetapi secara proporsional ada kecenderungan perbedaan. Selanjutnya analisis multivariate variabel supervisi merupakan variahel yang paling berhubungan dengan kinerja perawat dan dari hasil uji interaksi ternyata karakteristik individu tidak berperan sebagai variabel kontrol.Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada penentu kebijakan di RSUD Dr. Achmad Muchtar Bukittinggi untuk dapat lebih meningkatkan kinerja perawat pelaksana yaitu agar lebih meningkatkan peran supervisor keperawatan seperti kepada ruangan,perawat pengawas dan bidang keperawatan dan bidang pendidikan dan penelitian serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat pelaksana dalam bidang asuhan keperawatan dan pendokumentasian asuhan keperawatan dan lebih sering menyelenggarakan pelatihan, diskusi dan seminar asuhan keperawatan.


 

Factors Related to Nurse's Performance in Documenting Nursing Activities in In Patient General Hospital Dr. Ahmad Muchtar Bukittinggi Year of 2002Performance is a personnel's working performance whether in quality or quantity in an organization. Performance could be individual or group performing. Documentation of nursing activities is a written proof that nursing activities have been done. Nurse's performance in documenting nursing activities is a problem before they realize the factors that related to nursing activities documentation such as age, sex, education, experience, marriage status, supervision, training, human resources ratio, direct activities, knowledge, and attitude.Objective of this study is to get some information about relation factors such as individual characteristics, supervision, training, human resources ratio, direct activities, knowledge, and attitude with nurse's performance in documenting nursing activities in in-patient ward in Dr. Ahmad Muchtar General Hospital.This study is non-experimental with cross sectional design with 86 purposive sample taken from 4 in-patient ward specialist such as; in-patient ward surgery unit, internist, child and infant, and obstetric and gynecology. Data analyzed by univariate, bivariate by Chi-square test and multivariate by logistic regression and significance level oc = 0.005. Education level, marriage status, supervision, training, and knowledge variable statistically have significance relation with performance. Whereas sex, age, experience, human resources ratio, direct activities, and attitude, statistically not related but proportionally have differences. From multivariate analysis, supervision variable is the most related variable with nurse's performance and from interaction test; individual characteristics have no role as control variables.This study recommend to the policy maker in Dr. Achmad Muchtar General Hospital, Bukittinggi to improve nurses performance by improving supervisor's role and improve knowledge and skill in documenting activities, carrying out training and discussion.

Read More
T-1243
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive