Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ridwan Tri Armandas; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunadi, Daris Hendarko
S-6301
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andralisa Febriani; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Daris Hendarko ; Triani Wulandari
Abstrak:
Read More
Industri minyak dan gas bumi memiliki risiko tinggi terjadinya kerugian akibat kebakaran. Terdapat beberapa insiden kebakaran dan ledakan pada industri minyak yang melibatkan kebakaran pada tangki yang menampung minyak mentah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat risiko kebakaran dan ledakan pada tangki T-32 pada fasilitas pengumpul minyak mentah Perusahaan A. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan analisis frekuensi terjadinya kebakaran dan ledakan dengan event tree analysis serta melakukan pemodelan konsekuensi kebakaran dan ledakan dengan software ALOHA. Setelah melakukan analisis frekuensi dan pemodelan konsekuensi, dilakukan perhitungan individual risk dan societal risk. Berdasarkan hasil pemodelan konsekuensi, Pelepasan radiasi panas dengan dampak terburuk yaitu 35 kW/m2 dapat megakibatkan kematian dengan rate 100% apabila terpajan kepada manusia. Nilai konsekuensi terburuk ini ada pada jarak 84 meter yaitu skenario tangki pecah (ukuran lubang lebih dari 250 mm) dengan kecepatan angin 20 m/s. Tidak ada tekanan yang dihasilkan dari skenario ledakan dengan dampak terburuk (7,25 psi). Nilai konsekuensi adanya tekanan 0,5 psi dalam skenario ledakan memiliki jarak terjauh yaitu 382 meter yaitu skenario tangki pecah (ukuran lubang lebih dari 250 mm) dengan kecepatan angin 1 m/s. Hasil perhitungan total individual risk dalam kejadian kebakaran pada tangki T- 32 adalah sebesar 2,44 x 10-8 dan hasil perhitungan total societal risk dalam kejadian kebakaran pada tangki T-32 adalah sebesar 4,15 x 10-7. Hasil penilaian risiko kebakaran tangki T-32 pada fasilitas tangki pengumpul minyak Perusahaan A menunjukkan bahwa risiko individu dan social masih berada dalam kategori risiko yang dapat diterima menurut kriteria penilaian risiko. Meskipun risiko dari kejadian kebakaran masih dalam batas yang dapat diterima, upaya pengendalian risiko masih perlu dilakukan agar risiko masih berada dalam batas toleransi yang dapat diterima.
Oil and gas industry has a high risk of losses due to fire. There have been several fire and explosion incidents in the oil industry involving fires in tanks containing crude oil. The objective of this research is to assess fire and explosion risk of tank T-32 at Company A's tank farm facility. The research method used is to analyze the frequency of fires and explosions using event tree analysis and modeling the consequences of fires and explosions with ALOHA software. After defining frequency and consequence model, individual risk and societal risk calculations are carried out. Based on the results of consequence modeling, the release of heat radiation with the worst impact, namely 35 kW/m2, can result in death at a rate of 100% if exposed to humans. The worst consequence value is at a distance of 84 meters from the tank rupture scenario (hole size more than 250 mm) with a wind speed of 20 m/s. No overpressure is generated from the worst-case explosion scenario (7.25 psi). The consequence value of 0.5 psi pressure in the explosion scenario has the furthest distance of 382 meters from the tank rupture scenario (hole size more than 250 mm) with a wind speed of 1 m/s. The results of calculating the total individual risk in the event of a fire in the T-32 tank are 2,44 x 10-8 and the results of calculating the total societal risk in the event of a fire in the T-32 tank are 4,15 x 10-7. The results of the T-32 tank fire risk assessment at Company A's tank farm facility show that individual and social risks are still within the acceptable risk category according to the risk assessment criteria. Even though the risk of a fire incident is still within acceptable limits, risk control efforts still need to be performed so that the risk remains within acceptable tolerance limits
T-7070
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sepriyanto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Mufti Wirawan, Jimmi Idris, Daris Hendarko
Abstrak:
Tesis ini membahas Implementasi teknologi pada kegiatan operasional perusahaan adalah sebuah keniscayaan, jika perusahaan ingin tetap exist dan bergerak maju seiring dengan kebutuhan zaman. Termasuk dalam kegiatan operasional penambangan batubara yang ada di PT. ABC, saat ini berusaha untuk mengimplementasikan teknologi sebagai tools untuk kendali bahaya yang muncul. Salah satunya adalah penggunaan DMS (Driving Monitoring System) yang bertujuan untuk melakukan pengawasan langsung terhadap prilaku pengopersian unit/kendaraan (aktifitas operator di dalam kabin dan kondisi di luar kabin) untuk mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh un safe act dari operator saat mengoperasikan unit. Dalam tahap awal, implementasi DMS diterapkan batu hanya pada kegiatan hauling coal, karena selain tingkat incident pada kegiatan pengoperasian unit di lokasi ini cukup tinggi, lokasi ini juga dari segi infrastruktur lebih menudukung, yaitu berupa keberadaan jaringan cellular sebagai salah satu elemn untuk dapat menjalankan DMS secara ideal dan maksimal. Fokus kendali DMS pada tiga Tindakan Tidak Aman yang diketahui sebagai penyebab terbesar kecelakaan pada kegiatan pengoperasian unit di jalan hauling, yaitu: 1. Prilaku berkendara operator (distraction, smoking, phoning, coalision), 2. Fatigue (yawning, head down, closed eyes), 3. Kecepatan Berkendara.Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan beberapa variable yang berpengaruh terhadap tindakan tidak aman oprator saat saat berkendara dalam hubungan dengan implementasi system DMS, yaitu: Intervensi Speeding dengan nilai α sebesar 0.047dan Intervensi Collision dengan nilai α sebesar 0.036. sedangkan intervensi fatigue, intervensi distraction tidak berpengaruh terhadap TTA operator, Untuk Laporan post event tidak ada satupun variable yang berpengaruh terhadap munculnya TTA operator saat mengoperasikan unit coal hauler di jalan hauling PT. ABC
Read More
T-6373
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sakti Puruboyo; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Daris Hendarko, Adhie Vieky Novrianto
Abstrak:
Read More
Perusahaan konstruksi memegang peranan penting dalam memberikan kontribusi terhadap jumlah pekerja yang mengalami kecelakaan kerja. Perusahaan konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Beberapa jenis pekerjaan dengan kategori risiko tinggi adalah pekerjaan di ketinggian, penggalian, ruang tertutup, dan operasi pengangkatan (lifting operations). Kecelakaan kerja di konstruksi negara berkembang, pertambangan, dan industri minyak dan gas telah meningkat setiap tahunnya. Kecelakaan kerja ini terjadi karena perilaku pekerja terkait keselamatan masih rendah. Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional maka melalui proyek migas dengan tujuan meningkatkan kapasitas kilang migas di Indonesia. Tesis ini menganalisis hubungan antara safety climate dan safety behaviour dengan mediasi dari gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional pada proyek migas di Indonesia. Uji hipotesis diajukan dengan total 7 uji hipotesis langsung dan tidak langsung dengan 675 pekerja sebagai responden. Untuk menguji hipotesis, penelitian ini menggunakan metode structural equation modelling. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa beberapa uji hipotesis diterima atau terdapat hubungan yang positif antar variabel. Beberapa hasil uji hipotesis ditolak atau tidak terbukti secara empiris berpengaruh positif dan signifikan antar variabel.
Construction companies play an important role in contributing to the number of workers who experience work accidents. Construction companies have a high risk of work accidents. Some jobs with a high-risk category are working at heights, digging, confined spaces, and lifting operations. Occupational accidents in developing countries' construction, mining, and oil and gas industries have increased yearly. These work accidents occur because the behaviour of workers related to safety is still low. To meet the national demand for fuel oil through the oil and gas project by increasing the capacity of oil and gas refineries in Indonesia. Occupational accidents at one of the projects in Indonesia have increased quite a bit. This study analyses the relationship between safety climate on worker safety behaviour with mediation of transformational and transactional leadership styles. The hypothesis test was proposed with a total of 7 direct and indirect hypotheses tests with 675 workers as respondents. To test the hypothesis, this study uses the structural equation modelling method. From the research conducted, it was found that several hypothesis tests were accepted or that there was a positive relationship between variables. Several hypothesis test results were rejected or not empirically proven to have a positive and significant effect between variables.
T-6741
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
