Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tulus Kurnia Indah; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Rakhmat Hidayat, Nugraharti, Erwien Sri Ujianto
Abstrak:
Latar Belakang: Proses perawatan di rumah sakit didukung oleh berbagai aktivitas operasional diantaranya pengelolaan logistik dan distribusi perbekalan farmasi. Biaya perbekalan kesehatan merupakan pengeluaran terbesar kedua di rumah sakit setelah belanja pegawai, oleh sebab itu pimpinan rumah sakit perlu mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan proses logistik untuk menurunkan biaya dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Untuk meningkatan proses logistik diperlukan pemahaman terkait kinerja rantai pasokan yang saat ini berjalan, sehingga melakukan analisa kinerja rantai pasokan merupakan hal mendasar untuk mengatasi kekurangan dalam aktivitas logistik. Tujuan: Studi ini bertujuan melakukan analisa terkait waste yang ada pada proses perencanaan dan pengadaan obat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, kemudian mencari penyebab dan akar masalah timbulnya pemborosan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di RSUPN Dr. Cipto Mangunkumo bulan April-Mei 2024. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan key specialist informan yang terkait dengan kegiatan perencanaan dan pengadaan dan observasi lapangan. Data sekunder diperoleh dari telaah data realisasi pemakaian obat tahun 2022, data usulan perencanaan dari unit kerja dan hasil rekapitulasi instalasi farmasi tahun 2023, data daftar barang dalam kontrak tahun 2023, datapenerimaan dan data pemakaian obat tahun 2023. Tahapan penelitian disusun berdasarkan lean six sigma dari mulai define, measure, analyze dan improve. Hasil: Jenis waste yang terjadi diantaranya penyedia tidak mengirimkan obat terhadap item perencanaan yang telah memiliki kontrak, obat yang dipesan dan dikirim tetapi tidak memiliki realisasi penggunaan, penyedia bersedia mengirimkan obat tetapi tidak mau berkontrak dengan rumah sakit, penyedia tidak bersedia mengirimkan obat dan tidak mau berkontrak dengan rumah sakit dan adanya pengadaan lain di luar jalur kontrak utama. Dari seluruh waste yang ada terjadinya pengadaan di luar jalur kontrak utama merupakan jumlah waste yang paling sering terjadi sehingga menjadi area improvement pada penelitian ini. Penyebab dari pemborosan yang masih dapat dikontrol oleh internal rumah sakit adalah keterlambatan penerbitan kontrak. Akar masalahnya karena tiap unit kerja yang terkait dengan kegiatan perencanaan dan pengadaan menyelesaikan proses kerja tanpa mempertimbangkan waktu penyelesaian proses sesudahnya, sehingga tujuan dari perencanaan dan pengadaan yang berupa penerbitan kontrak sebelum tahun anggaran menjadi tidak terlaksana. Kesimpulan: Dalam proses yang berjalan secara berkelanjutan diperlukan proses kerja yang terintegrasi berdasarkan komitmen setiap anggota rantai agar tujuan proses tersebut dapat tercapai.

Introduction: The hospital care process is supported by various operational activities including logistics management and distribution of pharmaceutical supplies. The cost of health supplies is the second largest expenditure in hospitals after personnel expenditure, therefore hospital leaders need to identify opportunities to improve logistics processes to reduce costs and improve the quality of health services. To improve logistics processes, an understanding of current supply chain performance is required, so analyzing supply chain performance is fundamental to overcoming deficiencies in logistics activities. Objective: This study aims to analyze waste in the drug planning and procurement at RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, then looked for the causes and root causes of waste. Method: This research uses qualitative methods with a case study approach. The research location is at RSUPN Dr. Cipto Mangunkumo on April-May 2024. Primary data was obtained through interviews with key specialist informants related to planning and procurement activities and field observations. Secondary data was obtained from a review of drug use in 2022, drug planning proposals from units and results of drug planning recapitulation by pharmaceutical installations in 2023, list of drugs in contracts 2023, drug receive order and drug use in 2023. The research stages were arranged based on lean six sigma method from define, measure, analyze and improve. Results: Types of waste that occur include supplier not sending drugs from planning items that already have a contract, drugs ordered and sent but not having actual use, suppliers willing to send drugs but refusev to contract with the hospital, suppliers refuse to send drugss and refuse to contracts with hospitals and procurements that come from another its main contracts. The procurements that come from another its main contract occurs most frequently, so it is an area of improvement in this research. The cause of waste that can still be internally controlled by the hospital is delays in issuing contracts. The root of the problem is because each unit related to planning and procurement activities completes the process without considering the completion time of the process afterwards, so that the aim of planning and procurement to complete all the procurement contract before end of the year do not achieved. Conclusion: In a process that runs continuously, an integrated work process is needed based on the commitment of each member of the chain so that the process objectives can be achieved.
Read More
B-2469
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adang Bachtiar, Ascobat Gani, Rakhmat Hidayat, Linda Sofriyanti
Abstrak:
Rumah sakit merupakan sebuah institusi yang bertujuan utama memberikan layanan kesehatan kepada pasien untuk pengobatan penyakit dan pencegahan kecacatan. Di sisi lain, status sebagai Rumah Sakit Pendidikan yang mengharuskan Rumah sakit mengakomodir berbagai proses pembelajaran dalam berbagai jenjang, penerapan teknologi tertinggi sebagai center of excellence, dan bahkan jika memungkinkan penerapan temuan-temuan baru atau yang masih sedang diuji coba dalam dunia medis tentu menjadi beban tersendiri bagi operasional Rumah sakit. RSUD Siti Fatimah sebagai rumah sakit yang relatif baru berdiri dan juga baru saja ditetapkan menjadi rumah sakit pendidikan tentu memilki tantangan yang cukup besar dalam hal kualitas pelayanan dan variasi pasien. Data menunjukkan bahwa dari seluruh kompetensi minimal Pendidikan profesi dokter yang wajib dimiliki sesuai SKDI (Standar Kompetensi Dokter Indonesia), baru sekitar lima puluh persennya saja yang dapat ditemui di RSUD Siti Fatimah. Hal ini membuat RSUD Siti Fatimah harus terus berbenah untuk meningkatkan angka kunjungan pasien dan jenis penyakit yang ditangani untuk dapat menjadi wahana pembelajaran yang adekuat bagi program Pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD Siti Fatimah Palembang sebagai rumah sakit pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis observasional analitik dengan desain studi survei potong lintang menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan di RSUD Siti Fatimah Palembang pada pasien yang dirawat inap di bangsal rawat inap kelas 3, kelas 2, dan kelas 1 pada bulan November 2023. Populasi target penelitian adalah pasien yang dirawat di bangsal rawat inap yang menjadi wahana pembelajaran bagi peserta didik program pendidikan dokter spesialis RSUD Siti Fatimah Palembang pada tahun 2023 sebanyak 1700 orang, dan sampel sebanyak 195 orang dengan menggunakan consecutive sampling. Kualitas pelayanan kesehatan Rumah sakit dilihat dari persepsi pasien dengan menggunakan model modifikasi dari 6Q framework yang dimodifikasi. Terdapat korelasi yang kuat antara persepsi pasien mengenai kualitas pelayanan di RSUD Siti Fatimah dengan kepuasan pasien. Persepsi pasien mengenai kualiatas dokter muda di RSUD Siti Fatimah baik, dengan nilai paling tinggi pada kualitas prosedural yaitu sebesar 92,8%, akan tetapi beberapa hal masih belum optimal, yaitu pada kualitas personil serta kualitas interaksi.

A hospital is an institution whose primary goal is to provide health services to people for disease treatment and prevention. On the other hand, the hospital's status as a teaching hospital necessitates accommodating various learning processes at various levels, the use of the most advanced technology as a center of excellence, and even if possible, the application of new standards or findings that are still being tested in the medical world for hospital operations. Siti Fatimah Hospital, as a relatively new hospital that has only just been created and classified as a teaching hospital, faces significant hurdles in terms of service quality and patient diversity. According to data, just around half of all the minimal competencies required for medical professional education according to the SKDI (Indonesian Doctor Competency Standards) can be discovered at Siti Fatimah Regional Hospital. This means that Siti Fatimah Regional Hospital must continue to improve in order to increase the number of patient visits and the types of diseases treated and become an adequate learning vehicle for the professional education program for doctors and specialists. The purpose of this research is to examine the relationship between service quality and patient happiness at Siti Fatimah Palembang Hospital, a teaching hospital. This is a quantitative observational analytical study with a cross-sectional survey study design employing a questionnaire. The study was carried out at Palembang's Siti Fatimah Regional Hospital on patients admitted to class 3, class 2, and class 1 inpatient wards in November 2023. Patients treated in inpatient wards were the target research population, which served as a learning vehicle for educational program students. In 2023, Siti Fatimah Regional Hospital in Palembang will have 1,700 specialist doctors and a sample size of 195 persons utilizing consecutive sampling. A modified form of the modified 6Q framework is used to assess the quality of hospital health care based on patient perceptions. Patient satisfaction is strongly related to patient views of the quality of care at Siti Fatimah Regional Hospital. 7. Patient impressions of the quality of young doctors at Siti Fatimah Regional Hospital are positive, with the highest score on procedural quality, 92.8%; nonetheless, other factors remain unsatisfactory, including the quality of people and the quality of interactions.
Read More
B-2418
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive