Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anggiasih Sakanti; Pemb. Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Robby Johanes
S-5113
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
T. Riza Maulana; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Johanes Sudarsono
Abstrak: Penerapan Sistem Manajemen K3LL sangat diperlukan pada kegiatan hulu migas, karena didalam elemen-elemen yang umumnya terdapat dalam satu standar sistem manajemen K3LL antara lain ; Kebijakan, Perencanaan, Penerapan dan Operasi, Pemeriksaan dan tindakan perbaikan serta Tinjauan manajemen,dapat digunakan sebagai salah satu alat dalam mengelola potensi bahaya dan resiko K3 serta aspek dan dampak lingkungan secara berkelanjutan. Kondisi saat ini pada kegiatan hulu migas, dalam penerapan SMK3LL, terlihat adanya beberapa kendala-kendala antara lain:
  • Acuan SMK3LL yang berbeda-beda
  • Tidak ada koordinasi antar bagian dalam struktur organisasi
  • Perusahaan
  • Untuk menerapkan dua atau lebih standar Internasional suatu perusahaan akan menemukan kendala dalam penerapan dan dokumentasinya.
Oleh karena itu perlu ditetapkan suatu model SMK3LL, yang dapat digunakan sebagai acuan oleh perusahaan-perusahaan migas pada kegiatan hulu. Model SMK3LL ditetapkan dengan cara memadukan ISO 14001 dan OHSAS 18001 dengan penelaahan klausul-klausul, pendekatan proses dan sistem serta validasi basil audit dari beberapa K3S. Model yang dihasilkan akan dijadikan acuan kebutuhan minimum bagi perusahaan migas pada kegiatan hulu yang akan menerapkan SMK3LL.
Read More
T-2395
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
A. Budiono Joko S; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Tata Soemitra, Johanes Sudarsono
T-2170
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Farid Baidjuri; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Tata Soemitra, Johanes Sudarsono
T-2146
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Patuan Alfon S; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Johanes Sudarsono
Abstrak:

Sebagian besar kecelakaan kerja terjadi karena disebabkan oleh adanya tindakan tidak aman (unsafe act). Beberapa faktor tindakan tidak aman yang menjadi penyebab kecelakaan sesuai klasifikasi dari DNV rules antara lain gagal dalam melaksanakan prosedur, gagal dalam menggunakan APD (alat pelindung diri), dll. Demikian juga dengan kecelakaan kerja yang terjadi pada kegiatan produksi dan pemboran pada kegiatan usaha migas di beberapa KKKS, kecelakaan tersebut sebagian besar disebabkan karena adanya tindakan tidak aman (unsafe act). Faktor-faktor tindakan tidak aman tersebut sangat bervariasi dan berbeda antara satu KKKS dengan KKKS lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor tindakan tidak aman yang dominan sebagai penyebab kecelakaan kerja pada beberapa KKKS dan melihat bagaimana peran manajemen dalam pengimplementasikan K3 pada masing-masing KKKS. Penelitian ini menggunakan desain dengan studi evaluasi yang menyangkut kecelakaan kerja pada kegiatan produksi dan pemboran pada 4 group pada tahun 2002-2004 pada beberapa KKKS yang mewakili benua Amerika, Eropa, Asia dan Nasional. Data kecelakaan kerja yang dianalisa adalah seluruh data kecelakaan kerja baik yang ringan, sedang, berat bahkan kecelakaan fatal yang menimpa para karyawan KKKS maupun karyawan kontraktornya. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa kualitatif. Temuan penting dari penelitian ini adalah faktor tindakan tidak aman yang dominan menjadi penyebab kecelakaan kerja pada group KKKS I adalah mengoperasikan peralatan tanpa wewenang sebesar 29 %, lalu Group KKKS II dan III adalah gagal dalam melaksanakan prosedur masing-masing sebesar 28 % dan 37 % dan terakhir untuk group KKKS IV faktor tindakan tidak aman yang dominan adalah mengoperasikan peralatan tanpa wewenang dan menggunakan peralatan yang rusak sebesar 22 % Kecelakaan kerja dapat terjadi karena beberapa faktor, namun sebagian besar kecelakaan kerja tersebut diakibatkan oleh adanya tindakan tidak aman (unsafe act). Untuk meminimilisasi tindakan tidak aman tersebut perlu ditingkatkan peran aktif dan manajemen terutama dalam pengimplementasian aspek K3 di iapangan. Disamping itu pemberian pelatihan yang komprehensif juga dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan ketrampilan serta awareness dari karyawan.

Read More
T-2258
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Virmandiani; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Syahrizal Syarif, Johanes Edy Siswanto
Abstrak: Data dari Poli Rehabilitasi Medik 2019 didapatkan 36.48% pasien dengan Communication Disorder, hampir serupa dengan data dari CDC tahun 2012, pada usia 3-10 tahun 41,8%. Goal attainment Scale (GAS) adalah skala objektif menilai pencapain target setelah rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Sistem Klasifikasi Komunikasi Fungsional (SKKF) terhadap perbaikan subskala dalam International Classification Of Functioning, Children & Youth (ICF-CY), yang dinilai berdasarkan GAS setelah Program Rehabilitasi 3 bulan. Desain studi kohort retrospektif. Kategori SKKF-I (komunikasi efektif) Kategori SKKF-II (komunikasi tidak efektif). Perbaikan atau GAS-1 apabila total skor menjadi ≥50.00. dari skor awal 35.8. Hasil studi ini sejumlah subjek sebanyak 202, mayoritas pada kelompok SKKF berat 109(53.96%); dan terbanyak pada kelompok usia >3.5 tahun; serta mayoritas laki-laki 61.88%. SKKF-1 mempunyai peluang lebih besar dalam memperbaiki Fokus Atensi RR=1.43; [95% IK, 1.23- 1.66]; p<0.001; Fungsi Perseptual RR=1.70; [95% IK, 1.40-2.06]; p<0.001; Fungsi Motorik Halus RR=2.43; [95% IK, 1.87-3.16];p<0.001; Fungsi eksekutif-problem solving RR=4.6; [95% IK, 2.86- 7.67];p<0.001. Analisa multivariate ARR: 4.01;[95%IK, 2.22-7.06]; p<0.001). Kesimpulan bahwa bahwa Gangguan Bicara Bahasa dengan derajat ringan-sedang, setelah dikontrol dengan asfiksia, microcephaly dan WeeFIM, akan memperbaiki GAS empat kali lebih tinggi dibandingkan derajat berat, sehingga disarankan pentingnya deteksi dini, menentukan tingkat keparahan pada anak-anak usia sebelum 4 tahun
Read More
T-6243
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochamad Haris; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Pujiyanto, Johanes, Ika Helnayadi
Abstrak:

Berbagai jenis pembayaran (Fee For Service Bebas, Fee for Service Kerjasama, Asuransi, Kapitasi) layanan kesehatan kepada pekerja, keluarga dan pensiunan termasuk rawat inap dilakukan di Perlamina dan makin meningkatnya biaya layanan kesehatan maka dipandang perlu mencarikan jenis pembayaran yang sesuai untuk memberikan dampak yang efektif dan efisien. Dilain pihak, pekerja, keluarga dan pensiunan sebagai masyarakat pengguna jasa layanan kesehatan menjadi semakin kritis terhadap mutu layanan yang mereka terima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis pembayaran dihubungkan dengan mutu layanan rawat inap yang diterima oleh pekerja, keluarga dan pensiunan PT Pertamina UPms III. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sample 100 orang yang mendapat pelayanan rawat inap dengan menggunakan berbagai jenis pembayaran. Data primer diperoleh dari kuesioner yang didistribusikan kepada sampel terpilih untuk mendapat mutu berupa kepuasan dengan metode lima dimensi servqual. Sedangkan data sekunder untuk mendapatkan lama hari rawat yang merupakan bagian dari mutu dan biaya diperoleh dari laporan fungsi Kesehatan Pemasaran III. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembayaran dengan cara asuransi 87,5% puas, dengan cara kapitasi 85% puas, dengan cara Fee For Service Kerjasama 76,5% puas, dengan Fee For Service Bebas 66,7% puas. Lama hari rawat dengan cara asuansi dan Fee for Service Bebas 83,3% kurang dari 6 hari, dengan FFS Kerjasama 80% kurang dari 6 hari, dengan Kapitasi 55% kurang dari 6 hari. Jenis pembayaran secara kapitasi mempakan pembayaran yang terbesar dari jenis pembayaran yang lain pada penelitian ini.

Read More
T-2370
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Aziz Ridwan; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Johanes Eko Kristiyadi
Abstrak: Penyakit rabies atau anjing gila adalah suatu penyakit yang sangat ditakuti dan dapat menimbulkan kematian. Penyakit ini ditularkan dari hewan yang sudah terkena virus rabies kepada manusia yang disebut dengan lyssa virus. Lyssa virus dapat menularkan dengan secara cepat dari Hewan pada penderita lain melalui saliva (air liur). Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui kejadian rabies di provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan data Laporan Kasus Rabies tahun 2008 hingga tahun 2011 dan data Kecamatan di Provinsi dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian rabies di Provinsi Bali dapat terjadi di semua wilayah baik di wilayah padat penduduk, di wilayah persawahan, dan di wilayah selain sawah seperti perkarangan, perkebunan, dan hutan.
 

Rabies or hydrophobia is a disease that is feared and can cause death. The disease is transmitted from animals that have been exposed to rabies virus to humans is called lyssa virus. Lyssa virus can quickly spread to other sufferers of Animals on through saliva. This study was made in order to determine the incidence of rabies in the province of Bali. This study uses data Rabies Case Reports 2008 to 2011 and District in the Province of data with univariate and bivariate analyzes. The results showed that the incidence of rabies in Bali province can occur in all areas both in densely populated areas, in the rice-fields, and in Land use such as besides rice, plantations, and forest.
Read More
S-8017
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanny Merliana; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Kurnia Sari, Dumilah Ayuningtyas, Mevin G. Handoyo, Johanes Hudyono
Abstrak: Meski obat generik berdasarkan bioekivalensi dengan obat bermerek telah disetujui, masih terdapat keraguan yang menyangkut efektivitas dankeamanannya. Amlodipine adalah salah satu obat hipertensi yang paling seringdiresepkan, untuk itu kami melakukan analisis minimisasi biaya amlodipinegenerik dan bermerek. Sebuah analisis yang dilakukan secara retrospektif denganmenggunakan data pasien selama tahun 2015, sampel data pasien adalah pasiendengan hipertensi ringan sampai sedang dan periode pengobatan selama 1 bulan.Biaya unit amilodipine generik dan bermerek dihitung berdasarkan total biayaberdasarkan dosis pasien per individu selama 1 bulan, yang kemudian dihitungrerata biaya pengobatan masing-masing pengobatan dengan amlodipin generikmaupun bermerk.
Kata kunci : amlodipin, generik,analisis minimisasi biaya, hipertensi, rumahsakit
Although the generic drug based on bioequivalence with the branded drug hasbeen approved, there are still doubts regarding their efficacy and safety.Amlodipine is one of the drugs most commonly prescribed hypertension,therefore, we did a cost minimization analysis of amlodipine generic and branded.Retrospectively analysis using patient data for 2015, a sample of patient data isthat patients with mild to moderate hypertension and for 1 month treatmentperiod. Amilodipine unit cost generic and branded drug is calculated based on thetotal cost per patient of hypertension based individual doses for 1 month, and thencalculated the average cost of treatment of each treatment with amlodipinegeneric and branded.
Keywords: amlodipine, generic, cost minimization analysis, hypertension,hospitals.
Read More
B-1812
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sonia Miyajima Anjani; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Johanes Edy Siswanto, Bobby Marwal Syahrizal
Abstrak:
Kematian neonatus masih menjadi masalah utama kesehatan. Salah satu upaya penurunan AKN adalah menerapkan konsep asuhan berkelanjutan pada ibu hamil, yakni asuhan dari masa kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan yang berkesinambungan. Studi ini bertujuan untuk menilai dampak asuhan berkelanjutan pada ibu hamil usia 20-35 tahun dalam menurunkan AKN. Peneliti membandingkan kondisi di Indonesia dengan Filipina karena AKN yang hampir sama padahal pendapatan per kapita Filipina lebih rendah. Studi potong lintang ini menggunakan data Demographic and Health Survey (DHS) Indonesia tahun 2007, 2012, dan 2017 dan Filipina tahun 2008, 2013, dan 2017. Efek utama adalah risk ratio (RR) asuhan berkelanjutan pada ibu hamil usia 20 – 35 tahun dengan kematian neonatus di Indonesia dan Filipina. Peneliti menyusun model awal dan kemudian melakukan analisis stratifikasi untuk melihat peran interaksi dan perancu seluruh kovariat. Penelitian kemudian membuat model akhir yang fit. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Setelah dilakukan seleksi, terdapat 30.503 dam 11.833 data ibu hamil di Indonesia dan Filipina yang dianalisis. AKN Indonesia sedikit lebih rendah dibandingkan Filipina (7 kematian vs 8 kematian per 1000 kelahiran hidup). Terdapat 21% dan 18,5% ibu hamil usia 20 – 35 tahun yang mendapatkan asuhan berkelanjutan di Indonesia dan Filipina secara berturut-turut. Di Indonesia, ibu hamil yang tidak mendapatkan asuhan berkelanjutan berisiko mengalami kematian neonatus dengan RR 6,08 (IK95% 2,52-15,16) jika bayi berat lahir normal. Data di Filipina menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidak mendapatkan asuhan berkelanjutan berisiko mengalami kematian neonatus dengan RR 9,64 (IK95% 2,19-42,39). Asuhan berkelanjutan merupakan upaya penting untuk menurunkan AKN di Indonesia dan Filipina.

Neonatal death is still a major health problem. One of the efforts to reduce neonatal death is to apply the concept of continuum of care for pregnant women, consist of antenatal care, skilled birth attendance, and postnatal care. This study aims to assess the impact of continuum of care among pregnant women aged 20-35 years in reducing neonatal death. We compare conditions in Indonesia with the Philippines because of similar neonatal death although the Philippines' income per capita is lower. This cross-sectional study uses Demographic and Health Survey (DHS) data in Indonesia 2007, 2012, and 2017 and the Philippines in 2008, 2013, and 2017. The main effect is the risk ratio (RR) of continuum of care in pregnant women aged 20 – 35 years with neonatal deaths in Indonesia and the Philippines. We developed an initial model and then conducted a stratification analysis to evaluate interactions and confounders role of all covariates. We then create a fit final model. Multivariate analysis were using multiple logistic regression. After selection, there were 30,503 and 11,833 data on pregnant women in Indonesia and the Philippines that being analyzed. Indonesia's neonatal death is slightly lower than the Philippines (7 deaths vs 8 deaths per 1000 live births). There are 21% and 18.5% of pregnant women aged 20 – 35 years who receive continuum of care in Indonesia and the Philippines respectively. In Indonesia, pregnant women who do not receive continuum of care are at risk of neonatal death with an RR of 6.08 (95% CI 2.52-15.16) if the baby is of normal birth weight. Data in the Philippines shows that pregnant women who do not receive continuum of care are at risk of neonatal death with an RR of 9.64 (95% CI 2.19-42.39). Continuum of care is an important effort to reduce neonatal death in Indonesia and the Philippines.
Read More
T-6886
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive