Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Saesar Ferrino Leofoldo Agustus; Pembimbing: Zarfiel Tafal; PengujI: Yovsyah. Flourisa Julian Sudradjat
S-7617
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Hardiyanti Pujiastuti; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Mieke Safitri, Flourissa Julian
Abstrak: Remaja membutuhkan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya, akan tetapi remaja seringkali merasa tidak nyaman atau tabu membicarakannya, informasi mereka coba penuhi dengan cara membahas bersama teman-teman, buku-buku tentang seks, akses internet atau mengadakan percobaan dengan berfantasi, masturbasi, bercumbu, atau berhubungan seksual. Penelitian ini menggunakan studi analitik deskriptif dengan pendekatan crossectional. Penelitian menunjukkan bahwa 99,4% remaja terpapar materi pornografi, ada hubungan antara media internet, gambar/foto, video games, video/gambar bergerak, suara, telpon seks, dan handphone dengan fantasi seksual berat remaja. 29,6% responden memiliki fantasi seksual berat. Kata Kunci : Paparan Pornografi, Fantasi Seksual, Remaja.
Teens need information about the changes that happen to them, but teenagersoften feel uncomfortable or taboo to talk about it, they try to fill the information ina way to discuss with friends, books about sex, internet access or experimentingwith fantasy, masturbation, making out, or having sex. purpose of this study todescribe of exposure to pornography and sexual fantasies in adolescents at SMKX Jakarta. This study used an analitic descriptive with cross sectional. The studyshowed that 99,4 % of adolescents exposed to pornographic material, there arereal corelation between several media with serious adolescent sexual fantasies.29,6 % of respondents had serious sexual fantasies.Kata Kunci : Pornographic exposed, Sexual Fantasies, Adolescents.
Read More
S-8131
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadlia Murtafia; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Julian, Jantini Utama
Abstrak: Rekam medis di Rumah Sakit Gading Pluit berupa manual rekam medis.Pengisian kelengkapan rekam medis di Unit Rawat Inap bulan Januari-Marettahun 2016 di Rumah Sakit Gading Pluit masih ada yang dibawah indikator mutukelengkapan rekam medis. Tujuan penelitian ini menganalisis pengisiankelengkapan rekam medis bulan Januari-Maret tahun 2016 di unit rawat inap RSGading Pluit. Metode Penelitian analisis kualitatif dengan wawancara mendalamdengan studi kasus terhadap kelengkapan dokumen rekam medis bulan Januari-Maret tahun 2016. Hasil penelitian yaitu form resume medis, dimana tanda tangandokter yang merawat lengkap sebesar 97,2%, tidak lengkap 2,8%. Form catatanpasien terintegrasi dimana nama dokter lengkap sebesar 35,5% tidak lengkap64,5%, form informed consent dimana tanda tangan saksi lengkap hanya 37,91%tidak lengkap 62,09% dan nama saksi 16,80% lengkap, dan tidak lengkap 83,20%.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu faktor-faktor yang memegang peranan dalampengisian kelengkapan rekam medis rawat inap seperti pelatihan tentang rekammedis, standar operasional prosedur tentang rekam medis kurang disosialisasikanserta masih belum ada sanksi tegas bagi dokter yang sering tidak melengkapirekam medis.Kata kunci :faktor, kelengkapan, rekam medis
Background : The medical records at Gading Pluit Hospital are still donemanually. The completeness of medical records filling form at inpatient unit ofGading Pluit in January until March 2016 are still below the standard indicatorquality.Purpose : to analyze the charging form completeness of medicalrecords in January until March 2016 at inpatient unit of Gading PluitHospital.Methode: Qualitative anaylisis by in-depth interviews and case studi ofmedical records completeness in January until March 2016. Results :Resume of medical records form, with signature of doctor who treat 97,2%completed, 2,8% incomplete. Integrated data patient form where there is a doctorname 35,5% completed, 64,5% incomplete. Informed consent form where there isa signature of witnesses 37,91% completed., 62,09% incomplete, and witnessesname 16,80% completed, 83,20% incomplete.Conlusion : Factors that held animportant role of the completeness of medical records filling form in inpatient unitare training about medical record, standar operating procedure about medicalrecord which is still less socialized and still there is no sanction for the doctorswho did not complete the filling of medical record.Keywords : complete, factor, medical record.
Read More
T-4627
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heru Mulyanto; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Jaslis Ilyas, Arief Oetama, Julian
Abstrak: Tesis ini merupakan suatu penelitian dengan metode penelitian kualitatif terhadap waktupelayanan Instalasi Gawat Darurat RS Gading Pluit Jakarta. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui waktu pelayanan IGD serta mencari penyebab lamanya waktu pelayanan IGD.Penelitian dilakukan dengan menghitung waktu pelayanan IGD terhadap pasien yang berobat keIGD RS Gading Pluit selama bulan Januari 2016. Waktu pelayanan IGD maksimal 90 menitdihitung sejak pasien masuk ke IGD atau setelah dilakukan triase pada pasien. Dilakukanobservasi terhadap proses pendaftaran pasien, triase pasien, asuhan keperawatan danpemeriksaan dokter, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi serta konsultasi dokterspesialis. Terhadap waktu pelayanan pasien IGD yang melebihi waktu 90 menit dilakukanpenelusuran penyebab lamanya pelayanan. Wawancara mendalam dilakukan untuk mendapatkaninformasi mengenai penyebab lamanya waktu pelayanan IGD. Dari penelitian didapatkan bahwawaktu pelayanan IGD dipengaruhi faktor-faktor kategori triase pasien dan diagnosis penyakitpasien. Rata-rata waktu pelayanan IGD untuk kategori gawat darurat (Label Merah) adalah 70menit 40 detik sedangkan rata-rata waktu pelayanan untuk kategori darurat tidak gawat (LabelKuning) adalah 80 menit 40 detik. Saran-saran penelitian : membatasi tindakan konsultasi kedokter spesialis hanya untuk kasus-kasus gawat darurat, waktu pelayanan IGD sebaiknyaberbeda berdasarkan kategori pasien dan menjamin proses triase berjalan dengan prosedur yangberlaku.Kata kunci :Waktu pelayanan IGD, penyebab lamanya waktu pelayanan IGD, saran-saran perbaikan waktupelayanan IGD.
Read More
B-1797
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yessi Saptarini; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Yvonne M. Indrawani, Flourisa J. Sudrajat
S-4650
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisa Indrian Dini; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Flourisa Julian Sudrajat, Siti Kulsum
Abstrak: Pendahuluan. Status kehamilan tidak diinginkan menjadi perhatian pentingkarena kehamilan tidak diinginkan dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayiyang akan dilahirkannya.Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran danpengaruh dari kehamilan tidak diinginkan terhadap perilaku ibu selama kehamilandan setelah kelahiran pada beda status ekonomi.Metode Penelitian. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif denganmenggunkan data sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI)tahun 2012. Populasinya adalah wanita usia 15-49 tahun yang pernah hamil danmelahirkan dalam lima tahun terakhir saat survei dilakukan dengan sampelsebanyak 11.742 responden.Hasil Penelitian. Hasil analisis multivariabel menunjukkan bahwa ibu yangmengalami kehamilan tidak diinginkan mempunyai peluang untuk tidakmelakukan perawatan kehamilan sebanyak 1,79 dibandingkan kehamilandiinginkan, sedangkan ibu yang mengalami kehamilan tidak diinginkanmempunyai peluang yang sama dengan kehamilan diinginkan terhadap perilakuuntuk tidak memberikan ASI eksklusif dan tidak memberikan imunisasi dasarlengkap. Hasil analisis stratifikasi regresi logistik multivariabel menunjukkanbahwa pengaruh status kehamilan tidak diinginkan terhadap perilaku perawatankehamilan, pemberian ASI eksklusif dan pemberian imunisasi dasar lengkap jugadipengaruhi oleh status ekonomi.Kesimpulan. Pentingnya mencegah kehamilan tidak diinginkan untukmeningkatkan kesehatan ibu dan bayi.Kata kunci : Kehamilan tidak diinginkan, perilaku selama kehamilan, perilakusetelah kelahiran.
Introduction. The status of unwanted pregnancy became an important attentionbecause unwanted pregnancy may influence the health of mother and their baby.Objective. To describe and study the effect of unwanted pregnancies on thebehavior of the mother during pregnancy and after birth at different economicstatus.Methods. This study is a quantitative study using secondary data from IndonesianDemographic and Health Survey (IDHS). The population is women aged 15-49years who had pregnant and given birth in the last five years when the survey wasconducted with a sample of 11.742 respondents.Results. The analysis show that the mothers who experienced an unwantedpregnancy have the odds to no prenatal care as much as 1.79 compared to thedesired pregnancy, whereas mothers who experienced an unwanted pregnancyhave the same odds with the desired pregnancy to behavior to not giving exclusivebreastfeeding and not giving complete basic immunizations. Stratifiedmultivariable logistic regression shows that the influence of unwanted pregnancytowards prenatal care, exclusive breastfeeding and complete basic immunizationwas also influenced by economic status.Conclusion. The importance of preventing unwanted pregnancy to improvematernal and infant health.Keywords: unwanted pregnancy, behavior during pregnancy, behavior after birth.
Read More
T-4657
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rr. Weni Kusumaningrum; Pembimbing: Damayanti, Iwan Ariawan; Penguji: Dien Anshari, Flourisa Julian; Yunita Wahyuningrum
Abstrak: Dalam mengatasi permasalah kependudukan, seperti peningkatan jumlah penduduk, kematian ibu dan kematian bayi, pemerintah Indonesia menerapkan program Keluarga Berencana (KB) pada pasangan usia subur (PUS). Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang terbukti lebih efektif dan cost efficient merupakan salah satu upaya strategis dalam program KB yang tertuang pada Renstra BKKBN tahun 2015-2019. Di Indonesia, penggunaan MKJP dari tahun ke tahun mengalami penurunan sehingga diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan penggunaannya. Ideation (terdiri dari 3 aspek yaitu kognisi, emosi dan interaksi sosial) yang didefinisikan sebagai ide atau cara pandang seseorang terhadap sesuatu, telah digunakan untuk memprediksikan baik secara individual ataupun senergis hasil dari program kesehatan termasuk kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen dari ideation dan mengetahui bagaimana elemen tersebut berhubungan dengan penggunaan MKJP reversible yang mencakup IUD dan implant di Provinsi NTB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaf dengan desain studi Crosssectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Survei Improving Contraceptive Mix Method (ICMM) yang dilakukan pada tahun 2015. Subyek penelitian adalah 6.384 wanita usia 14-49 tahun, menikah dan pernah menggunakan KB yang berasal dari Kabupaten Bima, Lombok Tengah dan Lombok Utara, Provinsi NTB. Confirmatory factor analysis digunakan untuk mengidentifikasi elemen yang sesuai dari 19 variabel yang digunakan. Analisis bivariat dan multivariat kemudian dilakukan untuk melihat hubungan ideation yang terbentuk dengan penggunaan MKJP reversible yang terdiri dari IUD dan implan. Berdasarkan hasil Confirmatory factor analysis, dari 19 variabel terbentuk 3 elemen ideation yaitu sikap mengenai MKJP reversible, pengetahuan mengenai MKJP dan komunikasi interpersonal. Hasil dari regresi logistik menunjukkan bahwa elemen sikap posistif mengenai MKJP reversible dan komunikasi interpersonal berhubungan kuat dengan penggunaan MKJP reversible setelah dikontrol dengan variabel jumlah anak hidup dan kabupaten yang merupakan variabel confounding. Wanita dengan sikap positif terhadap MKJP reversible memiliki odds 7 kali lebih besar untuk menggunakan MKJP reversible dibandingkan wanita dengan sikap yang negatif (AOR: 7.11, 95% CI, 6.11-8.27) dan wanita dengan frekuensi komunikasi interpersonal yang tinggi memiliki odds 2.45 kali lebih tinggi untuk menggunakan MKJP reversible dibandingkan wanita dengan frekuensi komunikasi yang rendah (AOR: 2.45, 95% CI, 1.97-3.03). Penelitian ini memperlihatkan relevansi dari model ideation dalam penelitian dan program kontrasepsi khususnya MKJP reversible. Program untuk meningkatkan ix Universitas Indonesia penggunaan MKJP reversible di NTB harus memprioritaskan pada peningkatan sikap positif terhadap MKJP reversible yaitu IUD dan implan dan mempromosikan komunikasi interpersonal mengenai KB pada PUS.

In addressing population issues, such as population growth, maternal mortality and infant mortality, Indonesia has implemented Family Planning (FP) programs. Promoting the use of Long Acting contraception that proven to be effective and cost efficient is one of the strategic efforts in the FP program stated in Indonesian National Family Planning Coordination Board Strategic Plan 2015-2019. The use of Long Acting Contraception has decreased from time to time and indicating the need of strategic effort to increase it. Ideation (consist of cognition, emotion and social interaction) defined as an idea or a person‟s perspective on something has been used to predict individually or senergically a result of a health program including contraception. This analysis aimed at identifing the elements of ideation and find out how the elements relate to the use of long acting contraception, especially Long Acting Reversible Contraception (LARC) that include IUD and implant in West Nusa Tenggara Province. This study uses a quantitative approach with cross-sectional study design. The data was a secondary data derived from the Improving Contraceptive Mix Method (ICMM) Survey conducted in 2015. The research subjects were 6,384 women aged 14- 49 years, married, had used FP and originating from Bima, Central Lombok and North Lombok district, West Nusa Tenggara province. Confirmatory analysis factor was use to identify the appropriate elements from 19 variables. Bivariate and multivariate analyzes were then performed to see the relationship of ideation element and the use of LARC. The result shows that 19 variables formed three dimentions of LARC ideation: attitude about LARC, knowledge about long acting contraception and interpersonal communication. Positive attitude regarding LARC and interpersonal communication was found strongly associated with the use of LARC after controled by number of children and district. The odds of using LARC was 7 times higher among women with a positive attitude compare to women with negative attitudes (AOR: 7.11, 95% CI, 6.11- 8.27), and the odds of using LARC was higher among women with high frequency of interpersonal communication (AOR: 2.45, 95% CI, 1.97-3.03) compared to women with low frequency of communication. This study reveals the relevance of the ideation model in contraceptive specially LARC use reasearch and program. Programs to improve the use of LARC in West Nusa Tenggara should prioritize on improving positive attitudes towards LARC and promoting interpersonal communication to couples of reproductive age.
Key words: Ideation, Family Planning, Long Acting Reversible Contraception, Contraception
Read More
T-5450
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aghnia Dima Rachmawati; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Putri Bungsu, Florisa Julian Sudrajat Sudjat
Abstrak: Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia memiliki prevalensi sebesar 7,3%, berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kejadian BBLR lebih banyak terjadi pada ibu yang berusia 15-19 tahun pada saat kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa terdapat hubungan antara kejadian BBLR dengan kehamilan pada usia remaja (15-19 tahun) setelah mengendalikan seluruh variabel confounding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kasus kontrol (1:1), dengan menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012. Jumlah kasus untuk penelitian ini adalah 871 orang dengan kontrol 871 orang. Variabel kovariat dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan, paritas, komplikasi kehamilan, komplikasi persalinan, umur kandungan saat K1 ANC dan frekuensi kunjungan ANC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna (OR: 2,65; p value= 0,013; 95% CI: 1,232-5,712). setelah mengendalikan variabel confounding yaitu tingkat pendidikan komplikasi kehamilan, umur kandungan saat K1 ANC dan frekuensi kunjungan ANC.
Kata kunci: BBLR; kehamilan remaja

Low Birth Weight (LBW) in Indonesia has the prevalence of 7,3 % according to IDHS 2012. Some research showed that more LBW occurences happened to mother aged 15-19 at the time of birth. This study aims to prove the association between adolescent pregnancy and low birth weight after controlling all the confounding variables. The method used for this study is case-control (1:1) by analyzing IDHS 2012. The selected cases are 871 with 871 controls. Covariate variables are education, parity, complication during pregnancy, complication at birth, months of pregnancy at first antenatal visit and number of antenatal visit. The result of the study is that there is a significant association between adolescent pregnancy after controlling all confounding variables which are education, complication during pregnancy and months of pregnancy at first antenatal visit and number of antenatal visit (OR: 2,65; p value= 0,013; 95% CI: 1,232-5,712).
Key words: LBW; adolescent pregnancy
Read More
S-9406
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Rahmanto; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Sandi Iljanto, Budi Hidayat, Donald Pardede, Julian
B-1234
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Nofita Saril Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Asri C. Adisasmita, Flourisa Julian Sudrajat, Sopan Adrianto
Abstrak: Karakteristik remaja yang cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan ingin mencoba hal yang baru sehingga menyebabkan remaja rentan terhadap perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengaruh teman sebaya terhadap perilaku seksual berisiko remaja. Penelitian ini merupakan review literature dengan metode systematic review dan meta-analisis terhadap studi yang dilakukan mahasiswa Universitas Indonesia. Setelah proses penelusuran dan seleksi diperoleh 60 studi yang diikutsertakan dlama meta analisis. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi remaja dengan teman terkait perilaku seksual dan remaja yang mempunyai teman yang aktif secara seksual memiliki resiko yang lebih besar untuk melakukan perilaku seksual.
Kata kunci: Meta analisis, review literature, systematic review, remaja, perilaku seksual, pengaruh teman sebaya
Read More
T-4473
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive