Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 110 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Agustina Nur Salamah; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Yovsyah, Kurniawan
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Dermatitis kontak merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dilaporkan diantara para pekerja konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kejadian dermatitis kontak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada pekerja konstruksi PT Waskita Karya proyek pembangunan World Class University. Metode untuk pengumpulan data adalah kuesioner dimana responden diminta untuk mengisi sendiri kuesioner yang dibagikan. Hasil survei menunjukkan prevalensi dermatitis kontak adalah 34,9%. Sebanyak empat faktor yang diteliti tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan dermatitis kontak. Empat faktor yang diteliti adalah lama bekerja, riwayat atopi, penggunaan APD dan higiene perorangan.
 

 
ABSTRACT
 
 
Contact dermatitis is one of the most frequently reported health problems among construction workers. The objective of this research is to see the incidence of contact dermatitis and to investigate factors related to contact dermatitis among construction workers at PT Waskita Karya World Class University project. Methodology used for data collection was using a questionnaire in which respondents were asked to fulfill a self-completion questionnaire. The analytical result showed the prevalence of contact dermatitis is 34,9%. There are 4 (four) factors were investigated which are not significantly related to contact dermatitis. They are working period, history of atopy, the use of PPE (Personal Protective Equipment), and personal hygiene.
Read More
S-7300
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Dwitasari; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Rico Kurniawan, Indra Rachmad Dharmawan, Rudy Kurniawan
Abstrak:
Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi (TPMDG) merupakan salah satu jenis FKTP sektor swasta di Indonesia yang dalam perawatannya memberikan pelayanan kesehatan primer dengan kontak pertama pada individu, keluarga, dan masyarakat. Permasalahan yang timbul pada TPMDG seperti seringnya menawarkan perawatan gigi mulut secara tidak terstruktur, kurangnya pemeriksaan yang mendetail pada kunjungan pertama. Model pemeriksaan komprehensif pada pelayanan gigi digambarkan sebagai perawatan yang berorientasi pada pasien dengan melakukan edukasi kesehatan, menerapkan perawatan berbasis preventif-promosi, merangkum perawatan dan mencapai promosi kesehatan. Sehubungan dengan belum terdapatnya sistem informasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu pelayanan gigi dan mulut, maka perlu dibuat rencangan sistem informasi perencanaan kesehatan gigi dan mulut komprehensif. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan perancangan sistem dengan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan prototipe, untuk mendapatkan kebutuhan pengembangan sistem. Dalam sistem ini akan diperoleh data terkait pemeriksaan dan status kesehatan gigi dan mulut. Penggunaan sistem ini dapat mendukung fungsi pengawasan dan evaluasi kesehatan gigi dan mulut pasien, selain itu sistem informasi ini dapat mengefisiensikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di TPMDG dalam penjadwalan pasien, pemeriksaan pasien, konsultasi pasien, penyusunan laporan, dan mendapatkan informasi untuk digunakan dalam perencanaan program kesehatan gigi dan mulut.

Primary Dental Healthcare (TPMDG) is one type of private sector FKTP in Indonesia which in its care provides primary health services with first contact to individuals, families, and communities. Problems that arise in TPMDG such as frequent offers of unstructured oral dental care, lack of detailed examination at the first visit. The comprehensive examination model in dental services is described as patient-oriented care by conducting health education, implementing preventive-promotion-based care, summarizing care and achieving health promotion. Due to the lack of an information system that can be used as a dental and oral service aid, it is necessary to design a comprehensive dental and oral health planning information system. The research was conducted by qualitative methods and system design with the System Development Life Cycle (SDLC) method with a prototype approach, to obtain system development needs. In this system, data related to dental and oral health examinations and status will be obtained. The use of this system can support the function of monitoring and evaluating the patient's dental and oral health, in addition this information system can streamline dental and oral health services at TPMDG in patient scheduling, patient examination, patient consultation, report preparation, and obtaining information for use in dental and oral health program planning.
Read More
T-6867
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Lestari; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Pujiyanto, Mulyadi, Iwan Kurniawan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan kebijakan Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan di lingkungan Kantor Kementerian Kesehatan dengan menggunakan model analisis Edward III. Implementasi kebijakan berjalan baikbila pelaksanaanya telah sesuai dengan peraturannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam pada pelaksana kebijakan Jabatan Fungsional Adminkes di lingkungan Kantor Kemenkes. Informan dipilih berdasarkan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum berjalan dengan baik terkait komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Faktor-faktor yang menghambat implementasinya adalah sosialisasi; penempatan dan kewenangan Adminkes dalam Unit Kerja; dukungan pimpinan; fasilitas; beban kerja Unit Pembina;koordinasi internal di Kemenkes; dan sistem pengarsipan.
Kata Kunci :Kebijakan, Implementasi Kebijakan, Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan
This research aimed to analyze the implementation of Health AdministratorFunctional Position policy at Ministry of Health office using analytical modelfrom Edward III. Implementation of the policy is assumed to be going well whenin accordance with the regulations. This research used qualitative method usingin-depth interviews to the executive staff implementing the above decrees at theMinistry of Health office. The results showed that the policy implementation ofHealth Administrator as Functional Position at the Ministry of Health needs to beimproved in terms of communications, resources, disposition and bureaucraticstructure. Factors that hinder the implementation is socialization; placement andAdminkes authority; leadership support; facilities; workload of Unit Supervisors;internal coordination in the Ministry of Health; and archiving systems
Key words:Policy, Policy Implementation, Functional Position of Health Administrator
Read More
T-4237
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Diah Lestari; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja, Dadan Erwandi; Penguji: Rusbani Harjulianti, Rusbani Kurniawan
Abstrak: Ketidakaktifan fisik diidentifikasi sebagai faktor risiko utama urutan keempat sebagai penyebab dan bertanggung jawab atas 6% kematian global, sedangkan kegemukan dan obesitas bertanggung jawab atas 5% kematian global. Data PT X tahun 2018 menunjukkan 64% pekerja mengalami masalah obesitas dan kelebihan berat badan. Perusahaan menyediakan berbagai macam fasilitas aktivitas fisik seperti arena fitness, sepakbola, tennis, yoga, renang, aerobik dan lain-lain, sebagai upaya peningkatan kesehatan pekerja. Hasil observasi langsung, tidak banyak pekerja yang memanfaatkan fasilitas tersebut, misalnya yoga hanya diikuti oleh 10 orang dari total 1296 karyawan. Sehingga perlu dilakukan promosi kesehatan di tempat kerja dan evaluasi hasilnya dalam peningkatan pengetahuan, ketertarikan, perhatian dan aktivitas fisik pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perubahan pengetahuan, ketertarikan, perhatian dan aktivitas fisik pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum dan sesudah intervensi promosi kesehatan dengan tatap muka selama 15 menit. Desain penelitian adalah controlled randomized experiment study pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kedua kelompok mendapatkan informasi terkait aktivitas fisik melalui poster dan wallpaper komputer, untuk kelompok intervensi diberikan training berupa tatap muka selama 15 menit yang terdiri dari pemberian lembar informasi dan interaksi antara trainee dan trainer. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji independent paired t-test dengan siginifikansi 0,05. Hasil analisis mendapatkan p value perubahan atau delta keempat variabel lebih kecil dari 0,05 (p value 0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh promosi kesehatan di tempat kerja terhadap pengetahuan, ketertarikan, perhatian dan aktivitas fisik yang signifikan sebelum dan sesudah promosi kesehatan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Perbedaan tersebut dikarenakan kelompok intervensi menerima informasi yang bersifat diberikan, disampaikan secara berkelompok dengan media visual dan adanya interaksi dengan trainer, sedangkan kelompok kontrol hanya berdasarkan keinginan dan kebutuhan dari masing-masing individu.
Read More
T-5545
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dodhi Widyatnoko; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Besral, Rico Kurniawan, Soetrisno
Abstrak: Lembaga/organisasi bisnis dan non-bisnis perlu mulai menerapkan manajemen risiko terkait upaya menjaga kesehatan anggota/karyawan/pekerja pada masa kesiagaan pandemi Covid-19 saat ini, dimana manajemen risiko merupakan bagian dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Salah satu bentuk upaya tersebut adalah melakukan identifikasi faktor dan pengukuran risiko penyakit kardiovaskular. Laporan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nasional menyebutkan sebesar 14% dari 5,987 pasien positif Covid-19 yang meninggal, memiliki komorbid penyakit kardiovaskular. Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM- PTKes). mempekerjakan ±900 asesor, dimana tim asesor cukup berisiko terpapar Covid- 19 karena model kerja penilaian akreditasi program studi perlu melakukan verifikasi lapangan (visited). Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun sebuah Decision Support System (DSS) berbasis web dalam rangka upaya pencegahan/pengendalian faktor dan pengukuran risiko penyakit kardiovaskular serta menyediakan dukungan informasi bagi pengelola LAM-PTKes untuk pembuatan kebijakan terkait kesehatan asesor. Metode pengembangan aplikasi menggunakan System Development Life Cycle (SDLC) dengan penerapan Rapid Application Development (RAD) model prototyping dan evaluasi sistem dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Aplikasi DSS dapat diakses secara online dengan tampilan berbentuk dashboard dinamis yang berisi informasi klasifikasi risiko, rekaman faktor risiko, saran edukasi pengendalian faktor risiko penyakit kardiovaskular. Hasil penilaian tingkat penerimaan teknologi, mayoritas (91,0%) pengguna (asesor) setuju sistem informasi DSS berguna/bermanfaat, sangat mudah dipahami/digunakan, dan bersedia untuk kembali menggunakan. Selain itu, dari data faktor risiko diperoleh informasi proporsi sebagian besar (52,4%) asesor LAM- PTKes berada pada kategori risiko tinggi untuk mengalami penyakit kardiovaskular. Penilaian risiko kardiovaskular tersebu berdasarkan perhitungan Skor Kardiovaskular Jakarta.
Read More
T-6329
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hunafa Nur Izzati; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Rico Kurniawan, Mitra Kadarsih
Abstrak: Siklus menstruasi merupakan mekanisme yang terjadi pada organ reproduksi setiap bulannya pada wanita. Siklus menstruasi dapat dijadikan sebagai indikator utama terhadap kesehatan reproduksi. Ketidakteraturan siklus menstruasi perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan gangguan menstruasi, infertilitas, dan kanker Rahim. Siklus menstruasi yang tidak teratur umumnya dialami oleh remaja dan dewasa awal, salah satunya mahasiswi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat UI di masa pandemi COVID-19.
Read More
S-10915
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andhini Wulandari Leksono; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Rico Kurniawan, Mitra Kadarsih
Abstrak: Menarche didefinisikan sebagai awal dari terjadinya menstruasi yaitu waktu dimana seorang perempuan mengalami menstruasi pertamanya. Usia menarche cenderung mengalami percepatan selama 100 tahun terakhir, disamping itu terjadi peningkatan persentase remaja yang mengalami menarche dini dari tahun ke tahun. Usia menarche dini berdampak pada kesehatan psikososial dan kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan usia menarche pada remaja putri. Penelitian ini berlangsung pada bulan Juni 2022 di SMP PGRI 3 Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengukuran antropometri menggunakan timbangan berat badan dan microtoise, serta pengisian kuesioner untuk mengetahui data usia menarche, tingkat stres, kualitas tidur, keterpaparan media elektronik dan internet, keterpaparan lawan jenis, uang jajan, pendidikan orang tua, dan pendapatan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,2% responden yang sudah menarche mengalaminya pada usia dini. Faktor-faktor yang mempengaruhi usia menarche pada remaja putri ialah status gizi, keterpaparan lawan jenis, pendapatan orang tua, dan pendidikan ayah sebagai variabel confounding. Status gizi menjadi faktor paling dominan yang mempengaruhi usia menarche. Disarankan agar lebih memperhatikan asupan gizi siswi karena status gizi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi usia menarche.
Menarche is defined as the beginning of menstruation, which is when a woman experiences her first menstruation. The age of menarche tends to accelerate in the last 100 years. Furthermore, the percentage of adolescents experiencing early menarche was increased. Early age of menarche can have an impact on psychosocial and physical health. This study aims to determine the factors associated with the age of menarche. This study took place in June 2022 at SMP PGRI 3 Jakarta. This study is a quantitative study using cross sectional study design. The data collection were process is conducted with anthropometric measurements using weight scales and microtoise, and self-administrered questionnaire to collect information about age of menarche, stress level, sleep quality, electronic media and internet exposure, boyfriend exposure, pocket money, parental education, and parental income. The results showed that 36.2% of respondents who had menarche experienced it at an early age. The factors associated with age of menarche are nutritional status, boyfriend exposure, parental income, and father's education as confounding variables. The factor that has the highest association with age of menarche is nutritional status. It is recommended to monitor the nutritional intake of students because nutritional status is the dominant factor that affects the age of menarche
Read More
S-10949
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfathny Pertiwi; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dadan Erwandi, Deni Kurniawan
Abstrak: Besarnya jumlah populasi remaja yang ada tentunya akan membawa konsekuensi pada berbagai masalah sosial dan kesehatan reproduksi remaja termasuk di dalamnya masalah perilaku seksual remaja. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku seksual pranikah dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada siswa SMKN X Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectional dengan menggunakan data primer pada 158 remaja di SMKN X Tahun 2018. Hasil menunjukkan bahwa proporsi perilaku seksual berisiko pada remaja SMKN X adalah 22,8 % dengan jenis kelamin responden terbanyak yaitu lakilaki sebanyak 50.6%, remaja berpengetahuan rendah sebanyak 76.6 %, remaja dengan sikap positif 58.2 %, remaja dengan orangtua bekerja sebanyak 84.2%, remaja dengan uang saku cukup 50.6%, remaja yang menganggap teman sebaya tidak berperan terhadap perilaku seksual sebanyak 51.3 %, dan remaja yang terpapar pornografi sebanyak 93 %. Berdasarkan analisis bivariat, dapat diketahui dari faktor yang mempunyai hubungan bermakna dengan perilaku seksual remaja adalah jenis kelamin laki-laki (p Value= 0.045; PR= 2.36; 95% CI= 11.1-5.14), dan peranan teman sebaya ( p Value= 0.03; PR=3.62; 95 % CI=3.62 (1.6-8.1).
Kata Kunci: Seksual, perilaku seksual pranikah, remaja

The large number of adolescent populations will certainly bring consequences on various social and reproductive health issues of adolescents including adolescent sexual behavior issues. This thesis aims to know the description of premarital sexual behavior and factors related to premarital sexual behavior in students of SMKN X Year 2018. This study used a cross-sectional study design using primary data on 158 adolescents in SMKN X Year 2018. The results show that the proportion of risky sexual behavior in adolescent SMKN X is 22,8% with the most respondent's gender is male 50.6%, respondents with low knowledge of 76.6%, adolescent with positive attitude 58.2%, adolescent with working parents 84.2%, adolescent with enough pocket money 50.6%, adolescents who consider peers do not contribute to sexual behavior as much as 51.3%, and adolescents exposed to pornography as much as 93%. Based on bivariate analysis, it can be seen from factors that have significant relationship with teen sexual behavior is gender (p Value = 0.045, PR = 2.36, 95% CI = 11.1-5.14), and peer role (p Value = 0.03 ; PR = 3.62; 95% CI = 3.62 (1.6-8.1).
Keywords: Adolescence, premarital sexual behavior, sexual
Read More
S-9793
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firda Olivia Ramadani; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Deni Kurniawan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor bahaya psikososial yang memengaruhi tingkat stres kerja pada guru sekolah dasar. Faktor bahaya psikososial yang diteliti adalah beban kerja, jadwal kerja, peran dalam organisasi, budaya dan fungsi organisasi, decision latitude-control, hubungan interpersoal, homework interface, lingkungan dan peralatan kerja dan perilaku ofensif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang didukung dengan wawancara tidak terstruktur. Jumlah sampel yang terdapat dalam penelitian ini sebanyak 120 orang yang terdiri dari 60 guru SDN dan 60 guru SDS. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan uji chi square menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja, jadwal kerja, peran dalam organisasi, budaya dan fungsi organisasi, hubungan interpersoal, homework interface, lingkungan dan peralatan kerja memiliki hubungan yang signifikan memengaruhi tingkat stres kerja guru. Proporsi tingkat stres kerja pada guru SD paling banyak mengalami stres ringan mencapai 79,2% sedangkan stres sedang hanya sebesar 20,8%.

This study aims to determine the psychosocial hazard factors that effect the level of work stress in primary school teachers. This research assessed psychosocial hazard factors studied that consists of workload, work schedule, role in the organization, culture and function of the organization, decision latitude-control, interpersonal relationships, homework interface, environment and work equipment, and offensive behavior. This research using cross-sectional design. Questionnaires and unstructured interviews were used to collect data. Numbers of samples in these study 120 teachers in primary school, consisting of two groups, 60 teachers in Public Primary School and 60 teachers in Private Primary School. Data performed by bivariate analysis with Chi-Square test using SPSS software. The results showed that workloads, work schedules, roles in the organization, culture and organizational functions, interpersonal relationships, homework interfaces, environment and equipment presence of a significant association to work stress level. The highest proportion of work stress in primary school teachers experienced mild stress reaching 79.2%, while moderate stress was only 20.8%.
Read More
S-10101
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad, Rizal Fauzi; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Rico Kurniawan, Ine Hermina
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas data pelayanan kesehatan anak di Kabupaten Purwakarta tahun 2020 dengan menggunakan metode Penilaian Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR) yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terpilih di Kabupaten Purwakarta. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, telaah dokumen, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan data, konsistensi data, serta akurasi data pelayanan Kesehatan anak di Kabupaten Purwakarta sudah baik.
Read More
S-10578
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive