Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putri Kurniasari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Kamaluddin Latief
S-8100
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Farhan Ramadhan; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Trisari Anggondowati, Kamaluddin Latief
Abstrak:
Peningkatan prevalensi diabetes melitus melitus tipe 2 (DMT2) yang disertai dengan peningkatan angka kematian akibat komplikasi menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di berbagai negara termasuk di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi DMT2 tidak terkendali meningkatkan risiko komplikasi pada penderita DMT2. Penelitian terdahulu di Indonesia menunjukkan proporsi DMT2 tidak terkendali sebesar 67%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko DMT2 tidak terkendali di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan jumlah sampel sebanyak 553 orang. Penelitian menggunakan data sekunder hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi DMT2 tidak terkendali sebesar 77,8%. Kurang aktivitas fisik (PR 1,24; 95% CI 1,00-1,53), konsumsi makanan tinggi gula (PR 1,44; 95% CI 1,10-1,89), dan konsumsi makanan tinggi lemak (PR 1,49; 95% CI 1,10-2,00) berhubungan dengan meningkatnya risiko DMT2 tidak terkendali. Penelitian ini menunjukkan bahwa DMT2 tidak terkendali merupakan masalah yang perlu ditangani lebih lanjut. Modifikasi gaya hidup seperti meningkatkan aktivitas fisik dan diet rendah gula serta lemak perlu dilakukan dalam upaya menurunkan angka DMT2 tidak terkendali.

The increasing prevalence of type 2 diabetes mellitus (T2DM) accompanied by an increase in the number of deaths due to complications has become a major challenge for public health in various countries including Indonesia in recent decades. Uncontrolled T2DM increases the risk of complications in people with T2DM. Previous research in Indonesia has shown that the proportion of uncontrolled T2DM is 67%. This study aims to determine the risk factors for uncontrolled T2DM in Indonesia. This study used a cross-sectional study design with a sample size of 553 people. The study used secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The results of this study showed that the proportion of uncontrolled T2DM was 77.8%. Lack of physical activity (PR 1.24; 95% CI 1.00-1.53), consumption of high-sugar foods (PR 1.44; 95% CI 1.10-1.89), and consumption of high-fat foods (PR 1.49; 95% CI 1.10-2.00) were associated with increasing uncontrolled T2DM. This study shows that uncontrolled T2DM is a problem that needs to be addressed further. Lifestyle modifications such as increasing physical activity and a low-sugar and low-fat diet need to be done in an effort to reduce the number of uncontrolled DMT2.

Read More
T-7350
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diraya Adani Kiasatina; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Helda, Misti, Kamaluddin Latief
Abstrak:
Sebanyak 26%-50% orang dengan prediabetes berkembang menjadi diabetes melitus (DM) tipe 2 dalam waktu 5 tahun, namun kondisinya reversibel sehingga dianggap golden period untuk melakukan intervensi agar tidak berkembang menjadi DM tipe 2. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko signifikan dari prediabetes. Sebesar 81,1% penderita hipertensi memiliki tekanan darah tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status kendali hipertensi dengan kejadian prediabetes pada penduduk usia ≥ 18 tahun di Indonesia dengan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah hipertensi berdasarkan diagnosis dokter dan memiliki data yang lengkap untuk minimal dua kali pengukuran tekanan darah, glukosa darah puasa (GDP), dan glukosa darah 2 jam setelah pembebanan/postprandial (G2PP). Sedangkan kriteria eksklusinya adalah diabetes berdasarkan diagnosis dokter dan pemeriksaan kadar gula darah (GDP dan G2PP) serta sedang hamil. Sampel sebanyak 1.384 responden dianalisis dalam penelitian ini. Prevalensi prediabetes pada penduduk usia ≥ 18 tahun yang hipertensi di Indonesia sebesar 67,3% dan proporsi hipertensi tidak terkendali sebesar 80,8%. Analisis menggunakan Poisson regression menunjukkan prevalence ratio (PR) = 1,16 (95% CI: 1,04−1,29) setelah mengontrol usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengobatan hipertensi, dan obesitas sentral. Sebesar 14% kasus prediabetes terjadi karena tekanan darah yang tidak terkendali dan 11,5% kasus prediabetes dapat dicegah apabila tekanan darah sepenuhnya dikendalikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi untuk mencegah prediabetes atau perkembangan prediabetes menjadi DM tipe 2.

Between 26% and 50% of people with prediabetes develop type 2 diabetes mellitus (T2DM) within 5 years, but the condition is reversible, making it a golden period for intervention to prevent progression to T2DM. Hypertension is a significant risk factor for prediabetes. As many as 81.1% of hypertensive patients have uncontrolled blood pressure. This study aims to analyze the relationship between hypertension control status and the incidence of prediabetes among individuals aged ≥18 years in Indonesia using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI 2023). The inclusion criteria for this study were hypertension based on a doctor's diagnosis and having complete data for at least two blood pressure measurements, fasting blood glucose (FBG), and 2-hour postprandial blood glucose (2hPPG). Exclusion criteria included diabetes diagnosed by a doctor and blood glucose level tests (FBG and 2hPPG), as well as being pregnant. A sample of 1,384 respondents was analyzed in this study. The prevalence of prediabetes among hypertensive individuals aged ≥ 18 years in Indonesia was 67.3%, and the proportion of uncontrolled hypertension was 80.8%. Analysis using Poisson regression showed a prevalence ratio (PR) = 1.16 (95% CI: 1.04–1.29) after controlling for age, gender, education level, hypertension treatment, and central obesity. Approximately 14% of prediabetes cases occur due to uncontrolled blood pressure, and 11.5% of prediabetes cases could be prevented if blood pressure were fully controlled. Therefore, efforts to control blood pressure in hypertensive patients are necessary to prevent prediabetes or the progression of prediabetes to T2DM.
Read More
T-7453
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Lestari; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Diah M. Utari, Kamaluddin Latief
S-7941
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Fitrah; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Kamaluddin Latief
S-7966
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wanda Elsa Silfani; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Kamaluddin Latief
S-8360
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Mutia Ghofarany; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Kamaluddin Latief
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai pengetahuan, sikap, dan praktik mahasiswa Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat FKM UI Tentang Jaminan Kesehatan Nasional Tahun 2014. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional. Jumlah responden penelitian ini adalah 100 mahasiswa. Hasil penelitian diketahui bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (58%), sikap unfavourable (57%) dan praktik kurang (65%) tentang Jaminan Kesehatan Nasional. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan mahasiswa terhadap sikapnya (p-value 0,381). Terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap praktik (p-value 0,004) dan sikap terhadap praktik (p-value 0,006). Penelitian ini menyarankan untuk lembaga kemahasiswaan dan BPJS memasifkan kembali sosialisasi JKN kepada mahasiswa dan dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mengapa pengetahuan, sikap dan praktek mahasiswa program studi sarjana kesehatan masyarakat rendah.
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Praktek, JKN, BPJS

This research studies Knowledge, Attitude, and Practice about Universal Health Coverage (JKN) of Public Health Bachelors Study Program in Faculty of Public Health Universitas Indonesia in 2014. Using quantitative method with cross sectional design, this research collects data from 100 students as respondents. As a result, respondents as low knowledge (58%), unfavourable attitude (57%), and low practice (65%) about Universal Health Coverage (JKN). There is no correlation between knowledge and attitude (p-value = 0,381). However, there is correlation between knowledge and practice (p value = 0,004), also there is correlation between attitude and practice (p value = 0,006). This research suggests Students Organization and BPJS to socialize Universal Health Coverage massively to students. Beside, advanced research is needed to know the reason why knowledge, attitude, and practice of Public Health Bachelors Study Program in Faculty of Public Health Universitas Indonesia about Universal Health Coverage (JKN) 2014 are low.
Keywords: knowledge, atiitude, practice, JKN, BPJS
Read More
S-8535
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadan Ramdani; Pembimbing: L.Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Kamaluddin Latief, Mayarni
Abstrak:

Petugas pengasapan berisiko terpajan insektisida, dosis pajanan insektisida akan bertambah jika selama proses pengasapan para petugas ini berperilaku tidak sehat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan faktor determinan perilaku kerja petugas pengasapan. Desain penelitian ini adalah cross sectional, semua petugas pengasapan yang berjumlah 37 orang dijadikan sampel. Data yang diambil merupakan data primer dari kuesioner, dianalisis dengan regresi logistik untuk mengetahui variabel yang dominan menimbulkan perilaku tidak sehat. Hasil penelitian menunjukkan variabel perilaku. Petugas Puskesmas sebagai pengawas pengasapan merupakan variabel yang paling dominan disamping variabel waktu kerja dan ketersediaan fasilitas APD yang juga mempunyai hubungan dengan perilaku petugas pengasapan. Disarankan kepada Dinas Kesehatan agar memberikan pelatihan dan fasilitas memadai kepada petugas puskesmas, menyediakan anggaran untuk melengkapi fasilitas APD, memberikan pelatihan kepada petugas pengasapan dengan masa kerja belum lama, dan mengembangkan SOP pengasapan. Kepada Petugas Puskesmas agar memberikan pengawasan yang ketat dan mamberi contoh yang baik kepada para petugas pengasapan. Kepada petugas pengasapan agar dapat mencontoh petugas puskesmas yang berprilaku baik.


 Fogging personnel face the risk of being exposed to insecticides, the dosage of insecticides exposure would increase if, during the fogging process the personnel behave unhealthy. This research aims to obtain the behavior determinants of fogging personnel. The design of this research is cross-sectional, a total number of 37 fogging personnel were used as samples. The data used asprimary data obtained from questionnaires, analyzed using logistic regression to discover which dominant variable stimulates unhealthy behavior. The research result reveals that the variable Public Health Center Officers? behavior as fogging supervisor is the most dominant factor aside from work time and availability of PPE facilities, both also have a relation towards the behavior of fogging personnel. For the Health Department, it is advised to provide training and adequate facilities for Public Health Center officer, provide the budget to ramp-up PPE facilities, provide training to inexperienced fogging personnel, and also to develop an SOP for fogging. For Public Health Center officer, it is advised to conduct strict controls and also to provide prime examples for the fogging personnel. For the fogging personnel, it is advised to follow Public Health Center offcer that showcase good conduct.

Read More
T-3275
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Marfuatim Mutohharoh; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Kamaluddin Latief
S-7931
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gift Charity Yikwa; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Yovsyah, Heny Lestary, Kamaluddin Latief
Abstrak:
Stunting masih merupakan permasalahan gizi utama pada balita di Indonesia, khususnya di wilayah Pulau Papua. Salah satu faktor biologis yang diduga berperan dalam terjadinya stunting adalah berat badan lahir rendah (BBLR), meskipun pengaruhnya dapat dipengaruhi oleh kondisi ibu dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara BBLR dan kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan di Pulau Papua menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross sectional yang memanfaatkan data sekunder SKI 2023. Sampel mencakup seluruh anak usia 0–59 bulan di Pulau Papua yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel dependen adalah kejadian stunting, sedangkan variabel independen utama adalah BBLR. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi Cox untuk memperoleh estimasi risiko yang telah diadjust oleh kovariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 27,12%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa BBLR tidak berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (PR = 1,21; 95% CI: 0,81-1,81; p = 0,341). Sebaliknya, pemeriksaan kehamilan yang tidak lengkap, status ibu KEK, tidak mendapat ASI eksklusif, serta jenis kelamin anak bersifat confounding dengan terjadinya kejadian stunting. Temuan ini menegaskan pentingnya peran faktor ibu dan praktik perawatan anak dalam pencegahan stunting di wilayah Pulau Papua.

Stunting remains a major nutritional problem among toddlers in Indonesia, especially in the Papua region. One of the biological factors suspected to contribute to stunting is low birth weight (LBW), although its influence can be affected by the mother's condition and environmental factors. This study aims to analyze the relationship between LBW and stunting in children aged 0-59 months in Papua Island using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). This study is an analytical study with a cross-sectional design that utilizes secondary data from SKI 2023. The sample included all children aged 0-59 months in Papua Island who met the inclusion criteria. The dependent variable was the incidence of stunting, while the main independent variable was LBW. Data analysis was performed univariately, bivariately, and multivariately using Cox regression to obtain risk estimates adjusted for covariates. The results showed a stunting prevalence of 27,12%. Multivariate analysis showed that LBW was not significantly associated with stunting (PR = 1,21; 95% CI: 0,81-1,81; p = 0,341). Conversely, incomplete antenatal care, maternal KEK status, not receiving exclusive breastfeeding, and child gender were confounding factors for the occurrence of stunting. These findings emphasize the importance of maternal factors and child care practices in preventing stunting in the Papua region.
Read More
T-7488
[s.l.] : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive