Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Danti Haryuni; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Rachmadhi Purwana, Lusi Widiastuti
Abstrak: Kebutuhan masyarakat akan air minum yang layak dan aman untuk dikonsumsi terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertambahan penduduk terutama airminum isi ulang. Tahun 2013 ditemukan 22 dari 45 DAMIU tercemar baktericoliform dan hanya 14 depot yang memiliki izin usaha dan sertifikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas bakteriologi air minum isi ulang.Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel 157 dari depot yangberbeda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kualitasbakteriologi air minum isi ulang adalah izin usaha (p value = 0.048), sumber air baku(p value = 0.017), mesin dan peralatan (p value = 0.034), kondisi alat sterilisasi (pvalue = 0.006), ruang pengisian galon (p value = 0.004), sanitasi depot (p value =0.003), tempat sampah (p value = 0.035), tabung filter dan mikro filter (p value =0.004) dan periksa sampel air (p value = 0.038). Analisis multivariate diperolehfaktor yang paling dominan adalah kondisi alat sterilisasi (p value = 0.001). Hasil penelitian bahwa ada interaksi antara kondisi alat sterilisasi dengan sanitasi depot. Pemilik depot wajib memeriksakan sampel air setiap 3 bulan dan memperhatikan penggantian lampu UV setiap tahun.
Kata Kunci : Air minum isi ulang; bakteri Coliform.
Read More
S-8189
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Latifah; Pembimbing: Dadan Erwand; Penguji:Lusi Widiastuti, Rachmat Suherwin
Abstrak: Abstrak

Stres pada perawat dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah beban kerja. Beban kerja perawat di rumah sakit meliputi beban kerja fisik dan mental. Penyebab beban kerja dalam penelitian ini berfokus pada penyebab eksternal, yaitu: aspke tugas / pekerjaan, organisasi, aspek lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel beban kerja dengan stres kerja pada perawat IGD di Rumah sakit Pemerintah dan Rumah sakit Non Pemerintah. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional terhadap perawat IGD. Analisis data secara analitik menggunakan uji korelasi product moment pearson untuk menguji hubungan beban kerja terhadap stres kerja ditiap rumah sakit digunakan uji statistik one way Anova.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Rumah sakit Pemerintah maupun non Pemerintah berpotensi untuk terjadinya stres kerja pada perawat yang ditimbulkan oleh adanya beban kerja. Rekomendasi penelitian ini adalah perlu adanya rotasi, kesejahteraan diperhatikan, pengembangan jenjang karier, gathering/refreshing untuk menghindari kejenuhan.


ABSTRACT

Stress in nurses can be caused by a variety of factors, including the workload. Workload of nurses in hospitals include physical and mental workload. Cause workload in this study focused on external causes, namely: aspke tasks / jobs, organizations, environmental aspects. This study aims to determine the relationship between the variable workload with work stress in nurses in the hospital emergency department and the Government Non-Government Hospitals. Studies using cross-sectional design of the ER nurses. Analytic data analysis using Pearson product moment correlation test to examine the relationship to work stress workload in each hospital used one way ANOVA statistical test.

The results showed that both hospital and non-government government has the potential to work on the stress caused by the presence of nurse workload. Recommendation of this study is the need for rotation, note welfare, career development, gathering / refreshing to avoid saturation.

Read More
T-3840
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wanda Luthfiah; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Zakianis, Lusi Nurbaiti Badri
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi pengelolaan air lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung Kota Depok Tahun 2019. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menerapkan teori pendekatan sistem dimana terdiri dari unsur-unsur input, proses, dan output. Pada unsur input pengelolaan air lindi mencakup enam hal yaitu man, money, method, machine, dan sarana penunjang. Unsur proses mencakup produksi dan pengolahan air lindi. sedangkan untuk unsur output mencakup kualitas air lindi yang dihasilkan. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer dengan cara pengujian kualitas air lindi dan wawancara terhadap informan penelitian. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa pengelolaan air lindi di TPA Cipayung sudah cukup sesuai dengan teori yang diterapkan pada penelitian ini hanya saja beberapa bagian dari unsur yang ada masih belum terpenuhi baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kata kunci: pengelolaan air lindi, TPA Cipayung Kota Depok, kualitas air lindi, kualitas air sumur
Read More
S-10045
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sondang; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Lusi Widiastuti
Abstrak: Pada tahun 2014 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan mendistribusikan produk Dokumen Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan untuk menjadi acuan dalam penyusunan rencana kebutuhan SDM Kesehatan di Dinas Provinsi namun pendistribusian dokumen mengalami keterlambatan.
 
Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Dokumen Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan Tahun 2014 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Pada Tahun 2014.
 
Hasil penelitian menunjukkan pada tahun 2014 Dokumen Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan Tahun 2014 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan tidak menjadi acuan dalam penyusunan dokumen rencana kebutuhan SDM Kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan di tahun 2015 digunakan sebagai acuan namun data sudah tidak sesuai dengan kondisi yang ada antara lain dikarenakan sumber data Dokumen Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan Tahun 2014 Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan tahun 2013 dan terjadi mutasi pegawai sehubungan dengan pembukaan RSU Kecamatan.
 
Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan penyebab dari kurang tercapainya tujuan dokumen rencana kebutuhan SDM Kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tahun 2015 yaitu integrasi data belum dianggap penting.
 

In 2014 the Human Resources Planning and Utilization of Health distributes products Health Plan Document HR needs to be a reference in health human resource planning needs in the Provincial Office, but the distribution of the document has been delayed.
 
This qualitative study aims to determine the implementation of the Health Human Resource Needs Plan Document 2014 Human Resources Planning and Utilization of Health in Jakarta Provincial Health Office of the Year 2014.
 
The results showed in 2014 Needs Plan Document HR 2014 Health Center Health Human Resource Planning and Utilization not a reference in the preparation of the document HHR planning needs in the Jakarta Provincial Health Office and in 2015 was used as a reference but the data is not in accordance with the existing conditions, among others, because the data sources Needs Plan Document HR 2014 Health Center Health Human Resource Planning and Utilization of year 2013 and a mutation of employees in connection with the opening of the District Hospital.
 
The conclusion of this study, the cause of the lack of achievement of the plan document HHR needs in Jakarta Provincial Health Office in 2015, namely the integration of the data has not been considered important.
Read More
S-8878
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Alif Setiadi; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Lusi Widiastuti
Abstrak: Rendahnya persentase rumah sehat diduga ikut memperbesar penularan TB paru. Kecamatan Cengkareng mempunyai prevalensi TB paru tertinggi di Kota Administrasi Jakarta Barat dengan jumlah kasus 825 dan CDR 95% pada tahun 2013, sedangkan cakupan rumah sehat pada tahun 2012 sebesar 51,78%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi lingkungan fisik rumah (kepadatan hunian rumah, kepadatan hunian kamar, pencahayaan, suhu udara, kelembaban udara, dan luas ventilasi) dengan kejadian TB paru.
 
Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 181 orang suspek TB Paru berumur minimal 15 tahun yang terdaftar di register TB Puskesmas Kecamatan Cengkarang bulan Oktober-Desember tahun 2013 terdiri dari 60 penderita TB paru dan 121 bukan penderita TB paru yang diambil secara propotional stratified random sampling.
 
Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian TB Paru adalah kepadatan hunian rumah (p-value = 0,011 OR : 2,344 95% CI : 1,223-4,492), kepadatan hunian kamar (p-value = 0,002 OR : 2,895 95% CI : 1,499-5,592), kelembaban udara (p-value = 0,022 OR : 2,261 95% CI : 1,138-4,491) dan luas ventilasi rumah (p-value = 0,034 OR : 0,489 95% CI : 0,259-0,924). Disarankan penderita TB paru menggunakan masker dan tidak tidur sekamar untuk mencegah infeksi silang, perbaikan kondisi lingkungan fisik rumah secara mandiri atau melalui program pemerintah, penyuluhan TB paru dan rumah sehat di tempat kerja.
 

The low percentage of healthy home allegedly enlarge of pulmonary TB transmission. Sub-district of Cengkareng has the highest prevalence of pulmonary TB in Administration City of West Jakarta with the number of cases 825 and CDR 95% in 2013, while the healthy home coverage in 2012 was 51.78%. The purpose of this study was to analyze the home environment physical condition (home occupancy density, bedroom occupancy density, lighting, air temperature, air humidity, and ventilation wide) with pulmonary TB incidence.
 
This research is an observational cross-sectional design. The sample was 181 people suspected of pulmonary TB at least 15 years old enrolled in the Sub-district Puskesmas of Cengkareng TB registration month of October to December of 2013 consisted of 60 patients with pulmonary TB and 121 patients were not with pulmonary TB taken by proportional stratified random sampling.
 
The results showed that the variables associated with the incidence of pulmonary TB is home occupancy density (p-value = 0.011 OR: 2.344, 95% CI: 1.223 to 4.492), bedroom occupancy density (p-value = 0.002 OR: 2.895, 95% CI: 1.499 - 5.592), air humidity (p-value = 0.022 OR: 2.261, 95% CI: 1.138 to 4.491) and ventilation wide (p-value = 0.034 OR: 0.489, 95% CI: 0.259 to 0.924). Recommended pulmonary TB patient using masks and not sleeping roommate to prevent cross-infection, the improvement of home physical environment condition independently or through government programs, counseling pulmonary TB and healthy home in the workplace.
Read More
S-8190
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Aziz Sediqi; Advisor: Anwar Hassan; Examiner: Besral, Ridwan Zahdi, Perdede Lusi
Abstrak:

Compliance of TB patients with anti TB drugs treatment is a universally recognized problem specially in asian developing countries which results at the consequences of the TB treatment compliances, today there are TB cases defaulters,relapses and MDRTB which is mostly occurring in all over the world due to deferent reasons of the compliances, and Afghanistan is one of the 22nd highest TB burden country in the world. The main problem of TB treatment compliance in Afghanistan can be explain at two aspects: First there would be a high prevalence of TB positivity in country level because of inaccessibility to the health services In the rural areas due to war and low security, second behavioral changes and lack of knowledge of the community about the disease and wrong beliefs and perceptions, socioeconomic factors, socio demographic factors and socio psychological factors, all these factors could be determined and influence the compliance of TB patients among the TB patients in the country. Objective To determine what factors associated and influenced the compliance of TB patients with anti TB Anti TB drugs treatment in Kandahar Afghanistan. Materials and methods It was descriptive study, the study was including 243 TB patients participated 79 TB patients interviewed with well structured questionnaire. Results TB patients as much as 58.23 % was not good compliance of their anti TB treatment and 41.77% was good compliance of their anti TB treatment, and the compliance rate was higher among those patients who were not good compaliance, how ever from small sample size statistic could not detect any significant association. Conclussion The high prevalence of TB cases in the country and high level of compliance of TB patients among the TB confirm patients with the factors influencing the compliance of the treatment is essential to control and take measure immediately, the evidence strengthen the need of collaboration to change the behavior of the community properly for ten agers and activate the education and the result attract to focus more and pay attention on the factors influencing the compliance specially for those who have no any access to the health services to satisfy and encourage them for their regular anti TB treatment therapy.

Read More
T-3509
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Rosa Jacquiline; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Lusi Nurbaiti Badri
Abstrak:
Latar Belakang: Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur merupakan tiga wilayah dengan jumlah penduduk tertinggi di Indonesia, sekaligus penyumbang terbesar timbulan sampah nasional. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan, upaya pengurangan sampah di ketiga provinsi ini belum optimal. Tujuan: Mengetahui gambaran upaya pengurangan sampah melalui bank sampah dan TPS3R di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur tahun 2024. Metode: Penelitian data deskriptif kuantitatif ini menggunakan data sekunder dari SIPSN tahun 2024. Analisis dilakukan melalui analisis univariat menggunakan tabel dan pemetaan spasial dengan pendekatan pemetaan persebaran fasilitas pengelolaan sampah. Hasil: Jawa Timur memiliki jumlah bank sampah terbanyak, sementara TPS3R lebih banyak ditemukan di Jawa Tengah. Meskipun begitu, efektivitas pengurangan sampah melalui kedua fasilitas tersebut di ketiga provinsi masih berada di bawa target nasional (<30%). Kesimpulan: Pengurangan sampah melalui bank sampah dan TPS3R belum efektif dalam menekan timbulan sampah. Permasalahan utama meliputi distribusi fasilitas yang tidak merata, rendahnya partisipasi masyarakat, dan keterbatasan dukungan infrastruktur. Saran: Pemerintah daerah perlu memperluas cakupan TPS3R dan bank sampah, memperkuat regulasi berbasis 3R, serta meningkatkan alokasi anggaran dan edukasi publik guna mengoptimalkan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Background: West Java, Central Java, and East Java are the three most populous provinces in Indonesia and major contributors to the country’s total waste generation. Despite various policies, waste reduction efforts in these provinces remain suboptimal. Objective: To examine the waste reduction efforts through waste banks and TPS3R (3R-based Waste Processing Sites) in West Java, Central Java, and East Java in 2024. Methods: This descriptive quantitative study utilizes secondary data from the 2024 SIPSN. The analysis was conducted through univariate analysis using tables and spatial mapping, employing a distribution mapping approach of waste management facilities. Results: East Java had the highest number of waste banks, while Centra Java led in the number of TPS3R facilities. However, the overall effectiveness of waste reduction in all three provinces remained below the national target (<30%). Conclusion: Waste reduction through TPS3R and waste banks has not yet been effective in significantly decreasing waste generation. Key challenges include unequal facilty distribution, low public participation, and limited infrastructure support. Recommendation: Local governments should expand TPS3R and waste bank coverage, strengthen ER-based regulations, and enhance budget allocation and public education to optimize waste management at the source.
Read More
S-11892
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Sulistyowati; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Pujiyanto, Sandi Iljanto, Banjar, Lusi Widiastuti
Abstrak: Studi ini adalah penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, bertujuan menganalisis hubungan aspek fisik danaspek psikososial dengan status hipertensi lansia di Poli Lansia Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Jatinegara Tahun 2014. Rata-rata tekanan sistolik adalah 149,47 mmHg,terendah 130 mmHg dan tertinggi 210 mmHg. Ujibivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antaraaspek fisik, usia, komplikasi dan lama hipertensi dengan status hipertensi pada lansia.Uji multivariat secara bermakna menunjukkan bahwa faktor penentu menurun atau meningkatnya tekanan darah sistolik pada lansia adalah komplikasi penyakit. Secara bersama-sama, aspek fisik dan aspek psikososial ternyata tidak berperan dalam menentukan tekanan darah sistolik lansia.
Kata kunci: Aspek fisik, aspek psikososial, lansia, hipertensi, pusat kesehatan masyarakat
Read More
T-4316
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Sulityowati; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Pujyianto, Sandi Iljanto, IBN Banjar, Lusi Widiastuti
Abstrak: Studi ini adalah penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, bertujuan menganalisis hubungan aspek fisik danaspek psikososial dengan status hipertensi lansia di Poli Lansia Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Jatinegara Tahun 2014. Rata-rata tekanan sistolik adalah 149,47 mmHg,terendah 130 mmHg dan tertinggi 210 mmHg. Ujibivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antaraaspek fisik, usia, komplikasi dan lama hipertensi dengan status hipertensi pada lansia.Uji multivariat secara bermakna menunjukkan bahwa faktor penentu menurun atau meningkatnya tekanan darah sistolik pada lansia adalah komplikasi penyakit. Secara bersama-sama, aspek fisik dan aspek psikososial ternyata tidak berperan dalam menentukan tekanan darah sistolik lansia.
Kata kunci: Aspek fisik, aspek psikososial, lansia, hipertensi, pusat kesehatan masyarakat.
Read More
T-4518
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirza Oktariani Anggina Putri; Pembimbing: Zakianis; Penguji: I Made Djaja, Lusi Nurbaiti Badri
Abstrak: Di Indonesia upaya pengurangan sampah dilakukan melalui TPS3R dan bank sampah dengan target nasional sebesar 30% pada periode 2017-2025 berdasarkan Peraturan Presiden No.97 Tahun 2017. Akses masyarakat terhadap pelayanan tersebut baru mencakup 79,8% di seluruh Indonesia dengan akses terbanyak dirasakan oleh penduduk kota dibanding desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase sampah yang terolah di TPS3R dan bank sampah berdasarkan sebarannya di 3 kota, Kota Depok, Kota Bogor, dan Kota Tangerang Selatan Tahun 2018. Jenis penelitian adalah deskriptif yang bersumber dari data pencatatan, kebijakan daerah, dan berita resmi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase efektivitas pengurangan sampah ke TPA di ketiga kota belum mencapai target yakni masih dibawah 5%. Ketersediaan akses terhadap TPS3R yang paling baik adalah Kota Tangerang Selatan sementara Kota Depok mempunyai ketersediaan akses terhadap bank sampah yang paling baik. Nilai efektivitas pengurangan sampah tertinggi diraih oleh Kota Depok yang mempunyai peraturan daerah terkait 3R. Kota dengan alokasi dana terhadap pengelolaan sampah terbesar adalah Kota Depok, namun Kota Bogor dengan alokasi dana sebesar 2.2% dapat mencapai nilai efektivitas setengah dari nilai efektivitas Kota Depok dan persentase pembinaan dan pemantauan yang paling besar di antara ketiga kota lainnya. Kota Tangerang Selatan dengan cakupan pelayanan TPS3R yang paling baik mempunyai nilai efektivitas terendah meskipun nilai Indeks Pembangunan Manusia adalah tertinggi. Nilai efektivitas yang dicapai ketiga kota belum memenuhi target pengurangan sampah nasional dengan persentase efektivitas diraih TPS3R lebih tinggi dibanding bank sampah.
Kata Kunci: Pengelolaan Sampah Padat, TPS3R, Bank Sampah, Efektivitas, Akses.

In Indonesia, waste reduction efforts are done through TPS3R and waste bank with a national target of 30% in the period 2017-2025 under Presidential Regulation No.97 Year 2017. An effective waste reduction effort can be measured by two indicators, namely primary indicators through the percentage of recycled waste, and other indicators related to legal, monitoring, financial, service coverage, and community participation. This research aims to know the percentage of waste managed in TPS3R and waste bank in 3 cities, Depok City, Bogor City, and South Tangerang City. The type of this research is cross-sectional which sourced from recording data, regional policy, and official government news. The results showed that the percentage effectiveness of waste reduction to landfill in three cities has not reached the target that is still below 5%. The highest effectiveness of waste reduction by TPS3R and waste bank was achieved by Depok City which had 3R related local regulation. The city with largest budgeting allocation for waste management is Depok City, but Bogor City with a budget allocation of 2.2% can achieve the value of half effectiveness of Depok City and the highest percentage of training and monitoring from government among the three cities. South Tangerang City with the best coverage of TPS3R services has the lowest effectiveness value despite its high Human Development Index value. The effectiveness of the three cities still not yet reached a national target of waste reduction efforts with the percentage of effectiveness achieved by TPS3R higher than the waste bank.
Key words: Solid Waste Management, TPS3R, Waste Bank, Effectiveness, Access.
Read More
S-9668
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive