Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Salsabila Benazir; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Krisnawati Bantas, Endang Mulyani
Abstrak: Penyalahgunaan narkoba pada pelajar dan mahasiswa di Indonesiameningkat setiap tahun. Rokok dapat menjadi salah satu awal untukmenyalahgunakan narkoba. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antarakebiasaan merokok dengan penyalahgunaan narkoba pada pelajar dan mahasiswadi 16 provinsi di Indonesia tahun 2011. Studi cross-sectional ini merupakananalisis data sekunder Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan danPeredaran Gelap Narkoba Pada Kelompok Pelajar dan Mahasiswa di IndonesiaTahun 2011 oleh Puslitkes UI dan Badan Nasional Narkotika Nasional. Hasilpenelitian menggambarkan prevalensi penyalahgunaan narkoba pada pelajar danmahasiswa sebesar 2,3%. Terdapat interaksi antara . Responden perempuanpernah merokok berpeluang menyalahgunakan narkoba 3,3 kali (95% CI 2,3-4,7),sedangkan responden perempuan perokok aktif berpeluang menyalahgunakannarkoba 3,4 kali (95% CI 2,1-5,4) dibandingkan laki-laki tidak pernah merokokterhadap kejadian penyalahgunaan narkoba, setelah dikontrol oleh variabelkovariat tingkat pendidikan, pengaruh teman, konsumsi alkohol, dankeharmonisan keluarga. Responden laki-laki perokok aktif berpeluangmenyalahgunakan narkoba 2,9 kali (95% CI 1,1-8,2) dibandingkan laki-laki tidakpernah merokok terhadap kejadian penyalahgunaan narkoba setelah dikontrol olehvariabel kovariat jenis kelamin, pengaruh teman, konsumsi alkohol, dankeharmonisan keluarga. Kebiasaan merokok memiliki hubungan signifikandengan penyalahgunaan narkoba pada pelajar dan mahasiswa, sehingga upayapreventif dan promotif terkait bahaya rokok dan narkoba harus terus ditingkatkan.Kata Kunci: Narkoba, Merokok, Pelajar, Mahasiswa.
Read More
T-4710
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulandari Gusti Putritama; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Rita Damayanti, Endang Mulyani
S-8092
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Rita Damayanti, Endang Mulyani
S-8135
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadilla Tulrahmi; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Endang Mulyani
Abstrak: Pelajar/Mahasiswa merupakan objek yang masih dalam transisi untukmencari jati dirinya sehingga mudah untuk terpengaruh. Perilaku penyalahgunaannarkoba pada pelajar/mahasiswa bisa terjadi dikarenakan banyaknya masalahyang ada disekitarnya terutama lingkungan keluarga yang merupakan lingkunganawal yang dikenalinya. Lingkungan keluarga dalam penelitian ini dibentuk dari 2komponen yaitu tinggal bersama keluarga dengan riwayat narkoba keluarga, dankonflik dalam keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihatbagaimana pengaruh lingkungan keluarga terhadap perilaku penyalahgunaannarkoba pelajar/mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan pelajar/mahasiswayang tinggal bersama keluarga dan memiliki riwayat narkoba berisiko 1,7 kalilebih besar untuk menyalahgunakan narkoba. Selain itu, adanya konflik dalamkeluarga berisiko 2,7 kali lebih besar bagi pelajar/mahasiswa untukmenyalahgunakan narkoba. Seluruh nilai OR sudah dikontrol oleh variabel jeniskelamin, umur, riwayat pernah ditawari narkoba, dan uang saku.
Kata Kunci : pelajar/mahasiswa, perilaku penyalahgunaan narkoba, lingkungankeluarga
Read More
S-9330
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mustikawati; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Besral, Endang Mulyani
Abstrak: Perilaku merokok, minum alkohol, penggunaan narkoba, dan seks pranikah merupakan perilaku berisiko kesehatan. Persepsi dan pengetahuan remaja terkait perilaku berisiko dapat dibentuk melalui mitra diskusi yang dipilih remaja untuk mendapatkan informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan pemilihan mitra diskusi terhadap perilaku berisiko kesehatan remaja. variabel dependen yang digunakan yaitu perilaku merokok, minum alkohol, penggunaan narkoba, dan hubungan seks pranikah. Pada penelitian ini mitra diskusi yang dimaksud yaitu ibu/ayah/wali, pacar, teman sekolah/kampus, teman luar sekolah/kampus, guru, dan tidak pernah bercerita digunakan sebagai variabel independen. Tingkat pendidikan, wilayah tinggal, jenis kelamin, keberadaan teman berisiko, dan aktivitas remaja sebagai variabel kontrol. Analisis data menggunakan Survei Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba pada Kelompok Pelajar dna Mahasiswa di 18 Provinsi tahun 2016. Populasi penelitian yaitu remaja laki-laki dan remaja perempuan yang sedang menempuh pendidikan ditingkat SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi (PT). Hasil analisis memperlihatkan bahwa mitra diskusi berhubungan dnegan perilaku remaja. Remaja yang berdiskusi dengan pacar dan teman akan meningkatkan risiko terhadap berbagai perilaku berisiko. Diskusi dengan ibu/ayah/wali dan guru memiliki peranan penting untuk mencegah perilaku berisiko pada remaja. kualitas mitra diskusi dan informasi yang diterima perlu menjadi pertimbangan untuk membantu remaja terhindar dari perilaku negatif. Keterlibatan ibu perlu dalam upaya penanggulangan perilaku berisiko.
Read More
S-9972
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arisa Tika Wahyuliza; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Yovsyah, Endang Mulyani
Abstrak: PENYALAHGUNAAN NARKOBA MASIH MENJADI MASALAH YANG BELUM TERSELESAIKAN SECARA GLOBAL MAUPUN NASIONAL. HAL INI MENUNJUKKAN BAHWA MASALAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA HARUS DAPAT DITEKAN SAMPAI SEMINIMAL MUNGKIN. SURVEI BNN TAHUN 2015 MENYATAKAN BAHWA TERDAPAT PERBEDAAN ANGKA PREVALENSI YANG CUKUP BESAR ANTARA PENYALAHGUNA NARKOBA DI RUMAH TANGGA UMUM (1,8%) DAN KHUSUS (5,9%) ADALAH SALAH SATU ALASAN MENGAPA PERLU DITILIK LEBIH LANJUT FAKTOR APA YANG MENYEBABKAN PERBEDAAN PREVALENSI PENYALAHGUNAAN NARKOBA TERSEBUT. SALAH SATU FAKTOR YANG DINILAI PALING DOMINAN ADALAH PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL, YAITU PENGARUH DARI KONDISI LINGKUNGAN SOSIAL. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA KONDISI LINGKUNGAN SOSIAL DENGAN PERILAKU PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI RUMAH KOS PADA 6 KOTA DI INDONESIA. PENELITIAN INI MENGGUNAKAN DATA SEKUNDER DARI SURVEI PREVALENSI PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA KELOMPOK RUMAH TANGGA DI 20 PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2015 DENGAN DESAIN PENELITIAN CROSS SECTIONAL. POPULASI DAN SAMPEL DALAM PENELITIAN INI ADALAH PENGHUNI RUMAH KOS YANG BERDOMISILI DI 6 KOTA YAITU MEDAN, JAKARTA, SURABAYA, PONTIANAK, MAKASSAR DAN MANADO. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA BESAR RISIKO PENGHUNI RUMAH KOS YANG PERNAH DITAWARI NARKOBA OLEH KERABAT ADALAH 140,459 KALI LEBIH BESAR UNTUK MEMILIKI PERILAKU PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA TAHUN 2015 SETELAH DIKONTROL VARIABEL MEMILIKI RIWAYAT KERABAT YANG MENGGUNAKAN NARKOBA, KEIKUTSERTAAN DALAM PENYULUHAN DAN STATUS MEROKOK. KATA KUNCI: RUMAH KOS, PENYALAHGUNAAN NARKOBA, LINGKUNGAN SOSIAL
Read More
S-9874
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilya Setyawati; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo; Endang Mulyani
S-9618
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Huriah Astuti; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Besral, Endang Mulyani, Prijo Sidipratomo
Abstrak: Abstrak

Tujuan dan Metode. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi merokok dengan lama waktu sampai mulai menyalahgunakan ganja. Sampel penelitian ini adalah 10.379 pelajar/mahasiswa perokok, dengan 708 penyalahguna ganja. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kesintasan regresi Cox with time dependent covariats.

Hasil Penelitian. Berdasarkan frekuensi merokok, median waktu ketahanan dari mulai pertama kali merokok sampai menyalahgunakan ganja menunjukkan tidak ada perbedaan antara kelompok merokok rutin dengan kelompok merokok tidak rutin, masing-masing 2 tahun. Hasil uji wilcoxon menyimpulkan ada perbedaan ketahanan menyalahgunakan ganja antara kelompok jarang merokok dengan kelompok perokok berfrekuensi <5 - >35 batang/minggu. Analisis multivariat menunjukkan pola semakin banyak jumlah batang rokok yang dikonsumsi, semakin besar nilai risiko untuk menyalahgunakan ganja setelah dikontrol oleh variabel confounder (riwayat minum alkohol, keluarga terpajan alkohol dan atau narkoba, pernah terpisah orangtua minimal enam bulan, dan pengaruh teman sebaya). Risiko untuk terjadinya penyalahgunaan ganja pada pelajar/mahasiswa yang merokok dengan frekuensi <5 - 7 batang/minggu adalah 2.5 lebih besar daripada pelajar/mahasiswa yang jarang merokok. Sedangkan risiko untuk terjadinya penyalahgunaan ganja pada pelajar/mahasiswa yang merokok dengan frekuensi >7 - 35 batang/minggu adalah 4.0 kali lebih cepat daripada pelajar/mahasiswa yang jarang merokok. Sementara, risiko untuk terjadinya penyalahgunaan ganja pada pelajar/mahasiswa yang merokok dengan frekuensi >35 batang/minggu adalah 4.5 kali lebih cepat daripada pelajar/mahasiswa yang jarang merokok.

Kesimpulan. Frekuensi merokok mempengaruhi besarnya risiko untuk menyalahgunakan ganja. Semakin banyak jumlah batang rokok yang dikonsumsi, semakin besar risiko untuk menyalahgunakan ganja.


Objective. The purpose of this study was to know the relationship between cigarette smoking frequency with long time to start cannabis use. A sample of 10.379 student smokers, with 708 cannabis users was used. Cox regression with time dependent covariats was analyzed as study method.

Results. Based on the frequency of cigarette smoking, the median of survival time from initial smoking to cannabis use showed no difference among regular smoking group with non regular smoking group, each 2 years. Wilcoxon test result concluded that there were difference of survival cannabis use between non regular smoking group with smokers groups which regular cigarette smoking <5 - >35 cigarette/week. Multivariate analysis showed patterns that the more the number of cigarettes consumed, the greater risk to cannabis use, after controlled by the confounder variables (history of alcohol drinking, family exposed to alcohol and or drugs, separated parents at least six months, and the influence of peers). Risk to cannabis use among students who cigarette smokers <5 ? 7 cigarette/week was 2.5 greater than students who non regular smoking. Risk to cannabis use among students who cigarette smokers <7 ? 35 cigarette/week was 4.0 greater than students who non regular smoking. Risk to cannabis use among students who cigarette smokers <35 cigarette/week was 4.5 greater than students who non regular smoking.

Conclusion. Frequency of smoking influences the risk of cannabis use. The more the number of cigarette consumed, the greater risk to cannabis use.

Read More
T-3937
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Pratiwi; Pembimbing: Besral; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Endang Mulyani
Abstrak: Permasalahan mengenai penyalahgunaan narkoba dicerminkan salah satunya dari hal rehabilitasi penyalahguna narkoba. Survei BNN tahun 2015 menyatakan bahwa hanya sekitar 18% di kelompok rumah kos yang pernah mencari pelayanan rehabilitasi. Keterpaparan informasi narkoba merupakan faktor yang cukup penting dalam perubahan perilaku terlebih untuk melakukan rehabilitasi. Rumah kos merupakan populasi rumah tangga yang dianggap rawan terhadap penyalahgunaan narkoba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keterpaparan informasi narkoba dengan perilaku pencarian rehabilitasi di rumah kos. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Prevalensi Penyalahguna Narkoba pada Kelompok Rumah Tangga di 20 Provinsi Tahun 2015 dan menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Pada penelitian ini peneliti hanya mengambil populasi dan sampel pada rumah kos di 6 kota di 6 provinsi yaitu Medan, Jakarta, Surabaya, Pontianak, Makassar dan Manado. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyalahguna narkoba di rumah kos yang terpapar informasinya baik memiliki kecenderungan untuk melakukan perilaku pencarian rehabilitasi 3,8 kali lebih tinggi dibandingkan yang terpapar informasinya kurang baik setelah dikontrol oleh variabel umur, pekerjaan dan pendapatan/uang saku perbulan. Kata kunci : keterpaparan informasi narkoba, rehabilitasi, rumah kos The problem of drug abuse is reflected by the rehabilitation of drug abusers. Survey of BNN in 2015 said that only about 18% in boarding houses ever seek rehabilitation services. Exposure to drug information is an important factor in behavioral change especially for rehabilitation. Boarding house is vulnerable population to do drug abuse. The purpose of this study was to determin the relationship of drug information exposure with rehabilitation search behavior in boarding house. This study uses secondary data from the Drug Abuse Prevalence Survey in Household in 20 Provinces Budget Year 2015 and uses Cross Sectional design study. In this study, only took the population and samples in boarding houses in 6 cities in 6 provinces namely Medan, Jakarta, Surabaya, Pontianak, Makassar and Manado. The results of this study is drug abusers that exposed to good information have a tendency to conduct rehabilitation seeking behavior 3,8 times higher than those who exposed to poor information after controlled by age variable, occupation and income / allowance per month. Keywords: boarding house, drug information exposure, rehabilitation
Read More
S-9331
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive