Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhammad Faris Naufal; Oembimbing: Tris Eryando; Penguji: Pujiyanto, Chandra Nurcahyo
Abstrak:

Angka persalinan sesar (C-Section) senantiasa meningkat sebagaimana dilaporkan SDKI, Riskesdas, dan SKI. Persalinan C-Section merupakan layanan kesehatan yang dijamin oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dengan klaim terbanyak yaitu 1.117.463 operasi pada tahun 2023 dan total biaya Rp 6.266,59 Miliar. Pada tahun yang sama, Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengalami defisit. Di antara penyebabnya adalah kinerja penerimaan iuran dari Segmentasi Kepesertaan PBPU dan Bukan Pekerja yang hanya mencapai 69,29%. Hal ini diperparah sebagian oknum PBPU yang menunjukkan kecenderungan adverse selection, hanya membayar iuran agar dapat layanan persalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis asosiasi segmentasi kepesertaan JKN dan metode persalinan dalam Data Sampel BPJS Kesehatan 2018-2023 Kontekstual KIA. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan sampel Ibu yang mengakses layanan persalinan dengan pembiayaan JKN di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) pada data sekunder di atas. Hasil regresi logistik pada penelitian ini menunjukkan hubungan signifikan antara Segmentasi Kepesertaan JKN PBPU dan CSection setelah dikendalikan kovariat (ref. PBI, OR=1,22 [1,14 - 1,30] dan ref. PPU, OR=1,12 [1,05 - 1,20]). Karena OR secara substansial tidak besar, peneliti menyarankan upaya umum tanpa segmen spesifik untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan, yaitu penggunaan kelengkapan kunjungan antenatal care sebagai mekanisme gatekeeping untuk mendapatkan pembiayaan persalinan dalam program JKN.




Cesarean section (C-Section) rate is continually increasing as reported in IDHS, Riskesdas, and SKI. Childbirth with C-Section is a healthcare covered by Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) with the highest number of claims reaching 1.117.463 surgeries in 2023 and total funding of Rp 6.266,59 billion. At the same year, deficit struck Indonesia’s Social Security Agent (BPJS) for Health. One of the causes is Non-Wage Earner and Non-Worker membership segment’s contribution collection only reaching 69,29% of target. The situation is exacerbated by certain Non-Wage Earner member showing signs of adverse selection, paying contributions only for childbirth. This study aims to analyze the association of JKN membership segment and childbirth method in BPJS Kesehatan Sample Data 2018-2023 on Maternal-Child Health Context. This is a cross-sectional study involving as samples mothers accessing childbirth services with JKN funding at advanced referral health facilities in said secondary data. Logistic regression results demonstrate significant association between Non-Wage Earner segment and C-Section after covariates are controlled (ref. Beneficiaries, OR=1,22 [1,14 - 1,30] and ref. Wage Earner, OR=1,12 [1,05 - 1,20]). As the OR not substantially high, general measures not catering to particular segment is suggested to address the deficit. Said suggestion being the establishment of antenatal care visit completeness as a gatekeeping mechanism to access childbirth funding with JKN program.

Read More
S-12063
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Afifah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Trisari Anggondowati, Chandra Nurcahyo
Abstrak:
Penelitian ini membahas mengenai utilisasi fasilitas kesehatan tingkat pertama  pelayanan kesehatan mental anxiety pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan data sampel BPJS tahun 2025 yang berisi data kunjungan tahun 2024 dan menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta melakukan kunjungan ke FKTP sebanyak 1-3 kali dalam satu tahun yang termasuk dalam kategori utilisasi rendah sebanyak 158.957 peserta. Proporsi utilisasi pelayanan kesehatan mental anxiety di Indonesia lebih besar pada jenis kelamin perempuan sebanyak 118.730 peserta, kelompok umur dewasa (19-59 tahun) sebanyak 144.533 peserta, status kawin 110.577, tinggal di Provinsi Jawa Barat sebanyak 34.186 peseta, jenis fasilitas kesehatan puskesmas sebanyak 107.875 peserta, fasilitas kesehatan milik pemerintah sebanyak 113.261 peserta, dan segmen peserta PPU sebanyak 56.900 peserta. Faktor yang menunjukkan adanya hubungan signifikan diantaranya, yaitu umur, status perkawinan, dan segmentasi peserta.

This study analyses about utilization of first-level health facilities for mental health services for anxiety among National Health Insurance (NHI) in Indonesia. This study used cross-sectional design using BPJS sample data for 2025 which contained visit data for 2024 and used Chi-Square. The result shows that the majority of participants utilized at primary healthcare with range 1 – 3 visits per year in low category of utilization, totaling 158.957 participants. Proportion of mental health services utilization for anxiety at primary healthcare in Indonesia is greater in the female gender with 118.730 participants, adult group (19-59 years) with 144.533 participants, married status with 110.577 participants, livin in West Javawith 34.186 participants, visiting puskesmas with 107.875 participants, Government-owned healthcare facilities with 113.261 participants, and PPU participants segmentation with 56.900 participants. The factors significantly associated with anxiety related mental health service utilization were age, marital status, and participant segmentation.
Read More
S-12449
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tjut Keumala Syahlynna Rachmatsyah Hamzah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Ede Surya Darmawan, Chandra Nurcahyo
Abstrak:
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit prioritas dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang memerlukan pembiayaan pelayanan kesehatan berkelanjutan. Pada pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan (RJTL), total biaya pelayanan yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan dapat bervariasi antar peserta maupun antar fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis total biaya klaim pelayanan rawat jalan tuberkulosis peserta JKN berdasarkan karakteristik peserta dan karakteristik fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder sampel BPJS Kesehatan tahun 2024. Sampel penelitian terdiri atas 25.886 peserta JKN penderita tuberkulosis yang memperoleh pelayanan rawat jalan di FKRTL dan memenuhi kriteria penelitian. Variabel independen meliputi kelompok umur, jenis kelamin, status perkawinan, segmentasi kepesertaan, hak kelas rawat, kepemilikan FKRTL, dan tipe FKRTL. Variabel dependen adalah total biaya klaim pelayanan rawat jalan tuberkulosis per pasien selama tahun 2024. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann–Whitney dan Kruskal–Wallis. Hasil penelitian menunjukkan median total biaya klaim pelayanan rawat jalan tuberkulosis sebesar Rp598.250 per pasien per tahun. Terdapat perbedaan total biaya klaim yang bermakna secara statistik berdasarkan kelompok umur (H(2)=783,60; p<0,001; ε²=0,030), jenis kelamin (Z=3,64; p<0,001; r=0,023), status perkawinan (H(2)=436,99; p<0,001; ε²=0,017), segmentasi kepesertaan (H(4)=912,08; p<0,001; ε²=0,035), hak kelas rawat (H(2)=68,47; p<0,001; ε²=0,003), kepemilikan FKRTL (H(4)=381,99; p<0,001; ε²=0,015), dan tipe FKRTL (H(3)=675,39; p<0,001; ε²=0,026). Variabel segmentasi kepesertaan menunjukkan ukuran efek terbesar, sedangkan hak kelas rawat menunjukkan ukuran efek terkecil. Meskipun seluruh variabel menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik, sebagian besar ukuran efek berada pada kategori kecil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa total biaya klaim pelayanan rawat jalan tuberkulosis peserta JKN tahun 2024 bervariasi menurut karakteristik peserta dan karakteristik FKRTL. Temuan ini dapat menjadi masukan bagi BPJS Kesehatan dalam monitoring dan evaluasi pembiayaan pelayanan tuberkulosis pada program JKN.

Tuberculosis (TB) remains one of the priority diseases within Indonesia’s National Health Insurance (JKN) program and requires substantial healthcare financing. In advanced outpatient care settings, total healthcare expenditures reimbursed by BPJS Kesehatan may vary across participants and healthcare facilities. This study aimed to analyze outpatient tuberculosis claim costs among JKN participants based on participant characteristics and advanced referral healthcare facility (FKRTL) characteristics in 2024. This study employed a quantitative cross-sectional design using secondary data from the 2024 BPJS Kesehatan sample dataset. The study population consisted of 25,886 JKN participants diagnosed with tuberculosis who received outpatient services at FKRTL and met the study criteria. Independent variables included age group, sex, marital status, membership segment, entitlement class, FKRTL ownership, and FKRTL type. The dependent variable was the total outpatient tuberculosis claim cost per patient during 2024. Data were analyzed using descriptive statistics and bivariate analysis with Mann–Whitney and Kruskal–Wallis tests. The results showed that the median outpatient tuberculosis claim cost was IDR 598,250 per patient per year. Statistically significant differences in total claim costs were observed according to age group (H(2)=783.60; p<0.001; ε²=0.030), sex (Z=3.64; p<0.001; r=0.023), marital status (H(2)=436.99; p<0.001; ε²=0.017), membership segment (H(4)=912.08; p<0.001; ε²=0.035), entitlement class (H(2)=68.47; p<0.001; ε²=0.003), FKRTL ownership (H(4)=381.99; p<0.001; ε²=0.015), and FKRTL type (H(3)=675.39; p<0.001; ε²=0.026). Membership segment demonstrated the largest effect size, while entitlement class showed the smallest. Although all variables were statistically significant, most effect sizes were small. This study concludes that outpatient tuberculosis claim costs among JKN participants in 2024 varied according to participant and healthcare facility characteristics. These findings may provide useful evidence for BPJS Kesehatan in monitoring and evaluating tuberculosis financing within the JKN program.
Read More
S-12464
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive