Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yuni Sari Romadhona; Pembimbing: Jaslis Ilyas, Achadi Anhari; Penguji: Purnamasari Indriya, Fitria Kusuma Ratih
Abstrak: Program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) merupakan suatu kebijakan Pemerintah denga tujuan memenuhi jumlah dokter spesialis yang jumlahnya kurang dan distribusinya tidak merata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi persepsi peserta program WKDS angkatan VI-XII di Provinsi Jawa Barat tentang WKDS Tahun 2019. Desain pada penelitian ini adalah crosssectional dengan jenis data kuantitatif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa variabel pengetahuan (p value 0,038), harapan (p value 0,0001), jenis rumah sakit (p value 0,003) dan lingkungan kerja (p value 0,0001) perserta program WKDS angkatan VI-XII di Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 memiliki hubungan yang signifikan terhadap persepsi tentang program WKDS, sedangkan faktor dominan yang mempengaruhi persepsi tentang program WKDS dengan OR 29,4 adalah lingkungan kerja.
Read More
T-5705
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ita Marlita Sari; Pembimbing : Asri C Adisasmita; Penguji: Sabarinah, Dwirani Amelinah, Ratih Purnamasari
Abstrak: Pendahuluan. Prevalensi persalinan preterm di dunia terjadi sekitar 11,1% kelahiran hidup. Namun, persalinan preterm menyumbang angka kesakitan dan kematian neonatus sebesar 75-80%. Morbiditas bayi preterm dapat berlanjut sampai tahap perkembangan berikutnya sehingga menjadi beban secara fisik, psikologis dan ekonomi. Faktor yang diduga berperan dalam terjadinya persalinan preterm adalah ketuban pecah dini (KPD). Penelitian sebelumnya memperlihatkan adanya hubungan ketuban pecah dini terhadap persalinan preterm, namun perlu dilakukan penelitian pada populasi berbeda seperti di RSUD kota Cilegon. Tujuan Penelitian. Mengetahui besar pengaruh ketuban pecah dini terhadap kejadian persalinan preterm di RSUD Cilegon periode Juli 2014-Desember 2015. Metode Penelitian. Desain adalah kasus kontrol menggunakan data sekunder rekam medik. Populasi kasus yaitu semua ibu hamil yang melahirkan dengan usia kehamilan < 37 minggu lengkap di RSUD Cilegon dan populasi kontrol adalah semua ibu hamil yang melahirkan dengan usia kehamilan > 37 minggu di RSUD Cilegon. Sampel diambil dalam periode Januari 2014-Desember 2015. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik. Hasil Penelitian. Pada analisis bivariat hubungan ketuban pecah dini dengan persalinan preterm diperoleh OR 2,97 (95% CI: 1,92-4,59) sebelum dikontrol dengan variabel kovariat. Setelah dilakukan analisis multivariat diperoleh model akhir hubungan ketuban pecah dini dengan persalinan preterm dengan mengendalikan faktor pendidikan, riwayat persalinan preterm dan anemia didapatkan OR 2,58 (95% CI: 1,68-3,98). Kesimpulan. Ibu hamil dengan ketuban pecah dini berisiko 2,58 kali untuk mengalami persalinan preterm dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami ketuban pecah dini setelah dikontrol oleh variabel pendidikan, riwayat persalinan preterm, dan anemia. Kata kunci: persalinan, preterm, KPD
Read More
T-4815
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Damayanti; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Toha Muhaimin, Hana Johan, Ratih Purnamasari
Abstrak:

Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang mempunyai resiko tinggi terhadap kemungkinan terpapar oleh berbagai kuman penyakit, seperti HIV/AIDS, Hepatitis B (HBV), Hepatitis C (HBC) dan penyakit-penyakit lain. Salah satu upaya perlindungan diri adalah dengan menerapkan kewaspadaan universal melalui tindakan cuci tangan secara benar, penggunaan alat pelindung diri, mencagah tusukan alat/benda tajam dan memprosesan alat bekas pakai. Adapun konsep yang dianut adalah, bahwa semua darah dan cairan tubuh tertentu harus dikelola sebagai sumber yang dapat menularkan HIV, Hepatitis dan berbagai penyakit melalui darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan bidan dalam menerapkan kewaspadaan universal dan factor-faktor yang berhubungan dan untuk mengetahui mengetahui seberapa jauh factor predisposisi, factor pemungkin dan factor penguat berpengaruh penerapan kewaspadaan universal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang, data diperoleh melalui observasi langsung di ruang bersalin dan pengisisan kuesioner oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan 33.3% responden yang menerapkan kewaspadaan universal dengan benar yaitu menerapkan seluruh komponen kewaspadaan universal dengan baik dan 66.7% responden yang tidak menerapkan kewaspadaan universal dengan benar. Dari hasil penelitian diperoleh dari berbagai factor baik predisposisi, pemungkin dan penguat, tidak ada yang berhubungan dengan penerapan kewaspadaan universal. Berdasarkan hasil penelitian kemungkinan masih ada faktor lain yang belum ada didalam penelitian ini dan kemungkinan Rumah Sakit menjadi tempat rujukan, sehingga kasus yang masuk tergolong gawat darurat dan pada pasien dalam kondisi persalinana masuk dalam tahapan fase aktif yang membutuhkan waktu yang cepat dalam setiap penanganan. Secara keseluruhan terlihat bahwa hasil studi ini kurang mendukung hipotesis penelitian. Untuk itu disarankan dilakukannya penelitian lain dengan tambahan variabel, misalnya kebijakan pimpinan, pemantauan ketat, dan  kualitas pelatihan yang diberikan. Kata Kunci: Kewaspadaan universal, bidan dan Pertolongan persalinan.


 The midwife is one of the health workers who have a high risk of possible exposure to the various germs, such as HIV / AIDS, Hepatitis B (HBV), Hepatitis C (HBC) and other diseases. One safeguard yourself is to implement universal precautions through the action of washing hands properly, use of personal protective equipment, prevent malicious stab tools / sharps and processing more tools used. The concept adopted is that all blood and certain body fluids should be managed as a source that can transmit HIV, hepatitis and other blood-borne diseases. The purpose of this study to know the description of midwives compliance in applying universal precautions and related factors and to find out find out how far the predisposing factors, enabling factors and reinforcing factors affect the application of universal precautions. This study is a descriptive study with cross-sectional design, the data obtained through direct observation in the delivery room and filling the questionnaire by respondents. The results showed that 33.3% of respondents correctly apply the universal precautions that apply all the components of universal precautions with good and 66.7% of respondents who did not correctly apply the universal precautions. From the results obtained from a variety of factors either predisposing, enabling and reinforcing, no one associated with the implementation of universal precautions. Based on the results of research are likely to still another factor that does not exist in this study and possibly become a referral hospital, so that the incoming cases classified as emergency and in patients in persalinana conditions included in the active phase of stages that require fast time in each treatment. Overall seen that the results of this study do not support the hypothesis of the study. It is recommended to do another study with additional variables, such as policy management, close monitoring, and quality of training provided. Keyword: Universal precautions, midwives and childbirth Relief.

Read More
T-3337
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive