Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rani Indriyanti; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Pujiyanto, Rahmad
S-6145
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gayatri Dewi; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Vetty Yulianty, Rahmad
S-6234
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Herlinda; Pembimbing: Ronny Rivany; Penguji: Budi Hidayat, Rahmad
S-6527
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadjmi Laila; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Rahmad
Abstrak:

Setiap tahun diperkirakan terdapat S00 ribu kasus kanker leher rahim baru di seluruh dunia dan sebanyak 240 ribu orang diantaranya meninggal dunia. Di Indonesia ada I5 ribu kasus baru per tahun dengan angka kematian 8000 orang dan menduduki peringkat pertama dari seiuruh penderita kanker yang ada. Penyebab kanker leher rahim belum diketahui secara pasti, tetapi diduga bahwa sejenis virus HPV (Human Papiiloma Wrus) memegang peranan penljng atas kejadian penyakit ini. Menumt data Yayasan Kanker Indonesia (YKI), 95% tumor ganas ini disebabkan virus HPV. Peningkatan biaya pelayanan kesehatan biasanya disebabkan karena bclum adanya harga standar yang berdasarkan unit cost. Hal ini perlu disikapi dengan membuat terobosan ataupun strategi penyusunan pqla tarifyang dikenal dengan perhitungan uni: cost. I-Iingga saat ini Departemen Kesehatan belum membuat pedoman tarif yang bersifat tetap per diagnosis penyakit atau per episode penyakit. Upaya yang perlu dilakukan untuk mengendalikan biaya pelayanan kesehatan (cost containment) adalah dari bentuk fee for service ke bentuk Prospective Payment System (PPS). Salah satu bentuk dari PPS adalah Diagnosis Related Groups. Cos! of DRGS adalah kcsclumhan biaya mulai dari pasien masuk melakukan pendaliaran, penegakan diagnosis, terapi dan pulang yang semuanya teranglcum dalam suatu alur perawatan atap disebut dengan Inlegraled Clinical Pathway. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana cost of treatment Ca Cervix berdasarkan DRGS di Rumah Sakit Pertamina Jaya tahun 2005. Dipilihnya Ca cervix dalam penelitian ini karena kanker adalah penyakit nomor 10 dari 10 besar penyakit terbanyak, diantara penderita kanker, Ca cervix mempakan penyakit kanker terbanyak yang melakukan rawat inap. Bersama-sama dengan gagal ginjal kronis, kanker merupalcan penyakit yang membumhkan biaya tidak sedikit. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan rancangan penelitian kuantitatif survey. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2007 dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien rawat inap dengan diagnosa Ca Cervix tahun 2005. Unit cos! dihitung dengan metode Activily Based Cosiing (ABC). Analisa data dilakukan secam univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan proporsi masing-masing variabel. Pengelompokkan Ca cervix di Rumah Sakit Pertamina tidak dapat dikelompokkan dalam AR-DRG. Pengelompokan Ca Cervix di Rumah Sakit Pertamina Jaya adalah : Ca Cervix dengan penyerta dan penyulit dengan histerektomi, Ca cervix dengan penyakit penyerta dengan histerektomi dan Ca Cervix tanpa penyerta dan penyulit dengan histerektomi. Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan bahwa tahap da.lam Clinical Paihway untuk Ca Cervix tefdiri dari 7 tahap, yaitu pendaflaran, penegal-Lkan diagnosa, pra operasi, operasi, post operasi, pulang dan rawat jalan. Cost of treatment Ca cervix dengan histerektomi di RS Pertamina Jaya tahun 2005 adalah : (1) Biaya rawat inap Ca cervix dengan penyerta dan penyulit dengan histcrcktomi Rp l3_009.563,-, dengan lama hari rawat 12 hari dan biaya rawat jalan Rp 3_956.498,- dengan rawat jalan 12 kali, total biaya Rp l6.983.47l,- (2) Biaya rawat inap Ca cervix clengan penyakit penyerta dengan histerektomi Rp ll_446_664,-, dengan lama hari rawat I2 hari dan biaya rawat jalan Rp 3.925.735,- dengan rawat jalan 12 kali, total biaya Rp 15_389_809,- (3) Biaya rawat inap Ca cervix tanpa penyerla dan penyulit dengan histerektomi Rp I0.048.274,-, dengan lama hari rawat ll hari dan biaya rawat jalan Rp 3.544.070,- dengan rawatjalan 12 kali, total biaya Rp 13.6097/54,-_Berdasarkan dari hasil penelitian maka. perlu dilakukan perhitungan biaya rawat inap berdasarkan Diagnosis Relafed Groups Sebagai dasar peneiapan tarif rawat inap.


Every year was predicted S00 thousand new carcinoma cervix occurred in all over the world and 240 thousand people in between did not survive. In Indonesia itself; there are 15 thousand new cases per year with 8000 people causing decease and stood first rank from suffering of cancer in the world. The major causing of Ca cervix is still unknown but was predicted that the HPV (Human Papilloma Wrus) hold important role for every cancer disease cases occurred. Based on Indonesian Cancer Foundation (YKI), 95 percent maligna tumor was affected by HPV virus. Cost increasing in health services are usually cause by no standard unit cost available. This has to be done with new break through or even with designing strategy format tariff which lcnown as unit costs calculation. Until now Health Departement does not have fixed tariff book for every single diagnose or episode. Things to be done to control health services cost containment are form tiom fee for service to be Prospective Payment System (PPS). One of' PPS form is Diagnosis Related Groups. Cost of DRGS are a total costs which start from patient entering registration, diagnosis, therapy to finally ending treatment or going home and all summarize in one record or knoum as Integrated Clinical Pathway. The purpose of this research is to overlook how cost of treatment Ca cervix works based on DRGs in Pertamina Jaya Hospital in year 2005. Ca cervix are chosen in this research because cancer disease is rank number I0 from top 10 disease in between cancer suitering. Ca cervix is the most cancer disease which end up in-patient together with chronic renal failure, cancer disease need higher amount to recovery. This research is using case study methode with form of quantitative survey. This research conducted in moth of March to May 2007 using secondary data fiom medical record of in-patient which Ca cervix diagnosed in year 2005. Unit cost calculated using Activity Based Costing (ABC) methode. Data analysis were conducted in invariant to overlook frequent distribution ang proportion each variables. Ca cervix cannot be grouping based on AR-DRG at Pertamina Jaya Hospital. Ca cervix grouping at Pertamina Jaya Hospital are : Ca cervix with Contributing and Complicating disease with hysterectomy, Ca cervix with Contributing disease with hysterectomy, Ca cervix without Contributing and Complicating disease with hysterectomy. Based on research is result that steps on Clinical Pathway for Ca cervix are contains 7 steps which are, registering, diagnosis, pre-operation, operation, post-operation, going home and out-patient treatment. Ca cervix costs of treatments following hysterectomy at Pcrtamina Jaya Hospital in year 2005 are 1 (I) Ca cervix with contributing and complicating disease with hysterectomy costs Rp l3_009.563,- , containing I2 days in-patent and 12 times out-patient visite costing in extra Rp 3.956_498,- with total cost Rp l6.983_47l,- (2) Ca cervix with contributing disease with hysterectomy cost Rp 1 l.446.664,- containing 12 days in-patent and 12 times out-patient visite costing in extra Rp 3925.73 5,- with total cost Rp l5.389.809,- (3) Ca cervix without Contributing and Complicating disease with hysterectomy cost Rp l0.048.274,- , containing ll days in-patent and 12 times out-patient visite costing in extra Rp 3.544.070,- with total cost Rp 13.609_754,-. In conclusion to the research resulted it is necessary to calculated in-patient cost based on Diagnosis Related Grozms as the based of in-patient fixed tariff.

Read More
B-1023
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inggar Tri Harsanti; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Rahmad
S-6624
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Ambarwati; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Dumilah Ayuningtyas, Rahmad
B-1208
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif Riandi; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Rahmad, Heri Kurnianto
Abstrak: Proses pemulangan pasien rawat inap merupakan bagian dari seluruh rangkaianpelayanan kesehatan yang diterima oleh pasien selama di rumah sakit. Pelayananyang baik dan memuaskan selama proses perawatan bisa berubah menjadipersepsi yang tidak baik apabila pada akhir proses perawatan yaitu prosespemulangan mengalami hambatan dan membuat proses pemulangan menjadisangat lama.

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa alur proses yang adasekaligus memberikan usulan perbaikan agar proses pemulangan pasien rawatinap menjadi lebih cepat. Desain penelitian ini adalah analisis kualitatif denganmetode lean thinking melalui telaah dokumen, wawancara mendalam danobservasi.

Hasil penelitian didapatkan lead time atau waktu yang dibutuhkan untuk pemulangan pasien adalah 252,4 menit (4,2 jam). Total waktu kegiatanyang bersifat value added 168 menit, sedangkan total waktu kegiatan yangbersifat non value added adalah 84,4 menit. Dari identifikasi nilai yang dilakukanterhadap alur proses pemulangan pasien ini ditemukan waste sebesar 63,6 menityang bila bisa dihilangkan akan memotong lead time menjadi 188,3 menit (3,1jam).

Keyword : lean thinking, pemulangan pasien rawat inapUniversitas Indonesia
Process of discharging hospitalized patient is part of service given by the hospital.A Good and satisfying service during hospitalization can turn into unsatisfiedperception if at the end of hospitalization there is obstacle in discharging patientand make the process longer.

This research is to analyze the process and give agood suggestion for discharging inpatient process in order to make it moreefficient. Design of this research is lean thinking method using document analysis, interview, and observation.

Result of the research indicating lead time or timeneeded for discharging patient is 252.4 minutes (4.2 hours). Total activity timewhich is value added is 168 minute, while total activity time which is non valueadded is 84.4 minute. Base on this value identification found waste value time63.6 minute can be diminished and cutting lead time to 188.4 minute (3.1hour).

Keyword : lean thinking, discharging inpatient.
Read More
B-1787
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ora Iring Hutasoit; Pembimbing: R. Budi Haryanto; Penguji: Al Asyary, Laila Fitria, Sugiarto, Rahmad Isa
Abstrak:
Malaria masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan kondisi geografi curah hujan dan kelembaban yang tinggi. Penyakit malaria menginfeksi penduduk yang bermukim di daerah endemis, terutama di negara tropis dan subtropis. Angka kejadian malaria diperkirakan 41% atau sekitar 2.3 milyar di dunia. Jayapura merupakan salah satu kota di Indonesia dengan tingginya angka kejadian malaria. Kejadian ini didukung oleh posisi geografis dan topografi dominan berupa daerah rawa, hutan sagu, hutan, pegunungan dan pengaruh lingkungan seperti suhu, curah hujan dan kelembaban udara Studi ekologi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor iklim yang terdiri atas curah hujan kumulatif bulanan, suhu udara rata-rata bulanan dan kelembaban udara relatif rata-rata bulanan, terhadap jumlah kasus malaria bulanan yang terdapat di Kota Jayapura. Desain Penelitian ini menggunakan observasional dengan menggunakan studi ekologi berbasis ecologic time-trend design Berdasarkan bionomic nyamuk Anopheles spp dan hasil pengolahan data antara Iklim dan Kasus malaria di Kota Jayapura Tahun 2010- 2022 Studi ini menemukan bahwa curah hujan dan kejadian malaria di Kota Jayapura tahun 2010-2022 memiliki hubungan yang signifikan dan memiliki hubungan yang positif pada lag 2 bulan di tahun 2010 . suhu udara dan malaria di kota Jayapura Tahun 2010- 2022 memiliki hubungan yang signifikan dan memiliki hubungan yang positif pada lag 2 bulan di tahun 2010 dan 2011. Kelembaban relatif dan kejadian malaria di Kota Jayapura tahun 2010-2022 memiliki hubungan yang signifikan dan memiliki hubungan negatif pada lag 2 bulan di tahun 2011 dan 2015 sedangkan pada tahun 2013 dan 2014 memiliki hubungan kuat dan positif. Kesimpulan studi ekologi menemukan hubungan signifikan antara iklim dengan kejadian malaria di Kota Jayapura Malaria masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan kondisi geografi curah hujan dan kelembaban yang tinggi. Penyakit malaria menginfeksi penduduk yang bermukim di daerah endemis, terutama di negara tropis dan subtropis. Angka kejadian malaria diperkirakan 41% atau sekitar 2.3 milyar di dunia. Jayapura merupakan salah satu kota di Indonesia dengan tingginya angka kejadian malaria. Kejadian ini didukung oleh posisi geografis dan topografi dominan berupa daerah rawa, hutan sagu, hutan, pegunungan dan pengaruh lingkungan seperti suhu, curah hujan dan kelembaban udara Studi ekologi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor iklim yang terdiri atas curah hujan kumulatif bulanan, suhu udara rata-rata bulanan dan kelembaban udara relatif rata-rata bulanan, terhadap jumlah kasus malaria bulanan yang terdapat di Kota Jayapura. Desain Penelitian ini menggunakan observasional dengan menggunakan studi ekologi berbasis ecologic time-trend design Berdasarkan bionomic nyamuk Anopheles spp dan hasil pengolahan data antara Iklim dan Kasus malaria di Kota Jayapura Tahun 2010- 2022 Studi ini menemukan bahwa curah hujan dan kejadian malaria di Kota Jayapura tahun 2010-2022 memiliki hubungan yang signifikan dan memiliki hubungan yang positif pada lag 2 bulan di tahun 2010 . suhu udara dan malaria di kota Jayapura Tahun 2010- 2022 memiliki hubungan yang signifikan dan memiliki hubungan yang positif pada lag 2 bulan di tahun 2010 dan 2011. Kelembaban relatif dan kejadian malaria di Kota Jayapura tahun 2010-2022 memiliki hubungan yang signifikan dan memiliki hubungan negatif pada lag 2 bulan di tahun 2011 dan 2015 sedangkan pada tahun 2013 dan 2014 memiliki hubungan kuat dan positif. Kesimpulan studi ekologi menemukan hubungan signifikan antara iklim dengan kejadian malaria di Kota Jayapura

Malaria is still a health problem in Indonesia with its geography of high rainfall and humidity. Malaria infects people in endemic areas, especially in tropical and subtropical countries. Malaria was estimated at 41% or around 2.3 billion in the world. Jayapura is one of the cities in Indonesia with a high incidence of malaria. This incidence was supported by geographical position and dominant topography in the form of swamp areas, sago forests, forests, mountains, and environmental influences such as temperature, rainfall, and air humidity. This ecological study aims to determine the effect of climatic factors of monthly cumulative rainfall, monthly average air temperature, and monthly average relative air humidity on the number of monthly malaria cases found in Jayapura City. The research design was observational, using an ecological study based on an ecological time-trend design. Based on the bionomic of Anopheles spp mosquitoes and the results of data processing between Climate and Malaria Cases in Jayapura City in 2010-2022, This study found that rainfall and malaria incidence in Jayapura City in 2010-2022 had a significant relationship and had a positive relationship on a 2-month lag in 2010. air temperature and malaria in Jayapura City in 2010-2022 had a significant and positive relationship on a 2-month lag in 2010 and 2011. Relative humidity and malaria incidence in Jayapura City in 2010-2022 had a significant relationship. They had an antagonistic relationship at 2-month lags in 2011 and 2015, while in 2013 and 2014, it had a solid and positive relationship. In conclusion, the ecological study found a significant relationship between climate and malaria incidence in Jayapura City.
Read More
T-6765
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Marisa; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Putri Bungsu, Soewarta Kosen, Rahmad Isa
Abstrak:

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah timur Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di Tanah Papua berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional analitik dengan pendekatan kasus dan non-kasus. Data berasal dari SKI 2023 yang mencakup 37.036 responden dari wilayah Papua. Kasus didefinisikan sebagai individu yang mengalami malaria dalam


Malaria remains a public health issue in eastern Indonesia. This study aimed to analyze factors associated with malaria incidence in Tanah Papua based on data from the 2023 Indonesia Health Survey (SKI 2023). The study employed an analytical cross-sectional design with a case and non-case approach. The data were drawn from SKI 2023 and included 37,036 respondents from the Papua region. A malaria case was defined as an individual who had experienced malaria within the past month. Analyses were conducted using univariate, bivariate, and multivariate methods with logistic regression to calculate the Prevalence Odds Ratio (POR). The malaria prevalence was recorded at 4.80%. Factors significantly associated with malaria incidence included education level, type of occupation, household size, and interactions between age and sex, ventilation and bed net use, as well as age and mosquito repellent use. The strongest association was observed in the interaction between age and sex, in which males aged over 46 years had 2.85 times higher odds of having malaria compared to female children under five years. Malaria incidence in Tanah Papua remains high and is influenced by a complex interplay of individual characteristics and environmental factors, including preventive behaviors.

Read More
T-7324
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryati; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Amal Chalik Sjaaf, Rahmad
Abstrak:
Tingkat loyalitas pelanggan tunai dan jaminan non Pertamina di Rumah Sakit Pertamina Jaya saat ini belum diketahui tetapi data RSPJ menunjukkan adanya tingkat retensi yang masih rendah (<80%) dengan adanya angka loss pasien yang cukup tinggi lebih dari 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat loyalitas pelanggan tunai dan jaminan non PERTAMINA di unit rawat jalan Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Dalam kerangka konsep penelitian ini terdapat variabel dependen, independen dan faktor konfonding. Sebagai variabel dependen adalah loyalitas pelanggan, variabel independen adalah kepuasan pelanggan yang meliputi harapan dan persepsi responden. Tingkat kepuasan dihitung berdasarkan gap dengan metode SERVQUAL yang terdiri dan lima dimensi yaitu dimensi tangible, reliability, resposiveness, assurance dan empathy. Hasil perhitungan, bertujuan untuk meIihat diantara kelima dimensi tersebut manakah yang merniliki pengaruh paling dominan terhadap loyalitas pelanggan dan mencari faktor yang menjadi konfonding terhadap hubungan kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan di unit rawat jalan poliklinik spesialis Rumah Sakit Pertamina Jaya. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah metode kuantitif yang menggunakan 137 orang pasien yang datang ke polilditui spesialis Rumah Sakit Pertamina Jaya dalam masa penelitian menjadi respondennya secara acak. Sebelum melakukan survey terhadap responden, kuesioner terlebih dahulu di uji validitas dan reliabilitasnya, setelah didapat hasil kuisioner valid dan reliabel maka penyebaran kuesioner dilakukan. Kemudian data yang sudah diperoleh dari hash l penelitian ini selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode analisa deskriptif, korelasi chi-Square dan regresi logistik. Berdasarkan hasil penggunaan SERVQUAL sebagai alat ukur kepuasan pada masing-masing dimensi, memperlihatkan adanya hubungan signifrkan antam kepuasan dengan loyalitas pelanggan. Dimensi Responsiveness dan Reliability adalah variabel yang paling signifikan, sedangkan basil uji p value, variabel Tangible (0.584), Assurance (0.620) dan Empathy (0.300) seeara statistik tidak signifikan. Jarak merupakan konfonding hubungan kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan, Sedangkan waktu tempuh bukan merupakan variabel konfonding. Maka rnodelnya adalah sebagai berikut loyalitas = -4.725 + 0.456 (Tang) + 0.987 (reli) + 0.990 (Resp) + 0.293 Ass(1) 0.598 (Emp) + 0.222 (Waktu) — 1.730 (Jantic). Sebagai kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat kepuasan dapat berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan tetapi tingkat loyalitas pelanggan tidak hanya dipengaruhi oleh kepuasan pelanggan saja melainkan masib ada faktor konfonding yang dapat mempengaruhi hubungan kepuasan dengan loyalitas pelanggan yaitu jarak. Oleh karena itu disarankan kepada pihak manajemen rumah sakit untuk selalu berusaha memenuhi harapan pelanggan demi tercapainya kepuasan pelanggan dan bisa menumbuhkan rasa loyalitas pelanggan terhadap rumah sakit pertamina jaya dimasa depan.

The loyalty level of cash and non-PERTAMINA guaranteed customers in Pertamina Jaya Hospital has not been identified nowadays but its data shows that there is low retention level (<80%) with high loss value more than 50%. This research intended to find out the loyalty level of cash and non-PERTAMINA guaranteed customers in outpatient department in Pertamina Hospital Jakarta. There are dependent and independent variabel and also confounding factor within its conceptual construction of this research. The loyality of customer as the dependent variable, the independent variable is the customers' satisfaction focused in the respondents' expectation and perception. The level of satisfaction is counted based on the gap with SERVQUAL method which consists of five dimensions namely tangible, reliability, responsiveness, assurance and empathy. The result of this research is to identify which one is the most dominant among those five dimensions towards customers' loyalty and to find out the confounding factor towards the relation between the customers' satisfaction and customers' loyality in outpatient department of specialist clinics in Pertamina Jaya Hospital. This is a quantitative study which involved. 137 patients in Pertamina Jaya Hospital, specialists polyclinic. The respondents were taken randomly. Before doing the survey, the questioannaire had been tested. After getting the validity and reliability, the questionnaires were distributed. Then, the data was processed and analyzed by using descriptive analysis, chi-square correlation and logistic retention. SERVQUAL showed there's a significant relation between customer's satisfaction and loyalty, especially from responsiveness and reliability dimensions. They are the most significant. Meanwhile, p value shows Tangible (0.584), assurance (0.620) and empathy (0.300). They statistically show insignificant value, though they are also important in seeing the satisfaction and loyalty. While distance is a confoding, time isn't. It makes the model : Loyalty -4.725 + 0.456 (Tang) + 0.987 (Reli) + 0.990 (Resp) +0.293 ass (1) + 0.598 (Ernp) + 0.222 (Time) — 1.730 (distance). As a conclusion, satisfaction can influence customer's loyalty, though it's not the only reason. There's a confoding reason, which is distance. That's why, it is recommended to hospital management to always fulfill customer's satisfaction and finally grow the loyalty to the hospital.
Read More
B-1167
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive