Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 24 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maharizul Syafnida; Pemb. Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Trini Sudiarti, Budi Setiawan
S-4956
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
La Ode Muhammad Hendrabuwana; Pemb. Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Budi Setiawan
S-5054
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nailil Azizah; Pemb. Robiana Modjo; Peng. Fatma Lestari, Budi Setiawan
S-5131
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Teguh Budi Satriyo; Pemb. Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Budi Setiawan
S-5180
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Silvia; Pemb. Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Budi Setiawan
S-5187
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rasmi; Pemb. Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Budi Setiawan
S-5191
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cundho Widhuri; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Triyanti, Budi Setiawan
S-5121
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stella Tracylia; Pembimbing: Rizka Maulida; Penguji: Trisari Anggondowati, Budi Setiawan
Abstrak:
Studi terkait mortalitas akibat kanker, khususnya di tingkat lokal, seperti provinsi, masih terbatas dan sebagian besar berfokus pada morbiditas atau prevalensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren mortalitas akibat kanker di Jakarta pada tahun 2017, 2019, 2021, dan 2023 menggunakan desain potong lintang dengan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta. Analisis univariat dilakukan untuk mengevaluasi tren mortalitas berdasarkan tahun, kelompok usia, jenis kelamin, wilayah, dan sumber pelaporan fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan peringkat kanker utama, di mana kanker trakea, bronkus, dan paru-paru, yang menjadi penyebab kematian tertinggi pada 2017, digantikan oleh kanker payudara mulai 2019. CSDR (Cause Specific Death Rate) kanker utama meningkat sejak 2017, menurun pada 2021, lalu mencapai puncaknya pada 2023. Mortalitas tertinggi terjadi pada kelompok lansia (43,9% – 44,6%) dan dewasa paruh baya (42,8% – 44,7%), dengan perempuan (52,0% – 57,7%) lebih banyak terdampak dibandingkan laki-laki (42,3% – 48%). Jakarta Timur melaporkan mortalitas tertinggi (27,9% – 30,8%), diikuti Jakarta Barat (20,9% – 26,7%), dengan rumah sakit sebagai sumber pelaporan utama (66,2% – 83,7%). Kasus-kasus tereksklusi dalam penelitian ini mencerminkan tantangan dalam pengumpulan dan pencatatan data yang akurat. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas data untuk mendukung kebijakan dan intervensi yang lebih efektif dalam mengurangi beban mortalitas akibat kanker.

Studies related to cancer mortality, especially at the local level, such as provinces, are still limited and mostly focus on morbidity or prevalence. This study aims to analyze cancer mortality trends in Jakarta in 2017, 2019, 2021, and 2023 using a cross-sectional design with data from the Jakarta Provincial Health Office. Univariate analysis was conducted to evaluate mortality trends based on year, age group, gender, region, and the reporting source from healthcare facilities. The results show a change in the ranking of major cancers, where tracheal, bronchial, and lung cancer, which was the leading cause of death in 2017, was replaced by breast cancer starting in 2019. The Cause-Specific Death Rate (CSDR) for major cancers increased since 2017, decreased in 2021, and then peaked in 2023. The highest mortality occurred in the elderly group (43.9% – 44.6%) and middle-aged adults (42.8% – 44.7%), with women (52.0% – 57.7%) being more affected than men (42.3% – 48%). East Jakarta reported the highest mortality (27.9% – 30.8%), followed by West Jakarta (20.9% – 26.7%), with hospitals as the primary reporting source (66.2% – 83.7%). Cases excluded from this study reflect challenges in the collection and recording of accurate data. This study emphasizes the importance of improving data quality to support policies and interventions that are more effective in reducing the cancer mortality burden.
Read More
S-11861
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Difa Mega Magrifah; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Zakianis, Budi Setiawan
Abstrak:
Latar Belakang: Pada tahun 2023, Provinsi DKI Jakarta dengan incidence rate sebesar 36,27 per 100.000 penduduk dengan prevalence rate penyakit DBD di Provinsi DKI Jakarta sebesar 1,81%, nilai tertinggi kedua setelah Provinsi Papua Tengah. Pada tahun 2024, terjadi peningkatan incidence rate yang mencapai 122,53 per 100.000 penduduk. Tujuan: Menganalisis hubungan antara faktor iklim, kepadatan penduduk, Angka Bebas Jentik (ABJ), kejadian banjir, pengelolaan sampah, terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Provinsi DKI Jakarta Pada Tahun 2022–2024. Metode: Desain studi ekologi menggunakan data sekunder dengan analisis korelasi, spasial, dan regresi linear berganda pada 44 kecamatan di Provinsi DKI Jakarta sebagai unit analisis. Hasil: Hasil korelasi yang signifikan (p=0,042) antara ABJ dengan kejadian penyakit DBD di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki kekuatan sedang dengan arah negatif yang menunjukkan semakin rendah persentase ABJ akan menyebabkan semakin tinggi proporsi DBD. Kesimpulan: Berdasarkan data global dan Asia menunjukkan proporsi yang berisiko terkait penyakit dengue sebesar 28,5% dan 26,5%, maka dari itu, proporsi DBD di Provinsi DKI Jakarta belum menunjukkan proporsi yang berisiko. Saran: Kolaborasi lintas sektor dalam pemetaan lokasi yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes dengan meningkatkan frekuensi kegiatan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan mempublikasi peringatan wabah DBD kepada masyarakat.

Background: In 2023, DKI Jakarta Province reported an incidence rate of 36.27 per  100,000 population and prevalence rate of 1.81%, the second highest after Central Papua  Province. In 2024, the incidence rate increased to 122.53 per 100,000 population.  Objective: To analyze the relationship between climatic factors, population density,  Larvae-Free Index (LFI), flood occurrence, and waste management with the occurrence  of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in DKI Jakarta Province from 2022 to 2024.  Methods: An ecological study design using secondary data, analyzed through correlation,  spatial analysis, and multiple linear regression across 44 districts in DKI Jakarta Province  as the unit of analysis. Results: A significant correlation (p = 0.042) was found between  LFI and DHF occurrence, with a moderate negative correlation, indicating that lower LFI  percentages are associated with higher DHF proportions. Conclusion: Based on global  and Asian risk proportions for dengue of 28.5% and 26.5%, the proportion of dengue  hemorrhagic fever in DKI Jakarta Province has not yet reached a level considered to be  at risk. Recommendation: Strengthen cross-sector collaboration to map potential Aedes  breeding sites by increasing the frequency of the Mosquito Nest Eradication Program and  issuing public health alerts related to dengue outbreaks.
Read More
S-12186
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salwa Zalfa Elyanto ; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Dewi Susanna, Budi Setiawan
Abstrak:
Hepatitis A merupakan penyakit peradangan hati oleh virus Hepatitis A yang menular melalui jalur fekal-oral. Diperkirakan terdapat 160,86 juta kasus Hepatitis A di dunia pada tahun 2021. Jumlah kasus hepatitis A di Provinsi Daerah Khusus Jakarta berfluktuasi dalam tiga tahun terakhir, dengan 146 kasus pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara faktor lingkungan (sumber air minum layak, kualitas air minum, dan sanitasi layak (jamban sehat)) dan faktor sosial (kepadatan penduduk dan permukiman kumuh) dengan kejadian Hepatitis A di Provinsi Daerah Khusus Jakarta tahun 2024. Desain studi ekologi dengan unit analisis 43 kecamatan di dan memanfaatkan data sekunder. Rata-rata insidens Hepatitis A di Provinsi Daerah Khusus Jakarta sebanyak 1,14 kasus/100.000 penduduk. Rata-rata proporsi sumber air minum layak dan sanitasi layak masing-masing sebesar 99,96% dan 99,76%, sedangkan proporsi kualitas air minum tidak memenuhi parameter E.coli sebesar 20%, kepadatan penduduk sebanyak 19,926,93 jiwa/km2, serta proporsi permukiman kumuh 17%. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan (sumber air minum layak, kualitas air minum, dan sanitasi layak (jamban sehat)) dan faktor sosial (kepadatan penduduk dan permukiman kumuh) dengan kejadian Hepatitis A di Provinsi Daerah Khusus Jakarta tahun 2024. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemantauan terhadap kelayakan dan kualitas sumber air minum secara berkala serta kolaborasi lintas sektor sebagai upaya pencegahan penyakit menular.

Hepatitis A is an inflammatory liver disease caused by Hepatitis A virus which is transmitted through the faecal-oral route. It is estimated that there were 160,86 million cases of Hepatitis A in the world in 2021. The number of Hepatitis A cases in the Special Capital Region of Jakarta Province fluctuated in the last three years, with 146 cases in 2024. This study aims to analyze the relationship between environmental factors (sources of clean drinking water, drinking water quality, and proper sanitation (healthy latrines)) and social factors (population density and slums area) with the incidence of Hepatitis A in the Special Capital Region of Jakarta Province in 2024. This study uses an ecological study with 43 districts as the unit of analysis and utilizes secondary data. The mean incidence of Hepatitis A was 1,14 cases per 100.000 population. The mean proportion of clean drinking water sources and proper sanitation were 99,96% and 99,76%, while the proportion of drinking water samples not meeting E. coli parameter was 20%, population density was 19.926,93 persons/km2, and the proportion of slum area was 17%. The results indicated no significant relationship between environmental factors (sources of clean drinking water, drinking water quality, and proper sanitation (healthy latrines)) and social factors (population density and slums area) with the incidence of Hepatitis A in the Special Capital Region of Jakarta Province in 2024. Therefore, it is suitability and quality of drinking water sources periodically as well as cross-sector collaboration as an effort to prevent infectious disease. 
Read More
S-12249
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive