Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
T. Riza Maulana; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Johanes Sudarsono
Abstrak: Penerapan Sistem Manajemen K3LL sangat diperlukan pada kegiatan hulu migas, karena didalam elemen-elemen yang umumnya terdapat dalam satu standar sistem manajemen K3LL antara lain ; Kebijakan, Perencanaan, Penerapan dan Operasi, Pemeriksaan dan tindakan perbaikan serta Tinjauan manajemen,dapat digunakan sebagai salah satu alat dalam mengelola potensi bahaya dan resiko K3 serta aspek dan dampak lingkungan secara berkelanjutan. Kondisi saat ini pada kegiatan hulu migas, dalam penerapan SMK3LL, terlihat adanya beberapa kendala-kendala antara lain:
  • Acuan SMK3LL yang berbeda-beda
  • Tidak ada koordinasi antar bagian dalam struktur organisasi
  • Perusahaan
  • Untuk menerapkan dua atau lebih standar Internasional suatu perusahaan akan menemukan kendala dalam penerapan dan dokumentasinya.
Oleh karena itu perlu ditetapkan suatu model SMK3LL, yang dapat digunakan sebagai acuan oleh perusahaan-perusahaan migas pada kegiatan hulu. Model SMK3LL ditetapkan dengan cara memadukan ISO 14001 dan OHSAS 18001 dengan penelaahan klausul-klausul, pendekatan proses dan sistem serta validasi basil audit dari beberapa K3S. Model yang dihasilkan akan dijadikan acuan kebutuhan minimum bagi perusahaan migas pada kegiatan hulu yang akan menerapkan SMK3LL.
Read More
T-2395
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
A. Budiono Joko S; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Tata Soemitra, Johanes Sudarsono
T-2170
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Farid Baidjuri; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Tata Soemitra, Johanes Sudarsono
T-2146
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Patuan Alfon S; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Johanes Sudarsono
Abstrak:

Sebagian besar kecelakaan kerja terjadi karena disebabkan oleh adanya tindakan tidak aman (unsafe act). Beberapa faktor tindakan tidak aman yang menjadi penyebab kecelakaan sesuai klasifikasi dari DNV rules antara lain gagal dalam melaksanakan prosedur, gagal dalam menggunakan APD (alat pelindung diri), dll. Demikian juga dengan kecelakaan kerja yang terjadi pada kegiatan produksi dan pemboran pada kegiatan usaha migas di beberapa KKKS, kecelakaan tersebut sebagian besar disebabkan karena adanya tindakan tidak aman (unsafe act). Faktor-faktor tindakan tidak aman tersebut sangat bervariasi dan berbeda antara satu KKKS dengan KKKS lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor tindakan tidak aman yang dominan sebagai penyebab kecelakaan kerja pada beberapa KKKS dan melihat bagaimana peran manajemen dalam pengimplementasikan K3 pada masing-masing KKKS. Penelitian ini menggunakan desain dengan studi evaluasi yang menyangkut kecelakaan kerja pada kegiatan produksi dan pemboran pada 4 group pada tahun 2002-2004 pada beberapa KKKS yang mewakili benua Amerika, Eropa, Asia dan Nasional. Data kecelakaan kerja yang dianalisa adalah seluruh data kecelakaan kerja baik yang ringan, sedang, berat bahkan kecelakaan fatal yang menimpa para karyawan KKKS maupun karyawan kontraktornya. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa kualitatif. Temuan penting dari penelitian ini adalah faktor tindakan tidak aman yang dominan menjadi penyebab kecelakaan kerja pada group KKKS I adalah mengoperasikan peralatan tanpa wewenang sebesar 29 %, lalu Group KKKS II dan III adalah gagal dalam melaksanakan prosedur masing-masing sebesar 28 % dan 37 % dan terakhir untuk group KKKS IV faktor tindakan tidak aman yang dominan adalah mengoperasikan peralatan tanpa wewenang dan menggunakan peralatan yang rusak sebesar 22 % Kecelakaan kerja dapat terjadi karena beberapa faktor, namun sebagian besar kecelakaan kerja tersebut diakibatkan oleh adanya tindakan tidak aman (unsafe act). Untuk meminimilisasi tindakan tidak aman tersebut perlu ditingkatkan peran aktif dan manajemen terutama dalam pengimplementasian aspek K3 di iapangan. Disamping itu pemberian pelatihan yang komprehensif juga dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan ketrampilan serta awareness dari karyawan.

Read More
T-2258
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive