Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putri Octavia Sari; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Purnawan Junadi, Sutikno, Taufik
Abstrak:
Imunisasi adalah salah satu tindakan yang dapat mencegah penyebaran penyakit dan terbukti sangat efektif. Salah satu indikator untuk menliai kinerja pelaksanaan program imunisasi adalah pencapaian Universal Child Immunization (UCI). Pada tahun 2021 Provinsi Lampung mengalami penurunan pencapaian imunisasi dasar lengkap yaitu sebesar 87,3%. Hal ini juga diikuti dengan penurunan cakupan desa/kelurahan UCI di Provinsi Lampung sebesar 68,9%. Bila dilihat berdasarkan distribusi cakupan UCI Kabupaten/Kota, Kabupaten Lampung Tengah merupakan wilayah yang memiliki cakupan desa/kelurahan UCI terendah pada tahun 2021 yaitu 20,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang manajemen program imunisasi dalam upaya pencapaian desa/kelurahan UCI pada tahun 2019-2022. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di 2 puskesmas dengan membandingkan antara Puskesmas dengan pencapaian desa/kelurahan UCI tertinggi dan Puskesmas dengan pencapaian desa/kelurahan UCI terendah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada aspek struktur, layanan kesehatan imunisasi dasar dilakukan di kedua puskesmas sesuai dengan SOP, tenaga kesehatan dalam program imunisasi dengan jumlah SDM kesehatan sudah mencukupi walaupun masih ada beberapa kendala, ketersediaan produk medis, vaksin dan teknologi mengalami beberapa kendala, pembiayaan operasional untuk program imunisasi berasal dari APBD dan BOK pembiayaan yang ada di kedua puskesmas tidak mengalami masalah, kepemimpinan pada kedua puskesmas tidak ada perbedaan. Pada aspek proses manajemen puskesmas P1,P2,P3 kedua puskesmas tidak ada perbedaan secara signifikan, Puskesmas Poncowarno memiliki inovasi pada saat pelaksanaan program imunisasi pada masa pandemi COVID-19 untuk mencapai target program imunisasi. Capaian Program Desa/Kelurahan UCI Puskesmas Wates tahun 2019-2022 berfluktuatif. Pada tahun 2021 terjadi penurunan signifikan capaian program desa/kelurahan UCI pada tahun 2021 yaitu sebesar 0%. Capaian Program Desa/Kelurahan UCI pada Puskesmas Poncowarno pada tahun 2021 dengan capaian sebesar 100%. Kata kunci: Universal Child Immunization, Imunisasi, Manajemen Program Puskesmas.

Immunization is one of the actions that can prevent the spread of disease and has proven to be very effective. One of the indicators to assess the performance of the implementation of the immunization program is the achievement of Universal Child Immunization (UCI). In 2021, Lampung Province will experience a decrease in the achievement of complete basic immunization, which is 87.3%. This was also followed by a decrease in the coverage of UCI villages/kelurahan in Lampung Province by 68.9%. When viewed based on the distribution of district/city UCI coverage, Central Lampung Regency is the area that has the lowest UCI village/kelurahan coverage in 2021, namely 20.4%. This study aims to find out about the management of the immunization program in an effort to achieve UCI villages/wards in 2019-2022. The research method used is a qualitative and quantitative approach. This research was conducted in 2 puskesmas by comparing the puskesmas with the highest UCI village/kelurahan achievement and the puskesmas with the lowest UCI village/kelurahan achievement. The results of this study indicate that in the structural aspect, basic immunization health services are carried out in both puskesmas according to SOP, health workers in the immunization program with sufficient number of health human resources although there are still some obstacles, the availability of medical products, vaccines and technology is experiencing several constraints, financing operational for the immunization program came from the APBD and BOK, the funding in the two puskesmas did not experience problems, the leadership in the two puskesmas was no different. There is no significant difference in the management process aspects of the P1, P2, P3 puskesmas for the two puskesmas. The Poncowarno Health Center had innovations when implementing the immunization program during the COVID-19 pandemic to achieve the target of the immunization program. The achievements of the UCI Village/Kelurahan Program at the Wates Health Center in 2019-2022 have fluctuated. In 2021 there will be a significant reduction in the achievements of the UCI village/kelurahan program in 2021, namely 0%. Achievement of the UCI Village/Kelurahan Program at the Poncowarno Health Center in 2021 with the highest achievement of 100%. Keywords: Universal Child Immunization, Immunization, Community Health Center Program Management
Read More
T-6781
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Okta Rizkiani; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri Widanarko, Hendra, Suraningsih Istiati, Hari Sutikno
Abstrak: Sindrom metabolik merupakan istilah untuk sekumpulan faktor risiko penyakitjantung dan diabetes mellitus. Pekerja memiliki perilaku pola hidup dan pola kerjayang bervariasi yang berisiko menyababkan sindrom metabolik. Penelitian inidilakukan untuk menjelaskan faktor-faktor yang berhubungan dengan sindrommetabolik pada pekerja tambang. Design penelitian cross sectional digunakandengan menganalisis data hasil kuesioner pola hidup dan pola kerja dan MedicalCheck Up yang meliputi Obesitas Sentral, Trigliserida, HDL, Tekanan Darah danGula Darah Puasa. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hubungan yangsignifikan antara faktor aktivitas fisik (p value 0,032; OR 3,030) dan riwayatpenyakit pada orang tua (p value 0,026; OR 0,282) dengan sindrom metabolikyang dialami pekerja. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antarapengetahuan, durasi kerja, shift kerja, durasi tidur, dan pola makan dengansindrom metabolik. Upaya promotif dan preventif perlu dilakukan untukmencegah terjadinya sindrom metabolik populasi pekerja.
Kata kunci: Sindrom metabolik, kesehatan kerja, pekerja tambang.
Read More
T-5223
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sugeng Adiono; Pembimbing: Adang Bahctiar; Penguji; Yayuk Hartriyanti, Wachyu Sulistiadi, Mochamad Hasan, Sutikno
Abstrak:

Rumah Sakit sebagai suatu institusi pelayanan kesehatan masyarakat mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang kualitasnya sangat berperan dalam menunjang pelayanan tersebut. SDM terpenting dalam Rumah Sakit adalah perawat, karena selain jumlahnya yang dominan perawat juga memberikan pelayanan 24 jam dalam sehari selama tujuh hari dalam seminggu, serta mempunyai kontak yang konstan dengan pasien. Oleh karena itu pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan jelas mempunyai kontribusi yang sangat menentukan kualitas pelayanan di Rumah Sakit.Mengingat bahwa di RS se kota Palu belum pernah dilakukan penelitian terhadap kinerja perawat, serta dengan mengacu kepada penelitian sebelumnya di tempat lain. Maka perlu dilakukan penelitian agar diperolehnya informasi bagaimana kepemimpinan yang mendorong iklim kerja dan motivasi serta dampaknya terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit sekota Palu.Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh populasi pada setiap Rumah Sakit se kota Palu dengan total populasi sebesar 420 orang perawat yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga perawat pelaksana perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat di Rumah Sakit se kota Palu, berdasarkan penilaian 360 derajat, lebih dari setengah yaitu 51,9 % kinerja perawat baik.Berdasarkan uji Kai Kuadrat didapat bahwa ada hubungan yang bermakna antara kepemimpinan dengan motivasi kerja, kepemimpinan dengan iklim kerja, iklim kerja dengan motivasi kerja, kepemimpinan dengan kinerja, iklim kerja dengan kinerja, dan motivasi kerja dengan kinerja perawat.Pada hasil analisa multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda, didapat adanya hubungan yang bermakna antara kepemimpinan dengan motivasi kerja, setelah dikendalikan oleh variabel tempat bertugas dan masa kerja. Antara kepemimpinan dengan iklim kerja, setelah dikendalikan oleh variabel umur. Antara iklim kerja dengan motivasi kerja setelah dikendalikan oleh variabel tempat bertugas. Antara Kepemimpinan dengan kinerja perawat, antara iklim kerja dengan kinerja perawat dan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat setelah dikendalikan oleh variabel tempat bertugas, masa kerja dan jarak dari rumah ke Rumah Sakit.Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu diperolehnya informasi mengenai hubungan antara kepemimpinan, iklim kerja dan motivasi kerja dengan dengan kinerja perawat di Rumah Sakit sekota Palu, setelah dikendalikan oleh faktor internal, ternyata yang paling berhubungan dengan kinerja perawat adalah motivasi kerja,setelah dikendalikan oleh variabel tempat bertugas, masa kerja dan jarak dari rumah ke Rumah Sakit.Penelitian ini menyimpulkan bahwa setelah dikendalikan oleh faktor internal terbukti ada hubungan antara kepemimpinan dengan motivasi kerja, kepemimpinan dengan iklim kerja, iklim kerja dengan motivasi kerja, Kepemimpinan, iklim kerja dan motivasi kerja dengan kinerja perawat dan faktor yang paling berhubungan dengan kinerja perawat adalah motivasi kerja.Penelitian ini menyarankan bahwa untuk meningkatkan kinerja perawat perlu meningkatkan motivasi kerja perawat dengan menciptakan iklim kerja yang mendukung dan menerapkan kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dan kondisi perawat di Rumah Sakit.


 

Quality of human resources in hospital has a critical rate in providing high quality of services. The important human resources at the hospital are nurses, in which the number of nurses is dominant. They provide services 24 hours in a day, and seven days in a week, also have constant contact to patients. So that, nursing service as integral part of health service, their contribution will determine the quality of service at the hospital.Considering that throughout the Palu City Hospitals have not conducted the study yet on nurses' performance, and referring to other previous study in another places. So, it needed to conduct a study in order to obtain the information on how leadership encourages working environment and motivation, and its impact to the nurses' performance throughout the Palu City Hospitals.The design study used was cross sectional. The sample in this study were entire hospitals throughout Palu City with the number of population are 420 nurses, whose task and responsibility to perform as implementers nurses. The result of this study showed that the nurses' performance throughout Palu City Hospitals, based on 360 degrees assessment, generally, where over than half showed, i.e., 51,9%, their performance was good.Based on Chi Square Test, it obtained that there was significant relationship between leadership and working motivation, leadership with working environment, working environment with working motivation, leadership with performance, working environment with performance, and working motivation with nurses' performance.The result on multivariate analysis by Multiple Logistic Regression Test, it obtained that there was significant relationship between the leadership and working motivation, after managing by the variable of working place and working length. Between the leadership and working environment, after managing by variable of age. Between working environment and working motivation, after managing by variable of working place. Between the leadership and nurses' performance, between working environment and nurses' performance, between working motivation and nurses' performance, after managing by variable of working place, working length and distance of house to the hospital.Referring to the objective this study, i.e. it obtained information on .the relationship of working environment and motivation to nurses' performance throughout Palu City Hospitals, after managing by internal factor. The fact, that the most relationship to nurses' performance was working motivation, after managing by variable of working place, working length and distance of house to the hospital.This study concludes that after managing by internal factor, there was evidence relationship between leadership and working motivation. Leadership, working environment and motivation with nurses' performance and the factor that the most relationship to nurses' performance was work motivation.Considering to the result of this study, it recommended that in order to improve the nurses' performance it should increase the working motivation of nurses, by establishing working environment that support and apply the appropriate leadership, that correspond to situation and condition of nurses at the hospital.

Read More
T-1242
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Pebriani; Pembimbing: Hafizurachman; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Nana Mulyana, Sutikno
Abstrak:
Pembimbing praktek lapangan sangat menentukan dalam meningkatkan ketrampi]an tindakan keperawatan mahasiswa Akper Depkes Palembang di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Fungsi dari pembimbing praktek adalah memberikan bimbingan langsung selama proses belajar mengajar di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pembimbing praktek lapangan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Rancangan penelitiannya adalah cross sectional, dengan sampel penelitian berjumlah 60 orang pembimbing praktek. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan observasi langsung, serta mengkaji data sekunder. Data kemudian diolah secara statistik menggunakan teknik analisis chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 36,7 % pembimbing praktek yang menunjukkan kinerja kurang baik. Berdasarkan hasil analisis bivariat diketahui terdapat hubungan yang bermakna antara variabel: supervisi (p= 0,019), pengembangan karir (1)-0,014), dan motivasi (p= 0,022) terhadap kinerja pembimbing praktek. Begitu pula dari model regresi logistik diketahui bahwa variabel yang paling dominan menentukan kinerja pembimbing praktek adalah pengembangan karir (OR= 4,00; 95% CI: 1,17-13,67). Sebagai saran untuk tindak lanjut, maka upaya yang dilakukan oleh pihak manajemen RSUP Dr. Mohammad Palembang adalah dengan memberikan kesempatan kepada pembimbing praktek untuk melanjutkan pendidikan dan mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan keperawatan agar motivasi kerja mereka meningkat. Selain itu agar meningkatkan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan yang dilakukan oleh pembimbing praktek.

Clinical Instructor (CI) one determinant factor to increase skill of nursing practices for student in Akper Depkes Palembang. The function of Clinical Instructor is giving the direct guidance learning process in the place of practice. The purpose of this research is to investigate factors related to work performance Clinical Instructor in RSUP Dr, Mohammad Hoesin Palembang. The research use cross sectional design, with 60 Clinical Instructors as samples. Data are collected by using interview and direct observation besides secondary data. Data analyzed statically by using chi square and logistic regression. The result of the research showed that there were 36, 7 % Clinical Instructors that showed low work performance. Based on bivariate analysis is known that there is significant relation between variables of supervision (p= 0, 019), career development (p=0,014) and motivation (p= 0,022) with work performance Clinical Instructors. Through logistic regression, it is known that the most dominant variable in determining the work performance Clinical Instructor is career development (OR= 4, 00; 95% CI: 1, 17-13, 67). Referring to the result of this research, I advice that management RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang open opportunities Clinical Instructors to increase education and training that related with nursing. Another to increase supervision of guidance that does it Clinical Instructors.
Read More
T-1175
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedi Budi Hartono; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Ririn Arminsih, Diah Wati Soetojo, Sutikno
Abstrak: Diare menempati urutan kelima dalam 10 penyakit penyebab kematian di dunia dan diperkirakan 4 milyar kasus diare terjadi di dunia pada tahun 2007 serta 2,2 juta diantaranya meninggal. Kejadian diare di Kabupaten Lampung Tengah meningkat pada tahun 2015 tetapi mengalami penurunan pada tahun 2016, begitu juga kejadian diare di Puskesmas Kotagajah meningkat pada tahun 2015 dan menurun secara drastis pada tahun 2016. Salah satu upaya dalam menurunkan kejadian diare adalah dengan melaksanakan Open Defecation Free/ODF pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kejadian diare dan faktor-faktor yang berhubungan terhadap kejadian diare pada Puskesmas belum ODF (Puskesmas Simbarwaringin) dan Puskesmas ODF (Puskesmas Kotagajah). Desain penelitian yang digunakan cross sectional, bersifat observasi deskriptif dan merupakan studi komparatif terhadap kejadian diare pada Puskesmas belum ODF dan puskesmas ODF dengan jumlah 100 sampel. Hasil analisis bivariat proporsi perbedaan terhadap kejadian diare pada Puskesmas belum ODF dan Puskesmas ODF berhubungan signifikan (p=0,001), OR=5,31 (95% CI:1,913-14,745). Hasil analisis multivariat menunjukkan kondisi fisik SAB (p=0,000) dan OR=42,25 (95% CI:11,810-189,034) setelah dikontrol variabel tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, CTPS setelah BAB, memotong kuku, kondisi fisik jamban, TPS dan SPAL. Kesimpulannya proporsi kejadian diare pada Puskesmas belum ODF mempunyai peluang 5,31 kali lebih besar dibandingkan pada Puskesmas ODF. Sebaiknya dilakukan peningkatan pengetahuan pada masyarakat dan perilaku ODF selalu diterapkan oleh masyarakat sebagai salah satu cara pencegahan kejadian diare dan upaya menuju sanitasi total. Kata kunci: diare; ODF; sanitasi total; Puskesmas Kotagajah
Diarrhea ranks the fifth in 10 causes of death in the world and was estimated 4 billion cases of diarrhea occured in the world in 2007 and 2.2 million of them were died. The incidence of diarrhea in Central Lampung increased in 2015 but decreased in 2016, as well as the incidence of diarrhea in Kotagajah Puskesmas increased in 2015 and decreased drastically in 2016. Effort in reducing the incidence of diarrhea is by implementing Open Defecation Free/ODF to the community. This research is aimed to analyze the differences of diarrhea incidence and the related factors to the occurrences of diarrhea at non ODF Puskesmas (Puskesmas Simbarwaringin) and ODF Puskesmas (Puskesmas Kotagajah). This research is using cross sectional design, descriptive observation and comparative study on the incidence of diarrhea at non ODF Puskesmas and ODF Puskesmas which consisted 100 samples. Bivariate analysis of the proportion of the difference to the incidence of diarrhea at non ODF Puskesmas and ODF Puskesmas has significant correlation (p = 0,001), OR = 5,31 (95% CI: 1,913-14,745). Multivariate analysis showed physical condition of SAB (p = 0,000) and OR = 42,25 (95% CI: 11,810-189,034) after controlled by variable of education level, income level, CTPS after defecate, nail cut, physical condition of toilet, TPS and SPAL. In conclusion, the proportion of diarrhea occurrences at the non ODF Puskesmas is 5.31 times greater than in ODF Puskesmas. It is better to increase knowledge on the community and the behavior of ODF is always applied by the community as a way to prevent the occurrences of diarrhea and efforts towards total sanitation. Keywords: Diarrhea; ODF; Total sanitation; Puskesmas Kotagajah.
Read More
T-4863
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joko Sudiyanto; Pembimbing: Hendra; Penguji: Robiana Modjo, Baiduri Widanarko, Istiati Suraningsih, Hari Sutikno
T-5200
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive