Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ni Putu Eka Puspitasari; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Hendra, Agus Triyono
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Driver Performance pada pengemudi bus Perum DAMRI Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Lampung tahun 2017. Variabel yang di teliti adalah faktor individu (umur, masa kerja dan tingkat pendidikan), faktor pekerjaan (jadwal kerja dan waktu istirahat) dan faktor lingkungan (sarana prasarana jalan, gangguan selama perjalanan dan kondisi kendaraan).
Driver Performance diukur berdasarkan pada 5 indikator dari Driver and Vehicle Standards Agency (DVSA) yaitu persiapan sebelum perjalanan, kontrol pengemudi, kepatuhan lalu lintas, keselamatan berkendara dan peninjauan peningkatan mengemudi. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif observasional dengan menggunakan studi cross sectional melalui penyebaran kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden dan observasi lapangan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan univariat menggunakan analisis distribusi dan analisis bivariat untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang bermakna secara statistik.
Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa Driver Performance responden sebagian besar adalah baik (67,9%). Hasil analisis bivariat menyatakan ada hubungan yang secara statistik bermakna antara driver performance dengan variabel kondisi kendaraan (p-value 0,0, OR 9,7 (2,5-37).
Kata Kunci: bus, pengemudi, driver performance

This study aims to explain the factors associated with Driver Performance on DAMRI Lampung Intercity bus drivers. Variables in the observation are the individual factors (age, years of service and education level), work factors (work schedule and rest period) and environmental factors (road infrastructure, disruption during trip and vehicle conditions).
Driver performance are measured based on the 5 indicators of the Driver and Vehicle Standards Agency (DVSA) of pre-trip preparation, driver control, traffic compliance, driving safety and improved driver review. This study was conducted through an observational quantitative approach using cross sectional study through the spreading of questionnaires with the number of samples of 53 respondents and field observation. The data obtained in this study were analyzed by univariate using distribution analysis and bivariate analysis to know whether there was a significant relationship statistically.
The result of univariate analysis shows that the Driver Performance of respondent is mostly good (67,9%). The result of bivariate analysis stated that there was a statistically significant relationship between driver performance and vehicle condition (p-value 0,0, OR 9,7(2,5-37).
Keywords: bus, driver, driver performance
Read More
S-9340
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ressy Imelda; Pemb. Zulkifli Djunaidi, Fatma Lestari; Penguji: Agus Triyono, Affan Ahmad
Abstrak:

Salah satu bahaya Ssik di industri garmen adalah pajanan panas yang berasal dari alat kerja yang digunakan (setrika boiler/listrik dan rnesin press). Kondisi lingkxmgan kexja yang panas dapat mempengaruhi performansi kelja yang pada akhimya meningkatkan beban kelja dan mempemepat munculnya kelelahan dan keluhan subjektif sena menurunkan produktifitas kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi hubungan pajanan panas di lingkungan kelja dengan tingkat kelelahan pekenja di bagian produksi PT. Fokus Garmindo. Populasi penelitian ini adalah selumh pekerja di PT. Folcus Garmindo, dan sebagai sampel yaitu pekelja yang mclakukan pekeljaan di bagian ironing dan printing PT. Fokus Garmindo beljumlah 53 responden, sampel diambil secara Nonrandom Sampling berdasarkan Kuota. Rancangan desain studi yaitu crosssectional dengan deskriptif analitik. Data diambil dengan 2 (dua) cara yaitu melakukan pengukuran dan wawancam dengan kuesioner. Analisa data pada penelitian ini mcnggmmakan analisa uji statistik yang ada di FKM. Hasil penelitian diperoleh, rata-rata pajanan panas yang dilihat dad Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) di lingkungan kerja adalah 30,14°C dcngan pajanan panas (ISBB) terendah adalah 28,9°C dan pajanan panas (ISBB) tertinggi adalah 32,1°C. Hasil tingkat kelelahan mcnunjukkan, sebagian besar rcsponden mengalami kelelahan ringan yaitu sebanyak 47 orang (88,7%), sedangkan responden yang mcngalami kelelahan sedang ada 6 orang (11,3%). Berdasarkan analisis hubungan didapatkan nilai p=0,028, berarti pada alpha 5% terlihat ada hublmgan yang signiikan rata-:ata pajanan panas di lingkungan kenja dengan tingkat keleIahan. Analisis mullivariat menunjukkan, variabel yang berhubungan bermakna (signiiikan) dan mempunyai pengamh paling besar tcrhadap tingkat kelelahan adalah variabel pajanan panas di lingkungan kelja. Odds Raiio (OR) dari pajanan panas didapat 4,403, artinya responden yang terpajau pauas lebih besar dari 30,14°C di lingkungan kerjanya akan berisiko 4 (empat) kali lebih besar mcngalami kelelahan dibandingkzm responden yang terpajan panas lebih kecil dari 30,14°C di lingkungan kegia selama 8 jam kerja. Kesimpulan penelitian ini adalah pajanan panas di lingkungan kerja merupakan faktor yang paling dominan dan mempunyai pengamh paiing besar terhadap tingkat kelelahan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk mengambi] kebijakan terutama masalah kesehatan pekegia, khususnya untuk meminirnalisasi dampak akibat dari pajanan panas di lingkungan kerja


One of physical hazard in garment industry is heat exposure from boiler/electrical iron and press machine. Hot working environment can influence work performance which cause increase work load and fatigue complaining and reduce productivity. Objective of the research to 'rind out and evaluate correlation between heat exposure in the workplace with fatigue of workers at PT. Fokus Garmindo. Population of the research is all workers at PT. Fokus Garmindo, and as sample is workers who work in ironing and printing area of PT. Fokus Garmindo are 53 respondent. Sample is calculated with nonrandom sampling quota. Design study is cross sectional and descriptive analysis. Data is collected by two ways, to measure and interview with questionnaire. Data analysis use statistic analysis at FKM. Result of the research, average of heat exposure which is measured from Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) index in the workplace is 30,14°C, the lowest of WBGT is 28,9°C and the highest of WBGT is 32,1°C. Result of fatigue level showed that almost all respondent has light fatigue 47 person (88,7%) and found only 6 person (11,3%) has moderate fatigue. According to the analysis, found p value = 0,028, mean that on 5% alpha there was signiticant relationship between heat exposure in the workplace with fatigue level. Multivariate analysis, found that heat exposure in the workplace is the most significant and has biggest influence to fatigue level (Odds Ratio (OR)= 4,403). Respondent who is influenced by heat exposure more than 3O,14°C has 4 (four) times more risk to fatigue level compare to respondent who is influenced by heat exposure less than 30,14°C for 8 working hours. Conclusion of the research, heat exposure is the most dominant factor and has biggest influence to fatigue level. This research result is expected can help the company to taking policy on workers health, particularly to minimize eH`ect of heat exposure in the workplace.

Read More
T-2802
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mety Puji Wartianti; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Agus Triyono
S-8394
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Affan Nurrohman Wiguna; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Mila Tejsmaya, Triyono Rakhmadi
Abstrak: Sistem Proteksi Kebakaran Aktif merupakan suatu bentuk penanggulangankebakaran menggunakan sarana manual atau otomatis yang bertujuan untukmencegah atau meminimalkan kerugian akibat kebakaran. Penelitian kualitatif mengenai sistem proteksi kebakaran aktif dilakukan di PT X dengan pendekatan deskriptif analitik. Gambaran sistem proteksi kebakaran aktif dilihat darikesesuaian pelaksanaan dengan Permen PU No. 2006 PRT/M/2008, SNI 03-1745-2000, SNI 03-3985-2000, SNI 03-3989-2000, SNI 03 6570-2001, dan NFPA 15 melalui observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Alarm Kebakaran, Detektor Kebakaran, Hidran,dan Water Spray Fixed System telah sesuai, namun masih terdapat beberapa ketidak sesuaian pada Titik Panggil Manual, Springkler, Alat Pemadam Api Ringan(APAR), dan Pompa Pemadam Kebakaran yang diakibatkan oleh kurangnyapersonil safety dan pemeliharaan sara proteksi kebakaran yang belum optimal. Olehkarena itu, diperlukan upaya perbaikan dengan menambah jumlah personil safetydan perbaikan pada kualitas pemeliharaan sarana proteksi kebakaran aktif.Kata kunci :Analisis, Sistem Proteksi Kebakaran
Active Fire Protection System is one of fire prevention using manual or automatedfacilities intended to prevent or minimize losses due to fire. Qualitative research onactive fire protection systems conducted at PT X was performed by descriptiveanalytic approach. Overview of active fire protection systems seen fromcompliance of implementation with Permen PU No. 26/PRT/M/2008, SNI 03-1745-2000, SNI 03-3985-2000, SNI 03-3989-2000, SNI 03 6570-2001, and NFPA15 through field observations, interviews, and document review. The resultsshowed that the implementation of Fire Alarm, Fire Detector, Hydrant, and WaterSpray Fixed System are compliant, but there are still some discrepancy in theManual Call Point, Sprinkler, Portable Fire Extinguisher, and Fire Pump caused bya lack of safety personnel and maintenance of fire protection facilities was notoptimal. Therefore, improvement efforts needed by adding the number of safetypersonnel and improvement in the maintenance quality of active fire protection.Keywords :Analysis, Fire Protection System
Read More
S-7649
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aris Teguh Wibowo; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Triyono Rakhmadi,
Abstrak: Penyediaan APAR yang sesuai, pemasangan yang tepat dan pemeliharaan yang benar, serta pelatihan penggunaan merupakan suatu sistem salah satu pencegahan kebakaran yang sangat efektif dalam pencegahan kebakaran. Namun pada kenyataan di PT.PM ditemukan pengelolaan yang kurang sesuai dengan peraturan melingkupi pemilihan, pemasangan, inspeksi, perawatan, dan penggunaan. Penelitian ini mengevaluasi jumlah APAR sebanyak 109 unit dengan disain studi deskriptif.
 
Hasil penelitian menunjukan masih terdapat penempatan sejumlah 68 APAR yang kurang sesuai , inspeksi dan pemeliharaan yang kurang mendetail. Hal ini disebabkan karena keterbatasan jumlah anggota sebanyak 50 personil, dalam melakukan pengelolaan APAR, tidak terdapat nya peraturan, dan kurang sosialisasi mengenai pengelolaan APAR.
 

Provision of appropriate fire extinguisher, proper installation and maintenance, as well as training to use is a highly effective sistem protection in fire prevention. But in reality at PT.PM has been founded less management in accordance with the regulations surrounding the selection, installation, inspestion, maintenance, and usage. This is descriptive study which evaluate the amount of 109 units fire extiguisher.
 
Research shows there are 68 of fire extinguisher placement is less appropriate, inspection and, maintenance are less detailed. This is because of the limited number of fire brigades team members 50 personil in managing fire extinguisher, absence of regulation, and the lack of socialization on the management of fire extinguisher.
Read More
S-7722
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zeinneis Rudi Saputra; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Triyono
S-6851
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohamad Rizaldi; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Alvin Kosasih, Tavip Triyono
Abstrak: Kabupaten Bogor merupakan daerah prioritas utama penanggulangan TB di Indonesia dengan jumlah kasus TB ditemukan tahun 2020-2021 sebanyak 22.189 kasus dengan 728 kasus (3,3%) terkonfirmasi sebagai TB-RO. Angka kesembuhan TB-RO semakin menurun sedangkan angka kematiannya meningkat. Tujuan penelitian ini untuk menghitung mortality rate dan perbedaan probabilitas survival antara kelompok terpapar dan tidak terpapar faktor risiko serta mengetahui hubungan antara co-infeksi HIV, DM dan pola resistensi dengan ketahanan hidup TB-RO. Studi cohort retrospektive dan analisis survival dilakukan dengan memanfaatkan data TB.03 dan TB.01 SITB Kab. Bogor, SITB RSUD Cibinong dan SITB RSPG Cisarua. Hasil penelitian didapatkan mortality rate kumulatif sebesar 31,9/1000 orang-bulan dengan probabilitas survival 62,3%. Mortality rate pada kelompok HIV positif:131/1000 orang-bulan dengan probabilitas survival 37,5% (log-rank test 0,004). Pada kelompok DM:53,3/1000 orang-bulan dengan probabilitas survival 40,4%. (log-rank test 0,002). Pada pola Pre-XDR/XDR sebesar 42,4/1000 orang-bulan dengan probabilitas survival 55,4%. Sedangkan pola poliresisten/MDR:34,8/1000 orang-bulan dengan probabilitas survival 56,2% (log-rank test 0,023). HIV (HR:7,32;95%CI:2,7019,81;p-value:0,001), DM T*≥ 2 bulan (HR:2,03;95%CI: 1,05-3,92;p-value:0,31). Pola Pre-XDR/XDR (HR:3,98;95%CI:1,59-9,9;p-value:0,003) serta pola poliresisten/MDR (HR:2,84;95%CI:1,23-6,58;p-value:0,014) berhubungan dengan ketahanan hidup penderita TB-RO. Diharapkan RS rujukan TB-RO memaksimalkan tatalaksana, jejaring internal, sinkronisasi data SITB.. Bagi Dinkes Kab. Bogor dapat memaksimalkan kegiatan MICA dan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan TB-RO
Read More
T-6385
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hamka Decky Purnama; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Agus Triyono
T-4447
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Kusworo Destyanto; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Agus Triyono
S-8720
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andini Imaniar Putri; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Agus Triyono
S-8808
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive