Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tony ZA.; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji:
Abstrak:
Kinerja perawat pelaksana perawatan merupakan masalah tersendiri dalam layanan pasien di Rumah Sakit, ketergantungan tenaga perawat yang sangat penting dimana perawat berada selama 24 jam disisi pasien (Bed side nursing) adalah merupakan hal yang harus dicermati. Kinerja perawat merupakan penampilan individu maupun kelompok kerja personel. Penampilan hasil karya perawat ini tidak terbatas pada jabatan fungsional maupun struktural, tetapi juga seluruh jajaran personel didalamnya, dan hal ini teraktualisasi didalam kinerja perawat dalam bentuk asuhan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang sampai sejauh mana kinerja tenaga perawat khususnya di Ruang Rawat inap Rumah Sakit Umum daerah Lubuk Linggau. Desain Penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik kelompok terarah dan wawancara mendalam dengan mempergunakan kerangka konsep Gibson yang dimodifikasi sebaga acuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimana pelaksanaan asuhan keperawatan belum memenuhi kriteria seharusnya baik dalam item pengkajian , diagnoses keperawatan, perencanaan, intervensi, evaluasi dan catatan asuhan keperawatan yang belum dicatat secara lengkap menurut standar asuhan keperawatan, ini disebabkan karena penerapan asuhan keperawatan tersebut banyak kegiatan tulis menulisnya sehingga menyita waktu sedangkan prioritas penanganan pasien lebih diutamakan. Dengan melihat gambaran keterampilan fisik dan mental dalam variabel individu dimana kemampuan dan ketrampilan berbeda-beda ini dimungkinkan karena tingkat pengalaman dan pendidikan yang berbeda pula. Dalam persepsi Organisasi tergambar bahwa masalah sumber daya, untuk sarana fisik gedung sangat memadai karena dibangun dengan bantuan ADB III, untuk tenaga sumber daya manusia baik jumlah maupun jenisnya perlu penambahan karena untuk melaksanakan kegiatan operasional peralatan khusus hanya ada pada staf pagi saja, dalam pengembangan karir tenaga perawat disini diberikan kesempatan seluas-luasnya, hanya saja kendalanya adalah masalah dana dan jauhnya sekolah pilihan. Dalam persepsi Psikologis tergambar bahwa mereka menyadari profesi perawat adalah profesi tersendiri, namun diakui juga bahwa profesi ini kurang menguntungkan dimana masih punya anggapan bahwa tenaga perawat tersebut adalah pembantu dokter. Untuk itu disarankan agar selalu melaksanakan evaluasi secara rutin dalam pelaksanaan asuhan keperawatan yang berpedoman dalam SAK dan menindak lanjuti pelaksanaan kegiatan tersebut, dalam hal pendidikan berusaha mencari jalan keluar untuk membantu dalam hal dana agar pendidikan itu berjalan baik. Kemudian untuk tim kerja tetap harus dijaga secara baik dan tidak melihat perbedaan-perbedaan tertentu misalnya pangkat, jabatan, profesi, kemudian juga masalah imbalan juga harus dicarikan jalan keluar yang paling baik, misalnya dengan melihat beban kerja di tiap ruangan yang tentunya masing-masing ruangan berbeda.

Performance Analysis of In-patient's Nurses in General Hospital of Lubuk Linggau RegencyNurse's performance is one of the issues about quality of care in hospital, nurse's role in very important and should do bedside nursing within 24 hours. Nurse's performance is either as individual or as a working group and not limited only in functional or structural position. This research's objective is to provide information about nurse's performance in In-patient ward in Lubuk Linggau general hospital. Using qualitative design with directed group and by in-depth interview using Gibson's modified concept. Result of this research showed that the nursing activities were not meet the appropriate criteria, such as in examine item, diagnose, planning, intervention, evaluation, and nursing activities record, this caused by inefficiency in nursing time utilization. According to organizational perception, it describe that there is enough resources like building, and just a little addition in human resources. The only obstacles are budget and training centers. In psychological perception they believe they do professional job, but there is still an opinion that their job is only to assist physician. This research recommend to conduct routine evaluation by SAK guidance, try to find out any solution for training budget issue, and built a reliable teamwork, also by giving extra salary or bonus based on working time they have through.
Read More
T-1183
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Anindita; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Wachyu Sulistiadi, Ari Dwi Aryani, Maria Hotnida
Abstrak: Pada sistem pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK), akan dilakukan perhitungan pencapaian kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berdasarkan indikator Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialistik, dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali sebagai dasar pembayaran kapitasi. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental melalui pendekatan kuantitatif, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan status pemberlakuan KBK konsekuensi, rasio dokter banding peserta, kelengkapan sarana prasanaran, lingkup pelayanan dan pola pengelolaan keuangan Puskesmas dengan nilai capaian KBK pada Puskesmas di wilayah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023. Dari hasil penelitian ini, nilai capaian KBK Puskesmas di Provinsi Sumatera Utara bulan Desember 2023 sebesar 2,8 atau belum bisa mencapai target nilai capaian KBK maksimal. Rasio dokter banding peserta dan kelengkapan sarana prasarana mempunyai hubungan yang signifikan terhadap nilai capaian KBK. Pemenuhan tenaga medis dokter berdasarkan jumlah peserta terdaftarnya, pemenuhan kebutuhan sarana prasarana sesuai kebutuhan tata laksana jenis penyakit yang dapat dilakukan di FKTP dan pengaturan distribusi peserta terdaftar perlu menjadi perhatian untuk meningkatkan kinerja sesuai ketentuan Kapitasi Berbasis Kinerja.
In the Performance Based Capitation (KBK) payment system, the performance achievement of First Level Health Facilities (FKTP) will be calculated based on the indicators of Contact Rate, Non-Specialist Referral Ratio, and Controlled Prolanis Participant Ratio as the basis for capitation payments. This research is a non-experimental research using a quantitative approach, which aims to determine the relationship between the status of implementation of KBK consequences, the ratio of doctors to participants, fulfillment of infrastructure, scope of services and financial management patterns of Community Health Centers with the value of KBK achievements at Puskesmas in the North Sumatra Province region in 2023. From the results of this research, the KBK achievement value for Puskesmas in North Sumatra Province in December 2023 is 2.8 or has not yet reached the target maximum. The ratio of doctors to participants and fulfillment of infrastructure have a significant relationship to the KBK achievement score. Fulfillment of doctors based on the number of registered participants, fulfillment of infrastructure and arrangements for the distribution of registered participants need to be paid attention to in order to improve performance in accordance with the provisions of Performance Based Capitation.
Read More
T-6980
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rima Prihatni; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Robiana Modjo, Wachyu Sulistiadi, Inani Puspitasari, Lisa Fantina
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai kinerja penyedia layanan Antenatal Care (ANC) di 35 puskesmas Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten dihubungkan dengan Capaian Indikator Nasional Mutu (INM) Antenatal Care. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil penelitian menemukan ada hubungan kinerja menurut kriteria Malcolm Baldrige (kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pada pelanggan, pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan, fokus pada SDM, fokus pada proses) penyedia layanan Antenatal Care dengan hasil capaian Indikator Nasional Mutu Antenatal Care di Puskesmas Kota Tangerang dengan faktor yang paling dominan yaitu fokus pada SDM dan fokus pada proses dan menyarankan Puskesmas untuk meningkatkan evaluasi dan perbaikan dari segi SDM (khususnya pada persiapan regenerasi dan pelatihan bagi petugas ANC dan petugas penginputan INM ANC dan reward pegawai). Dari segi fokus pada proses, puskesmas disarankan untuk melakukan evaluasi kinerja pegawai, dan pembuatan serta penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan INM ANC dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan diharapkan agar dapat berkomitmen dalam peningkatan capaian INM ANC sehingga dapat meningkatkan mutu dan kinerja pelayanan Antenatal Care di Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten.

This thesis discusses the performance of Antenatal Care (ANC) service providers in 35 health centers in South Tangerang City, Banten Province in connection with the Achievement of the National Quality Indicator (INM) of Antenatal Care. This research is a quantitative research with a Cross Sectional approach. The results of the study found that there was a performance relationship according to Malcolm Baldrige's criteria (leadership, strategic planning, focus on customers, measurement, analysis and knowledge management, focus on human resources, focus on process) of Antenatal Care service providers with the results of the achievement of the National Indicator of Antenatal Care Quality at the Tangerang City Health Center with the most dominant factor being focus on human resources and focus on the process and suggesting the Health Center to improve evaluation and improvement in terms of Human resources (especially in preparation for regeneration and training for ANC officers and ANC INM input officers and employee rewards). In terms of focusing on the process, the health center is advised to evaluate employee performance, and the creation and determination of Standard Operating Procedures (SOP) for the implementation of INM ANC and the South Tangerang City Health Office are expected to be able to commit to improving the achievements of INM ANC so that it can improve the quality and performance of Antenatal Care services in South Tangerang City, Banten Province.
Read More
T-7045
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Fauzia Rahmat; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Adang Bachtiar, Wachyu Sulistiadi, Jusuf Kristanto, Syifa Silvianan
Abstrak:
Loyalitas pasien adalah salah satu topik yang berkembang dalam literatur layanan kesehatan karena telah terbukti dapat memberikan banyak manfaat, seperti peningkatan keuntungan dan komunikasi mulut ke mulut (word of mouth) yang positif. RSU HGA merupakan rumah sakit swasta yang berada di Kota Depok dan berdampingan dengan beberapa rumah sakit lain sebagai kompetitor. Jumlah pasien rawat jalan di RSU HGA mengalami penurunan dari tahun 2019 dan mulai meningkat pada tahun 2023 tetapi belum seperti tahun 2018. Desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 200 responden dari populasi di unit rawat jalan RSU HGA. Ada beberapa variabel yang diteliti yaitu aksesibilitas, kepuasan, switching cost, kualitas, sikap relatif pasien yang dihubungkan dengan minat memberikan rekomendasi word of mouth pada masyarakat. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat (deskriptif) dan multivariat dengan SEM PLS. Dari analisis data didapatkan seluruh konstruk dinyatakan valid dan reliabel sesuai dengan perhitungan loading factor, AVE dan cronbach alpha. Uji hipotesis menunjukkan variabel switching cost dan kualitas pelayanan berhubungan sikap relatif, serta sikap relatif berhubungan terhadap word of mouth. Sedangkan variabel lainya ditolak yaitu aksesibilitas, kepuasan dan faktor situasional tidak berhubungan terhadap sikap relatif. Dengan mediasi sikap relatif, aksesibilitas, kepuasan dan faktor situasional tidak berhubungan terhadap word of mouth sedangkan kualitas pelayanan dan switching cost berhubungan. Dengan adanya penelitian ini, maka sebaiknya RSU HGA melakukan peningkatan program loyalitas pasien yang sesuai dengan kebutuhan dan keefektifan pelayanan kesehatan.

Patient loyalty is one of the growing topics in healthcare literature as it has been shown to provide many benefits, such as increased profits and positive word of mouth. RSU HGA is a private hospital located in Depok City and adjoins several other hospitals as competitors. The number of outpatients at HGA Hospital has decreased from 2019 and began to increase in 2023 but not yet like 2018. Cross sectional research design with a sample size of 200 respondents from the population in the outpatient unit of HGA Hospital. There are several variables studied, namely accessibility, satisfaction, switching costs, quality, relative patient attitudes related to interest in providing word of mouth recommendations in the community. Data analysis was carried out by univariate (descriptive) and multivariate analysis with SEM PLS. From the data analysis, it was found that all constructs were declared valid and reliable according to the calculation of the loading factor, AVE and Cronbach alpha. Hypothesis testing shows that switching cost and service quality variables are related to relative attitudes, and relative attitudes are related to word of mouth. While other variables are rejected, namely accessibility, satisfaction and situational factors are not related to relative attitudes. With the mediation of relative attitudes, accessibility, satisfaction and situational factors are not related to word of mouth while service quality and switching costs are related. With this research, HGA Hospital should improve patient loyalty programmes that are in accordance with the needs and effectiveness of health services.
Read More
T-7036
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Osi Ramadia; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Pujiyanto, Wachyu Sulistiadi, Indro Chayadi Saleh dan Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Proses pemulangan pasien rawat inap adalah pelayanan rumah sakit untuk yang melibatkan DPJP, keperawatan, farmasi, administrasi dan pasien. Proses ini berimplikasi pada kepuasan pasien, penumpukan pasien IGD hingga efisiensi pelayanan. Metode lean merupakan metode yang dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan proses ini. Penelitian riset operasional dengan metode lean ini bertujuan untuk menganalisa proses pemulangan pasien rawat inap di RS Restu Kasih. Hasil penelitian: lead time pasien jaminan BPJS yaitu 5 jam 30 menit, jaminan asuransi 5 jam 10 menit dan non-jaminan 4 jam 1 menit. Persentase kegiatan NVA DPJP: 11% jaminan asuransi, 25% jaminan BPJS; keperawatan: 52% non-jaminan, 64% jaminan asuransi, 53% jaminan BPJS; farmasi: 16% non-jaminan, 22% jaminan asuransi, 23% jaminan BPJS; administrasi: 11% non-jaminan, 57% jaminan asuransi, 14% jaminan BPJS; pasien: 51% non-jaminan, 75% jaminan asuransi, 85% jaminan BPJS. Waste pada pasien non-jaminan yaitu 89% motion, 11% waiting; jaminan asuransi yaitu 42% waiting, 32% motion, 16% deffects, 11% inventory; jaminan BPJS yaitu 50% motion, 43% waiting, 7% inventory. Implementasi visual management dan berkoordinasi dengan unit terkait penugasan pada pasien jaminan BPJS menghasilkan penurunan lead time 45% menjadi 3 jam 3 menit dan penurunan kegiatan NVA sebesar 48% dari 2 jam 5 menit menjadi 1 jam 5 menit.

Process of discharging inpatients is hospital service that involves doctors, nurses, pharmacy, administration and patient. This process have implications for patient satisfaction, stagnancy of ER patients and efficiency of services. Lean method could improve quality and efficiency of this process. This operational research study using a lean method approach aims to analyze the discharge process of inpatients at Restu Kasih Hospital. The results show, lead time for BPJS coverage is 5 hours 30 minutes, insurance coverage 5 hours 10 minutes and non-insurance 4 hours 1 minute. The percentage of non-value added activities of doctors: 11% insurance coverage, 25% BPJS coverage; nurses: 52% non-insurance, 64% insurance coverage, 53% BPJS coverage; pharmacy: 16% non-insurance, 22% insurance coverage, 23% BPJS coverage; administration: 11% non-insurance, 57% insurance coverage, 14% BPJS coverage; patient: 51% non-insurance, 75% insurance coverage, 85% BPJS coverage. Waste for non-insurance: 89% motion, 11% waiting; insurance coverage: 42% waiting, 32% motion, 16% defects, 11% inventory; BPJS coverage: 50% motion, 43% waiting,7% inventory. Visual management and coordinating with each unit implementation for BPJS coverage resulting on reducing lead time by 45% to 3 hours 3 minutes and reducing non-value added activity by 48% from 2 hours 5 minutes to 1 hour 5 minutes
Read More
T-6990
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive