Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Artika Dewi; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Yessi Kumalasari
S-8903
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Khairina; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Sandi Iljanto, Yessi
S-8686
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yose Devi Hidayat; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Kurnia Sari, Yessi Kumalasari
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai pendaftaran BPJS Kesehatan pada pekerja bukan penerima upah dan merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan disain studi cross-sectional. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer yang didapat melalui pengisian kuesioner oleh 110 orang pekerja bukan penerima upah. Hasil analisis menunjukan bahwa sebanyak 37 orang atau 33,6% dari total responden sudah mendaftar BPJS Kesehatan dan sebanyak 73 orang atau 66,4% dari total responden belum mendaftar BPJS Kesehatan. Hasil uji Chi-Square menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, jenis usaha, paparan informasi JKN, frekuensi keluhan, jumlah keluhan, dan penilaian kesehatan dengan pendaftaran BPJS Kesehatan pada pekerja bukan penerima upah di kelurahan Selamat, Jambi periode Desember 2014. Kata Kunci: BPJS Kesehatan, Pekerja Bukan Penerima Upah, Jambi This study is a quantitative research with descriptive cross-sectional study design aim to estimates the enrollment determinant of BPJS Kesehatan among self employed without employee. The data used in this research is primary data obtained through questionnaires by 110 self employed without employee. Results of the analysis showed that 37 people or 33.6% of total respondents have been enrolled to BPJS Kesehatan and the rest, 73 people or 66.4% have not enrolled to BPJS Kesehatan. Chi-Square test results showed that there are significant relationship between education, business type, exposure of JKN information, the frequency illness, the number of illness, and perceived health with the enrollment of BPJS Kesehatan among self employed without employee in Selamat village, Jambi, December 2014. Key words: BPJS Kesehatan, Self Employed without Employee, Jambi
Read More
S-8648
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardian Filiyanti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Kurnia Sari, Yessi K.
Abstrak: Berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, BPJS mewajibkan secara bertahap Badan Usaha menjadi peserta BPJS Kesehatan. Namun, dari data yang diperoleh peneliti, di wilayah Depok masih terdapat 664 Badan Usaha yang belum mendaftar BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran persepsi badan usaha terkait keikutsertaan pada program jaminan kesehatan nasional di kota depok tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan tehnik wawancara mendalam pada informan kunci yaitu pihak HRD perusahaan atau perwakilan Perusahaan yang biasa berurusan dengan BPJS Kesehatan. Variabel yang diteliti menggunakan teori 3 atribut kepuasan pelanggan oleh Dutka dan Parasuraman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keikutsertaan Badan Usaha menjadi peserta BPJS Kesehatan dipengaruhi oleh persepsi Badan Usaha. Persepsi Badan Usaha terhadap BPJS Kesehatan bervariasi, baik dari pelayanan kantor maupun pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan. Badan Usaha sudah mendaftar BPJS Kesehatan karena BPJS Kesehatan bersifat wajib dan keterpaksaan. Bagi Badan Usaha yang belum mendaftar karena pelayanan yang diberikan BPJS belum baik, belum tersedia anggaran untuk membayar iuran BPJS Kesehatan dan belum tersedia waktu bagi Badan Usaha untuk mendaftar. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah meningkatkan kualitas pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Tingkat Lanjut, meningkatkan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan meningkatkan kinerja pegawai BPJS kesehatan. Kata Kunci: Kepuasan pelanggan, BPJS Kesehatan
Read More
S-8672
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nenden; Pembimbing: Pujiyanto; Peguji: Puput Oktamianti, Yessi Kumalasar
Abstrak: Dengan diselenggarakannya program JKN telah meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Begitupun halnya dengan utilisasi pelayanan kesehatan di Kota Depok. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti utilisasi dan biaya RITL dan RJTL berdasarkan jenis kepesertaan. Sumber data berupa data XML utilisasi pelayanan yang diolah secara univariat menggunakan program SPPS dan Pivot Table (MS.Excel). Hasil dari penelitian ini, yakni utilisasi kesehatan kategori peserta Mandiri lebih tinggi, dan lebih sedikit pada kategori PPU. Saran penelitian perlu melakukan utilisasi secara rutin dengan menggunakan data yang lebih lengkap dan dianalisis berdasarkan jumlah peserta terdaftar pada bulan terkait.
 

 
The JKN's program was increasing in healthcare utilization. It's common in Depok, there's an enhancement access after JKN's program begun. This research aims to review the inpatient and outpatient?s utilization based on the participants segmentation to control the cost. Using XML data, which is processing by SPSS program and Pivot Table (MS. Excel). The result shows that utilization by Independepent Segment was higher than others, and the smallest utilization was by PPU Segment. It's needed to review the utilization regularly by using more complete data and analyze by participant numbers which is registered in every single month.
Read More
S-8841
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Yuli Wulandari; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Yessi Kumalasari
Abstrak: Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan angka rujukan peserta selama bulan Januari-Maret 2015. Sampel adalah Puskesmas Cimanggis dengan angka rujukan tinggi dan Puskesmas Cipayung dengan angka rujukan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka rujukan dipengaruhi oleh kebijakan, ketersediaan obat, peralatan penunjang pelayanan kesehatan, pemahaman dokter tentang prosedur rujukan dan peran gatekeeper. Diagnosis penyakit yang banyak dirujuk di kedua puskesmas adalah penyakit jantung. Hal tersebut berhubungan dengan ketersediaan obat dan peralatan penunjang pelayanan kesehatan serta peran gatekeeper. Pasien penyakit jantung memerlukan tindakan promotif preventif serta kontrol rutin setiap bulan untuk pemeriksaan dan menebus obat di RS, sehingga mempengaruhi angka rujukan. Diharapkan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan koordinasi dengan pihak Puskesmas dalam mengendalikan pelayanan rujukan. Kata Kunci: rujukan peserta JKN, puskesmas, BPJS This qualitative study aimed to analyze the factors associated with the referral of BPJS members during January until March 2015. Samples were Cimanggis and Cipayung health centers representing high and low referral cases respectively. The results showed that the referral numbers were influenced by the policy, availability of drugs, medical equipment, physician perceptionabout the referral procedure as well asthe role of gatekeeper. Heart disease was the diagnosis with the highest referral number in the sampled health centers. Factors were related to the availability of drugs, medical equipment as well as the role of gatekeeper. Patients with heart disease require preventive and promotive actions, regular controls, and monthly check up and drugs in hospitals, this has made increased referral numbers. It is expected that BPJS Kesehatan will improve coordination with the health center to manage the referral system. Key Words: referral, JKN, health center, BPJS
Read More
S-8625
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irene Maria; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Putri Yessi
S-6011
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Ulfah; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Zulfa, Yessi
Abstrak: Dispute klaim COVID-19 menjadi salah satu permasalahan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi . Klaim dispute terjadi ketika terdapat ketidak sepakatan dalam proses verifikasi BPJS Kesehatan terhadap berkas klaim rumah sakit. Klaim dispute akan berdampak terhadap penundaan pembayaran klaim COVID-19 sehingga mempengaruhi arus kas rumah sakit, dan juga proses penyelesaian klaim dispute juga membutuhkan waktu lama. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa penyebab terjadinya klaim dispute COVID-19 ditinjau dari faktor input, proses, output, mengidentifikasi dampak klaim dispute dan strategi bertahan rumah sakit dalam menyikapi masalah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi pada bulan Juni-Juli 2021. Menggunakan data sekunder Berita Acara Hasil Verifikasi klaim COVID-19 bulan pelayanan April 2020 hingga Mei 2021. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan wawancara mendalam dengan informan terpilih. Dari hasil penelitian, pada output terdapat klaim dispute di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina 115 kasus sebesar Rp. 3.087.614.900 (23%). Klaim pending 62 kasus sebesar Rp. 891.426.800 (6%) . Dan ini menimbulkan dampak hingga mempengaruhi 54,7% jika dilihat dari sisi operasional rumah sakit rata-rata sebulan. Didapatkan penyebab klaim dispute dan pending terbanyak adalah penegakan diagnosa (suspek, komorbid dan koinsiden) tidak sesuai kriteria sebesar 33%, kriteria rawat inap tidak sesuai ketentuan 21%, pemeriksaan penunjang tidak sesuai kriteria 18%, kesalahan pengentrian dan upload berkas 17% dan tatalaksana tidak sesuai ketentuan 11%. Jika ditelaah lebih lanjut permasalahan terbesar adalah berasal dari faktor internal rumah sakit, penyebab dispute dan pending klaim COVID-19 ini adalah dari input terkait SDM dan kebijakan, sedangkan dari proses pengentrian dan upload berkas. Dalam menyikapi klaim dispute dibutuhkan strategi bertahan rumah sakit diantaranya adalah incresing revenue (meningkatkan pendapatan) dengan tetap mempertahankan pelayanan pasien COVID-19 yang sesuai ketentuan yang berlaku, sembari tetap memberikan pelayanan non COVID-19, cutting cost (memangkas pembiayaan) dengan mengevaluasi pembiayaan pelayanan COVID-19 saat ini
COVID-19 dispute claims is one of the problems at Islamic Hospital Ibnu Sina Bukittinggi. Dispute claims occur when there is disagreement in the BPJS Kesehatan verification process on hospital claim files. Dispute claims will have an impact on delays in payment of COVID-19 claims, which will affect the hospital's cash flow, and the settlement of disputed claims will also take longer. This study aims to determine the impact of the dispute, analyze the causes of the dispute claim in terms of input, process, output factors and the hospital's survival strategy in addressing this problem. This research uses a qualitative approach with a case study method. The study was carried out at Islamic Hospital Ibnu Sina Bukittinggi in June-July 2021. Using secondary data from the Verification Results for COVID-19 service months from April 2020 to May 2021. Then proceed with conducting in-depth interviews with selected informants. From the output data, there are claims of dispute at Islamic Hospital Ibnu Sina Bukittinggi with 115 cases of Rp. 3,087,614,900 (23%). Claims pending 62 cases of Rp. 891,426,800 (6%). And this has an impact that affects 54.7% when viewed from the side of hospital operations on average a month. From the results of the study, it was found that the causes of the most disputed and pending claims were diagnosis enforcement (suspect, comorbid and coincidental) that did not meet the criteria by 33%, the criteria for hospitalization did not comply with the provisions of 21%, supporting examinations did not meet the criteria 18%, entry errors and file uploads 17 % and the treatment is not in accordance with the provisions of 11%. If we examine further, the biggest problem is that it comes from internal hospital factors, the cause of the dispute and pending COVID-19 claims is from input related to human resources and policies, while from the process of entering and uploading files. In responding to dispute claims, hospital survival strategies are needed, including incresing revenue while maintaining COVID-19 patient services in accordance with applicable regulations, while still providing non-COVID-19 services, cutting costs by evaluating service financing. COVID-19 currently and making hospital PPK and CP related to COVID-19 services, Improving Cash Flow by evaluating the risk of claim disputes and strengthening the dispute claim settlement team so that all claims can become eligible claims from the Ministry of Health
Read More
B-2225
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Totok Sutianto; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Renti Mahkota, Eulis Wulandari, Yessi Desputri
Abstrak: Ibadah haji adalah ibadah dengan aktifitas fisik tinggi yang membutuhkan kebugaran fisik. Komponen penting kebugaran fisik yaitu kebugaran jantung-paru. Faktor risiko yang berpengaruh adalah usia, pendidikan, penyakit yang diderita, perilaku kesehatan, lingkungan sosial, sosial ekonomi dan psikologis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kebugaran jantungparu calon jemaah haji usia Desain penelitian adalah cross sectional dengan sumber data sekunder rekapitulasi Kabupaten Bogor Tahun 2017. Data diambil pada bulan Juli 2017, sebanyak 2.474 sampel terpilih dengan cara total population sample. Identifikasi variabel independen dan variabel dependen dilakukan berdasarkan data tersebut dan kemudian dilakukan analisis. Analisis yang digunakan yaitu Cox Regression. Pada penelitian ini prevalensi kebugaran jantung-paru kurang sebesar 27,2%. Prevalensi kebugaran jantung-paru kurang sebagian besar pada (43,8%), berjenis kelamin laki-laki (27,8%), berpendidikan rendah (31,6%), tidak bekerja (29,8%), status gizi normal (28,4%), hipertensi (46,7%) dan ada penyakit jantung-paru (43,1%). Kesimpulannya, faktor-faktor yang berhubungan bermakna terhadap kebugaran jantung-paru kurang adalah umur hipertensi, ada penyakit jantung-paru dan adanya variabel interaksi antara umur dengan tekanan darah. Calon jemaah haji, pada usia jika hipertensi memiliki risiko 1,54 kali mempunyai kebugaran jantung paru kurang dan jika tidak hipertensi memiliki risiko 2,52 kali mempunyai kebugaran jantung paru kurang. Kata kunci: kebugaran jantung-paru, umur, tekanan darah, penyakit jantung-paru Hajj is worship with high physical activity that requires physical fitness. An important component of physical fitness is cardiorespiratory fitness. Influential risk factors are age, education, illness, health behavior, social environment, socioeconomic and psychological. This study was conducted to determine the risk The research design is cross sectional with secondary data source of recapitulation result of first stage examination of pilgrims Regency 2017. Data taken in July 2017, as many as 2,474 selected samples by total population sample. Identification of independent variables and dependent variables is done based on the data and then analyzed. The analysis used is Cox Regression. In this study the prevalence of cardiorespiratory fitness was less than 27,2%. The prevalence of cardiorespiratory fitness was le ,8%), male sex (27,8%), low-educated (31,6%), non-employment (29,8%), normal nutritional status (28,4%), hypertension (46,7%) and cardiorespiratory disease (43,1%). In conclusion, factors related significantly to cardiorespiratory fitness are 60 years, hypertension, cardiorespiratory disease and the presence of variable interactions between age and blood pressure. Pilgrims candidate, at the age ension has a risk of 1,54 times have cardiorespiratory fitness less and if not hypertension has a risk of 2,52 times have less cardiorespiratory fitness. Keywords: cardiorespiratory fitness, age, blood pressure, cardiorespiratory disease
Read More
T-5076
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive