Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28012 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dyah Utari; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra; Chandra Satrya, Bayu Rahadian
Abstrak:

ABSTRAK

Dalam beberapa dekade terakhir, perhatian pemberi layanan kesehatan mulai berfokus kepada keselamatan pasien. Rumah sakit serta berbagai instansi layanan kesehatan yang lain semakin sadar akan pentingnya patient safety. Patient safety akan mudah diwujudkan apabila instansi tersebut mempunyai patient safety climate positif. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu rumah sakit tipe B milik pemerintah yang berencana membuat program patient safety sehingga membutuhkan pengukuran patient safety climate sebagai langkah awal dalam pembuatan program. Penelitian melihat hubungan faktor manajemen, lingkungan kerja dan individu terhadap patient safety climate serta faktor apa yang paling mempengaruhinya. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa faktor lingkungan kerja dan individu mempunyai hubungan dengan patient safety climate, sedangkan faktor individu mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap patient safety climate.


ABSTRACT

In the last decade, there is increasing interest in healthcare provider about issues relevant to patient safety. Hospital and another healthcare organization are become aware of the important to improve patient safety. It would be more easy for that organization to increase patient safety if they have a positive patient safety climate. This research was held in one of the government hospital, as first step to make patient safety programme. In this research analyzed relationship between management, work environment and individual factor to patient safety climate. Significant relationship was found between patient safety climate to work environment and also individual factor. The finding conclude that individual factor has the greatest influence to patient safety climate

Read More
T-3834
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hayatti Rissa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Hendra, Hanny Harjulianti, Muslina Handayani
Abstrak: Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dimensi-dimensi dari budaya patient safety yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhipatient safety climate di Rumah Sakit ABC. Sehingga identifikasi terhadap faktor-faktortersebut dapat meningkatkan patient safety di Rumah Sakit ABC. Penelitian inimerupakan penelitian survei yang bersifat analitik dengan desain studi potonglintang/cross sectional. Dalam penelitian Cross sectional, variabel sebab (independent)dan akibat (dependensi) yang terjadi pada objek peneltian dikumpulkan secara simultan(dalam waktu yang bersamaan). Hasil temuan dari penelitian ini didapatkan gambaranpersepsi perawat terhadap iklim patient safety di Rumah Sakit ABC, yaitu sebagianperawat menganggap iklim keselamatan pasien buruk. Dari 12 dimensi patient safetydengan menggunakan HSOPSC didapatkan 7 diantaranya mempunyai pandangan positifdari perawat, yaitu : Organization Learning (92,2%), Teamwork within Departement(53,2%), Feedback and Communication About Error (56,4%), Staffing (54,8%),communication oponess (64,5%), Teamwork Across Hospital Units (53,2%), danHospital handoffs and transitiions (53,2%). Dimensi dengan nilai tertinggi adalahOrganization Learning (92,2%). Sementara dimensi dengan nilai terendah adalah nonpunitive response to error (46,8%) dan hospital management support (46,7%). Hubunganantara ketiga variable penelitian adalah mempunyai hubungan yang positif, dimana jikapatient safety climatenya positif, maka dukungan manajemen, sistem pelaporan dankecukupan sumber dayanya juga positif.Keyword : patient safety, patient safty climate, patient safety survey.
The general objective of this study was to describe the dimensions of the cultureof patient safety factors that affect patient safety climate at the ABC Hospital. So theidentification of these factors can increase patient safety in the hospital ABC. Thisresearch is analytic survey with cross sectional study design / cross sectional. In a crosssectional study, because the independent variables and dependencies variables thatoccurred in the course of a study object was collected simultaneously (at the same time).The results of this study, the description of the perception of nurses on patient safetyclimate at the Hospital of the ABC, which most nurses consider patient safety climate isbad. Of the 12 dimensions of patient safety by using HSOPSC got 7 of them have apositive view of nurses : Organization Learning (92.2%), Teamwork within theDepartment (53.2%), Feedback and Communication About Error (56.4%), Staffing(54.8%), communication oponess (64.5%), Teamwork Across Hospital Units (53.2%),and the Hospital handoffs and transitiions (53.2%). Dimensions with the highest score isthe Learning Organization (92.2%). While the dimension with the lowest score is non-punitive response to error (46.8%) and hospital management support (46.7%). Therelationship between the three variables of research is to have a positive relationship,which if positive climatenya patient safety, the support of management, reporting systemsand the adequacy of its resources is also positive.Keyword : patient safety, patient safty climate, patient safety survey.
Read More
T-4574
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rudiana Sukmara; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Leastari, Chandra Satrya, Devie fitri Octaviani
Abstrak:

ABSTRAK

Tesis ini membahasas iklim keselamatan pada pekerja PT X yang diukur dengan menggunakan alat penilaian iklim keselamatan yang dikeluarkan oleh Health and Safety Executive United Kingdom. Penelitian ini adalah penelitian semi kuantitatif dengan desain desktiftif analitik.. Hasil penelitian didapatkan gambaran iklim keselamatan PT X dengan hasil baik tetapi masih ada faktor-faktor yang dapat ditingkatkan yaitu faktor komunikasi, lingkungan kerja, prosedur dan aturan, keterlibatan pekerja terkait keselamatan dan penilaian pekerja terhadap resiko. Variabel tingkat jabatan dan masa kerja serta dimensi job mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap iklim keselamatan.


ABSTRACT

The focus of this study is PT X workers safety climate which measured by safety climate assessment tool that published by Health and Safety Executive. This research is semi quantitative descriptive interpretive and analytic. The results of this research is PT X workers has good safety climate performance, but there are some factors that must be improved such as communication, work environment, rule and procedure, involvement and appraisal of risk. Level of position, worker job duration and job dimension influence to safety climate performance.

Read More
T-3920
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arini Melisa; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Aswin A. Siregar
Abstrak: Perilaku berkendara aman (safety riding) merupakan bagian dari budayakeselamatan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi perilaku aman berkendara(safety riding), yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalmerupakan karakteristik orang yang bersangkutan yang bersifat bawaan yangmeliputi pengetahuan, motivasi, dan sikap sedangkan faktor eksternal adalahlingkungan yang meliputi penggunaan alat pelindung diri, kondisi kendaraan,kondisi jalan, dan fasilitas rambu dan marka jalan. Desain peneltian inimenggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasilpenelitian ini ingin menunjukkan gambaran perilaku aman berkendara pada pengandara ojek di Universitas Indonesia, sedangkan hasil yang didapat untuk melihat adakah hubungan antara faktor internal dengan perilaku dan faktor eksternal dengan perilaku adalah terdapatnya hubungan antara pengetahuan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku aman berkendara, terdapatnya hubungan yang bermakna antara motivasi dengan perilaku aman berkendara,terdapatnya hubungan yang bermakna antara sikap dengan perilaku amanber kendara, terdapatnya hubungan yang bermakna antara penggunaan alat pelindung diri dengan perilaku aman berkendara, dan terdapatnya hubungan yang bermakna antara kondisi kendaran dengan perilaku berkendara aman.Kata Kunci :Perilaku, Perilaku Berkendara Aman, Safety Riding, Ojek Universitas Indonesia
Safe riding behavior is a part of the culture of safety. There are two factors thataffect safey riding behavior, the internal factors and external factors. Internalfactors are those characteristics that are innate in question includes the use ofknowledge, motivation, and attitude while the external factors is the environmentsuch as use of personal protective equipment, vehicle condition, road conditions,and facility signs and road markings. The design of this research using quantitaveresearch with cross sectional design. The result of this study to demonstrate saferiding behavior pictures of ojek at the University of Indonesia, while the resultobtained to see is there a relationship between internal factors and external factorsto the behavior with the behavior is the presence of a significant relationshipbetween knowledge of safe riding behavior, motivation of safe riding behavior,attitude of safe riding behavior, personal protective equipment of safe ridingbehavior, vehicle condition of safe riding bahavior, road condition of safe ridingbehavior, and facility signs and road markings of safe riding behavior.Key Words :Behavior, Safe Riding Behavior, Safety Riding, Ojek University of Indonesia
Read More
S-7614
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ekin Hagana Imanuel Sembiring; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Yuni Kusminanti
Abstrak: Penelitian cross sectional ini berisi tentang asesmen safety leadership,safety climate dan safety behavior di PT. X tahun 2016. Dibutuhkan gambaranaspek kepemimpinan, iklim serta perilaku pekerja di PT.X yang dapat digunakansebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan K3. Terdapat 183item pada kuesioner yang telah diisi oleh 87 responden yang merupakan pekerjaPT.X dengan jabatan pelaksana dan lama kerja minimal 6 bulan. Data yang telahdiperoleh selanjutnya diolah untuk mengetahui nilai rata-rata persepsi respondenterhadap ketiga variabel, yaitu safety leadership, safety climate dan safetybehavior.Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan diperoleh hasil bahwa safetyleadership atasan responden yang terdiri atas 5 indikator, yaitu: safety caring,safety cocahing, safety controlling, participative decision making dan leading byexample masuk pada kategori baik dengan nilai mean sebesar 76,34%. Hasilasesmen safety climate yang terdiri dari 6 indikator yaitu: management safetypriority, commitment and competence, safety communication, learning and trustin co-worker safety competence, workers safety commitment, workers safetypriority and risk non acceptance, organizational environment dan work pressuremasuk kedalam kategori baik dengan nilai mean sebesar 75,62%. Selain itu,variabel safety behavior juga masuk kedalam kategori baik dengan nilai meansebesar 75,26% yang terdiri atas 2 indikator yaitu safety compliance dan safetyparticipation.Kata kunci: asesmen;safety behavior;safety climate;safety leaderhip.
Read More
S-9277
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titus Halomoan Mg; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Abdul Kadir, Mufti Wirawan, Widura Imam Mustopo, Agra Mohamad Khaliwa
Abstrak:
Kecelakaan kerja merupakan masalah serius yang berdampak luas pada individu dan organisasi, baik dari segi fisik, psikologis, maupun ekonomi, di mana jutaan pekerja setiap tahun mengalami cedera atau penyakit  akibat kerja yang dapat menurunkan produktivitas serta meningkatkan beban finansial perusahaan. Oleh karena itu, menciptakan iklim keselamatan yang kuat menjadi hal krusial dalam mencegah risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini menganalisis pengaruh safety knowledge dan safety leadership terhadap safety climate di Perusahaan X dengan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 104 karyawan dipilih melalui proportionate stratified random sampling, sementara data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tingkat safety knowledge karyawan tergolong baik, variabel ini tidak berpengaruh signifikan terhadap safety climate, yang mengindikasikan bahwa pengetahuan saja tidak cukup dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Sebaliknya, safety leadership memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap safety climate, menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat dalam aspek keselamatan mampu meningkatkan kepatuhan dan kesadaran karyawan terhadap prosedur keselamatan. Oleh karena itu, penguatan kepemimpinan dan pelatihan keselamatan yang berkelanjutan menjadi langkah penting dalam membangun budaya keselamatan yang lebih baik.

 Workplace accidents are a serious problem with far-reaching physical, psychological and economic impacts on individuals and organizations, with millions of workers each year experiencing occupational injuries or illnesses that can reduce productivity and increase the financial burden on companies. Therefore, creating a strong safety climate is crucial in preventing the risk of workplace accidents. This study analyzes the effect of safety knowledge and safety leadership on safety climate in Company X with a cross-sectional design and quantitative approach. A sample of 104 employees was selected through proportionate stratified random sampling, while data was collected by questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results showed that although the level of safety knowledge of employees was good, this variable did not have a significant effect on safety climate, which indicates that knowledge alone is not enough to create a safe work environment. In contrast, safety leadership has a positive and significant effect on safety climate, indicating that strong leadership in safety aspects can increase employee compliance and awareness of safety procedures. Therefore, strengthening leadership and continuous safety training are important steps in building a better safety culture.
Read More
T-7229
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Olivinia Qonita Putri; Pembimbing: Meily Kurniawidjadja; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Septyaningrum
Abstrak: Kedirgantaraan berisiko tinggi ancaman keselamatan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran safety climate di PT X Operator Helikopter tahun 2016, menggunakan desain survei dengan pendekatan semikuantitatif untuk pengolahan data. Besar sampel 68 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan skor safety climate sebesar 8,1 atau sangat kuat. Dimensi yang paling kuat adalah Persepsi Karyawan sebagai Individu terhadap nilai safety (8,4), sedangkan variabel yang menunjukkan nilai paling tinggi adalah Kebutuhan Pribadi terhadap Safety (8,9). Skor safety climate paling tinggi ada pada kelompok tingkat jabatan manajer (8,3), masa kerja 10- <15 tahun 5 tahun (8,5) dan departemen Operation (8,6). Kata Kunci: Safety Climate, Safety, Operator Helikopter. Aviation is a high risk industry that has health and safety hazard. This study aims to ascertain safety climate description of PT X Helicopter Operator in 2016 using survey design and semi-quantitative approach. Sample size is 68 respondents using Simple Random Sampling. The result displayed that safety climate score of PT X is 8,1 or very strong. Strongest dimension is Safety as Individual Perception (8,4) whilst the strongest variable is Personal Need for Safety (8,9). The highest safety climate score found from the group of managerial position (8,3), 10- <15 years of working in the company (8,5) and operation department (8,6). Keywords: Safety Climate, Safety, Helicopter Operator
Read More
S-9199
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andrizqa; Pembimbing: Mufti Wirawan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Asep Zaenal Muttaqien
Abstrak:
Persepsi pekerja terhadap keselamatan dapat mempengaruhi safety climate di perusahaan yang dapat menjadi penyebab dari peningkatan cedera dan kecelakaan kerja di industri manufaktur. Analisis iklim keselamatan kerja pada industri semen di Indonesia dilakukan dengan mengetahui persepsi para pekerja terhadap implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ada. Setiap proses kerja yang terdapat di industri semen mulai dari proses penambangan hingga proses pengemasan mempunyai potensi bahaya K3. Kegiatan penambangan di industri semen merupakan hal yang rentan terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Pekerja di area quarry tempat penambangan memiliki level risiko tertinggi (high). Penelitian ini dilakukan pada pekerja di area quarry dengan metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Loughborough Safety Climate Assessment Toolkit untuk mengetahui gambaran safety climate di area quarry PT X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori nilai rendah terdapat pada masing-masing subvariabel dari variabel organizational safety value, group safety value, dan individual safety value. Faktor yang paling berpengaruh adalah kebijakan dan prosedur di perusahaan serta pemahaman pekerja mengenai cara mengidentifikasi risiko dan bahaya di pekerjaannya.

The perception of workers towards safety can influence the safety climate within a company, which can be a cause of increased injuries and workplace accidents in the manufacturing industry. An analysis of the safety climate in the cement industry in Indonesia was conducted by understanding workers' perceptions of the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) measures. Every work process in the cement industry, from mining to packaging, carries potential occupational health and safety hazards. Mining activities in the cement industry are particularly vulnerable to workplace accidents. Workers in the quarry area, where mining takes place, face the highest level of risk. This research focuses on workers in the quarry area, utilizing a quantitative method with a questionnaire adapted from the Loughborough Safety Climate Assessment Toolkit to assess the safety climate at X's Company quarry area. The research findings indicate that low values are observed in each sub-variable of organizational safety value, group safety value, and individual safety value. The most influential factors are the company's policies and procedures, as well as workers' understanding of how to identify risks and hazards in their work.
Read More
S-11507
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Fajar Kartika; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Hendra, Doni Hikmat Ramdhan, Azkya Patria Nawawi, Yuni Kusminanti
Abstrak: Keselamatan pasien merupakan hal yang baru dalam pelayanan kesehatan. Akreditasi Rumah Sakit versi 2012 mewajibkan keselamatan pasien sebagai prinsip utama pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Rumah Sakit Gigi dan Mulut, meskipun berbeda dari Rumah Sakit lainnya, tetap diwajibkan untuk menerapkan Akreditasi Rumah Sakit versi 2012. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran iklim keselamatan pasien, tindakan manajemen dan kinerja keselamatan pasien menurut dokter gigi di RSGM X Kota Cimahi. Dengan mengambil satu populasi dokter gigi RSGM X sebagai data penelitian, didapatkan hasil yakni persepsi keselamatan pasien di RSGM X yang rendah dikarenakan persepsi iklim keselamatan pasien, tindakan manajemen dan sasaran keselamatan yang rendah. Diharapkan institusi dapat memberikan pelatihan secara berkala.
Kata kunci: Persepsi, Keselamatan Pasien, Rumah Sakit Gigi Mulut

Patient safety is a new thing in healthcare. Indonesia National Hospital Accreditation 2012 version requires that patient safety as a key principle of healthcare at the Hospital. Dental Hospital, though different from other hospitals, was still required to implement the Indonesia National Hospital Accreditation version 2012. This study was to describe the climate of patient safety, action management and patient safety peception of dentist in RSGM X Cimahi. By taking RSGM X dentist population as research data, showed that patient safety perception in RSGM X is low because of low patient safety climate, management actions and patient safety goals. It is expected that institutions can provide regular training of patient safety.
Keyword: Perception, Patient Safety, Dental Hospital
Read More
T-4810
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mulyo Santoso; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Doni Hikmat Ramadhan, Devie Fitri Octaviani
S-8139
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive