Ditemukan 27636 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Yulia Pratiwi; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Antom Kurnia
S-7855
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Priyo Wahyuana; Pembimbing: Prastuti C. Soewondo; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Budi Hidayat, Sutomo
B-1341
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amanda Firdausya Bahaji; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dian Ayubi, Andrian Syamsuri Januarsyah
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Budaya keselamatan pasien merupakan pendekatan preventif yang difokuskan pada upaya menekan risiko serta mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan yang dapat merugikan pasien. Namun, beban kerja perawat yang tinggi berpotensi menghambat penerapan budaya keselamatan pasien sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya insiden keselamatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja yang diterima perawat dengan penerapan budaya keselamatan pasien di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Sakit Krakatau Medika Cilegon. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk mengukur persepsi beban kerja dan Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) untuk mengukur persepsi budaya keselamatan pasien. Sebanyak 112 perawat pelaksana menjadi responden penelitian ini dengan teknik non-probability sampling, metode purposive sampling. Hasil: Sebagian besar perawat mempersepsikan beban kerja pada kategori tinggi (68%), sedangkan budaya keselamatan pasien berada pada kategori kuat dengan persentase respons positif sebesar 84,8%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan budaya keselamatan pasien (p=0,027). Kesimpulan: Beban kerja merupakan aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya mempertahankan budaya keselamatan pasien pada perawat di Unit Rawat Inap RS Krakatau Medika Cilegon.
Background: Patient safety culture is a preventive approach focused on minimizing risks and preventing adverse events that may harm patients. However, a high nursing workload may hinder the implementation of patient safety culture and increase the risk of patient safety incidents. Objective: This study aimed to determine the relationship between nurses’ workload and the implementation of patient safety culture in the inpatient units of Krakatau Medika Hospital, Cilegon. Methods: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected using the NASA Task Load Index (NASA-TLX) questionnaire to measure nurses' perceived workload and the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) questionnaire to assess patient safety culture. A total of 112 nurses participated in the study and were selected using purposive sampling, a non-probability sampling technique. Results: Most nurses perceived their workload as high (68%), while patient safety culture was categorized as strong, with an overall positive response rate of 84.8%. The Chi-Square test showed a significant relationship between nurses' workload and patient safety culture (p = 0.027). Conclusion: Workload is an important aspect that should be considered in efforts to maintain patient safety culture among nurses in the inpatient units of Krakatau Medika Hospital, Cilegon.
S-12396
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dyah Ratih Kanestren; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Heru Susmono
S-5786
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aisyah Rahmayanti; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Susanti Tungka
Abstrak:
Berdasarkan pengamatan sederhana, didapatkan bahwa terdapat adanya ketidaksinambungan yang terjadi mengenai persepsi karyawan di Rumah Sakit Hermina Depok dalam hal pekerjaan yang dilakukan dan yang tercantum dalam uraian jabatan, serta penilaian kinerja yang dilakukan oleh manajemen rumah sakit. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi perawat pelaksana rawat inap mengenai analisis jabatan dengan penilaian kinerja di Rumah Sakit Hermina Depok tahun 2014. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana rawat inap dengan sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan pada variabel persepsi standard, SKAs, dan qualifications dengan persepsi penilaian kinerja yakni p=0,000; p=0,006; p=0,011 (p<0,05) dan untuk variabel persepsi task dan conditions tidak ada hubungan yang signifikan dengan persepsi penilaian kinerja yakni p=1,000; p=0,685 (p>0,05). Kesimpulannya adalah secara garis besar persepsi perawat pelaksana rawat inap di Rumah Sakit Hermina Depok tahun 2014 sudah mengetahui dengan baik mengenai analisis jabatan dan penilaian kinerja yang dilakukan oleh rumah sakit. Kata Kunci: Persepsi; Analisis Jabatan; Penilaian Kinerja; Perawat
Read More
S-8598
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vonny Umboh; Pembimbing: Adang Bachtiar
Abstrak:
Keperawatan adalah salah satu profesi di rumah sakit yang berperan penting dalam menyelenggarakan upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit Salah satu ukuran mutu proses dalam keperawatan adalah baiknya catatan keperawatan. Catatan keperawatan merupakan dokumen yang penting bagi asuhan keperawatan pasien di rumah sakit. Dalam hal ini perawat mempunyai peranan panting dalam meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang pada akhirnya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. Untuk itu perlu terus menerus meningkatkan kemampuan perawat dalam asuhan keperawatan sebagai ukuran kinerja perawat. Kinerja sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kinerja perawat rawat imp dalam melaksanakan kegiatan pendokumentasian asuhan keperawatan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Palembang dari tanggal 1 April sampai dengan 31 Mei 2001. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 60 perawat di ruang rawat inap.
Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat; dengan menggunakan uji statistik deskriptif, regresi linier, t-test dan analisa varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat rata-rata adalah 294,71 dan nilai median 303,30. Setelah dikelompokkan dengan pengkategorian baik dan kurang didapatkan hasil 50 % kinerja baik dan 50 % kinerja kurang. Dari analisis bivariat didapatkan bahwa faktor tingkat pendidikan, motivasi, persepsi peran, disain pekerjaan, imbalan. dan sumberdaya mempunyai hubungan yang bermakna dengan kinerja. Dan hasil analisis multivariat didapat bahwa faktor-faktor tingkat pendidikan, persepsi peran, imbalan dan merupakan faktor-faktor yang dominan secara bersama-sama berhubungan dengan kinerja perawat.
Perlu bagi pihak mamajemen RS Jiwa Palembang untuk memperhatikan peningkatan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dengan meningkatkan pendidikan, balk pendidikan formal maupun non formal yang terprogram. Variabel imbalan perlu diperhatikan dalam meningkatkan kinerja perawat, dengan mengadakan program pelatihan yang dapat meningkatkan motivasi kerja dan kebanggaan peran sebagai perawat.
Factors Related to Performance of Inpatient Nurses in Palembang Mental Hospital, Year 2001Nursing is one the profession that plays important role in organizing efforts of assuring quality of care in hospital. Nursing documentation is an important document for patients nursing activities in the hospital.
Human resource, especially nurses play an important role in increasing the nursing activities service quality that in turn will increase the service quality. Therefore, productivity increase is needed to improve performance. The performance is highly affected by various factors, both internally and externally.
This research is intended to obtain description regarding the performance of inpatients nurses and to implement nursing activities documentation and to identify factors related the performance of the nurses. The research was done in Palembang Mental Hospital from April 1 to May 31, 2001. The research design used is cross sectional on 60 nurses in the inpatients room.
The analysis used was univariate, bivariate and multivariate analysis; by using descriptive statistics test; linear regression , independent sample t-test and analysis of variance. The result of the research indicates that average performance of the nurses is 294,71 and median value is 303,30. After it is group according to good and poor category, it is found out that 50 % is good and 50 % is poor. From bivariate analysis it is obtained that education, motivation, role perception , job design and resources factors have significant relationship with performance ( p < 0,05 ). From the multivariate analysis, it is obtained that education, role perception and incentive factors are dominant factors collectively with relationship to the performance of the nurses.
It is necessary that management of Palembang Mental Hospital to consider the nurses performance in documentation of the nursing activities by increasing the education, both formal and informal programmed education. The role perception and .incentive variable needs to be considered in increasing the performance of the nurses, by organizing training program that will increased the work motivation and self-respect as nurses.
Read More
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kinerja perawat rawat imp dalam melaksanakan kegiatan pendokumentasian asuhan keperawatan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Palembang dari tanggal 1 April sampai dengan 31 Mei 2001. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 60 perawat di ruang rawat inap.
Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat; dengan menggunakan uji statistik deskriptif, regresi linier, t-test dan analisa varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat rata-rata adalah 294,71 dan nilai median 303,30. Setelah dikelompokkan dengan pengkategorian baik dan kurang didapatkan hasil 50 % kinerja baik dan 50 % kinerja kurang. Dari analisis bivariat didapatkan bahwa faktor tingkat pendidikan, motivasi, persepsi peran, disain pekerjaan, imbalan. dan sumberdaya mempunyai hubungan yang bermakna dengan kinerja. Dan hasil analisis multivariat didapat bahwa faktor-faktor tingkat pendidikan, persepsi peran, imbalan dan merupakan faktor-faktor yang dominan secara bersama-sama berhubungan dengan kinerja perawat.
Perlu bagi pihak mamajemen RS Jiwa Palembang untuk memperhatikan peningkatan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dengan meningkatkan pendidikan, balk pendidikan formal maupun non formal yang terprogram. Variabel imbalan perlu diperhatikan dalam meningkatkan kinerja perawat, dengan mengadakan program pelatihan yang dapat meningkatkan motivasi kerja dan kebanggaan peran sebagai perawat.
Factors Related to Performance of Inpatient Nurses in Palembang Mental Hospital, Year 2001Nursing is one the profession that plays important role in organizing efforts of assuring quality of care in hospital. Nursing documentation is an important document for patients nursing activities in the hospital.
Human resource, especially nurses play an important role in increasing the nursing activities service quality that in turn will increase the service quality. Therefore, productivity increase is needed to improve performance. The performance is highly affected by various factors, both internally and externally.
This research is intended to obtain description regarding the performance of inpatients nurses and to implement nursing activities documentation and to identify factors related the performance of the nurses. The research was done in Palembang Mental Hospital from April 1 to May 31, 2001. The research design used is cross sectional on 60 nurses in the inpatients room.
The analysis used was univariate, bivariate and multivariate analysis; by using descriptive statistics test; linear regression , independent sample t-test and analysis of variance. The result of the research indicates that average performance of the nurses is 294,71 and median value is 303,30. After it is group according to good and poor category, it is found out that 50 % is good and 50 % is poor. From bivariate analysis it is obtained that education, motivation, role perception , job design and resources factors have significant relationship with performance ( p < 0,05 ). From the multivariate analysis, it is obtained that education, role perception and incentive factors are dominant factors collectively with relationship to the performance of the nurses.
It is necessary that management of Palembang Mental Hospital to consider the nurses performance in documentation of the nursing activities by increasing the education, both formal and informal programmed education. The role perception and .incentive variable needs to be considered in increasing the performance of the nurses, by organizing training program that will increased the work motivation and self-respect as nurses.
T-1144
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siwi Hershita Danti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Herlena Indrayani
Abstrak:
Skripsi ini membahas gaya kepemimpinan Kepala Perawat, termasuk tingkatfleksibilitas dan efektivitas dari gaya kepemimpinan tersebut dan perilaku caringperawat di instalasi rawat inap RS Hermina Jatinegara. Penelitian ini adalah penelitiankuantitatif dengan desain pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian memperlihatkanbahwa gaya kepemimpinan dominan yang dinilai pada Kepala Perawat di instalasi rawatinap RS Hermina Jatinegara adalah gaya kepemimpinan directing dengan tingkatfleksibilitas sangat fleksibel dan tingkat keefektifan sedang. Untuk perilaku caring,yang paling banyak dinilai adalah kategori cukup caring. Dari hasil analisis bivariatdidapat hubungan yang bermakna antara gaya kepemimpinan, fleksibilitas dan efetivitasgaya kepemimpinan kepala perawat terhadap perilaku caring perawat. Dan dari hasilpenelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran bagi Kepala Perawat, ManajemenRumah Sakit, dan peneliti selanjutnya dalam mengembangkan peran kepemimpinanuntuk keperluan kebijakan instansi masing-masing.
This study discusses the Head of Nursing leadership style, including the level offlexibility and effectiveness of the leadership style and caring behavior of nurses in theinpatient installation of Hermina Jatinegara Hospital. This research is a quantitativestudy with a cross-sectional design. The results showed that the dominant leadershipstyle assessed by the Head of Nurses in the inpatient facility of Hermina JatinegaraHospital was directing leadership style with a very flexible level of flexibility andmoderate effectiveness. For caring behavior, the most rated is the category of caringenough. From the results of bivariate analysis obtained a significant relationshipbetween leadership style, flexibility and effectiveness of the leadership style of thenurse's head to nurse caring behavior. And the results of this study are expected to be anoverview for the Head of Nurses, Hospital Management, and subsequent researchers indeveloping leadership roles for the policy needs of their respective agencies.
Read More
This study discusses the Head of Nursing leadership style, including the level offlexibility and effectiveness of the leadership style and caring behavior of nurses in theinpatient installation of Hermina Jatinegara Hospital. This research is a quantitativestudy with a cross-sectional design. The results showed that the dominant leadershipstyle assessed by the Head of Nurses in the inpatient facility of Hermina JatinegaraHospital was directing leadership style with a very flexible level of flexibility andmoderate effectiveness. For caring behavior, the most rated is the category of caringenough. From the results of bivariate analysis obtained a significant relationshipbetween leadership style, flexibility and effectiveness of the leadership style of thenurse's head to nurse caring behavior. And the results of this study are expected to be anoverview for the Head of Nurses, Hospital Management, and subsequent researchers indeveloping leadership roles for the policy needs of their respective agencies.
S-9713
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahayu Astuti; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Wachyu Sulistiadi, Sri Poerwaningsih, Meilinda
Abstrak:
Pelayanan nifas sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi ibu, sehingga bila tejadi morbiditas postpartum segera dapat ditangani dan kematian ibu dapat dicegah. Namun pemanfaatan pelayanan nifas di Indonesia masih sangat rendah dan dibawah target, kunjungan nifas lengkap sekitar 32 persen, angka ini masih jauh dari yang ditargetkan yaitu sebesar 90 persen pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan data sekunder Riskesdas 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah 497 kabupaten/kota, dan sampel penelitian ini sebanyak 192 kabupaten/kota. Analisis dilakukan dengan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian didapatkan faktor yang paling dominan menentukan status Kunjungan Nifas lengkap adalah persentase K4 antenatalcare (B=-0,056). Penelitian ini menyarankan untuk pengkajian ulang standar pelayanan minimal di kabupaten/kota, peningkatan kualitas antenatalcare, peningkatan program home visit dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi. Kata Kunci : Antenatalcare, kabupaten/kota, kunjungan nifas, pelayanan nifas dan Riskesdas 2013
Read More
T-4377
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Komang Lynda Octavina Permatasari; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Adang Bachtiar, Amal Chalik Sjaaf, Novita Dwi Istanti, I Wayan Megadhana
Abstrak:
Read More
Pelayanan keperawatan menjadi pusat perhatian di setiap rumah sakit karena pelayanan ini merupakan kegiatan pokok yang dapat menjadi tolok ukur penilaian pelayanan kesehatan khususnya pada ruang rawat inap. Pengukuran kinerja dilakukan untuk meningkatkan kualitas pemberian asuhan keperawatan, mengurangi biaya, melindungi perawat dari kelalaian dalam melaksanakan tugas, serta melindungi pasien dari kelalaian pelayanan kesehatan. Pencapaian Indikator berdasarkan Rencana Kerja di RSUD Bali Mandara tahun 2021 dengan indikator kinerja program Persentase Pelayanan yang memenuhi Standar Prosedur Operasional ditargetkan mencapai 100% dan realisasinya tercapai 85,45%. Pada tahun 2021, target penyediaan gaji dan tunjangan tenaga kesehatan yang terbayar sebesar 90%, dan tercapai sebesar 87,07%. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pemberian jasa pelayanan dan work engagement terhadap kinerja perawat ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional dengan metode pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang terpilih sebanyak 241 orang. Analisis data menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara pemberian jasa pelayanan dan work engagement terhadap kinerja perawat. Variabel work engagement merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja perawat ruang rawat inap di RSUD Bali Mandara.
Nursing services are the center of attention in every hospital because this service is a main activity that can be used as a benchmark for evaluating health services, especially in inpatient rooms. Performance measurement is carried out to improve the quality of providing nursing care, reduce costs, protect nurses from negligence in carrying out their duties, and protect patients from negligence in health services. Achievement of Indicators based on the Work Plan at Bali Mandara Hospital in 2021 with the performance indicator of the Percentage of Services program that meets Standard Operating Procedures is targeted to reach 100% and the realization reached 85.45%. In 2021, the target of providing salaries and benefits for health workers is 90%, and 87.07% is achieved. The research objective was to determine the relationship between service delivery and work engagement on the performance of inpatient nurses. This study used an observational design with a cross sectional. The number of samples selected was 241 people. Data analysis used multiple logistic regression test. The results showed that there was a significant relationship between service delivery and work engagement on nurse performance. Variable work engagement is the most dominant variable influencing the performance of inpatient nurses at Bali Mandara Hospital.
T-6521
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amanda Tarisa Khairana; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Novendra
Abstrak:
Read More
Keselamatan pasien merupakan aspek krusial dalam pelayanan rumah sakit, di mana perawat sebagai tenaga kesehatan garda terdepan memiliki peran sentral dalam membangun budaya keselamatan pasien. Namun, stres kerja yang dialami perawat berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres kerja perawat dengan pelaksanaan budaya keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap RS Hermina Metland Cibitung tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner ENSS (Expanded Nursing Stress Scale) untuk mengukur tingkat stres kerja dan HSOPSC (Hospital Survey on Patient Safety Culture) untuk menilai budaya keselamatan pasien. Sebanyak 36 perawat pelaksana diambil sebagai responden dengan teknik total sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dan budaya keselamatan pasien (p >0,05). Namun, terdapat tiga pasangan dimensi dari kedua variabel yang menunjukkan hubungan signifikan secara statistik (p <0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun hubungan secara umum tidak signifikan, beberapa aspek stres kerja memiliki pengaruh terhadap dimensi tertentu dari budaya keselamatan pasien, sehingga perlu menjadi perhatian dalam manajemen keperawatan.
Patient safety is a crucial aspect of hospital services, with nurses as frontline health workers playing a central role in fostering a culture of safety. However, the work-related stress experienced by nurses has the potential to affect the quality of care provided. This study aims to analyze the relationship between nurses' job stress and the implementation of patient safety culture in the Inpatient Unit of Hermina Metland Cibitung Hospital in 2025. A quantitative approach with a cross-sectional study design was used. Data were collected using the Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) to measure job stress levels and the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) to assess patient safety culture. A total of 36 staff nurses were selected as respondents using a total sampling technique. The results showed that, overall, there was no statistically significant relationship between job stress and patient safety culture (p >0.05). However, three pairs of dimensions between the two variables showed statistically significant correlations (p <0.05). These findings suggest that although no general relationship was found, certain aspects of job stress do influence specific dimensions of the patient safety culture, and should therefore be taken into consideration in nursing management.
S-11914
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
