Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37915 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amelia Hanis; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Suryati
Abstrak: Proses pemotongan ayam merupakan proses yang berisiko tinggi terjadinya kontaminasi, terutama oleh bakteri patogen. Tingginya kebutuhan akan daging ayam mendorong berkembangnya bisnis komoditi daging ayam. Namun sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan penerapan aspek higiene sanitasi pada proses pemotongan sehingga daging ayam yang beredar di masyarakat tidak terjamin mutu dan keamanannya.
 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan cara produksi dan penanganan daging ayam di RPA modern PT. X, RPA semi modern Y,dan RPA tradisional Z. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2013 di RPA modern PT. X yang terletak di Kabupaten Bogor, RPA semi modern Y yang terletak di Kota Depok, dan RPA tradisional Z yang terletak di Tangerang Selatan.
 
Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat analitik deskriptif dengan metode studi kasus. Informan penelitian ini berjumlah 8 orang, yaitu supervisor di RPA PT. X yang berasal dari divisi Quality Assurance (QA), Quality Control (QC),Produksi, dan Warehouse, pemilik, pekerja di RPA Y, pemilik, dan pekerja di RPA Z. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara mendalam,observasi, dan telusur dokumen.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPA PT. X sudah menerapkan cara produksi dan penanganan daging ayam yang baik dan prinsip HACCP pada seluruh tahapan proses pemotongan ayam mulai dari penerimaan,penyembelihan, pengeluaran jeroan, pencucian, pendinginan, pemotongan karkas,penyimpanan, hingga pendistribusian. Sedangkan RPA Y dan Z belum menerapkan cara produksi dan penanganan daging ayam yang baik dan prinsip HACCP.
 
Saran dari peneliti, diharapkan RPA PT. X melakukan evaluasi terutama pada tindakan pencegahan. Sedangkan RPA Y dan Z sebaiknya berusaha menerapkan cara produksi dan penanganan daging ayam yang baik dan prinsip HACCP dalam proses pemotongan ayam.
 

Chicken slaughtering process has high contamination risk, especially of pathogen bacteria. The increasing demand of chicken meat encourages the development of chicken meat comodities bussiness. Unfortunately, this is not accompanied by implementation of hygiene and sanitation aspect, thus making the meat distributed in markets not guaranteed for its quality and safety.
 
The purpose of this study is to analyze the implementation of manufacturing and handling practices in Modern Chicken Slaughterhouse PT. X, Semi Modern Chicken Slaughterhouse Y, and Traditional Chicken Slaughterhouse Y. This study was conducted in April and May 2013 in Modern Chicken Slaughterhouse PT. X in Bogor, Semi Modern Chicken Slaughterhouse Y in Depok, and Traditional Chicken Slaughterhouse Y in South Tangerang.
 
The design of this study is descriptive analitic qualitative design with case study method. The informants of this study are 8 persons, which are supervisors of Quality Assurance (QA), Quality Control (QC), Production, and Warehouse Division in PT. X, owner and employee in Chicken Slaughterhouse Y, owner and employee in Chicken Slaughterhouse Z. Data was collected by conducting in depth interview, observation, and document review.
 
The result of this study shows that PT. X has implemented Good Manufacturing and Handling Practices and 7 principles of HACCP in all stages of chicken slaughtering process, including receiving, slaughtering, evisceration, washing and chilling, cutting, storing, and distribution. Chicken Slaughterhouse Y and Z has not implemented Good Manufacturing and Handling Practices and HACCP principles.
 
The author suggest that PT. X should evaluate the system, especially the preventive actions. Slaughterhouse Y and Z should try to implement Good Manufacturing and Handling Practices and HACCP principles in chicken slaughtering process.
Read More
S-7866
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ajeng Mustika; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sri Arifah Pujonarti, Ida Ruslita Amir
Abstrak: Periode pemberian makanan pendamping ASI merupakan waktu meningkatnyajumlah prevalensi gizi kurang yang dapat menyebabkan pertumbuhan danperkembangan yang buruk pada anak. Menurut Riskesdas tahun 2013, prevalensistunting di Indonesia sekitar 35-40% dan underweight 15-20% untuk anak usiabawah 5 tahun. Pada negara berkembang, praktik pemberian MP ASI masihbermasalah dalam ketidakcukupan jumlah zat gizi makro dan mikro, frekuensimakan yang sedikit, dan rendahnya kemampuan serta variasi bahan lokal yangdigunakan untuk MP ASI. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alternatif MPASI dan mengetahui kualitas organoleptik cookies panambahan tepung tulangceker ayam dan tepung ampas tahu. Penelitian dengan desain eksperimental yangdilakukan dengan membuat enam formulasi yaitu satu kontrol dan lima cookiesformulasi. Pembuatan tepung dengan ukuran partikel 100 mesh dan dilakukananalisis kandungan gizi tepung dan cookies. Uji hedonik dilakukan pada 50panelis yaitu ibu yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan di Depok untuk melihatpengaruh rasa, aroma, warna, tekstur, after taste, dan keseluruhan cookies.Penelitian membuktikan adanya perbedaan signifikan terkait penilaian warna,aroma, rasa, after taste, dan keseluruhan cookies (p < 0,05) namun tidak padavariabel tekstur (p > 0,05). Cookies formulasi yang paling disukai adalah cookies849 dengan komposisi 12 gram tepung tulang ceker ayam dan 28 gram tepungampas tahu. Penambahan tepung tersebut memberikan peningkatan kandunganprotein, kalsium, air, abu, dan zat besi.Kata kunci: MP ASI, cookies, tepung tulang ceker ayam, tepung ampas tahu.
Read More
S-9212
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadira Yuthie Salwa; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ahmad Syafiq, Sintha F. Simanungkalit
Abstrak:
Latar Belakang&Tujuan: Obesitas merupakan penumpukan lemak berlebihan karena keseimbangan energi positif dalam waktu lama yang menyebabkan masalah kesehatan. Obesitas meningkat dari tahun ke tahun, terutama pada kelompok usia produktif. DKI Jakarta merupakan provinsi dengan prevalensi obesitas kedua tertinggi (29,8%). Prevalensi obesitas lebih tinggi pada generasi Y daripada generasi Z. Obesitas dipengaruhi oleh perilaku konsumsi makanan berisiko (makanan dan minuman manis, makanan berlemak/berkolesterol/gorengan, makanan olahan dengan pengawet, dan makanan instan) serta perilaku hidup sehat (konsumsi sayur dan buah serta aktivitas fisik). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor dominan kejadian obesitas pada penduduk usia produktif dari generasi Y dan Z di Provinsi DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel berjumlah 2.255 orang menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder Riskesdas 2018. Teknik analisis data menggunakan uji chi square dan double logistic regression. Hasil&Kesimpulan: Variabel independen yang berhubungan signifikan dengan obesitas pada generasi Y dan Z adalah konsumsi minuman manis, makanan berlemak/berkolesterol/gorengan, makanan instan, daging/ayam/ikan olahan dengan pengawet, serta sayur dan buah (p-value<0,05). Konsumsi makanan manis juga berhubungan signifikan dengan obesitas pada generasi Z (p-value<0,05). Faktor dominan obesitas pada generasi Y adalah konsumsi daging/ayam/ikan olahan dengan pengawet (OR=3,570), sedangkan pada generasi Z adalah konsumsi makanan berlemak/berkolesterol/gorengan (OR=5,328).

Background&Objectives: Obesity is the accumulation of excessive fat due to positive energy balance over a long time which causes health problems. Obesity increases from year to year, especially in productive age group. DKI Jakarta has the second highest prevalence of obesity (29.8%). The prevalence of obesity is higher in generation Y than Z. Obesity is influenced by risky food consumption behavior and healthy living behaviour. This study aims to find the dominant factors of obesity in the productive age population from generations Y and Z in DKI Jakarta. Method: This study uses a cross-sectional research design. The sample consisted of 2,255 people using purposive sampling technique. The data used is secondary data from Riskesdas 2018. Chi-square test and double logistic regression are being used for data analysis. Results&Conclusions: Independent variables that are significantly related to obesity in generations Y and Z are consumption of sweet drinks, fatty/cholesterol/fried foods, instant foods, processed meat/chicken/fish with preservatives, vegetables and fruits (p-value<0.05). Sweet foods consumption is also significantly related to obesity in generation Z (p-value<0.05). The dominant factor for obesity in generation Y is the consumption of processed meat/chicken/fish with preservatives (OR=3.570), while in generation Z it is the consumption of fatty/cholesterol/fried foods (OR=5.328).
Read More
S-11742
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farah Adibah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Endang L. Achadi, Adhi Dharmawan Tato
Abstrak: Beberapa pilar Pedoman Gizi Seimbang, seperti konsumsi sayur dan buah serta aktivitas fisik, apabila tidak dilakukan sesuai anjuran yang ada dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit tidak menular. Penerapan pilar-pilar Pedoman Gizi Seimbang masih tergolong rendah baik di Indonesia maupun dunia, terutama pada golongan remaja. Perubahan perilaku, seperti mengikuti Pedoman Gizi Seimbang, dapat terjadi apabila beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti pengetahuan, sikap, dan efikasi diri mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan perubahan pengetahuan, sikap, dan efikasi diri antara media leaflet dan video pada siswa SMP X dan Y di DKI Jakarta Tahun 2019. Penelitian ini dilakukan pada 64 siswa kelas VII di MTs Nurussaadah dan MTs Daarusalaam. Kelompok leaflet berjumlah 31 siswa, dan kelompok video berjumlah 33 siswa. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner sebanyak 4 kali, yaitu 1 kali pre-test dan 3 kali post-test dalam jangka waktu yang berbeda untuk melihat perubahannya. Uji statistik yang digunakan adalah uji t berpasangan untuk analisis perubahan dalam tiap media dan uji t independen untuk analisis perbandingan antar media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan pengetahuan setelah intervensi berupa peningkatan pada kelompok leaflet (p=0,00) dan video (p=0,00), tidak terjadi perubahan sikap dan efikasi diri pada kelompok leaflet, serta terjadi penurunan sikap siginifikan (p=0,023) dan tidak ada perubahan efikasi diri pada kelompok video. Perbandingan antar kedua media menunjukkan perubahan yang terjadi pada sikap, pengetahuan, dan efikasi diri tidak berbeda secara signifikan antar kedua kelompok namun memiliki kecenderungan bahwa leaflet lebih baik.
Read More
S-9995
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Permata Surya; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Engkus Kusdinar, Nurafiah
Abstrak: Sering mengonsumsi fast food dapat berdampak pada rendahnya kualitas diet dan tingginya kejadian obesitas. Sekolah di Kecamatan Tangerang Kota, diketahui memiliki aksesibilitas yang tinggi untuk mendapatkan fast food, sehingga dikhawatirkan membuat para siswanya mengonsumsi fast food dalam frekuensi sering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan dalam menentukan frekuensi konsumsi fast food modern pada siswa-siswi SMA Negeri di Kecamatan Tangerang Kota, Kota Tangerang pada tahun 2013. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Data dilkumpulkan dengan menggunakan kuesioner dari 178 siswa, sedangkan jarak dan kemudahan diketahui melalui observasi lapangan dan diukur menggunakan pencitraan satelit dengan bantuan perangkat lunak Google Maps Geo-coding JavaScript API versi 2.0.
 
Hasil menunjukkan sebanyak 62% responden mengonsumsi fast food dalam frekuensi sering, terdapat perbedaan proporsi yang signifikan pada pendidikan terakhir ibu (p=0,045), status pekerjaan ibu (0,037) dan uang saku (0,003) dalam menentukan frekuensi konsumsi fast food. Setelah diuji secara multivariat, hanya uang saku yang menunjukkan p value secara signifikan (p=0,013) dengan interpretasi siswa yang memiliki uang saku besar beresiko 2,566 kali sering mengonsumsi fast food dibandingkan siswa yang memiliki uang saku kecil setelah dikontrol variabel pendidikan terakhir ibu, status pekerjaan ibu, jarak sekolah terhadap restoran fast food, dan kemudahan akses. Kesimpulan yang didapatkan adalah uang saku merupakan faktor yang paling dominan dalam menentukan frekuensi konsumsi fast food siswa-siswi SMA Negeri di Kecamatan Tangerang Kota, Kota Tangerang, tahun 2013.
 

 
Often to eat fast food can have an impact on poor quality of diet and high incidence of obesity. Schools in district of Tangerang Kota known to have high accesibility to fast food. It will give implication of higher frequency for eating fast food. Objective in this study is to determine the dominant factor in determining the frequency of fast food consumption in the state high school students in the district of Tangerang Kota at 2013. The research method is quantitative cross-sectional design. The data was collected by questionaire of 178 students. While, the distance known from direct observation and measured using satellite imaging with aid of Google Maps, Geo-coding Java Script API version 2.0.
 
Result showed that 62% of respondents had higher frequency of eating fast food. There is a significant difference in the proportion of mother's education level (p=0.045), mohter’s employment status(0.037) and daily allowance (0,003) in determining the frequency of fast food consumption. After multivariate test, only daily allowance that shows significant p value (p=0,013) with the interpretation of the students who had little pocket money after the controlled variable of mother’s education level, mother’s employment status, distance of school to fast food restaurant, and accesibility. In conclude, the amount of daily allowance is the most dominant factor in determining the frequency of fast food consumption in state high school student, district of Tangerang Kota, Tangerang.
Read More
S-7884
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristin Helena Ratnaningsih; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, Adhi Darmawan Tato
S-9482
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adelya Fina Kuswardani' Pembimbing: Triyanti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Salimar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan frekuensi konsumsi fast food modern pada Mahasiswa FKM UI angkatan 2021. Pada penelitian ini, variabel dependennya adalah frekuensi konsumsi fast food modern dan variabel independennya adalah tingkat stres, jenis kelamin, pengetahuan gizi, kontrol diri, uang saku, pengaruh peer group dan pengaruh media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2022 kepada 145 mahasiswa FKM UI angkatan 2021 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara daring (online). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat yang menggunakan chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 66,2% responden memiliki tingkat konsumsi fast food modern dengan frekuensi sering, yaitu mengonsumsi fast food modern >3 kali per minggu. Hasil juga menunjukkan bahwa tingkat stres, pengetahuan gizi, kontrol diri, uang saku, dan pengaruh media sosial berhubungan dengan konsumsi fast food modern pada remaja.
This study aims to determine the factors associated with the frequency of consumption of modern fast food in FKM UI students batch 2021. In this study, the dependent variable is the frequency of consumption of modern fast food and the independent variables are stress levels, gender, knowledge of nutrition and fast food, self control, amount of money they have, also peer group and social media influence. This study is a quantitative study with a cross-sectional design. Data collection was carried out in June 2022 to 145 FKM UI students, batch 2021, according to the inclusion criteria and exclusion criteria. Data was collected through filling out online questionnaires (online). The data obtained were analyzed by univariate and bivariate method using chi-square design. The results show that as many as 66.2% of respondents have a high level of consumption of modern fast food, based on the frequency of consuming modern fast food > 3 times per week. The results also show that stress levels, knowledge of nutrition and fast food, self-control, money, and the influence of social media are related to the consumption of modern fast food in adolescents.
Read More
S-11009
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Milla Septiana Wiyantin; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Asih Setiarini, Susianto
S-7972
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Julius Caesar Panggabean; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Heny Mayawati
S-7983
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Rukmana Damanik; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Magdalena, Yvonne; Ishiko Herianto
S-7436
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive