Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35037 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Adila Fahmida Saptari; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Diah M. Utari, Sugiatmi
Abstrak: Proporsi ASI eksklusif di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan target Kementerian Kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa ayah berperan penting dalam kesuksesan pemberian ASI eksklusif. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap, pengetahuan dan karakteristik umum individu (umur, status pernikahan dan status pekerjaan), serta hubungannya dengan niat mendukung praktik pemberian ASI eksklusif pada mahasiswa magister pria Universitas Indonesia tahun 2013.
 
Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2013 di Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi. Sampel penelitian ini adalah 154 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Variabel penelitian diukur menggunakan kuesioner dan analisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 83.1% mahasiswa magister pria berniat mendukung praktik pemberian ASI eksklusif, 53.2% memiliki sikap positif terhadap praktik pemberian ASI dan 54.5% memiliki pengetahuan tinggi mengenai praktik pemberian ASI.
 
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap (p=0,001) dan pengetahuan (p=0,000) dengan niat mendukung praktik pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara karaktersitik individu (umur, status pernikahan dan status pekerjaan) dengan niat mendukung praktik pemberian ASI eksklusif. Kesimpulannya, terdapat hubungan antara sikap dan pengetahuan mahasiswa pria dengan niat mendukung praktik pemberian ASI eksklusif.
 

Exclusive breastfeeding rate in Indonesia is still low compared to the Ministry of Health’s target. Studies show that fathers have a significant role in successful exclusive breastfeeding. This study aims to explore relationships between male graduate students’ characteristics (age, marital status and employment status), breastfeeding knowledge, attitudes and intentions to support exclusive breastfeeding in the future.
 
This study is a cross sectional survey and was conducted in May 2013 at Faculty of Engineering and Faculty of Economics Universitas Indonesia. A questionnaire was used on a sample of 154 male graduate students. The sampels were collected by using accidental sampling technique and the results were analysed by using chi square. The result of this study revealed that 83,1% of the participants intended to support exclusive breastfeeding for their future child, 53,2% had positive attitudes towards breastfeeding and 54,5% had high knowledge of breastfeeding.
 
Future supporting exclusive breastfeeding intentions were significantly correlated to participants attitude (p=0,001) and knowledge (p=0,000) towards breastfeeding. Participants’ characteristics (age, marital status and employment status) were not significantly correlated with future intentions. In conclusion, students attitude and knowledge of breastfeeding are correlated to supporting exclusive breastfeeding intentions.
Read More
S-8040
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Destriatania; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Kusharisupeni, Caroline Endah Wuryaningsih, Besar, Dien Sunyoto, Trina Astuti
Abstrak: Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ayah terhadap praktik inisiasi menyusu segera dan pemberian ASI eksklusif. Sebanyak 536 pasangan suami istri yang memiliki bayi usia 0-6 bulan yang diperoleh dari metode sampel tidak acak menjadi sampel dalam studi ini. Desain yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan chi-square dan regresi logistik.
 
Sebesar 83,6% dan 59,1% ayah memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang manajemen laktasi prenatal dan postnatal. Pengetahuan manajemen laktasi prenatal dan postnatal tidak berhubungan dengan praktik inisiasi menyusu segera, tetapi pengetahuan manajemen laktasi postnatal berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif (pv=0,04). Sebesar 62,7% ayah menunjukkan sikap kurang mendukung pada saat kelahiran, tetapi 89,6% dan 61,9% menunjukkan dukungannya ketika masa kehamilan dan menyusui.
 
Dalam studi ini sikap ayah selama masa kehamilan dan menyusui merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi praktik inisiasi menyusu segera (pv=0,03) dan pemberian ASI eksklusif (pv=0,01). Pengetahuan yang baik dan sikap yang positif diketahui sebagai faktor penting dalam keberhasilan praktik inisasi menyusu segera dan pemberian ASI eksklusif. Hal tersebut mengindikasikan perlunya edukasi tentang menyusui yang melibatkan ayah.
 

The aim of this study is to analyze the relationship between knowledge and attitude of fathers on early initiate breastfeeding and exclusive breastfeeding practices. A non probability random sampling towards 536 couples whose baby was aged 0-6 months. The study design was cross sectional with quantitative data approach by using a structured questionnaire. Chi square and logistic regression methods were used for data analysis.
 
Around 83,6% and 59,1% of fathers had low level of knowledge on prenatal and postnatal lactation management. Knowledge about prenatal and postnatal lactation management were not associated with early initiate breastfeeding practice. However, postnatal lactation management knowledge was significantly associated with exclusive breastfeeding practice (p=0.04). There was 62,7% of fathers presented low support at birth, but 89,6% and 61,9% of them showed high support in pregnancy and breastfeeding period.
 
Attitude of fathers in pregnancy and breastfeeding period were associated with early initiate breastfeeding (p=0.03) and exclusive breastfeeding (p=0,01). Good knowledge and positive attitude were known as an important factors of successful early initiate breastfeeding and exclusive breastfeeding practices. This indicates a need of breastfeeding education for fathers.
Read More
T-3229
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurfida Fadhia; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Rahmawati
Abstrak: Skripsi ini membahas hubungan pengetahuan gizi dan faktor lainnya denganasupan vitamin C. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dengantotal sampel 290. Penelitian ini dilakukan di Rumpun Ilmu Kesehatan UniversitasIndonesia dengan sasaran mahasiswa RIK UI angkatan 2013 pada tahun 2014.Analisis hubungan menggunakan chi square, uji t independen, dan regresi logistikganda. Hasil yang didapat adalah sebanyak 62,4 % mahasiswa tidak mencukupikebutuhan vitamin C perhari dan faktor yang berhubungan secara bermakna adalah konsumsi buah dan sayur, uang saku, dan konsumsi suplemen vitamin C.Tetapi tidak ada hubungan yang bermakna dengan pengetahuan gizi, kebiasaan sarapan, jenis kelamin, perilaku diet, ketersediaan buah dan sayur, dan durasimenonton televisi. Faktor dominan pada penelitian ini adalah konsumsi suplemenvitamin C.
Kata kunci : asupan, vitamin C, suplemen, buah, sayur, uang saku
This paper discusses about the relationship of nutrition knowledge and otherfactors with vitamin C intake. This study used a cross-sectional design with 290 oftotal sample and was conducted in Science Health of Universitas Indonesia andthe target is college student batch 2013, Science Health of UI in 2014. Analyseused chi square, independent t-test, and multiple logistic regression. The resultwere 62,4 % of college student do not meet their recommended daily intake ofvitamin C and the factors that significantly associated are fruit and vegetableconsumption, pocket money, and consumption of vitamin C supplement. Nosignificant relationship with nutrition knowledge, breakfast habits, gender,dieting, fruit and vegetable availability, and duration of television viewing. Thedominant factor in this study was consumption of vitamin C supplement.
Keyword : vitamin C, intake, supplement, fruit, vegetable, pocket money
Read More
S-8229
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irvany Entang Ratna Sari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika;/ Penguji: Triyani, Anies Irawati
S-4224
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Kharisma Putri; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Ayu Dewi Sartika, Tiara Lutfie
S-8375
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fardilla Fitriyani Sumardi; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Heras Ganefi Tamara
Abstrak: Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapatmeningkatkan risiko hipertensi, dislipidemia, diabetes tipe 2, penyakit jantungkoroner, stroke, osteoartritis, dan kanker. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan perilaku sedentary, asupan gizi, pola makan, kebiasaanmengkonsumsi makanan dan minuman ringan tinggi energi, pengetahuan gizi, danjenis kelamin dengan obesitas pada mahasiswa S1 Reguler FIB UI. Penelitian inimenggunakan desain studi cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Februarihingga Juni 2017. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa S1 Reguler laki-lakidan perempuan sebanyak 151 mahasiswa dari setiap angkatan. Pengumpulan datadilakukan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengisian kuesionermandiri, serta wawancara 2x24 hours food recall. Prevalensi obesitas sebesar22,5%. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara perilaku sedentary(p-value:0,004), kebiasaan mengkonsumsi makanan ringan tinggi energi (p-value:0,024), dan kebiasaan mengkonsumsi minuman ringan tinggi energi (p-value:0,000) dengan obesitas. berdasarkan hasil penelitian disarankan agarmahasiswa lebih aktif secara fisik dan mengurangi konsumsi makanan danminuman ringan tinggi energi.
Kata kunci : Obesitas, mahasiswa, perilaku sedentary, kebiasaan konsumsimakanan dan minuman ringan tinggi energi
Read More
S-9570
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abi Agistiawin; Pembimbing: Kusharisupeni Djojosujono; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Syamsuddin
S-8362
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Husna Hamidah; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Salimar
Abstrak:
Emotional eating, kecenderungan mengonsumsi makanan sebagai respons terhadap emosi negatif, dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional eating dengan stres akademik dan faktor-faktor lain pada mahasiswa non-kesehatan. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 169 responden. Temuan menunjukkan hubungan signifikan antara stres akademik dan emotional eating (p-value 0,025), serta penggunaan media sosial dan emotional eating (p-value 0,000). Meskipun demikian, tidak ditemukan hubungan dengan jenis kelamin, pengetahuan gizi, durasi tidur, dan kebiasaan berolahraga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa faktor psikologis juga berperan penting terhadap kesehatan gizi individu.

Emotional eating, the tendency to consume food in response to negative emotions, can have adverse effects on health. This research aims to explore the relationship between emotional eating and academic stress along with other factors in non-health major students. The research employed a cross-sectional design with 169 respondents. Findings indicated a significant relationship between academic stress and emotional eating (p-value 0,025) as well as social media usage and emotional eating (p-value 0,000). However, no associations were found with gender, nutritional knowledge, sleep duration, and exercise habits. The results of this study are expected to raise awareness that psychological factors also play a crucial role in individual nutritional health.
Read More
S-11547
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hafla Hadissa; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Fathimah Sulistyowati Sigit, Dieta Nurrika
Abstrak:
Stres merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang umum dialami mahasiswa dan dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis maupun performa akademik. Berbagai faktor gaya hidup, seperti konsumsi probiotik, asupan serat, konsumsi ultra-processed food (UPF), aktivitas fisik, dan kualitas tidur diduga berperan terhadap kejadian stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi probiotik dan faktor lainnya dengan tingkat stres pada mahasiswa FKM UI tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 138 mahasiswa FKM UI. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58% mahasiswa mengalami stres tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara tahun studi (p=0,002), konsumsi UPF (p=0,003; OR=2,9; 95% CI=1,4–6,0), dan kualitas tidur (p<0,001; OR=4,3; 95% CI=1,9–9,6) dengan kejadian stres. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi probiotik, jenis kelamin, asupan serat, dan aktivitas fisik dengan kejadian stres (p>0,05). Meskipun demikian, aktivitas fisik menunjukkan kecenderungan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan menerapkan pola hidup sehat, terutama dengan menjaga kualitas tidur untuk membantu mengurangi risiko stres. Fakultas juga diharapkan mendukung upaya promosi kesehatan mental dan perilaku hidup sehat di lingkungan kampus. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal serta analisis multivariat untuk memahami hubungan faktor gaya hidup dan stres secara lebih mendalam. Kata kunci: stres, konsumsi UPF, kualitas tidur, tahun studi, mahasiswa.

Stress is a common mental health problem among university students and may affect both psychological well-being and academic performance. Various lifestyle factors, including probiotic consumption, dietary fiber intake, ultra-processed food (UPF) consumption, physical activity, and sleep quality, are believed to be associated with stress. This study aimed to examine the relationship between probiotic consumption and other factors with stress among students of the FKM UI, in 2026. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted among 138 students. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. The results showed that 50.7% of students experienced high stress. Significant associations were found between year of study (p=0,002), UPF consumption (p=0,003; OR=2,9; 95% CI=1,4–6,0), and sleep quality (p<0,001; OR=4,3; 95% CI=1,9–9,6) and stress. Meanwhile, no significant associations were found between probiotic consumption, sex, dietary fiber intake, physical activity, and stress (p>0.05). Nevertheless, physical activity showed a tendency toward an association with stress. Therefore, students are encouraged to adopt healthy lifestyle behaviors, particularly by maintaining good sleep quality to reduce the risk of stress. The faculty is also expected to support mental health promotion and healthy lifestyle programs within the campus environment. Future studies are recommended to employ longitudinal designs and multivariate analyses to further explore the relationship between lifestyle factors and stress. Keywords        :        stress, UPF consumption, sleep quality, year of study, college students.
Read More
S-12380
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadia Siratunnisak; Pembimbing: Fathimah Sulistyowati Sigit; Penguji: Asih Setiarini, Siti Arifah Pujonarti, Khoirul Anwar, Chaerunnisa Rahman
Abstrak:
Hipertensi mulai menjadi masalah kesehatan pada kelompok dewasa muda. Obesitas sentral yang dinilai menggunakan rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan (RLPTB) diduga berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran serta hubungan sentral, faktor sosiodemografi, dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi serta tekanan darah sistolik dan diastolik pada mahasiswa baru Universitas Indonesia tahun 2025. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan analisis data sekunder terhadap 392 mahasiswa. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square, uji beda rerata, regresi logistik, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,2% responden mengalami sentral dan 31,3% mengalami hipertensi. Rerata tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing sebesar 127,38 ± 13,79 mmHg dan 81,91 ± 10,03 mmHg. Sebanyak 63,5% responden kurang mengonsumsi sayur dan buah, 53,5% memiliki konsumsi makanan tinggi natrium kategori tinggi, 50,5% memiliki konsumsi minuman manis kategori tinggi, dan 57,9% memiliki durasi tidur kurang. sentral berhubungan dengan kejadian hipertensi (OR = 2,423; 95% CI: 1,504–3,903; p < 0,001), tekanan darah sistolik, dan diastolik (p < 0,001). Jenis kelamin berhubungan dengan hipertensi dan tekanan darah sistolik, sedangkan aktivitas fisik hanya berhubungan dengan tekanan darah sistolik. Pendapatan orang tua, konsumsi sayur dan buah, makanan tinggi natrium, minuman manis, serta durasi tidur tidak berhubungan secara bermakna dengan hipertensi maupun tekanan darah sistolik dan diastolik. Setelah dikontrol seluruh variabel sosiodemografi dan gaya hidup, mahasiswa dengan sentral memiliki odds 2,450 kali untuk mengalami hipertensi (95% CI: 1,484–4,026; p < 0,001). Mahasiswa dengan obesitas juga memiliki tekanan darah sistolik 5,552 mmHg dan diastolik 5,010 mmHg lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang tidak obesitas. Disimpulkan bahwa sentral berhubungan dengan hipertensi serta peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik pada mahasiswa baru.

Hypertension is becoming an increasingly important health concern among young adults. Central obesity, assessed using the waist-to-height ratio (WHtR), is believed to be associated with elevated blood pressure. This study aimed to describe and examine the associations of central obesity, sociodemographic factors, and lifestyle factors with hypertension, systolic blood pressure, and diastolic blood pressure among first-year students at Universitas Indonesia in 2025. This study used a cross-sectional design and secondary data from 392 students. Data were analyzed using the chi-square test, mean difference tests, logistic regression, and multiple linear regression. The results showed that 62.2% of the respondents had central obesity and 31.3% had hypertension. The mean systolic and diastolic blood pressures were 127.38 ± 13.79 mmHg and 81.91 ± 10.03 mmHg, respectively. A total of 63.5% of the respondents had inadequate fruit and vegetable intake, 53.5% had a high frequency of high-sodium food consumption, 50.5% had a high frequency of sugar-sweetened beverage consumption, and 57.9% had insufficient sleep duration. Central obesity was associated with hypertension (OR = 2.423; 95% CI: 1.504–3.903; p < 0.001), systolic blood pressure, and diastolic blood pressure (p < 0.001). Sex was associated with hypertension and systolic blood pressure, whereas physical activity was associated only with systolic blood pressure. Parental income, fruit and vegetable intake, high-sodium food consumption, sugar-sweetened beverage consumption, and sleep duration were not significantly associated with hypertension, systolic blood pressure, or diastolic blood pressure. After adjustment for all sociodemographic and lifestyle variables, students with central obesity had 2.450 times higher odds of hypertension than those without central obesity (95% CI: 1.484–4.026; p < 0.001). Students with central obesity also had systolic and diastolic blood pressures that were 5.552 mmHg and 5.010 mmHg higher, respectively, than those without central obesity. In conclusion, central obesity was associated with hypertension and increased systolic and diastolic blood pressure among first-year students.
Read More
T-7581
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive