Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29634 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Adi Djajadi; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Alex Papilaya, Supriyantoro, Suptijanto Rijadi
Abstrak: Situasi pemulihan ekonomi pasca resesi ekonomi 1998 sampai saat ini masih sangat mempengaruhi pembiayaan pemerintah terhadap lembaga / organisasinya dalam menjalankan fungsinya, termasuk didalamnya adalah organisasi rumah sakit. Untuk meningkatkan penerimaan pendapatan dalam upaya mencapai kemandirian pembiayaan serta memperkecil rentang kendali, salah satu upaya yang dapat dilakukan rumah sakit Salak adalah membentuk Unit Khusus dari instalasi / unit yang dimilikinya melalui suatu kajian. Rumah sakit Salak memiliki tujuh instalasi / unit yang oleh manajemennya diperkirakan layak untuk ditetapkan menjadi unit khusus, antara lain : (1) rawat jalan, (2) rawat inap, (3) kamar bedah, (4) kebidanan, (5) Laboratorium, (6) radiologi, dan (7) gawat darurat. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh dan menetapkan unit khusus. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode riset operasional. Adapun data yang diolah meliputi kinerja keuangan rumah sakit Salak (penerimaan pendapatan dan perolehan laba) serta Kinerja pelayanan rumah sakit Salak, Azra, PMI, Karya Bhakti (jumlah kunjungan, jumlah pasien masuk, jumlah tindakan, dan jumlah pemeriksaan). Analisa data dilakukan dengan menggunakan trend linear, matriks BCG, dan matriks uji banding variabel. Berdasarkan hasil penelitian, ditetapkan Instalasi Gawat Darurat sebagai Unit Khusus dengan Pengembangan Produk sebagai strategi dalam mempertahankan dan memimpin pasar jasa pelayanan ke-gawat darurat-an di kota Bogor. Penetapan instalasi gawat darurat sebagai unit khusus perlu segera direalisasikan karena merupakan the golden gate rumah sakit.
The situation of economic recovery after the economic recession in 1998 has still been affecting the financing of institutions/organizations, including hospitals, by the government. To increase its revenues so that it reaches financing autonomy, and to shorten the span of control, an effort conducted by Salak hospital is establishing strategic enterprise unit from its installations/units through a study. Salak hospital has seven installations/units, which are predicted feasible to be excellent by the management. They are (1) out-patient unit, (2) in-patient unit, (3) surgery room, (4) midwifery, (5) laboratory, (6) radiology, and (7) Emergency unit. The research objectives are to get and to determine the excellent installations/units. The research was done by using operational research method. Data processed include the hospital financial performance (revenue and profit) of Salak hospital and service performance of Salak, Azra, PMI, Karya Bhakti hospital (number of visit, number of admission, number of action, and number of examination). Data analysis was conducted by using the trend linear, BCG matrix, and variable compared matrix test. Based on the research, Emergengy unit was determined as the “Unit Khusus”. The installation applies Product Development as a strategy in maintaining and leading the market of emergency service in Bogor. The determination of Emergency Unit as a strategic business installation have to be brought to reality immediately because the installation is also the hospital golden gate.
Read More
B-902
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurdjamil Sayuti; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: M. Hafizurrachman, Suprijanto Rijadi, Supriyantoro
Abstrak: Latar Belakang
Dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan strategis yang mendasar baik internal maupun eksternal, maka pembangunan Nasional khususnya pembangunan Kesehatan harus dapat menjawab tantangan tersebut yang di jabarkan melalui visi Indonesia Sehat 2010. Lebih spesifik lagi dalam bidang pelayanan kesehatan visinya adalah Pelayanan Medik Prima 2010, dengan misi yang khusus mengenai perumah sakitan adalah di antaranya ” Mempersiapkan Sistim Rumah Sakit dan Sarana Kesehatan dalam Menghadapi Perubahan akibat Globalisasi dan Desentralisasi”. Untuk turut mendukung tercapainya Misi tersebut Rumah Sakit di jajaran kesehatan Angkatan Darat melakukan pelayanan terhadap masyarakat umum dengan berpedoman kepada etika perumahsakitan yang ada. Rumah Sakit Salak Bogor yang merupakan bagian dari Rumah Sakit di jajaran Angkatan Darat perlu menyusun perencanaan strategi untuk menselaraskan dengan Misi pemerintah tentang pelayanan Kesehatan.

Tujuan
Untuk keperluan penyusunan perencanaan strategi Rumah Sakit Salak Bogor periode 2006 – 2010 dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh baik eksternal maupun internal.

Metode
Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian operasional dengan deskriptif analitik melalui pendekatan kualitatif.

Hasil
Lingkungan eksternal, peluang : Politik, Ekonomi, Sosial, Demografi, Geografi, Pemasok dan Pelanggan, untuk Ancaman : Teknologi dan Pesaing. Lingkungan internal, kekuatan : Visi & Misi, SDM, Produk layanan, Pemasaran dan Keuangan, untuk kelemahan : Fasilitas Fisik, Organisasi dan Sisitim Informasi. Pada formulasi strategi tahap input dengan matriks EFE dan IFE, tahap penentuan posisi dengan matriks IE Hold and Maintain dan matriks SPACE Competitive, selanjutnya dilakukan matching dengan pilihan strategi Product Development dan Market Penetration, pada tahap keputusan dengan QSPM nilai TAS tertinggi pada Product Development pilihan produk layanan Tim Ambulan Cepat.

Kesimpulan
Strategi terpilih yang direkomendasikan adalah Product Development dengan produk layanan Tim Ambulan Cepat.

Kata kunci : Rencana strategi, product development, Tim Ambulan Cepat

Background
In the face of various elementary strategic challenges and as well as internal external changes, National development especially health development should be able to answer the challenges which is formulated by Indonesia Sehat 2010 vision. More specifically the vision of health service is Pelayanan Medik Prima 2010, with one of the special missions regarding hospital services “ Drawing up Hospital systems and Health Media in the face of changes due to Globalization and Decentralization. In order to participate in achieving the mission, Salak Hospital Bogor as an integral part of the Indonesian Army Health services, carries out health services to the public based on conducts the existing ethics. As a consequence Salak Hospital Bogor has to set up a strategic planning.

Objective
A research on the internal and external influencing factors was done to formulate the Salak Hospital Bogor Strategic Planning for 2006 – 2010.

Methods
The research method taken is an operational research with descriptive analysis by qualitative approach.

Results
The external factors are, opportunity : politic, economics, social, demography, geography, customer and supplier. Threat : technological and competitor. The internal factors comprise of Strength : mission and vision, human resources, service product, finance and marketing. Weaknesses : physical facility, organizational and information systems. The input stage of the strategic formulation uses EFE and IFE matrix, the determining stage of position Hold and Maintain with IE matrix, Competitive with SPACE matrix, further stage conducted by matching with strategy choice product development and market penetration, the decision stage uses QSPM with highest TAS value at product development is Rapid Team Ambulance.

Conclusions
The strategic recommended is product development with Rapid Team Ambulance. By implementing the selected strategy into the annual work plan, Salak Hospital Bogor will be able to improve his performance gradually and continuously.

Keywods : Strategic plan, product development, Rapid Team Ambulance
Read More
B-859
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galuh Katrinnadara; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Wachyu Sulistiadi, Dini Siti Hudayani, Budi Hartono
Abstrak:

Rumah Sakit memiliki fungsi sosial dan fungsi ekonomi. Dalam menjalankan fungsi sosialnya rumah sakit berkewajiban memberikan pelayanan kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dalam menjalankan fungsi ekonominya, rumah sakit membutuhkan cashflow yang sehat untuk dapat membiayai operasionalnya. Sehingga rumah sakit dituntut untuk meningkatkan pendapatan sekaligus melakukan efesiensi agar tercapai margin yang optimal dengan tarif yang terjangkau oleh masyarakat. Rumah Sakit Islam Bogor selama ini belum pernah melakukan analisa biaya, sehingga penetapan tarif belum berdasarkan pada biaya satuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui total biaya di Kelas I Mina , jumlah kegiatan di Kelas I Mina, biaya satuan aktual dan normatif di Kelas I Mina, CRR di Kelas IMina, ATP dan tarif rumah sakit pesaing. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan metode analisa biaya yang digunakan adalah metode Double Distribution untuk menghitung biaya satuan. Data yang diperlukan adalah data sekunder. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa total biaya di Kelas I Mina adalah Rp.352.428.437 dengan jumlah kegiatan (LHR) 826, biaya satuan aktual sebesar Rp 426.689 dan biaya satuan normatif Rp.251.828.CRR aktual 68% dan CRR normatif 115%. Bila dibandingkan dengan tarif pesaing, terlihat tarif yang berlaku saat ini di Kelas I Mina cukup rendah, sehingga rumah sakit ini masih mempunyai kesempatan untuk menaikan tarif. Dengan tarif awal Rp.290.000, kemampuan membayar masyarakat di Kab.Bogor sebanyak 55% dan di Kotamadya Bogor 65%.  Bila dilihat dari tarif rumah sakit pesaing pada Kelas I, maka tarif yang digunakan sebagai pembanding dalam pembuatan simulasi tarif adalah Rp.400.000. Usulan tarif yang digunakan dalam penetapan tarif adalah Rp.390.000 dengan CRR yang sudah mengalami peningkatan dari tarif awal yaitu 91%. dan kemampuan membayar masyarakat di Kab. Bogor sebanyak 35% dan di Kotamadya Bogor 50%. Hasil penelitian ini diharapkan merupakan informasi awal dan dapat ditindaklanjuti oleh Rumah Sakit Islam Bogor dalam melakukan analisa biaya satuan dan penetapan tarif untuk unit produksi lainnya, sehingga efektivitas dan efesiensi dapat berjalan dengan baik. Daftar Pustaka :   45  (1986 – 2010)


 

Hospital has a functioning social and economic functions. In carrying out its social functions hospitals are obliged to provide services to all segments of society without exception. In carrying out its economic functions, the hospital requires a healthy cash flow to finance its operations. So that hospitals are required to increase income and efficiency in order to achieve optimal margins at rates affordable by the community. Bogor Islamic Hospital there has not yet been analyzing the cost, so that tariffs have not been based on unit costs. The research  was conducted to determine the total cost of the Class I Mina, the number of activities in Class I Mina, the actual unit costs and normative in Class I Mina, CRR in Class I Mina, ATP and rates hospital competitors. This study is a case study with a quantitative approach, using cost analysis method used is the Double Distribution method for calculating the unit cost. Necessary data is secondary data. The results showed that the total cost of the Class I Mina is Rp.352.428.437 by the number of activities (LHR) 826, the actual unit cost of Rp 426,689 and the normative Rp.251.828.CRR actual unit costs 68% and 115% CRR normative. When compared with competitors' rates, visible current rates in Class I Mina quite low, so that the hospital still has a chance to raise rates. With the initial tariff Rp.290.000, the ability to pay people in Kab.Bogor by 55% and 65% in Kotamadya Bogor. When viewed from the hospital fare competitors in Class I, then the tariff is used as a comparison in the manufacturing simulation rate is 400,000. The proposed tariffs are used in the determination of tariff is Rp.390.000 with CRR already increased from the initial rate of 91%. and ability to pay people in Kab. Bogor as much as 35% and 50% in Kotamadya Bogor. The results of this study is preliminary information and is expected to be acted upon by the Islamic Hospital in Bogor conduct unit cost analysis and tariff setting for another production unit, so the effectiveness and efficiency can be run properly. References    :  45  (1986 - 2010)

Read More
B-1327
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuli Trijayati; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Masyitoh, Asep Ahmad Saefullah, R. Heru Ariyadi
Abstrak:
Kebijakan nasional di bidang kesehatan mendorong reformasi dan peningkatan kinerja rumah sakit, salah satunya melalui pengembangan Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) di Rumah Sakit Daerah. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan dengan menerapkan model manajemen yang lebih adaptif dan berorientasi pada hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan UOBK di RSUD Kubu Raya dengan pendekatan kualitatif menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kendala komunikasi antarorganisasi akibat perbedaan pemahaman dan kurangnya sosialisasi, serta keterbatasan sumber daya manusia. Selain itu, kompetensi dan sikap badan pelaksana berperan penting dalam menentukan keberhasilan kebijakan. Meskipun kebijakan UOBK bertujuan memberikan fleksibilitas dan otonomi dalam pengelolaan rumah sakit, implementasinya di RSUD Kubu Raya belum berjalan. Diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengatasi hambatan tersebut agar kebijakan ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan rumah sakit.

The national health policy encourages reforms and improvements in hospital performance, one of which is through the development of Special Organizational Units (UOBK) in Regional Hospitals. This policy aims to enhance accountability, efficiency, and service quality by adopting a more adaptive and results-oriented management model. This study aims to analyze the implementation of the UOBK policy at Kubu Raya Regional General Hospital (RSUD) using a qualitative approach based on the policy implementation theory of Van Meter and Van Horn. The findings reveal that the policy implementation still faces various challenges, such as inter-organizational communication barriers due to differing interpretations and lack of socialization, as well as resource limitations, including human resources, assets, and finances. Moreover, the competency and attitude of the implementing bodies play a crucial role in determining the policy's success. Although the UOBK policy aims to provide flexibility and autonomy in hospital management, its implementation at Kubu Raya RSUD has not yet been optimal. Further efforts are needed to overcome these obstacles to ensure the policy delivers tangible impacts on improving hospital efficiency and service quality.
Read More
B-2514
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutrisno; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-433
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susilawati Budiono; Pembimbing: Prastuti Chusnun Soewondo
B-454
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Wayan Sri Suardana; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Ede Surya Darmawan, Djuhari Suryasaputra
Abstrak:
Rumah Sakit Karya Medika adalah salah satu rumah sakit swasta yang terletak di Kabupaten Bekasi. Akibat dari krisis ekonomi yang menyebabkan biaya tinggi serta kebijakan dalam pelayanan kesehatan yang memberi kemudahan dalam mendirikan rumah sakit, sehingga pertumbuhan rumah sakit swasta menjadi pesat, hal ini mengakibatkan persaingan diantara rumah sakit menjadi lebih ketat , baik bersaing dalam meningkatkan mute maupun bersaing dalam menawarkan tarif pelayanan. Dalam menentukan tarif pelayanan yang tepat , maka analisa biaya satuan yang rasional sangat mutlak diperlukan. Instalasi Radiologi Rumah Sakit Karya Medika dalam menentukan tarif pelayanan belum berdasarkan perhitungan analisa biaya satuan yang rasional. Oleh karena itu permasalahannya adalah belum pernah dilakukannya perhitungan analisa biaya rasional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Karya Medika. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah pemeriksaan perjenis pemeriksaan Radiologi yang paling besar adalah pemeriksaan Thorax dewasa yaitu sebesar 7540 ( 47,39% ) dan yang paling kecil adalah pemeriksaan Fistulografi yaitu 1 orang. Tarif pemeriksaan yang berlaku saat ini hampir semuanya lebih besar dari perhitungan biaya satuan, kecuali pemeriksaan kepala AP/Lat, dan kepala Sinus Paranasal yang mana tarifnya masih di bawah biaya satuan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh usulan tarif pemeriksaan rasional 13 pemeriksaan radiologi terpilih untuk kelas II dan III. Tarif yang diusulkan tersebut mempunyai nilai cost recovery rate untuk kelas II berkisar antara I12%-290%, sedangkan untuk nilai cost recovery rate tarif pemeriksaan kelas II berkisar 102%-250%. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Rumah Sakit Karya Medika dalam melakukan penyesuain tarif di Instalasi Radiologinya.

Karya Medika hospital is one of the private hospital located in Bekasi district. Due to of economic crisis which cause high expense and also policy in service of health which giving amenity in founding hospital, so that growth of private sector hospital become fastly, this matter result emulation among hospital become more tight , to competate in service quality and offering service tari£ To presenting the expense, need more analyze a various factor of unit cost. So that Installation Radiology Hospital of Karya Medika to presenting the tariff service does not based yet on calculation of rational unit cost. Therefore, the problems is have never been done calculation rational unit cost analysis in Installation Radiology Hospital of Karya Medika. Result of research shows up the largest amount of Radiology inspection was adult Thorax inspection which is 7540 ( 47,39% ) and smallest is Fistulografi inspection that is 1 people. Inspection tariff applying in this time almost everything bigger than calculations of unit cost, except inspection of head AP / Lat, and head of paranasal sinus the which the tariff of still below/under of unit cost. Based on research found there are rational tariff should be proposed, 13 radiology inspection obtained for the class of II and of III. Suggested tariffs are : cost recovery rate for the class of II range from 112% - 290%, at while for the value of tariff rate recovery cost inspection of class of III in range of 102%-250 %. Hopingly the result of this research could be a reference for Karya Medika Hospital in deciding and to adjust tariff at Radiology Installation.
Read More
B-812
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Maryam; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: M. Hafizurrachman, Amila Megraini, Yuli Prapancha Satar
Abstrak:

Pentingnya pemahaman tentang konsumen dalam pemasaran telah dikembangkan yaitu para pemasar berusaha memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran. Konsep perilaku konsumen adalah interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku dan lingkungannya dimana manusia melakukan kegiatan pertukamn dalam hidup mereka. Prinsip-prinsip dan riset perilaku konsumen dapat mambantu pengambilan keputusan manajerial salah satunya pada bidang pengembangan bauran pemasaran. Medical Check Up merupakan satu produk pusat layanan kesehatan yang memiliki dua jenis kegiatan yaitu kegiatan intemai dan kcgiatan ekstemal. Kegiatan intemal adalah pemeriksaan penunjang medis lengkap didukung oleh pemeriksaan medis, sedangkan kegiatan eksternal adalah berupa pemasaran ke perusahaan dan publik yang ingin menjaga diri terhadap kemungkinan penyakit. Lengkap dan akurat pelayanan Medical Check Up sering digunakan dalam upaya promosi suatu rumah sakit sehingga diharapkan dapat menjaring lebih banyak konsumen dalam penggunaan fasilitas kesehatan lainnya di rumah sakit tersebut. Unit Medical Check Up Rumah Sakit PMI Bogor berdiri sejak pertengahan tahun 2003, yang pada saat itu telah didahului 2 rumah sakit swasla lainnya di Kota Bogor. Dari data kunjungan pada tahun 2005 dapat diketahui bahwa tezjadi penurunan penjualan dari pelanggan pribadi sebesar 29,l% jika dibandingkan tahun sebelumnya hal ini berakibat penurunan pendapatan rumah sakit sebesar 5,2 % dari total pendapatan unit Medical Check Up pada tahun 2005. Oleh karena itu dilakukan pcnclitian yang bcrtujuan mcngctahui gambaran perilaku pelanggan pribadi dalam pengambilan keputusan berdasarkan bauran pemasaran di Unit Medical Check Up Rumah Sakit PMI Bogor. Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif dengan metode Rapid Asessment Procedure (RAP) untuk meneliti dampak dari sistem pemasaran pelayanan kesehatan terhadap perilaku pelanggan dalam pengambilan keputusan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pelanggan pribadi datang karena adanya motivasi ingin mendeteksi kesehatan baik untuk melengkapi persyaratan rnelanjutkan sekolah, mencari pekerjaan atau untuk mendapatkan saran pengobatan yang teramh. Selanjutnya mereka mencari infoxmasi secara luas terutama infonnasi dari mulut ke mulut, beberapa atribut yang membentuk sikap positif yaitu produk yang ditawarkan dalam hal ini manfaat dan kemasannya , orang-orang yang memberikan pelayanan yang cepat, ramah dan profcsional, serta bukti fisik sebagai penunjang pcmcriksaan pelayanan baik tata ruang, kclengkapan alat penunjang medis atau suasanya di lingkungan unit Medical Check up. Selanjutnya adalah proses pengintegrasian dari sikap pelanggan pribadi adalah mernilih bukti Hsik yang ada di Unit Medica! Check Up Rumah Sakit PMI Bogor terutama karena kelengkapan alat medis yang tersedia. Pengalaman yang dirasakan setelah melakukan pemeriksaan sebagian besar adalah baik dan merasakan kepuasan karena mendapatkan pelayanan yang sesuai atau lebih dari yang diharapkan. Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan upaya promosi tidak hanya menginfommasikan keberadaannya tetapi juga kearah edukatif , kecendemngan pemilihan dan pembelian yang tidak terlepas dari pengembangan bauran pemasaran lairmya dan dengan cara pendekatan psikologis internal yang menyertai proses pengambilan keputusan.


 

The importance of understanding clients in marketing effort is developed that the marketers are trying to satisfy the needs and wants of the target market. Client behavior concept is a dynamic interaction between affection and cognition, as well as behavior and environment in where men perfonning the activity of exchange in their lives. The principle and research of clients? behavior may help taking a managerial decision of which is the development of marketing. Medical check-up is a product of health center which has two types of activity, that is, internal and extemal ones. lntemal activity is a complete medical supports inspection followed by medical inspection. While extemal activity is performing marketing to corporate and public intending to protect themselves from possible diseases. The completeness and accuracy of Medical Check Up services are often used in promoting a hospital and expected to gain more clients to use the health facilities available in it. Medical Cheek Up unit of PMI Bogor Hospital was established in mid 2003. At that time, two hospitals in the city of Bogor have already set up. From the visitor?s data in 2005, it is known that there was a decrease in personal clients market of 29,1% compared to the previous years. This makes a decrease in hospital income of 5,2% ofthe total revenue of Medical Check Up unit in 2005. Therefore, a research is conducted in order to know the all about of personal clients? behavior in making a decision based on marketing mix of Medical Check Up Unit of PMI Bogor Hospital. This research uses qualitative approach with Rapid Assessment Procedures (RAP) method in order to know the effect of marketing system of the health center to clients? behavior in taking a decision. Based on the research it is concluded that personal clients come in because they want to check their health both to complete the requirement to continue study, find a job or seek for medical advices. Further they are looking for information in wide scope mainly mouth to mouth information, some attributes which are positive in benefit and package, people who make good, fast and professional services, as well as physical evidences which support the services (lay out, medical equipment, and surroundings in Medical Check Up Unit). Further, integration process in personal clients is selecting physical evidences available at the unit in the hospital, particularly the completeness of medical support in the premises. Experiences gained when receiving medical services is mostly due to satisfaction from the good services as expected. It is suggested that the hospital can improve the promotion efforts by not only informing its existence but also for education. The tendency of selecting and using the services are due to the creation of other marketing mix and intemal psychological approach following the process of decision making.

Read More
B-957
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Melissa; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Puput Oktamianti, Suryanti Gunadi
Abstrak:
Latar belakang : IGD sebagai salah satu pintu masuk pasien akan mencerminkan pelayanan suatu rumah sakit, dimana ketika kinerja IGD belum optimal maka diperlukan perencanaan strategis yang tepat. Tesis ini membahas rencana strategis peningkatan kinerja IGD RS Hermina Kemayoran yang telah ditetapkan sebagai layanan prioritas sejak 2021 oleh BOD, namun pada pelaksanaannya belum tercapai target yang telah ditetapkan hingga penelitian ini dilaksanakan. Tujuan penelitian : Penelitian ini menghasilkan strategi peningkatan kinerja layanan IGD RS Hermina Kemayoran untuk mengetahui gambaran situasi IGD RS Hermina Kemayoran, dan secara khusus adalah teridentifikasi analisis situasi dengan pendekatan Duncan, yaitu dengan melakukan analisa eksternal (aspek ekonomi, sosiodemografi, epidemiologi, legislatif politik, teknologi dan pesaing yang ditempatkan kedalam lingkungan umum, sistem pelayanan kesehatan, atau area layanan) dan internal (menggunakan rantai nilai Potter) yang akan menghasilkan strategi terpilih yang kemudian diturunkan menjadi program kerja dan dilakukan pemetaan berdasarkan penilaian Balanced Scorecard. Metodologi Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode action research, menggunakan data primer (wawancara mendalam, observasi, dan Consensus Decision Making Group (CDMG)) dan data sekunder (Kemenkes, BPS, data RS Hermina Kemayoran). Hasil Penelitian : Rencana strategis yang dihasilkan yaitu strategi terarah yaitu penetapan layanan IGD sebagai layanan prioritas, pemilihan strategi adaptif yaitu penetrasi pasar dan peningkatan kualitas, pemilihan strategi keluar masuk pasar yaitu aliansi, pemilihan strategi kompetitif yaitu diferensiasi terfokus, strategi implementasi pra layanan, intra layanan, pasca layanan, layanan pendukung, dan rencana unit kerja IGD dengan penilaian KPI dengan pendekatan Balanced Scorecard. Kesimpulan : Rencana strategi yang telah menjadi action plan IGD dan RS Hermina Kemayoran diharapkan akan menjadi pedoman bagi RS Hermina Kemayoran dalam mewujudkan IGD menjadi layanan prioritas RS Hermina Kemayoran.

Background: The Emergency Room (ER) as a patient entry point will reflect the services of a hospital, where when the ER performance is not optimal then appropriate strategic planning is needed. This thesis discusses the strategic plan to improve the performance of the Emergency Room at Hermina Kemayoran Hospital which has been designated as a priority service since 2021 by the Board of Director (BOD), but in its implementation the target that had been set had not been achieved until this research was carried out. Research objectives: This research produces a strategy to improve the performance of Hermina Kemayoran Hospital's ER services to understand the picture of the Hermina Kemayoran Hospital's ER situation, and in particular a situation analysis using Duncan's approach is identified, namely by carrying out external analysis (economic, socio-demographic, epidemiological, legislative, political, and political aspects). technology and competitors placed into the general environment, health care system, or service area) and internally (using the Potter value chain) which will produce selected strategies that will be the basis of work programs and mapped based on the Balanced Scorecard assessment. Research Methodology: This research is qualitative research using action research methods, using primary data (in-depth interviews, observations, and Consensus Decision Making Group (CDMG)) and secondary data (Ministry of Health, BPS, Hermina Kemayoran Hospital data). Research Results: The resulting strategic plan is a directed strategy, namely establishing emergency services as a priority service, selected from adaptive strategy namely market penetration and quality improvement, selected from entry and exit strategy namely alliance, selected from competitive strategy namely focused differentiation, pre-service implementation strategy, intra-service, post-service, support service, and ER work unit plans with KPI assessment using the Balanced Scorecard approach. Conclusion: The strategic plan that has become the action plan for the IGD and Hermina Kemayoran Hospital is expected to become a guide for Hermina Kemayoran Hospital in making the IGD a priority service for Hermina Kemayoran Hospital.
Read More
B-2403
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hably Warganegara; Pembimnbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Purnawan Junadi, Amal Chalik Sjaaf, Suprijanto Rijadi, Soekirman Soekin
Abstrak: Dalam meningkatkan kualitas SDM Rumah Sakit (RS) Khusus THT-Bedah KLProklamasi, maka perlu menciptakan sistem manajemen kinerja yang baik, yaitumelakukan penilaian kinerja dengan merumuskan Key Performance Indicators(KPI) yang berfungsi sebagai alat ukur tercapainya tujuan RS. Dilakukanpendekatan kualitatif dengan metode diskusi kelompok terarah (FGD) danwawancara mendalam terhadap seluruh unit di RS untuk merancang KPI yangsejalan dengan tujuan RS, dimana terbentuk 196 rancangan KPI untuk 23 unitdimana setiap unit terdiri dari 8-10 KPI yang dapat menjadi pertimbangan RSuntuk digunakan sebagai penilaian kinerja unit yang sesuai dengan tujuan RS.Kata kunci: key performance indicators, KPI, pengukuran kinerja.
Improvement in human resources quality in Proklamasi- ENT Hospital requirescreation of a good performance management system through implementation ofperformance measurement by formulating Key Performance Indicators whichfunction as a measuring instrument to achieve hospital goals. A qualitativeapproach with focus group discussions and in depth interviews method with alldivisions in the hospital was performed to formulate KPI which compatible tohospital goals. A 196 KPI draft was formed for 23 divisions whereas each divisionconsist of 8-10 KPI to became hospital consideration to measure all divisionperformance that compatible with hospital goals.Keywords: Key performance indicators, KPI, Performance Measurement.
Read More
B-1788
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive