Ditemukan 8178 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Salah satu indikator keberhasilan pelayanan makanan di rumah sakit adalah persentase sisa makanan pasien yang tidak melebihi 20%. Tingginya sisa makanan dapat menyebabkan asupan makanan pasien menjadi tidak adekuat sehingga menghambat proses penyembuhan, serta menimbulkan kerugian finansial akibat biaya makanan yang terbuang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kelas perawatan, bentuk makanan, tingkat kepuasan akan kualitas makanan, kualitas pelayanan, dan faktor lingkungan dengan kejadian sisa makanan serta kehilangan biaya akibat sisa makanan pada 230 pasien dewasa kelas standar (I, II, dan III) di RSUD Kota Bogor tahun 2026 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,5% pasien menyisakan makanan >20%, dengan rata-rata kehilangan biaya akibat sisa makanan pada waktu makan siang sebesar Rp6.976 ± Rp5.325 per pasien. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat kepuasan akan kualitas pelayanan dengan kejadian sisa makanan (p-value = 0,030; OR=0,488[0,254-0,939]) serta antara kejadian sisa makanan dengan kehilangan biaya akibat sisa makanan (p-value < 0,001).
One of the success indicators of hospital foodsevice is a patient plate waste percentage that does not exceed 20%. High plate waste can lead to inadequate dietary intake for patients, thereby hindering the recovery process, as well as causing financial losses due to wasted food costs. This study aims to determine the relationship between age, gender, education level, wards class, type of diet, satisfaction level with food quality, service quality, and environmental factors with the occurrence of plate waste and financial losses caused by food waste among 230 adult standard class patients (classes I, II, and III) at RSUD Kota Bogor in 2026 who met the inclusion and exclusion criteria. This study used a quantitative method with a cross-sectional study design. The results showed that 66,5% of patients left more than 20% of their food uneaten, with an average financial loss due to lunch plate waste of Rp6.976 ± Rp5.325 per patient. The analysis revealed a significant relationship between the satisfaction level with service quality and the occurrence of plate waste (p-value = 0,030; OR=0,488[0,254-0,939]) as well as between the occurrence of plate waste and financial losses due to food waste (p-value < 0,001).
ABSTRAK
Pada tahun 2004, Pemerintah mengesahkan sistem jaminan atau yang lebih dikenal dengan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang merupakan suatu tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial oleh beberapa badan penyelenggara jaminan sosial. Salah satu penyakit dijamin yaitu GEAD atau Gastroentritis Acute Disease. Dari data diketahui bahwa diagnosa penyakit tertinggi diruang inap rawat kelas I dan II adalah GEAD (Gastroentritis Acute Disease), dan di ruang rawat inap kelas III pasien GEAD (Gastroentritis Acute Disease) termasuk dalam 4 penyakit terbesar. Akan tetapi terdapat perbedaan Average Length of Stay (LOS) pasien yang terkena GEAD di ruang rawat inap kelas I, II dan III. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan lama hari rawat inap pasien GEAD di ruang rawat inap kelas I, II, dan III RSUD Palembang BARI. Pengumpulan data primer dan sekunder didapat melalui wawancara mendalam dan data rekam medis. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori quality of care yaitu keunggulan teknis dan interpersonal. Evaluasi ini dilakukan dengan menganalisa 10 variabel yaitu pilihan antibiotik, jenis antibiotik, frekuensi visite, pemeriksaan lab, umur, gender, pekerjaan, faktor komplikasi penyakit, cara pembayaran dan kelas perawatan. Penelitian menemukan bahwa determinan yang berkorelasi dengan lama hari rawat inap adalah umur pasien, pekerjaan pasien, cara pembayaran yang dilakukan pasien dan kelas perawatan. Dokter berperilaku sama terhadap pasien yang membayar biaya pengobatannya sendiri dengan yang gratis
Pada era transisi otonomi yang sedang terjadi pada saat ini, perusahaan-perusahaan termasuk organisasi rumah sakit di Indonesia juga mengalami tantangan yang cukup besar. Rumah Sakit pemerintah perlu melakukan berbagai perubahan untuk menyesuaikan organisasinya sehingga dapat bertahan hidup dan bersaing.Beban pembiayaan pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit semakin meningkat dengan adanya krisis ekonomi. Rumah sakit harus mencari peluang untuk meningkatkan penerimaan dari masyarakat golongan ekonomi atas. Salah satu jalan keluar dengan mengembangkan perencanaan strategik ruang paviliun RSUD.Prof.DR.WZ.Johanes Kupang yang merupakan tempat pelayanan rawat inap bagi pasien mampu. Oleh karena itu diperlukan analisis strategi pengembangan di instalasi tersebut.Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan langsung, pengumpulan data sekunder, mengadakan wawancara mendalam dan Consensus Decision Making Group (CDMG). Analisis penelitan dilakukan terhadap faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi ruang paviliun dengan menggunakan alat formulasi strategi berupa matrik Internal-Eksternal, dan matrik BCG.Hasil penelitian menunjukkan bahwa matrik IE berada pada kuadran V (Hold & Maintain) dan Matrik BCG pada kuadran Stars serta Matching alternatif strategi yang dianjurkan ke dua matrik menunjukkan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.Perumusan strategi pengembangan terhadap ruang paviliun RSUD Prof.DR.WZ. Johannes Kupang didapatkan dengan matrik QSPM yaitu pengembangan poduk.
Analyze of Situation on Determining Strategic Development in Overnight Paviliun Instalation at RSUD.Prof.DR.WZ.Johannes Kupang, 2001At the moment, mostly companies including hospitals in Indonesia have to face a great challenge. Government hospital need to make changes so that can survive and competitive.The cost of health care especially hospitals have increased due to the current economic crisis. Hospitals have to get a chance to increase the revenue from more affordable patient. One of the solutions is to develop strategic planning for Paviliun room at RSUD Prof.DR.WZ.Johanes which its target market is for more affordable patient. Hence we need to analyze develop strategic for those installation.This research done by direct research, collected secondary data, interview, Consensus Decision Making Group (CDMG). Analyzing external and internal factor of paviliun room using strategic formulation such as Internal-External matrix and BCG matrix.The result has shown us that the hospital position using IE matrix is on quadrant V (Hold & Maintain) and by Matrix BCG is at Stars and the result of matching alternative strategic for both matrix is market penetration and development product.Strategic formulation for development of overnight Paviliun instalation RSUD Prof DR WZ Johannes Kupang QSPM matrix is product development.
