Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32440 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Suharty Muhammad; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Anhari Achadi, Santoso Soemidjo
B-1633
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novrita Ilmiyanti; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Puput Oktamianti, Slamet Effendy, Budi Hartono
Abstrak: Penundaan pada proses pemulangan pasien berkaitan dengan ketersediaan jumlahtempat tidur pada pasien yang akan masuk dirawat inap. Hal ini mengakibatkanpelayanan menjadi tidak efisien. Metode Lean merupakan suatu metode yangdiharapkan dapat meningkatkan efisiensi pada proses pemulangan pasien rawatinap. Penelitian kualitatif dengan menggunakan prinsip Lean thinking untukmenggambarkan alur proses pemulangan pasien, menghitung Lead time dan CycleTime, dan menganalisis waste yang terjadi.

Hasil penelitian menunjukkan wakturata-rata yang diperlukan untuk pasien metode pembayaran BPJS sebesar 153,5menit, Cash sebesar 127 menit , dan asuransi sebesar 264 menit. Total persentasenon value added activity pada proses pemulangan pasien dengan metodepembayaran BPJS sebesar 76,4%, cash sebesar 72,4%, dan asuransi sebesar84,1%.

Usulan perbaikan dengan metode Lean dapat menurunka persentase nonvalue added activity menjadi sebesar 56,6% untuk pasien BPJS, 46,6% untukpasien cash, dan 56,8% untuk pasien asuransi.

Kata kunci: pemulangan pasien; Lean; Value Added; Non value added; waste

Delays in the process of discharge related to the availability of the number of bedsfor patients who are going to be hospitalized. This resulted inefficiency ofservices. Lean method is a method that is expected to improve efficiency in theprocess of discharge process. A qualitative study using the principles of leanthinking to describe the process of discharge flow, calculate the lead time andcycle time, and analyze the waste that occurs.

The results show the average timerequired for patient used BPJS payment method is 153.5 minutes, cash is 127minutes, and insurance is 264 minutes. The total percentage of non-value addedactivity in the process of discharge process with BPJS payment method is 76.4%,cash is 72.4%, and insurance is 84.1%.

Suggestions for improvements with leanmethods can reduce the percentage of non-value added activity by 56.6% forBPJS patients, 46.6% for cash patients, and 56.8% for insured patients.

Keywords: discharge process; lean; value added; non-value added; waste
Read More
B-1777
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fera Apriyanti; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Suprijanto Rijadi, Anhari Achadi, Irena Sakura Rini
B-1349
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arif Riandi; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Rahmad, Heri Kurnianto
Abstrak: Proses pemulangan pasien rawat inap merupakan bagian dari seluruh rangkaianpelayanan kesehatan yang diterima oleh pasien selama di rumah sakit. Pelayananyang baik dan memuaskan selama proses perawatan bisa berubah menjadipersepsi yang tidak baik apabila pada akhir proses perawatan yaitu prosespemulangan mengalami hambatan dan membuat proses pemulangan menjadisangat lama.

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa alur proses yang adasekaligus memberikan usulan perbaikan agar proses pemulangan pasien rawatinap menjadi lebih cepat. Desain penelitian ini adalah analisis kualitatif denganmetode lean thinking melalui telaah dokumen, wawancara mendalam danobservasi.

Hasil penelitian didapatkan lead time atau waktu yang dibutuhkan untuk pemulangan pasien adalah 252,4 menit (4,2 jam). Total waktu kegiatanyang bersifat value added 168 menit, sedangkan total waktu kegiatan yangbersifat non value added adalah 84,4 menit. Dari identifikasi nilai yang dilakukanterhadap alur proses pemulangan pasien ini ditemukan waste sebesar 63,6 menityang bila bisa dihilangkan akan memotong lead time menjadi 188,3 menit (3,1jam).

Keyword : lean thinking, pemulangan pasien rawat inapUniversitas Indonesia
Process of discharging hospitalized patient is part of service given by the hospital.A Good and satisfying service during hospitalization can turn into unsatisfiedperception if at the end of hospitalization there is obstacle in discharging patientand make the process longer.

This research is to analyze the process and give agood suggestion for discharging inpatient process in order to make it moreefficient. Design of this research is lean thinking method using document analysis, interview, and observation.

Result of the research indicating lead time or timeneeded for discharging patient is 252.4 minutes (4.2 hours). Total activity timewhich is value added is 168 minute, while total activity time which is non valueadded is 84.4 minute. Base on this value identification found waste value time63.6 minute can be diminished and cutting lead time to 188.4 minute (3.1hour).

Keyword : lean thinking, discharging inpatient.
Read More
B-1787
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisle Purada Sihombing; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Suprijanto Rijadi, Mardiati Nadjib, F.X. Santoso Soemidjo
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis proses discharge pasien rawat inap di RS St. ElisabethBekasi dengan menggunakan pendekatan Lean Six Sigma melalui metode kualitatif denganpengamatan pada 6 unit yang terlibat. Pendekatan Six Sigma mencoba mengurangi variasiwaktu pada setiap tahapan discharge di masing-masing unit tersebut, pendekatan Leanmengidentifikasi aktifitas yang tidak menambah nilai dan berusaha menguranginya. Hasilpenelitian diperoleh, rat-rata waktu proses discharge pasien rawat inap adalah 238 menit danfaktor yang paling berperan untuk menurunkan waktu tersebut adalah disiapkannya instruksipemulangan pasien oleh dokter, sehari sebelum pasien dipulangkan.
With the aim of streamlining the inpatient's discharge process at the Elizabeth HospitalBekasi, this study analyzed the efficiency of discharge process using the Lean Six Sigmamethod. Six Sigma method tries to reduce time variation in each step of the discharge processfollowed by identifying the appropriate time. The Lean method identifies the non valuesactivities (waste) to be reduced. For that, qualitative approach using observation wasimplied. The study resulted with 238 minute as average total timing of discharge and thegreatest impact to reduce it will be the one day earlier written discharge instruction preparedby the physician.
Read More
B-1631
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alamsyah; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Anhari Achadi, Suprijanto Rijadi, Irwan Heriyanto, Yahmin Setiawan
Abstrak: Proses pemulangan pasien di Rumah Sakit Masmitra saat ini masih belum optimal,oleh karena belum ada alur yang menggambarkan proses pemulangan pasien secaramenyeluruh. Dengan mengaplikasikan Konsep Lean, dilakukan pemetaan aliran nilaikondisi sekarang (Value Stream Map) yang menunjukkan bahwa pada prosespemulangan pasien terdapat 41 kegiatan dan hanya 51 % bersifat Value Added, dantentu saja mempunyai implikasi adanya pemborosan. Dari hasil analisis akar masalahdiperoleh ide-ide perbaikan, kemudian dilakukan desain ulang kedalam alur prosesbaru yang dianggap ideal menghasilkan total hanya 17 kegiatan, 83 % diantaranyabersifat Value Added. Dengan diterapkannya Konsep Lean di RS Masmitra,diharapkan efisiensi juga akan terjadi bila pekerjaan dilakukan sesuai dengan apayang dibutuhkan oleh pasien, tepat waktu, tepat ukuran dan tepat sasaran.Kata Kunci : Konsep Lean, percepatan, pemulangan pasien,
The process discharge of patients in hospital Masmitra is still not optimal, becausethere is no groove that describes the process of returning the patient as a whole. Byapplying the concept of Lean, value stream mapping current conditions which showsthat the process of returning patients there were 41 activities and only 51% are valueadded, and of course has implications for wastage. From the analysis of the rootcauses of acquired ideas repair, and then carried into the re-design of the newprocess flow is considered ideal to produce a total of only 17 activities, 83% of whichis value added. With the implementation of Lean Concept in RS Masmitra, expectedefficiency will also occur when the work is done in accordance with what is requiredby the patient, right time, the right size and right on target.Keywords: Lean concepts, acceleration, patient discharge
Read More
B-1711
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selvi Relita Fitri; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Eko Budi Santoso, Purwanti Aminingsih
B-1714
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Relia Sari; Pembingbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Suprijanto Rijadi, Anhari Achadi, Adityawati Ganggaiswari
Abstrak: Langkah awal memperbaiki mutu dan meningkatkan pelayanan laboratorium RS.Masmitra adalah melalui metode Lean yang bertujuan meciptakan value dengancara mengurangi kesalahan dan waktu tungguPenelitian analitik dengan metode kualitatif dengan cara observasi, wawancaradan telaah data bertujuan menganalisis alur proses pelayanan laboratorium pasienUGD RS. Masmitra dan membuat usulan rancangan perbaikan setelahmenerapkan konsep Lean ThinkingPada Current State Value Stream Map didapati 39% kegiatan non value-addedserta 7 jenis waste dalam proses pelayanan laboratorium pasien UGD sertamelalui penerapan Lean Tools diciptakan ide-ide perbaikan dalam bentuk FutureState Value Stream Map dimana hanya terdapat 9% kegiatan non value-addedpada proses tersebut. Oleh karena itu, penerapan konsep lean thinking sangatlahtepat untuk meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium RS.Masmitra.Kata kunci : kualitas pelayanan laboratorium, konsep lean thinking
Initial steps to improve the quality and enhance the hospital laboratory service atMasmitra Hospital is through Lean methods which aimed then to create value byreducing errors and waiting time.Analytical Study with qualitative methods by taking observation, interviews anddocuments analysis which aims to analyze the process flow of the ED patientlaboratory service at Masmitra Hospital and creating the improvement afterapplying the concept of Lean ThinkingOn the Current State Value Stream Map found 39 % of non value-added activitiesas well as 7 different types of waste in the process of ER patients and laboratoryservices through the application of Lean Tools which has created improvementideas in the form of Future State Value Stream Map where there are only 9 % ofnon value- added activities to the process. Therefore , the application of theconcept of lean thinking is appropriate to improve the quality of laboratoryservices at Masmitra Hospital.Keywords: quality of laboratory services, the concept of lean thinking
Read More
B-1697
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mia Aulia Andira; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Dwi R. Hariastuti
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai proses respond time rekam medis pasien rawatjalan di RSUP fatmawati tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untukmendapatkan hasil analisis proses respond time rekam medis pasien rawat jalan.Jenis penelitian yang digunakan adalah operational research yang menggunakanmetode kualitatif. Hasil penelitian ini digambarkan dengan value stream mappingyang memperlihatkan adanya value added 18% sebesar dan non value addedsebesar 82%.

Hasil respond time penelitian ini adalah RSUP Fatmawati sudahmencapai target respond time rekam medis rumah sakit namun belum mencapaitarget Standar Pelayanan Minimal untuk pendistribusian rekam medis kepoliklinik. Untuk dapat memperlihatkan akar masalah peneliti menggunakananalisa tulang ikan yang dilihat dari man, methode, machine, dan environtmental. Untuk desain perbaikan peneliti mengusulkan beberapa saran berdasarkan leantools.

Kata Kunci :Respond Time, Rekam Medis, Lean, Waste, Value Stream Mapping
This study discusses about the medical records respond time of outpatientsservices at Fatmawati Hospital in 2016. The aim of this study was to get ananalysis of medical records respond time of outpatients. This type of research isan operational research that use qualitative methods. The results of this study aredescribed with value stream mapping that showed 18% of value added and nonvalue added by 82%.

The results of this study respond time is Fatmawati Hospitalalready reached the target respond time medical records of hospitals but have notreached the target of Standards Minimun Serviceses for the distribution of medicalrecords to the clinic. To be able to show the root of the problem researcher usefishbone analysis views of man, method, machine, and environmental. To designimprovements, researchers proposed some suggestions based on lean tools.

Key Words :Respond Time, Medical Record, Lean, Waste, Value Stream Mapping.
Read More
S-9300
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rheine Indira Putrie Sesunan; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Masyitoh Basabih, Dumilah Ayuningtyas, Elga Ria Vinensa, Adryansyah
Abstrak: Lamanya waktu tunggu pemulangan pasien di rumah sakit Mitra Husada Pringsewu menyebabkan belum tersedia kamar perawatan pada saat pasien membutuhkan rawat inap. Hal ini memacu untuk menjadikan percepatan pemulangan pasien rawat inap sebagai salah satu program kerja tahun 2022. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran proses pemulangan rawat inap, mengukur tahapan proses, menganalisis faktor yang memengaruhi waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap, dan memberikan usulan perbaikan dengan pendekatan Lean Six Sigma yang berfokus menciptakan aliran lancar produk sepanjang proses, menghilangkan semua jenis pemborosan, mencapai nol kesalahan, dan menghilangkan variasi. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif, desain studi cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif terhadap 284 sampel. Hasil penelitian diperoleh total waktu adalah 441,6 menit (7,36 jam) dengan waktu proses administrasi rumah sakit 385,8 menit (6,43 jam) dan waktu pasien menunggu dijemput 55,8 menit. Aktivitas value added sebesar 282 menit (4,7 jam) atau 63,9% dan aktivitas non-value added sebesar 159,6 menit (2,66 jam) atau 36,1%. Ditemukan waste sebesar 157,9 menit (2,63 jam) yang apabila dihilangkan akan memotong lead time menjadi 283,7 menit (4,73 jam). Faktor-faktor yang memengaruhi lama waktu pemulangan pasien rawat inap adalah jumlah, uraian tugas , budaya kerja sumber daya manusia, metode atau alur proses berupa kebijakan atau SPO, sistem manual atau berbasis IT, sistem komunikasi internal RS dan kepada pasien, mesin, dan desain ruangan. Methode dan man adalah faktor yang paling berpengaruh. Diperlukan upaya perbaikan dengan standarisasi kerja, pemerataan aktifitas petugas, manajemen visual, bed management system, penyediaan ruang tunggu, dan pembaruan SIMRS dengan teknik error proofing
Read More
B-2272
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive