Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33014 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhamad Idris; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Hany Harjulianti, Istiati Suraningsih
Abstrak: Pekerjaan perawat di Rumah Sakit sangat bervariasi baik jenis danjumlahnya, sehingga perawat memiliki beban kerja yang tinggi dan hal inidapat menyebabkan kelelahan. Tujuan penelitian ini menjelaskan hubungan kualitas tidur dan shift kerja dengan kelelahan kerja. Metode penelitian semi kuantitatif y a n g b e r s i f a t analitik dengan rancangan cross sectional. Tempatpenelitian di RSUD kota Bekasi, dengan sampel 100 perawat. Pengukuran kelelahan menggunakan Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja danPiitsburg Sleep Quality Index untuk kualitas tidur. Analisis data univariatmenunjukkan responden mengalami kelelahan sedang (83%), dan kualitas tidurburuk (71%), sedangkan hasil bivariat menggunakan nilai pearson correlation yang memiliki hubungan dengan kelelahan yaitu kualitas tidur dengan nilaip=0.009 (p value < 0.05), dan status kesehatan dengan nilai p=0.033. Kesimpulan kualitas tidur dan status kesehatan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan perawat di RSUD Kota Bekasi.Kata kunci : Rumah Sakit, perawat, kualitas tidur, kelelahan
Read More
T-4141
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Grace Ekawati Wagino; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Julerman Malau
S-6990
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Amalaili Setioningtyas; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Robiana Modjo, Triovva Elsy Armita
Abstrak: Perawat merupakan petugas yang memberikan layanan asuhan keperawatanselama 24 jam kepada pasien serta memiliki sistem kerja shift dan hal ini dapatmenyebabkan kelelahan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji faktor apa saja yangdapat menyebabkan kelelahan pada perawat yang bekerja shift maupun nonshift.Metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Tempatpenelitian di RSUD dr Slamet Garut, dengan sampel 150 perawat. Pengukurankelelahan menggunakan International Fatigue Research Committee dan PiitsburgSleep Quality Index serta Alat Actigraph untuk kualitas dan kuantitas tidur. Analisisdata univariat menunjukkan 44.7% responden mengalami kelelahan berat, 80%perawat memiliki kualitas tidur buruk, 66,7% memiliki kuantitas tidur buruk danmayoritas perawat 70% menjalankan sistem shift kerja. Hasil bivariat menggunakanpearson correlation yang memiliki hubungan dengan kelelahan yaitu shift kerja,beban kerja, waktu kerja dan kualitas tidur. Shift kerja dan sleep hygiene memilikihubungan yang signifikan dengan kualitas dan kuantitas tidur. Kesimpulan shift kerjadan sleep hygiene merupakan faktor yang berhubungan dengan kuantitas dan kualitastidur, serta shift kerja, beban kerja, waktu kerja dan kualitas tidur merupakan faktoryang berhubungan dengan kelelahan perawat di RSUD dr Slamet Garut.Kata Kunci:Kelelahan, kualitas tidur, kuantitas tidur, perawat, shift kerja.
Read More
S-9544
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Husairi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Baiduri Widanarko, Muhammad Novie Anshari
Abstrak: Operator haul truck merupakan salah satu pekerjaan yang berisiko tinggi untuk mengalami kelelahan kerja (fatigue) disebabkan oleh penerapan shift kerja, gangguan kuantitas dan kualitas tidur, serta pengaruh berbagai faktor lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara shift kerja, kuantitas dan kualitas tidur, serta faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan fatigue pada operator haul truck. Desain studi cross-sectional digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuisioner Fastigue Assessment Scale (FAS), pengukuran tingkat stress menggunakan alat cocorometer, serta pengukuran kuantitas dan kualitas tidur menggunakan alat fitbit di antara 196 responden laki-laki yang bekerja sebagai operator haul truck. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kuantitas tidur (OR = 3,222, p = 0,028) dan kualitas tidur (OR = 2,800, p = 0,025) dengan kelelahan, sedangkan shift kerja tidak memiliki hubungan yang signifukan dengan kelelahan. Faktor risiko lain yang juga memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan pada operator haul truck di PT X adalah beban mental (OR = 2,296, p = 0,027), lingkungan kerja (OR = 2,400, p = 0,014), monotoni pekerjaan (OR = 3,371, p = 0,002), usia (OR = 2,708, p = 0,005), dan sleep hygiene (OR = 3,840, p = 0,001).
Kata Kunci: Kelelahan; Fatigue Assessment Scale (FAS); Shift Kerja; Tidur; Fitbit

Operator haul truck Haul truck operator is one of the high-risk occupations in experiencing fatigue caused by the implementation of shift work, sleep quantity and quality disturbance, other related factors. The objective of this study was to analyze the relationship between shift work, quantity and quality of sleep, and other factors associated with fatigue on the haul truck operator. A cross-sectional study was conducted in this study using questionnaires of Fatigue Assessment Scale (FAS), measurement of stress using cocorometer, and measurement of sleep quantity and quality using fitbit among 196 male respondents who work as haul truck operator. The result of this study shown there is a significant correlation between the quantity of sleep (OR = 3,222, p = 0,028) and fatigue, also between the quality of sleep (OR = 2,800, p = 0.025) and fatigue. However, shift work has no significant correlation with fatigue. Other factors, including mental workload (OR = 2,296, p = 0,027), work environment (OR = 2,400, p = 0,014), monotonous work (OR = 3,371, p = 0,002), age (OR = 2,708, p = 0,005), and sleep hygiene (OR = 3,840, p = 0,001) also have significant correlation with operator fatigue in PT X.
Keywords: Fatigue; Fatigue Assessment Scale (FAS); Shift Work, Sleep; Fitbit; Haul truck operator
Read More
S-9883
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riska Nur Hendriyanti; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri Widanarko, Dyah Fitri Wulandari
Abstrak: Kelelahan adalah suatu kondisi fisik dan / atau mental, yang mengakibatkanpekerja menjadi tidak fokus ketika bekerja dan berdampak negatif padapekerjaannya. Kelelahan merupakan salah satu dari tiga penyebab kesalahandalam pemberian obat. Konsekuensi dari kelelahan kerja perawat salah satunyaadalah terjadinya penurunan dalam mengantisipasi pekerjaan dan keselamatanpasien. Penelitian ini dilakukan untuk melihat adanya hubungan antara faktorterkait pekerjaan maupun non-pekerjaan dengan kelelahan kerja pada perawatUnit Rawat Inap di RSUD Kota Depok. Data yang dikumpulkan secarakeseluruhan diperoleh dari bidang terkait RSUD Kota Depok dengan subjekpenelitian adalah perawat Unit Rawat. Desain penelitian yang digunakan adalahcross sectional dengan menggunakan pendekatan metode kuantitatif (Chi Square).Hasilnya, tidak terdapat hubungan antara faktor terkait pekerjaan maupun non-pekerjaan dengan kelelahan kerja pada perawat Unit Rawat Inap RSUD KotaDepok.
Kata kunci : Kelelahan, perawat Unit Rawat Inap, faktor pekerjaan dan nonpekerjaan.
Read More
S-9071
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noorce Christiani Berek; Pembimbing: Chandra Satrya
S-3091
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herol Efendi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Yulia Kusminanti
Abstrak: Shift kerja menjadi salah satu solusi meningkatkan produktivitas. Namun, dengan adanya shift kerja ini, akan menimbulkan berbagai dampak salah satunya adalah terganggunya siklus sirkadian yang akan menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas tidur pekerja, sehingga berdampak pada kelelahan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan shift kerja , kuantitas kualitas tidur serta faktor risiko kelelahan terhadap kelelahan tersebut penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan desain studi cross sectional yang dilakukan pada pekerja petugas pengamanan kampus universitas indonesia dalam periode mei sampai juni 2017 dengan sampel 150 responden instrument yang digunakan dalam penenlitian ini adalah kuesioner industrial fatigue research committe (ifrc) dan the pittsburgh sleep quality index (psqi), serta pengukuran kualitas kuantitas tidur secara objektif melalui alat actigraph. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara sleep hygiene dengan kuantitas tidur para pekerja petugas pengamanan lingkungan kampus ui dengan nilai-p 0,044 dan ada hubungan antara kelelahan kerja dengan sleep hygiene dengan memperlihatkan hasil nilai-p 0,006

Work shift to be one solution to increase productivity. However, with the existence of this work shift, will cause various impacts one of them is the disruption of circadian rhythm which will cause decrease of quality and quantity of worker sleep, so that impact on worker fatigue. This study aims to see the correlation shift work, the quantity of sleep quality and fatigue risk factors to fatigue. The study used an observational approach with cross-sectional study design conducted on campus security guards universitas indonesia in the period may to june 2017 with a sample of 150 respondents. Used in this study are the industrial fatigue research committee (ifrc) and the sleep sleep quality index (psqi) questionnaires, as well as objective measurements of the quantity of sleep quality through the actigraph (fitbit blaze ) tool. The results showed that there was a correlation between sleep hygiene and sleep quantity of the workers of the ui campus security officer with p-value 0.044 and there was a correlation between work fatigue with sleep hygiene by showing p-value of 0.006
Read More
S-9354
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosinta Uli; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Fatma Lestari, Istiati Suraningsih, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak: ABSTRAK vi Universitas Indonesia ABSTRAK Nama : Rosinta Uli NPM : 1606944072 Program Studi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Studi Intervensi Relaksasi Otot Progresif Dalam Mengatasi Kelelahan Perawat Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Jambi Tahun 2018 Fatigue in the workplace became a topic of concern in the field of health and psychology and experienced a significant increase in the number of cases in the last decade. Fatigue has a negative impact in the short term and the long term. Short-term impact for example, emergence of discomfort, decreased strength, and decreased motor control. The impact of short-term leads to reduced performance, productivity, quality of work, and an increase in the incidence of accidents and human error. In the long term, prolonged fatigue can lead to absenteeism, skeletal muscle disorders, and disability. Nursing is an occupation dominated by women with the characteristics of high job demands, high work stress levels, and a high level of fatigue. In addition, nurses work with shift system at different times during the day and evening that is associated with the issue of recovery from fatigue. Fatigue that occurs in the nurse can affect the health condition of the nurse and also patient safety that handled. Fatigue on nurses can influence the function of the neurocognitive and also the performance of the nurses. Fatigue on nurses can lead to medical errors, decreased performance, decreased mental acuity, and social problems. Fatigue can be measured either objectively or subjectively. Objectively, fatigue can be viewed from physiological functions such as pulse rate or oxygen saturation. Meanwhile, subjectively can be measured by using a subjective feeling questionnaire of fatigue. This research aims to know the effectiveness of the interventions of progressive muscle relaxation in overcoming fatigue on nurses at Jambi Mental Hospital. This research was conducted on 42 nurses in inpatient installation. The study design was quasiexperimental with within-subject design with pre-test post-test, which was conducted in two interventions (routine activity without progressive muscle relaxation and with progressive muscle relaxation) in one group of the same subjects at different times to know the immediate effects of progressive muscle relaxation against pulse rate, oxygen saturation, and subjective feeling of fatigue of nurses. Statistically, the results showed that progressive muscle relaxation showed a significant effect on decreasing pulse rate and decreasing subjective feeling score of fatigue (p <0,05). As for oxygen saturation, progressive muscle relaxation did not show a significant effect (p> 0.05). Keywords: Nurse Fatigue, Progressive Muscle Relaxation, Pulse Rate, Oxygen Saturation, Subjective Feeling Fatigue
Read More
T-5209
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Novasari Mei Astuti; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Ade Kurdiman, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak:

Data Kementerian ESDM mencatat 93 kecelakaan di area pertambangan pada tahun 2021, dengan 36 kecelakaan ringan dan 57 kecelakaan berat, merenggut 11 korban jiwa. Tahun 2019 menjadi tahun terburuk dengan 133 kecelakaan (27 ringan, 106 berat) dan 24 korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kelelahan kerja setelah dikontrol oleh variabel confounding pada operator alat berat industri pertambangan PT.X Site A 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penerapan rancangan cross-sectional. Studi ini melibatkan 213 pekerja yang diminta untuk mengisi kuisioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji multivariat analisis faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49,3% pekerja mengalami kelelahan kerja pada tingkat berat, sedangkan 50,7% responden mengalami kelelahan kerja pada tingkat ringan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja (p value=0,011). Pekerja yang memiliki kualitas tidur buruk berisiko 2,38 kali untuk mengalami kelelahan kerja berat dibandingkan pekerja yang memiliki kualitas tidur baik setelah dikontrol oleh variabel masa kerja, waktu perjalanan, lingkungan tidur, dan faktor psikososial (overcommitment) (aOR=2,38 95% CI 1,22 – 4,65). Kata kunci: kelelahan kerja, kualitas tidur, operator alat berat, pertambangan


Data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) recorded 93 accidents in mining areas in 2021, with 36 minor accidents and 57 serious accidents, claiming 11 lives. The year 2019 was the worst year with 133 accidents (27 minor, 106 serious) and 24 fatalities. This research aims to determine the relationship between sleep quality and work fatigue after controlling for confounding variables in heavy equipment operators in the mining industry of PT.X Site A 2024. The method used in this research is the application of a cross-sectional design. This study involved 213 workers who were asked to fill out questionnaires. Data analysis was performed using multivariate risk analysis. The results of the study showed that 49.3% of workers experienced severe work fatigue, while 50.7% of respondents experienced mild work fatigue. The results of the study showed that there is a relationship between sleep quality and work fatigue (p value = 0.011). Workers with poor sleep quality were 2.38 times more likely to experience severe work fatigue compared to workers with good sleep quality after controlling for work experience, travel time, sleep environment, and psychosocial factors (overcommitment) (aOR = 2.38 95% CI 1.22 – 4.65).   Keywords : work fatigue, sleep quality, heavy equipment operators

Read More
T-7066
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abstrak: Industri petrokimia beroperasi sepanjang jam, durasi kerja tanpa henti selama operasi normal, terlebih pada kegiatan turn around, program pemeliharaan yang harus sesuai target dan tepat waktu. Pada pelaksanaan turn around jumlah jam kerja diperpanjang tidak seperti hari biasanya, hal ini dapat mengakibatkan personil terganggu dengan kuantitas tidur, kualitas tidur dan sleep hygiene individu, kondisi seperti ini mengakibatkan potensi kelelahan akut, mengurangi performance dan berpotensi meningkatnya jumlah kejadian kecelakaan kerja. Penelitian analitik dengan desain cross-sectional ini bertujuan mengetahui pola dan gambaran kuantitas tidur, kualitas tidur, durasi kerja pada tenaga kerja turn around terhadap potensi kelelahan kerja akut. Penelitian ini menggunakan beberapa alat pengumpulan data yaitu: kuesioner, tensimeter, thermogun dan alat actigraph fitbit. Analisis data menggunakan uji beda mean dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara variable kuantitas tidur (p value = 0,001; OR = 0,115), kualitas tidur (p value = 0,030; OR = 8,143), dan durasi kerja (p value = 0,013; OR = 5,769) dengan variable potensi kelelahan kerja akut, penelitian ini terbukti dengan hasil pengukuran actigraph fitbit dengan rata-rata tidur 235 menit atau setara dengan 3 jam 55 menit serta durasi kerja yang lebih dari 12 jam setiap harinya selama kegiatan turn around
Read More
T-5588
Depok : FKM UI, Depok: FKMUI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive