Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21749 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hafifatul Auliya Rahmy; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Yvonne Magdalena Indrawani, Ida Ruslita, Hera Ganefi
Abstrak:
Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Hiperglikemia merupakan kondisi kadar gula darah melewati batas normal namun belum masuk dalam kategori DM dan jika berlangsung lama akan berdampak pada DM. Skrining melalui pemeriksaan kadar gula darah sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar gula darah dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah pada PNS Perimbangan Keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan pada 147 responden yang dipilih secara acak. Data yang dikumpulkan adalah kadar gula darah, usia, jenis kelamin, riwayat DM pada keluarga, pengetahuan, aktivitas fisik, IMT, RLPP, Energi total, asupan karbohidrat, asupan protein, asupan lemak, asupan serat, konsumsi buah dan konsumsi sayur. Data didapatkan melalui pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, pengukuran antropometri, pengisian kuesioner, recall 2x24 jam dan FFQ. Rata-rata kadar gula darah yang didapatkan adalah 177,52 ± 27,67 mg/dl. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat DM (p value=0,000), IMT (r=0,318), RLPP (r=0,229), konsumsi buah (p value=0,016) dan konsumsi sayur (p value=0,021). Setelah dilakukan analisis multivariat faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah adalah riwayat DM pada keluarga, konsumsi buah, konsumsi sayur dan IMT. Model regresi linear yang dihasilkan dapat menjelaskan 21,9% kadar gula darah dengan variabel riwayat DM pada keluarga, IMT, konsumsi buah dan konsumsi sayur. Secara statistik, faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah adalah riwayat DM pada keluarga, IMT, konsusmsi buah, dan konsumsi sayur. Program pencegahan hiperglikemia yang dapat dilakukan adalah skrining pada kelompok berisiko, KIE mengenai faktor-faktor risiko dari DM, pemantauan status gizi, menerapkan pola makan gizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease with characteristics of hyperglycemia. Hyperglycemia is a where blood sugar level has passed it?s normal value but not in a DM cathegory yet, which will end with DM in the future. Screening is urgent to be done in order to know the blood sugar level. This research aims to know the random blood sugar levels and factors related to blood sugar levels on PNS Direktorat Perimbangan Keuangan. This is a cross sectional research, with 147 respondents through random selection. The collected data are blood sugar levels, age, gender, family history of DM, knowledge of DM, physical activity, BMI, WHR, total energy, intake carb, intake protein, intake fat, intake fibers, consumption fruit and consumption of vegetables. Data obtained by measuring blood sugar levels, anthropometry measurement, questionnaire, recall 2x24 hours and FFQ. The average of random blood sugar levels is 177,52 ± 27,67 mg/dl. Results of this study showed a significant relationship between the family history of DM (p value= 0.000), BMI (r= 0,318), RLPP (r= 0,229), consumption of fruit (p value = 0.016) and consumption of vegetable (p value= 0,021). Multivariate analysis through a the factors related to blood sugar levels is the DM on family history, BMI, consumption of fruit, and consumption of vegetables. Hiperglikemia can be prevented by screening to population at risk, monitoring nutrition status, apply nutrition balanced diet and do physical activity regularly.
Read More
T-4239
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karina Astheria; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Triyanti, Yunita
S-7930
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Nurmadinisia; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad, Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Yuni Zahraini; Mahyudin
Abstrak: ABSTRAK Obesitas merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab utama kematian global dan menjadi faktor risiko dari timbulnya berbagai penyakit degeneratif terutama penyakit kardiovaskular. Obesitas disebabkan oleh berbagai macam faktor, diantaranya aktifitas fisik, durasi tidur, riwayat genetik, jenis kelamin, tingkat stress, asupan zat gizi makro seperti asupan energi, karbohidrat, protein, lemak dan serat. Salah satu pekerjaan yang paling berisiko mengalami obesitas adalah pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai pemerintahan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan aktifitas fisik sebagai faktor dominan yang membedakan kejadian obesitas pada pegawai negeri sipil Unit Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Pusat. Penelitian ini dilakukan dengan design crossectional di Kantor Kementerian Agama RI, Biro Umum dan Kepegawaian Unit Sekretariat Jenderal dengan sampel 100 PNS. Data yang didapat merupakan data primer yang terdiri dari aktifitas fisik, tingkat stress, karakteristik responden yang terdiri dari Usia, Jenis Kelamin, Berat Badan dan Tinggi Badan, Riwayat Genetik dan Durasi Tidur yang diperoleh berdasarkan pengisian kuesioner oleh responden. Selain itu, juga terdapat data asupan makan menggunakan metode recall 24 jam yang diperoleh dengan cara wawancara kepada responden. Hasil penelitian mendapatkan bahwa aktifitas fisik, riwayat genetik, durasi tidur, asupan kabohidrat memiliki perbedaan yang signifikan pada kejadian obesitas PNS Kemenag (p= 0,05). Analisa regresi logistik ganda mendapatkan hasil bahwa aktifitas fisik merupakan faktor dominan yang membedakan kejadian obesitas pada PNS Kemenag Unit Sekjen. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang paling tepat untuk menurunkan risiko dan mencegah terjadinya obesitas pada responden adalah melakukan aktifitas fisik secara rutin. Sehingga dibutuhkan keterlibatan instansi kantor dalam hal ini Kementerian Agama untuk melakukan upaya peningkatan aktifitas fisik pada pegawai. Kata kunci: Obesitas, Aktifitas Fisik, Pegawai Negeri Sipil, Faktor dominan, Obesity is one of the causes of cardiovascular disease that is the leading cause of global death and a risk factor for the emergence of various degenerative diseases, especially cardiovascular disease. Obesity was caused by a variety of factors, including physical activity, sleep duration, genetic history, sex, stress levels, macro nutrient intake such as energy intake, carbohydrates, protein, fat and fiber. One of the jobs most at risk of obesity is civil servants (PNS) or government employees. The purpose of this study is to prove physical activity as the dominant factor that distinguishes the incidence of obesity in civil servants of the Secretariat General Unit of the Ministry of Religious Affairs. This research was conducted with cross-sectional design at the Office of the Ministry of Religious Affairs of Indonesia, General Bureau and Personnel of the General Secretariat Unit with a sample of 100 civil servants. The data obtained are primary data consisting of physical activity, stress level, respondent characteristics consisting of Age, Gender, Weight and Body height, Genetic History and Sleep Duration obtained based on the questionnaire filling by respondents. In addition, there is also data intake of food using 24-hour recall method obtained by interview to respondents. The results of the study found that physical activity, sleep duration, genetics history and carbohydrate intake had significant differences in the incidence of obesity of PNS Kemenag (p = 0,005). Multiple logistic regression analysis found that physical activity was the dominant factor that distinguished the obesity incident in PNS Kemenag Unit Sekjen. This suggests that the most appropriate effort to reduce the risk and prevent the occurrence of obesity in the respondents is to do regular physical activity. So it takes the involvement of office agencies in this case the Ministry of Religious Affairs to make efforts to increase physical activity on employees. Keywords: Obesity, Physical Activity, Civil Servant, Dominant Factor
Read More
T-5196
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilya Roza Werdani; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Hera Nurlita
Abstrak: Pemeriksaan kadar gula darah puasa merupakan salah satu cara yangdilakukan dalam mendiagnosa diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untukmencari faktor dominan kadar gula darah puasa pegawai BPMK dan SekretariatDaerah Kota Depok tahun 2014. Penelitian ini juga membahas gambaran danfaktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah puasa pegawai BPMKdan Sekretariat Daerah Kota Depok. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa asupan karbohidrat merupakan faktor dominan peningkatankadar gula darah puasa pegawai BPMK dan Sekretariat Daerah Kota Depok (B=0,328). Rata-rata kadar gula darah puasa pegawai adalah 94,07 ± 11,55 mg/dlpada perempuan dan 96,47 ± 9,92 mg/dl pada laki-laki. Pada penelitian iniditemukan 2,9% pegawai mengalami diabetes melitus dan 22,9% pegawaimengalami impaired fasting glucose. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwakadar gula darah puasa memiliki hubungan yang signifikan dengan usia, asupankarbohidrat, dan aktivitas fisik.Kata kunci: kadar gula darah puasa, impaired fasting glucose, diabetes melitus,usia, asupan karbohidrat, aktivitas fisik.
Read More
S-8501
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eri Rachmawati; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Fatmah, Suroto, Mury Kuswari
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status kebugaran bedasarkanstatus obesitas, aktivitas fisik, asupan gizi dan kebiasaan merokok pada PNS DirjenKesmas Kementerian Kesehatan . Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectional dengan responden 78 orang. Data yang dikumpulkan meliputi denyutnadi, IMT, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, asupan energi, protein, lemak dankarbohidrat. Pengukuran kebugaran dengan menggunakan metode YMCA. Statusobesitas diukur dengan indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik menggunakankuesioner GPAQ dan asupan gizi menggunakan food recall. Hasil penelitian adaperbedaan bermakna status kebugaran berdasarkan asupan karbohidrat. Disarankanmengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan gizi yang dianjurkan terutamaprotein yang pada penelitian ini terbukti berperan terhadap tubuh yang bugar.
Kata Kunci : Kebugaran, obesitas, aktivitas fisik, asupan gizi
This study aimed to determine differences in fitness status based on the status ofobesity, physical activity, nutrition and smoking habits on the governmentemployees Directorate General for Public Health, Ministry of Health. This studyused a cross-sectional study design with respondents of 78 people. Data collectedwere pulse, BMI, physical activity, smoking habits, intake of energy, protein, fatand carbohydrates. Fitness measurements used the YMCA; obesity status wasmeasured with body mass index(IMT); physical activity obtained with GPAQ andnutrient intake used a 24 hour food recall. There is significant difference in fitnessstatus based on the intake of carbohydrates. It is advisable to consume food inaccordance with nutritional requirements recommended especially proteins in thisstudy proved to contribute to a fit body .
Keywords : Fitness, obesity, physical activity, nutrient intake.
Read More
T-4664
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ivonne Kusumaningtias; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Kusharisupeni, Kusdinar Achmad, Suroto, Misti
Abstrak: Tekanan darah tinggi atau biasa disebut hipertensi, merupakan salah satu masalahkesehatan masyarakat yang banyak diderita di seluruh dunia termasuk Indonesia.Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatantekanan darah secara kronis dalam jangka waktu lama. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui faktor paling dominan (umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, IMT, lingkarpinggang, asupan natrium, asupan lemak, aktifitas fisik dan stres) kejadian hipertensipada pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat denganmenggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah pegawai DirektoratJenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan. Sampel penelitian adalahpegawai dengan usia 26-57 tahun dengan jumlah 84 orang. Hasil penelitian dengananalisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara umur (p= 0.023) dan obesitas(p=0,043) dengan kejadian hipertensi. Analisis multivariabel menunjukkan faktor yangpaling dominan berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pegawai adalah IMT (pvalue 0.02). Pegawai dengan obesitas berisiko 4 kali untuk menderita hipertensidibandingkan dengan pegawai yang tidak obesitas. Umur juga merupakan salah satufaktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pegawai umur 26-57 tahun (pvalue = 0.02).Kata kunci : faktor dominan, hipertensi, obesitas, umur.
Read More
T-4787
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Christy; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Endang L. Achadi, Yunita
S-8516
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Omi Haryati; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Diah Mulyawati Utari, Nurmilah, Ida Ruslita
Abstrak:

Salah satu dampak yang timbul dari pembanglman adalah transisi epidemiologi, yaitu meningkatnya penyakit degeneratifl Salah satu contoh penyakit degeneratif adalah Diabetes Mellitus (DM). Diabetes Mellitus merupakan penyakjt hiperglikemia yang ditandai oleh ketiadaan absolut insulin atau insensitivitas sel terhadap insulin. Prevalensi DM di Indonesia akan tems meningkat 2 sampai 3 kali lebih cepat dari negara maju yaitu l2,7% penduduk Indonesia. Hiperglikemi dapat mengaldbatkan gagal ginjal, gangguan penglihatan, gangguan kardiovaskuler bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dcngan kadar gula darah puasa dcngan menggunakan disain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan Poltekes Jakarta III, sebagai sampel adalah karyawan yang teliah rnelakul-can pemeriksaan kadar gula darah puasa sebanyak 153 respondcn. Analisis dilakukan secara bertahap rnulai dari analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel mcnggunakan analisis negresi linier ganda. Variabel yang diteliti adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, suku, riwayat penyakit kemrunan, tekanan darah, indeks masa tubuh, olah raga, pengetahuan, sikap, dan konsumsi karbohidrat. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara jenis kelamin, suku, tekanan darah, indeks massa tubuh dan pengctahuan dengan kadar gula darah puasa (nilai p < 0,05). Dali analisa multivariabcl didapatkan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan bcrhubungan dengan kadar gula darah puasa. Disarankan perlu dilakukan pencegahan dan penanggulangan bagi kaxyawan berusia diatas 40 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan kadar gula darah setahun sekali. Bagi karyawan yang menderita hipcrtensi dianjurkan untuk memeriksakan tekanan darahnya dan kaxyawan dengan indcks massa tubuh diatas 30 kg/m2 dianjurkan untuk menurunkan berat badan melalui diet makanan dan olah raga.


One impact of development is epidemiologic transition, that is the increase of degenerative diseases including Diabetes Mellitus (DM). DM is a hyperglicernic disease characterised by absolut inexistence of insulin or cell insensitivity toward insulin. DM prevalence in Indonesia will be doubled or tripled and in a faster rate, that is 12.7% of Indonesia population. Hyperglicemic could induce kidney failure, visibility disorder, cardiovascular disease and even death. This study aims at knowing factors related to blood glucose level using cross sectional design. Population of this study is all employees of Health Polytechnic Jakarta lll, samples were 153 employees whose blood glucose level had been checked. Analysis was conducted gradually from univariate, bivariate, and multivariate using multiple linear regression. Variables under study are age, sex, education, ethnicity, family history of disease, blood pressure, body mass index, exercise, knowledge, attitude, and carbohydrate consumption. Study results shows relationship between sex, ethnicity, blood pressure, body mass index, and knowledge with blood glucose level (p<0_05)._ Multi variate analysis shows that knowledge is the most dominant factor. It is suggested that there is a need to prevent and to overcome DM among employees age more than 40 years old by yearly checking of blood glucose level. Those with hypertension are suggested to check their blood pressure and those with body mass.

Read More
T-2765
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryanto; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Asih Setiarini, Edith Sumedi
S-5872
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astrine Permata Leoni; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Dwiretno Yuliarti
S-7352
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive