Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33485 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tresha Anugrah Kartika; Pembimbing: Diah Utari Mulyawati; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Revina Christijani
S-8324
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syafira Rembulan Sari; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Yvone M Indrawani, Mury Kuswari
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Skripsi ini membahas perbedaan proporsi antara berbagai faktor yang
 
berhubungan dengan status kebugaran aerobik pada satpam laki-laki Universitas
 
Indonesia, Depok, tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
 
hubungan antara karakteristik individu, gaya hidup dan stress dengan status
 
kebugaran aerobik pada satpam laki-laki Universitas Indonesia tahun 2014.
 
Penelitian ini menggunakan disain studi cross sectional pendekatan kuantitatif
 
dengan metode pengambilan sampel secara acak sederhana. Sampel berjumlah
 
126 orang berusia 18-60 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Hasil penelitian
 
menunjukkan proporsi responden yang tidak bugar sebanyak 81,7% dan yang
 
bugar 18,3%. Variabel yang menunjukkan hubungan yang signifikan diantaranya
 
adalah status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (OR 8,147 dengan nilai p
 
0,004), aktivitas fisik (OR 6,369 dengan nilai p 0,001), dan stress (OR 6,684
 
dengan nilai p 0,044). Stres merupakan faktor paling dominan yang menentukan
 
status kebugaran aerobik pada penelitian ini dengan nilai OR 7,848. Saran bagi
 
satpam Universitas Indonesia adalah agar selalu mengatur stres dan menjaga gaya
 
hidup yang sehat dengan cara melakukan olahraga dengan rutin dan mengonsumsi
 
makanan bergizi seimbang.
 

 
ABSTRACT
 
 
This thesis discusses the differences in proportions between various
 
factors that related with aerobic fitness in male security guards of University of
 
Indonesia in 2014. The purpose of this study was to determine the relationship
 
between individual characteristics, lifestyle, and stress with aerobic fitness in male
 
security guards of University of Indonesia in 2014. This study used cross sectional
 
design with quantitative method. Samples in this study were taken randomly with
 
a total of 126 male aged 18-60 years old. The result of this study showed that
 
proportion of respondents with bad aerobic fitness was 81,7% and good aerobic
 
fitness was 18,3%. Variables that showed significant relationship were nutritional
 
status based on Body Mass Index (OR 8,147 with p value 0,004), physical activity
 
(OR 6,369 with p value 0,001) and stress (OR 6,684 with p value 0,044). Stress
 
was determined as a dominant factor of aerobic fitness with OR 7,848. It is
 
recommended that security guards should manage their stress and maintain a
 
healthy lifestyle by routine exercises and consume balanced nutrition food.
Read More
S-8473
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadiyah Azis; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Triyanti, Ida Ruslita
S-8342
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amad Syarifudin; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Kusdinar Achmad, Ishiko Herianto
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sosiodemografi (umur, riwayat hipertensi keluarga, IMT, persen lemak tubuh, lingkar pinggang, status dan pernikahan) dan gaya hidup (aktivitas fisik, merokok, stres, asupan karbohidrat, protein, lemak, natrium dan kalium) terhadap hipertensi pada polisi laki-laki di Purworejo, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pada penelitian ini melibatkan 139 polisi laki-laki di Purworejo.
 
Dari penelitian ini didapat prevalensi hipertensi pada polisi laki-laki sebesar 54,7 %. Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar pinggang dengan hipertensi (p = 0,025 OR=2,306 95 % CI : 1,166-4,564) dan jumlah rokok yang dihisap setiap hari dengan hipertensi (p = 0,024). Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, riwayat hipertensi keluarga, IMT, persen lemak tubuh, status dan pernikahan, aktivitas fisik, merokok, stres, asupan karbohidrat, protein, lemak, natrium dan kalium dengan hipertensi.
 
Prevalensi hipertensi pada polisi laki-laki di Purworejo termasuk tinggi. Untuk itu, polisi-laki-laki harus berwaspada terhadap hipertensi karena hipertensi merupakan silent killer. Polisi perlu melakukan cek tekan darah secara teratur untuk mengontrol tekanan darah. Polisi sebaiknya mengurang kebiasaan merokok dan melakukan aktivitas yang dapat mengurangi kegemukan.
 

Objective of this study was to know the relationship between sosiodemography (age, family history of hypertension, body mass index, percent body fat, waist circumference, marital status) and lifestyle (physical activity, cigarettes smoking, stress, carbohydrat intake, protein intake, fat intake, sodium intake and potasium intake) to hypertension on policemen in Purworejo, Central Java. This was a quantitative study using cross sectional as study design. 139 policemen were included as respondents.
 
This study found that hypertension prevalency policemen Purworejo was 54,7 %. There were significant relationship between waist circumference with hypertension (p = 0,025 OR=2,306 95 % CI : 1,166-4,564), number of cigarettes smoked per day and hypertension (p = 0,024). There were no significant relationship betwen age, family history of hypertension, body mass index, body fat percent, marital status, physical activity, smoking status, stress, carbohydrat intake, protein intake, fat intake, sodium intake and potasium intake with hypertension.
 
The prevalency of hypertension on policemen was categorized as high. Policemen should be aware with hypertension because hypertension is a silent killer. They need to check their blood pressure regularly to control their blood pressure. Policemen also should reduce cigarettes smoking and do activities that can reduce obesity.
Read More
S-7332
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riri Dwi Mastuti; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Asih Setiarini, Revina Christijani
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi staf kependidikan FKM UI Depok tahun 2014. Hipertensi dipengaruhioleh beberapa faktor diantaranya umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang, aktivitas fisik, kondisistress, kebiasaan minum kopi, kebiasaan merokok, asupan lemak dan asupan natrium. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskuer. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional yang dilakukan pada bulan April 2014. Terdapat 122 responden yang telah menyelesaikan pengisian,pengukuran dan wawancara kuesioner. Terdapat hubungan antara jenis kelamin,IMT, lingkar pinggang dan asupan natrium terhadap kejadian pre hipertensi danhipertensi. Responden disarankan untuk melakukan pengukuran tekanan darahsecara rutin dan olahraga secara teratur serta menjaga pola makan hidup sehat.Kata kunci : hipertensi, jenis kelamin, IMT, lingkar pinggang, asupan natrium
This thesis discusses the factors associated with hypertension educational staffFKM UI Depok 2014. Hypertension is influenced by several factors, includingage, gender, family history of hypertension, body mass index (BMI), waistcircumference, physical activity, stress conditions, coffee drinking habits,smoking habits, intake of fat and sodium intake. Hypertension is one of the non-communicable disease risk factor cardiovascular disease. This study usedquantitative research methods to design cross-sectional study conducted in April2014. There were 122 respondents who have completed filling, measurement andquestionnaire interview. There is a relationship between gender, BMI, waistcircumference and sodium intake on the incidence of pre hypertension andhypertension. Respondents are advised to perform regular blood pressuremeasurements and exercise regularly and maintain a healthy life diet.Keywords: hypertension, sex, BMI, waist circumference, sodium intake
Read More
S-8427
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Deyasningrum; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Asih Setiarini, Reviana Christijani
Abstrak: Diabetes mellitus tipe 2 adalah penyakit kronis dimana tubuh tidak bisa menggunakan insulin untuk metabolisme glukosa. Penyakit ini terus menerus bertambah setiap tahun baik pada masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Disayangkan, penyakit diabetes mellitus tidak dapat disembuhkan, hanya bisa dikendalikan.
 
Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor dominan terhadap kejadian pre DM dan DM tipe 2 pada Staf Kependidikan FKM UI, Depok. Variabel independen yang diteliti adalah umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, asupan zat gizi (energi, karbohidrat, lemak, dan serat), aktivitas fisik, status gizi lebih, lingkar pinggang, dan pengetahuan gizi. Desain studi penelitian yaitu cross sectional dengan analisis chi square. Penelitian dilakukan pada 122 responden dan pada bulan April 2014.
 
Hasil penelitian menunjukkan 26,2% penderita pre DMDM (Pre DM (17,2%) dan DM (9%)). Variabel yang memiliki perbedaan proporsi yang bermakna dengan kejadian pre DM-DM adalah umur. Faktor dominan adalah riwayat keluarga dan umur. Staf kependidikan FKM UI diharapkan meningkatkan kesadaran untuk melakukan pola hidup sehat baik makan-makanan seimbang maupun olahraga rutin, dan melakukan pengecekan glukosa darah.
 

Diabetes mellitus type 2 is a chronic disease which the body can not use insulin for glucose metabolism. The disease is constantly increasing every year both in urban and rural communities. Unfortunately, diabetes mellitus can not be cured, only controlled.
 
This study aims to determine the dominant factor on the incidence of pre-diabetes and type 2 diabetes mellitus in Education Staff at FKM UI, Depok. The independent variables studied were age, sex, family history, the adequacy of nutrients (energy, carbohydrates, fats, and fiber), physical activity, BMI, waist circumference, and nutrition knowledge. The study design is a crosssectional study with a chi-square analysis. The study was conducted on 122 respondents, on April 7 to 25, 2014.
 
Results showed 26.2% of patients with pre-DM - DM (Pre DM (17.2%) and DM (9%)). Variables that had significant differences in the proportion of the incidence of pre-DM and DM is age. Dominant factor is family history ang age. Education Staff at FKM UI is expected to raise awareness for do healthy lifestyle such as eat balanc meals and exercise regularly, and do a blood sugar check.
Read More
S-8409
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nofika Aisyah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Rahmawati
Abstrak: Weight cycling adalah siklus berulang penurunan berat badan dengan sengaja melalui diet yang diikuti dengan kenaikan berat badan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan terhadap kejadian weight cycling pada mahasiswi S1 Reguler Angkatan 2014 Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Indonesia Tahun 2015. Variabel yang diteliti adalah keseimbangan asupan saat diet, frekuensi makan, aktivitas olahraga, dukungan sosial, dan eating self-efficacy. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Metode pengambilan sampel adalah systematic random sampling yang melibatkan 130 orang mahasiswi S1 Reguler Angkatan 2014 Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora Univeritas Indonesia yang berusia 16-20 tahun pada April-Mei 2015. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner secara mandiri dan wawancara semiquantitative food frequency questionnaire. Hasil penelitian menunjukkan 40,8% responden mengalami weight cycling dan sebanyak 73,6% weight cycler mengalami weight cycling tingkat ringan. Uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian weight cycling dengan keseimbangan asupan saat diet (OR=4,013), frekuensi makan (OR=2,938), aktivitas olahraga (OR=4,243 dan OR=3,250), dan dukungan sosial (OR=3,866). Hasil uji regresi logistik ganda model prediksi menunjukkan bahwa aktivitas olahraga, terutama kelompok responden kurang aktif berolahraga (OR=6,597) merupakan faktor dominan terhadap kejadian weight cycling pada mahasiswi S1 Reguler Angkatan 2014 Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Indonesia Tahun 2015. Kata Kunci : Weight cycling, mahasiswi, keseimbangan asupan saat diet, frekuensi makan, aktivitas olahraga, dukungan sosial, eating self-efficacy.
Read More
S-8637
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herdiana Christanty Sihombing; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Yvonne Magdalenna Indrawani, Endah Kusumawardani, Agus Triwinarto
Abstrak: Tesis ini membahas mengenai hipertensi pada supir bus AKAP di JawaBarat, DKI Jakarta, dan Banten tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran kejadian hipertensi, faktor-faktor yang berhubungan, sertadan faktor dominan darikejadian hipertensi dikalangan supir bus AKAP. Faktor-faktor tersebut mencakup faktor yang tidak dapat dimodifikasi maupun yang dapat dimodifikasi. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi adalah umur dan riwayat penyakit hipertensi dalam keluarga. Sementara, faktor yang dapat dimodifikasiyaitu kegemukan, olahraga, merokok, profil lipid, konsumsi alkohol, dan polamakan. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darahterhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya. Penelitan dilakukan secara kuantitatif dengan desain potong lintang (cross sectional) . Penelitian iniselama bulan April-Juli 2014. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 310 orang. Hasil penelitian menunjukkan 31,9% supir bus AKAP mengalami hipertensi.Maka terdapat hubungan antara umur, kadar kolesterol total, kadar trigliserida,IMT, persen lemak perut, persen lemak tubuh, konsumsi alkohol, dan konsumsibuah. Hasil analisis multivariat, umur, kolesterol total, trigliserida, konsumsi alkohol masuk dalam model akhir multivariat, dimana konsumsi alkohol sebagaifaktor dominan protektif terhadap hipertensi. Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang dapat meningkatkan HDL yang mengurangi resiko hipertensi. Kata kunci:Hipertensi, supir bus, kolesterol, trigliserida
This thesis discusses the hypertension in AKAP bus drivers in West Java,Jakarta and Banten in 2013. Purpose of this study is to describe the incidence ofhypertension, associated factors, and the dominant factors of hypertension amongAKAP bus drivers. These factors include factors that are not modifiable andmodifiable. Factors that can not be modified are age and family history ofhypertension. Meanwhile, factors that can be modified, namely obesity, exercise,smoking, lipid profile, alcohol consumption, and diet. Hypertension or high bloodpressure is a blood vessel disorder that results in the supply of oxygen andnutrients carried by the blood to the inhibited tissues that need it. Researchconducted by the quantitative cross-sectional design (cross-sectional). Thisresearch during the month of April to July 2014. Samples in this study amountedto 310 people. The results showed 31.9% had hypertension AKAP bus driver. Sothere is a relationship between age, total cholesterol, triglycerides, BMI, percentabdominal fat, percent body fat, alcohol consumption, and the consumption offruit. Results of multivariate analysis, age, total cholesterol, triglycerides, alcoholconsumption included in the final multivariate models, where the consumption ofalcohol as a dominant protective factor against hypertension. Moderate alcoholconsumption may increase HDL reduces the risk of hypertension.Kata kunci:hypertension, bus driver, cholesterol, triglycerides
Read More
T-4176
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardhanareswari Dhiyas Anindya; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Anastu Regita, Dedy Dedly Raside
Abstrak:

Obesitas sentral merupakan salah satu masalah kesehatan utama secara global. Obesitas sentral merupakan penumpukan lemak dalam tubuh bagian perut yang berhubungan dengan beragam masalah kesehatan, seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker.  Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan obesitas sentral pada anggota polisi laki-laki di Kepolisian Resort X.  Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 150 orang menggunakan metode simple random sampling yang dilakukan di Kepolisian Resort X Jawa Timur pada bulan Mei-Juni 2024. Penelitian ini mengolah data primer yang didapatkan dari pengukuran antropometri dan wawancara. Data dianalisis secara bivariat dengan uji chi-square dan secara multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Proporsi kejadian obesitas pada anggota polisi laki-laki di Kepolisian Resort X sebanyak 76%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status pernikahan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, asupan energi, asupan karbohidrat, asupan lemak, dan asupan serat terhadap kejadian obesitas sentral pada anggota polisi. Sementara itu, tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, riwayat obesitas, tingkat pendidikan, pangkat pekerjaan, durasi tidur, tingkat stress, dan asupan protein terhadap kejadian obesitas sentral. Sedangkan berdasarkan analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan energi berkontribusi besar terhadap kejadian obesitas sentral dengan OR = 26,276 (95% CI: 8,191 – 84,290) yang berarti asupan energi berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas sentral sebesar 26,2 kali daripada responden dengan tingkat asupan karbohidrat yang cukup.


Central obesity is the accumulation of fat in the abdominal part of the body which is associated with various health problems, such as diabetes mellitus, hypertension, cardiovascular disease and several types of cancer. The aim of this study is to determine the dominant factors associated with central obesity toward male police officers at Resort X Police. This research used a cross-sectional design with a sample size of 150 people using a simple random sampling method which conducted at Police Resort X East Java in May-June 2024. This research processed primary data obtained from anthropometric measurements and interviews. Data were analyzed bivariately using the chi-square test and multivariately using multiple logistic regression. The proportion of obesity among male police officers at Resort X Police is 76%. The results of bivariate analysis showed that there was a significant relationship between marital status, physical activity, smoking habits, energy intake, carbohydrate intake, fat intake, and fiber intake toward central obesity among police officers. Meanwhile, there was no significant relationship between age, history of obesity, education level, job rank, sleep duration, stress level, and protein intake on the incidence of central obesity. On the other hand, based on multivariate analysis, it shows that carbohydrate intake contributes greatly to the occurence of central obesity with OR = 26,276 (95% CI: 8,191 – 84,290) which means that excessive carbohydrate intake can increase the risk of central obesity by 26,27 times compared to respondents with sufficient levels of carbohydrate intake. Keywords: Central Obesity; Sociodemography; Lifestyle; Nutritional Intake; Police

Read More
T-7158
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riski Septianing Astuti; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Agus Triwinarto
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai gambaran tekanan darah, faktor risiko, dan faktor dominan hipertensi pada Pegawai Kantor Pusat PT.Pos Indonesia di Jakarta. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional terhadap 132 responden. Pengambilan data dilakukan selama 4 minggu sejak bulan April-Mei 2016. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat yang digunakan sebagian besar menggunakan chi square, hanya 1 analisis bivariate yang menggunakan independent t-test, dan hanya 1 analisis yang menggunakan Mann Whitney-U. Analisis multivariat yang digunakan adalah regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi adalah 22,70%. Riwayat hipertensi keluarga, persen lemak tubuh, durasi tidur, kebugaran, dan asupan natrium merupakan variabel yang memiliki perbedaan proporsi yang signifikan terhadap hipertensi. Asupan sayur dan buah merupakan faktor dominan terhadap hipertensi dengan nilai p value 0,017 dan nilai OR 7,204. Saran yang diberikan untuk mencegah hipertensi dan mengontrol nilai tekanan darah bagi penderita hipertensi adalah perbaikan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Kata kunci: aktivitas fisik, asupan makanan, asupan sayur dan buah, hipertensi, pegawai The focus on this study is to discuss about prevalence blood pressure, risk factors, and dominant factor of hypertension in Main Office PT.Pos Indonesia Employee, Jakarta. Study design that used is cross sectional with 132 respondents. Data collection was done in four weeks in April-Mei 2016. This study used univariate, bivariate, and multivariate analysis. Chi square is mostly used in bivariate analysis, one with independent t-test, and one with Mann Whitney-U. Logistic regression is used in multivariate analysis. The result is prevalence hypertension is 22,70%. Gen, body fat percentage, sleep duration, fitness, and sodium intake is related to blood pressure. Vegetables and Fruits intake is a dominant factor for hypertension with p value 0,017 and OR 7,204. It is suggested that employee have to decrease high natrium and fat food, increase vegetables and fruits intake, and enhance physical activity. Key words: employee, food intake, hypertension, physical activity, vegetables and fruits intake
Read More
S-9190
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive