Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38015 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amri Hidayat; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Besral, Ayu Nurul Chotimah
S-8390
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leny Ariyani; Pembimbing; Sudijanto Kamso; Penguji: Artha Prabawa, Siti Yasmina Zubaida, Diana M. Pakpahan
T-3691
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wijayanti; Pembimbing: Besral; Penguji: R. Sutiawan, Andreas Dwi Atmoko
Abstrak: Pada tahun 2012 penyakit gigi dan mulut menempati urutan empat besar penyakit utama di Kota Bogor , dalam proses pencatatan dan pelaporan program kesehatan gigi dan mulut Puskesmas Kota Bogor terdapat beberapa permasalahan yaitu keterlambatan saat melaporkan ke Dinas Kesehatan dikarenakan banyaknya penyalinan data, isi laporan masih ada tidak sesuai format laporan dan tidak memiliki basis data. Aplikasi SIKDA Generik menyediakan basis data dan pencatatan terintegrasi antar unit sehingga memudahkan pencatatan dan pelaporan di Puskesmas, namun masih belum tersedia indikator pelaporan program kesehatan gigi dan mulut, sehingga diperlukan pengembangan modul sistem informasi kesehatan gigi dan mulut pada aplikasi SIKDA Generik . Telah dihasilkan modul sistem informasi kesehatan gigi dan mulut pada aplikasi SIKDA Generik berbasis komputer yang dapat mempermudah dalam pencatatan dan pelaporan program kesehatan gigi dan terintegrasi antar pelayanan tanpa terjadi data yang duplikasi, tidak valid, dan keterlambatan pelaporan . Sistem informasi kesehatan gigi dan mulut pada Aplikasi SIKDA Generik masih diperlukan perbaikan dalam penerapannya sehingga membutuhkan kerjasama antar pihak yaitu Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan dan Puskemas dalam penerapan aplikasi tersebut.
Read More
S-8310
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anisah Zulfah; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Kemal N. Siregar, Wulan Meilani
Abstrak: Implementasi e-kesehatan di Indonesia tahun 2013 masih menemui kendala pada komponen kebijakan, infrastruktur, aplikasi, standar, tata kelola, dan pengamanan data (Kemenkes, 2015). Langkah-langkah prioritas yang dilaksanakan untuk penguatan SIK di Indonesia adalah pembenahan sistem informasi non elektronik menjadi SIMPUS/SP2TP/SP3 Sedangkan untuk aliran dan integrasi data dilakukan optimalisasi pelaporan data dari kabupaten/kota melalui aplikasi komunikasi data. (Pusat Data dan Informasi, 2017). Kota Bogor merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang melaporkan data kesehatan prioritas bulanan, triwulan, dan tahunan pada tahun 2017 secara lengkap, namun belum tepat waktu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kerangka Performance Routine Information System Management (PRISM). Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor input dari segi teknis, organisasi, dan perilaku, mengetahui faktor proses pelaksanaan pelaporan dan umpan balik, serta mengetahui faktor output laporan dari sistem informasi kesehatan. Subyek penelitian adalah koordinator pelaporan/SIK dan penanggung jawab program di Puskesmas.Penelitian menunjukkan kekurangan dalam kinerja sistem informasi kesehatan yakni puskesmas melakukan pencatatan ganda dengan banyak formulir yang tersedia, belum semua puskesmas menerapkan SIMPUS, masih ditemukan puskesmas yang belum memiliki SOP dan alur pelaporan/kegiatan SIK, SIMPUS error dan jaringan yang belum stabil, belum adanya penunjukkan tertulis untuk petugas pelaporan atau tim pelaporan, pengawasan dari manajemen bersifat insidentil, puskesmas belum memiliki rencana pelatihan yang terjadwal, belum ada kesadaran petugas akan pentingnya pelaporan, dan alur pelaporan yang masih terfragmentasi. Hal ini menyebabkan pelaporan yang dikirimkan ke Dinas Kesehatan Kota Bogor mengalami keterlambatan dan menghambat pelaporan/komunikasi data prioritas kesehatan ke Pusdatin Kemenkes RI.

The implementation of e-health in Indonesia in 2013 still faces constraints on policy components, infrastructure, applications, standards, governance and data security (Ministry of Health, 2015). The priority step implemented for strengthening Health Information System (HIS) in Indonesia is the improvement of non-electronic information system to SIMPUS/SP2TP/SP3, improve flow and data integration by optimizing data reporting from districts through data communication application. (Data and Information Center 2017). Bogor city is one of the cities in West Java that report health data monthly, quarterly, and yearly complete in 2017, but not yet timely. This is a qualitative research with Performance Routine Information System Management (PRISM) framework approach. The research aims to know the input factors (technical, organizational and behavioral aspect), to know the process factor of reporting and feedback, and to know the output factor of health information system. The subjects of the study were the reporting coordinator/HIS and the person in charge of the program at Public Health Centre (PHC). The study shows that PHC has double recording and reporting with many forms available, some PHC do not implement SIMPUS, PHC do not have SOP of reporting /HIS, SIMPUS error and unstable network, no statement of reporting officer or reporting team , supervision from management is incidental, PHC do not have a scheduled training plan, there is no awareness of the importance of reporting officers, and fragmented reporting flows. These are causes of reporting submitted to the Bogor City Health Office not timely and inhibit reporting / communication of priority health data to Data and Information Centre of Health Ministry RI .
Read More
S-9805
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andang Charisma Perdana; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Popy Yuniar, Bai Kusnadi
Abstrak: Manajemen dan analisis data yang baik dan sistematis dalam pengelolaan program kewaspadaan dini dan respon diharapkan mengahasilkan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengunakan metode Incremental and Iterative Model yang meliputi tahapan pengumpulan kebutuhan, desain sistem, penulisan kode program, pengetesan program, pengecekan program. Penelitian ini menghasilkan aplikasi sistem kewaspadaan dini dan respon berbasis web di Dinas Kesehatan Kota Bogor. Aplikasi sistem kewaspadaan dini dan respon berbasis web di Dinas Kesehatan Kota Bogor dapat membantu dalam melakukan input data, pengolahan data, penyajian data dan disitribusi data sehingga diharapkan kedepanya mampu meningkatkan kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan.

Management and analysis of good data and systematic in the management of early warning and response program is expected to result in a data and information that is accurate and timely as the basis for decision making. This study is a qualitative research method, Incremental and Iterative Model which includes the stages of gather requirements, design, code, test it, examine. The result of this research is web-based early warning system and response application in Bogor City Health Agency. Web-based early warning system and response application in Bogor City Health Agency can assist in doing data input, data processing, data presentation that the expected in the future able to improve the completeness and timeliness of data reporting. 
Read More
S-8550
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jati Utari; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Artha Prabawa, Siti Nurliah
Abstrak: Saat ini Tuberkulosis (TB) menempati urutan kesembilan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Di Indonesia ada 351.893 kasus TB pada tahun 2016, meningkat dari 330.729 kasus di tahun 2015. Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Bekasi untuk angka kesembuhan Kota Bekasi pada tahun 2017 sebesar 74,2% belum ada peningkatan yang signifikan bila dibandingkan dengan angka kesembuhan tahun 2016 dan 2015 sebesar 74% yang mana target angka kesembuhan Kota Bekasi yaitu sebesar 85%. Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu (SITT) adalah aplikasi yang digunakan dalam pelaporan TB dalam rangka pengendalian TB. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran input, proses, dan output dari pelaksanaan SITT. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi serta telah dokumen. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dalam pelaksanaan SITT ditemukannya hambatan dimana tingkat keterampilan SDM yang berbeda dalam melakukan pelaporan melalui SITT sehingga perlu dilakukannya perbaikan seperti pelatihan, ketersediaan alat penunjang hardware dalam pelaksanaan SITT yang terbatas akibatnya percepatan proses pelaporan terhambat.

Tuberculosis (TB) is the ninth leading cause of death worldwide. In Indonesia there were 351,893 TB cases in the year 2016, rising from 330,729 cases in the year 2015. Based on The Health Profile of Bekasi City the healing numbers in the year 2017 of 74.2% there has not been a significant improvement than 2015 and 2016 of 74% which is the target numbers healing of Bekasi City is 85%. Integrated Tuberculosis Information System (ITIS) is an application used in the reporting of TB in order to control TB. The purpose of this research is to overview the input, process, and output of ITIS. This is the descriptive research with qualitative approach. Data sources used by primary and secondary data obtained through in-depth interviews, observation and document. This research was carried out at Bekasi Department of Health. Based on the research found that there are barriers which the human resources have a different level of skill in the reporting of TB through ITIS then it needs to be improved such as training, and also availability of supporting hardware in implementing the ITIS is limited and it makes the acceleration of the process of reporting is hampered.
Read More
S-9740
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novi Arina Puspitasari; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Artha Prabawa, Hidayat Nuh Ghazali Djadjuli
Abstrak: Difteri masih menjadi masalah serius di beberapa negara di dunia. meskipun vaksinasi difteri telah rutin dilaksanakan sejak tahun 70-an, masih terjadi laporan Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri terutama di negara berkembang. Menurut WHO, pada tahun 2000, dilaporkan 30.000 kasus dan 3.000 kematian karena difteri di dunia. Salah satu upaya pengendalian penyakit difteri adalah dengan penguatan sistem surveilans difteri. Dimana surveilans difteri berperan penting untuk menilai dampak dan sebagai sistem kewaspadaan dini agar bisa dilakukan penanggulangan difteri secara tepat dan cepat. Sistem surveilans yang baik sangat diperlukan untuk melihat pengembangan penyakit dan meminimalisir penularan penyakit. Untuk itu perlu adanya evaluasi system surveilans difteri di wilayah Dinas Kota Depok. Metode ini menggunakan pendekatan system yang terdiri dari input, proses, dan output. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dari wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kota Depok dan dua Puskesmas di Wilayah Kota Depok. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dalam penyelenggaraan surveilans difteri ditemukan beberapa hambatan yakni kurangnya pelatihan bagi tenaga kesehatan surveilans di Dinas Kesehatan dan beban kerja yang tinggi di Puskesmas. Selain itu ketepatan dan kelengkapan laporan yang masih belum tepat waktu, diperlukan adanya sistem surveilans difteri agar surveilans difteri berjalan dengan baik.

Diphtheria is still a serious problem in several countries in the world. although diphtheria vaccination has been routinely carried out since the 70s, there are still reports of diphtheria outbreaks, especially in developing countries. According to WHO, in 2000, 30,000 cases were reported and 3,000 deaths from diphtheria in the world. One effort to control diphtheria is by strengthening the diphtheria surveillance system. Where diphtheria surveillance plays an important role to assess the impact and as an early vigilance system so that the diphtheria prevention can be carried out appropriately and quickly. A good surveillance system is needed to see the development of disease and minimize transmission of disease. For this reason, it is necessary to evaluate the diphtheria surveillance system in the Depok City Service area. This method uses a system approach consisting of input, process, and output. The data sources used are primary and secondary data obtained from in-depth interviews, observations, and document review. This research was conducted at the Depok City Health Office and two Puskesmas in the Depok City Area. Based on the results of the study, it was found that in the implementation of diphtheria surveillance there were several obstacles, namely the lack of health workers for surveillance at the Health Office and high workload at the Puskesmas. In addition, the accuracy and completeness of the reports are still not on time, and a diphtheria surveillance system is needed so that diphtheria surveillance works well.were collected by means of deep interview. The researcher suggests that library should improve the user education program and provide facilities which can help students to be information literate. 
Read More
S-9910
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ita Ainy Ulfah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Milla Herdayati, Erizon Safari, Indah Rachmawati
Abstrak: Pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas masih menemui hambatan di Indonesia. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan melaksanakan akreditasi puskesmas. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berperan penting dalam penyelenggaraan akreditasi puskesmas sebagai pendamping yang bertugas untuk menyiapkan puskesmas dalam menghadapi survei akreditasi oleh Komite Akreditasi. Kegiatan pendampingan akreditasi merupakan bagian dari kegiatan pembinaan, pengawasan dan pengendalian yang menjadi tugas pokok Suku Dinas Kota. Sayangnya kegiatan ini banyak menemui hambatan karena penjadwalan, pencatatan dan pelaporan manual menyebabkan kesulitan dalam hal koordinasi, penyimpanan, pengawasan dan penentuan rencana tindak lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe aplikasi E-Binwasdal akreditasi puskesmas yang mampu menjamin ketersediaan data dan informasi kegiatan pendampingan yang berkualitas secara cepat dan mudah diakses sehingga mempermudah upaya pembinaan, pengawasan dan pengendalian terhadap status akreditasi puskesmas. Penelitian terdiri dari analisis kebutuhan sistem, perancangan prototipe dan uji penerimaan pengguna. Hasil penelitian adalah prototipe E-Binwasdal akreditasi puskesmas dengan platform berbasis web. Sistem informasi yang dikembangkan dapat memberikan kemudahan mengakses informasi akurat, relevan dan terkini; menghemat kebutuhan biaya; menjamin pengendalian penyimpanan dan keamanan data; fleksibel, mudah dan nyaman digunakan oleh pengguna dalam kegiatan pendampingan akreditasi. Sistem informasi memberikan solusi dalam mengidentifikasi informasi capaian status akreditasi puskesmas di Jakarta Pusat
Quality basic health services are still facing obstacles in Indonesia. One of the efforts that can be done is to carry out accreditation of puskesmas. The District/City Health Office plays an important role in implementing the accreditation of puskesmas as a companion in charge of preparing puskesmas to face the accreditation survey by the Accreditation Committee. Accreditation assistance activities are part of the guidance, supervision and control activities which are the main tasks of the City Service Office. Unfortunately, this activity encountered many obstacles because manual scheduling, recording and reporting caused difficulties in terms of coordination, storage, monitoring and determining follow-up plans. This study aims to design a prototype of the E-Binwasdal application for puskesmas accreditation which is able to ensure the availability of quality data and information on mentoring activities that are quickly and easily accessible so as to facilitate efforts to develop, supervise and control the accreditation status of puskesmas. The research consists of system requirements analysis, prototype design and user acceptance test. The result of the research is a prototype of E-Binwasdal accreditation of puskesmas with a web-based platform. The developed information system can provide easy access to accurate, relevant and up-to-date information; save costs; ensure the control of data storage and security; flexible, easy and convenient for users to use in accreditation assistance activities. The information system provides a solution in identifying information on the achievement of the accreditation status of puskesmas in Central Jakarta
Read More
T-6147
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanthyan Khampa Usada; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Indra Dwi Cahyono
Abstrak: Penelitian bertujuan menganalisis determinan kinerja pelaksana manajemen sistem informasi kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso. Merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan sistem menggunakan metode cross sectional. Kuesioner online dengan google form disebarkan melalui whatsapp group terhadap sampel penelitian yaitu seluruh (111 responden) pelaksana manajemen sistem informasi kesehatan di 25 puskesmas. Hasil menunjukkan responden berkinerja baik 55,0%. Menggunakan uji Chi-Square faktor input yang berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap output berupa kinerja adalah usia, pendidikan terakhir, keterampilan, pengetahuan, dan sarana prasarana.
Read More
S-10735
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurfatia Negari; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Besral, Donny Hermanto
Abstrak: Tujuan: untuk mengetahui tingkat kepuasan petugas penginput data SIKDA di tingkat Puskesmas, serta melihat pengaruh karakteristik individu terhadap kepuasan pengguna. Metode: menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional (potong lintang) dengan objek Sistem Informasi Kesehatan Daerah. Hasil: rata-rata kepuasan responden terhadap aplikasi SIKDA versi 2.69 di Kota Bandung sebesar 84,17%. Hasil uji chi square, diperoleh nilai pvalue < 0,005 pada variabel usia, dan latar belakang pendidikan.
Read More
S-10730
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive