Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41315 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Alfina Kharisma Wibowo; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-8449
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aditya Fadilah Muhamad; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
Abstrak: Laboratorium merupakan tempat dilakukan penelitian ilmiah, klinis, ataupun sebagai sarana pendidikan. Pekerja laboran setiap harinya bekerja dengan kondisi lingkungan laboratorium penuh dengan bahaya dan risiko yang tinggi. Penelitian ini dilakukan di salah satu fakultas Universitas Indonesia yakni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di tahun 2014.
Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kebutuhan pelatihan K3 di laboratorium FMIPA UI khususnya laboran melalui analisis organisasi, analisis tugas dan analisis personal dan pengkategorian pelatihan berdasarkan tujuan.
Analisis organisasi menunjukan FMIPA UI masih belum mendukung secara maksimal pengadaan pelatihan K3. Analisis tugas menemukan karakteristik bahaya dan risiko yang ada di laboratorium sehingga dapat ditentukan pelatihan K3 yang dibutuhkan. Analisis personal melalui wawancara mendalam menemukan bahwa masih kurangnya pengetahuan laboran di laboratorium FMIPA UI terhadap K3 secara umum.
Hasil penelitian ini adalah matriks pelatihan K3 yang dibutuhkan oleh laboratorium di FMIPA UI dengan tiga kategori yakni pelatihan kategori orientasi untuk merubah persepsi laboran/staff lab terhadap K3, pelatihan kategori keterampilan untuk menambah atau memperbaiki keterampilan K3 yang dimiliki, dan pelatihan kategori pengembangan meberikan pengetahuan dan keterampilan baru dengan tujuan menaikan tingkat laboran/ staff lab.

Laboratory is a place for scientific research, clinical, or as a means of education. Laboratory workers everydays work with high risk of hazards established from its material and process. This study conducted at one faculty in Universitas Indonesia which is Faculty of Mathematics and Science (FMIPA UI) in 2014.
The method used in this research is qualitative with descriptive analytic design. This research aimed to look at FMIPA UI laboratory workers needs in occupational health and safety training. Through organizational analysis, task analysis and personal analysis process then categorized based on training purposes.
Organizational analysis shows FMIPA UI still has not maximally supported training. Task analysis find characteristic of the hazards and risks that exist in the laboratory so it can be determined which safety training is needed. Personal analysis through deep interview found that there’s still lack of knowledge workers in the FMIPA UI laboratory in general.
This research results is establishing a matrix of health and safety training required by a laboratory in FMIPA UI with three categories. Training orientation to change the perception, training skill to add or fix skill that needed to increase safety performance by workers and training development to develop a new knowledge and skills for laboratory workers.
Read More
S-8479
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Satria Panji Wijayanto; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Karyani Sani Manurung
Abstrak: ABSTRACT
 
 
Laboratorium merupakan salah satu temapt kerja yang memiliki potensi bahaya
 
dan risiko K3 yang cukup besar. Dengan digunakannya berbagai peralatan dan
 
bahan, para pengguna laboratorium, khususnya Laboratorium Fakultas Teknik
 
Universitas Indonesia (FT UI), terpajan berbagai jenis bahaya seperti bahaya
 
kesehatan dan keselamatan. Oleh karena itu dituntut penerapan metode
 
pengendalian guna mereduksi potensi bahaya dan risiko K3 tersebut. Pelatihan
 
adalah salah satu metode control yang dapat diterapkan di laboratorium FT,
 
bersamaan dengan metode pengendalian lain baik engineering, administratif, atau
 
dengan alat pelindung diri.
 
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pelatihan K3 yang
 
diperlukan oleh pekerja laboratorium sehingga dapat dilakukan program pelatihan
 
yang efektif dan efisien untuk menjawab permasalahan K3 yang ada di
 
laboratorium.Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode
 
wawancara mendalam kepada pekerja laboratorium dan observasi di laboratorium.
 
Proses analisis laboratorium atau tempat kerja meliputi analisis organisasi,
 
pekerjaan, dan personal.
 
Hasil dari analisis organisasi dapat melihat dukungan dari pihak manajemen
 
terkait pelaksanaan K3 di laboratorium, Hasil dari analisis pekerjaan dapat melihat
 
bahaya dan risiko dari pekerjaan di laboratorium, serta analisis personal melihat
 
pengetahuan dan data pelatihan dari pekerja di laboratorium sehingga
 
menghasilkan matriks pelatihan K3 untuk laboratorium FT UI. Pelatihan yang
 
lebih dibutuhkan untuk pekerja laboratorium yaitu bersifat konseptual dan
 
orientasi kepada perilaku K3 di laboratorium.
 

 
ABSTRACT
 
 
Laboratory is one of the potential workplace that has large hazards and risks of
 
Occupational Health and Safety (OHS). With the use of a variety of equipment
 
and materials, particularly Laboratory, Faculty of Engineering, University of
 
Indonesia (UI FT), laboratory users exposed to various types of hazards such as
 
health and safety hazards. Therefore, the application of control methods are
 
required in order to reduce potential hazards and risks of OHS. Training is one of
 
the control methods that can be applied in the laboratory, in conjunction with
 
other control methods either engineering, administrative, or personal protective
 
equipment.
 
This study aims to analyze the training needs of OHS, required by the laboratory
 
worker training program so that it can be done effectively and efficiently to
 
address the problems that exist in laboratorium. This research uses a qualitative
 
design with in-depth interviews and observation to laboratory workers in the
 
laboratory. The process of laboratory analysis or analysis covering workplace
 
organization, work, and personal.
 
The results of the analysis of the organization can see the support from
 
management regarding the conduct of OHS in the laboratory, results of job
 
analysis to see the dangers and risks of work in the laboratory, as well as the
 
analysis of knowledge and personal look at the data in the training of laboratory
 
workers resulting OHS training matrix for laboratory in FT UI. More orientation
 
training is needed for laboratory workers and conceptual to change the behavior of
 
OHS in the laboratory.
Read More
S-8358
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Najmi Laila; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Baiduri, Uswatun Hasanah, Trisnajaya
Abstrak: Laboratorium X adalah salah satu fasilitas di Fakultas Kedokteran dan IlmuKesehatan (FKIK) UIN Jakarta yang menunjang fasilitas belajar dalam pendidikan.Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat 120 bahan kimia yang terdapat dalamlaboratorium X ini. Hasil studi pendahuluan belum memadainya upaya pengendalianyang dijalankan seperti belum tersedianya MSDS (Material Safety Data Sheet) secaralengkap di Laboratorium X, pelabelan yang belum tepat, penggunaan APD (AlatPelindung Diri) yang belum sesuai dan lain-lain diperkirakan dapat meningkatkanrisiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Laboratorium X ini.Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi, analisa dan evaluasimanajemen laboratorium pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja diLaboratorium X FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2016 denganmenggunapan beberapa standar acuan. Penelitian ini bersifat kualitatif denganmelakukan observasi, wawancara serta telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan daribulan April-Juni 2016.Hasil penelitian menunjukkan beberapa elemen masih belum sesuai denganstandar manajemen laboratorium yaitu belum tersedianya draft sistem manajemen dansystem manajemen mutu laboratorium, belum adanya sistem transportasi danpenerimaan bahan kimia, lemari penyimpanan bahan kimia yang belum sesuai, sistemtanggap darurat yang belum lengkap, belum dilakukannya penilaian manajemenresiko dan biomonitoring pada pekerja.Saran yang dapat diberikan yaitu Penting harus segera dilakukan adalahmenyusun kembali system manajemen lab, Menyusun system manajemen mutu,Menyusun Sistem Tanggap Darurat dan Pelatihan keadaan darurat di Lab, MelakukanPenilaian Risiko yang ada di lab secara menyeluruh dan Melakukan pemeriksaankesehatan pada pegawai secara berkala.Kata Kunci : system manajemen laboratorium, system manajemen mutulaboratorium, keselamatan dan kesehatan kerja, bahan kimia
Laboratory X is one of the facilities in Faculty of Medicine and Health Sciences(FKIK) UIN Jakarta that support learning in educational. Based on the initial data,there are 120 chemicals contained in this X lab. Results of a preliminary study ofinadequate control measures undertaken such as the placement of chemicalsubstances that have not been right, not completely of MSDS (Material Safety DataSheet), labeling is not proper, use of PPE (Personal Protective Equipment) is notappropriate and others are expected to increase the risk of occupational safety andhealth in this laboratory.This study was done to identify, analyze and evaluate laboratory management aspectsof Health and Safety in the Laboratory X FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta in2016 with some reference standards. This is a qualitative study by observation,interviews and review of documents. This research was conducted from April to June2016.The results showed some elements are still not in accordance with the standards ofthe laboratory management, such as the unavailability of draft management systemsand quality management system of the laboratory, no transport system and acceptanceof chemicals, chemicals storage are not appropriate, emergency response system thatis not yet complete, never done risk management assessment and biomonitoring ofworkers.Faculty is advised that is important has to be done is rearrange the systemmanagement lab, Develop quality management systems, Develop EmergencyResponse System and Training of emergency in the Lab, Conducting RiskAssessment in the lab thoroughly and Perform health checks on employees on aregular basis.Keywords: laboratory management system, laboratory quality management systems,occupational health and safety, chemicals.
Read More
T-4614
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puteri Salsabila; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Sjahrul Meizar Nasri, Akhmad Ridho, Hani Ramadhani
Abstrak: Laboratorium merupakan tempat yang kondusif untuk melakukan eksperimen, investigasi, dan observasi, dimana pada aktivitasnya melibatkan berbagai macam bidang ilmu. Aktivitas pembelajaran di laboratorium tidak terlepas dari potensi bahaya keselamatan, kesehatan, dan lingkungan, seperti bahaya kimia, fisika, biologi, bahkan bahaya keadaan darurat. Hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan manajemen risiko melalui implementasi aspek Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) Laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SMK3L di laboratorium Universitas Indonesia (UI). Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada laboratorium UI pada tahun 2020. Pencapaian implementasi SMK3L diukur menggunakan media berupa formulir centang inspeksi laboratorium yang telah dikembangkan oleh UI dan dengan beberapa penyempurnaan. Formulir centang ini memiliki 157 pertanyaan yang mencangkup 15 aspek SMK3L berupa pertanyaan tertutup. Skor inspeksi tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode gap analysis. Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan bahwa laboratorium UI telah memenuhi standar penerapan aspek SMK3L laboratorium yang telah ditentukan oleh batas pencapaian skor ≥ 70% (Lab A2 : 76%; Lab A4 : 78%; Lab A9 : 81%; Lab A10 : 78%; Lab F5 : 74%; Lab F12 : 73%; Lab F13 : 80%; Lab F14 : 85%; dan Lab G19 : 95%), dengan jangkauan penilaian terendah dan tertinggi pada masing-masing aspek SMKL nya (komitmen dan kebijakan : 50-100% ; perencanaan : 50-95% ; implementasi : 79-97% ; pengendalian operasional : 75-94% ; pemeriksaan : 33-100% ; tinjauan manajemen : 0100%). Adapun, tindakan peningkatan dan perbaikan masih harus dilakukan khususnya pada aspek dengan kesenjangan tertinggi, yaitu pengendalian operasional, yang terletak pada tata graha laboratorium, sistem inventarisasi alat dan bahan, dan persiapan keadaan darurat. Selain aspek tersebut, aspek pemeriksaan dan tinjauan manajemen pun masih harus ditingkatkan dengan melaksanakan audit.
Read More
T-6093
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Vierdelina; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Sjahrul Meizar Nasri, Robiana Modjo, Yuni Kusminanti, Yogi Wibisono Budhi
Abstrak:
Universitas Indonesia berkomitmen tinggi terhadap implementasi aspek K3L di seluruh lingkungan universitas melalui Peraturan Rektor No.1 Tahun 2016 tentang Implementasi K3L di UI. Namun, insiden yang terjadi di fakultas masih ada setiap tahunnya. Pendekatan sistem manajemen terhadap implementasi aspek K3L, telah ditentukan baik di tingkat universitas maupun fakultas melalui BSC. Lahirnya ISO45001:2018 memicu agar universitas dan fakultas dapat tersertifikasi sehingga dapat mendukung salah satu visi misi UI, yaitu meningkatkan rangking universitas di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi setiap klausul SMK3L berdasarkan ISO45001:2018 dan ISO14001:2015 di seluruh fakultas UI, melalui metode studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dimana dilakukan wawancara dan telaah dokumen kepada 17 fakultas di UI pada bulan April hingga September 2020. Hasil dari penelitian ini adalah nilai rata-rata implementasi di semua fakultas masih cukup rendah (34%). Hanya ada 2 fakultas yang sudah mulai mengimplementasikan aspek K3L berdasarkan ISO, sedangkan fakultas lainnya hanya berdasarkan BSC K3L cascade fakultas. Klausul yang paling tinggi dicapai adalah Klausul 5 Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja (55%), karena sudah semua fakultas memiliki Kebijakan K3L. Kesimpulan lainnya yaitu untuk meningkatkan implementasi K3L di fakultas diperlukan komitmen yang tinggi dari pimpinan puncak dan second layernya, didukung oleh personil tim yang handal dan sumber daya yang cukup. Kata kunci: Sistem Manajemen; Keselamatan Kerja; Kesehatan Kerja; Lingkungan; SMK3L; Fakultas; Universitas Indonesia, ISO45001, ISO14001

Universitas Indonesia is highly committed to implementing OSHE aspects throughout the university through Rector Regulation No. 1 of 2016 concerning the Implementation the OSHE of UI. However, incidents that occur at the faculty are still there every year. The management system approaches to the implementation of OSHE aspects has been determined at both the university and faculty levels through the BSC. The birth of ISO45001: 2018 triggered universities and faculties to be certified so that they could support one of UI's visions and missions, namely increasing the ranking of universities in the world. This study aims to analyze the implementation of each OSHEMS clause based on ISO45001: 2018 and ISO14001: 2015 in all UI faculties, through a descriptive study method with a quantitative approach, in which interviews and document reviews are conducted with 17 faculties of UI from April to September 2020. Results of This research show that the average value of implementation in all faculties are still quite low (34%). There are only 2 faculties that have started implementing OSHE aspects based on ISO, while the other faculties are only based on the BSC K3L faculty cascade. The clause that was achieved the highest was Clause 5 of Leadership and Worker Participation (55%), because all faculties had an OSHE Policy. Another conclusion is that to improve the implementation of OSHE in the faculty requires a high commitment from the top and second layer leaders, supported by reliable team personnel and sufficient resources. Key words: Occupational Safety, Health and Environment; Management System, OSHEMS, ISO45001; ISO14001,
Read More
T-7515
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dea Pisca Permaswhari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Mila Tejamaya, Adrianus Pangaribuan
Abstrak: Skripsi ini membahas evaluasi penerapan keselamatan kebakaran gedung dengan menggunakan perangkat lunak Computerized Fire Safety Evaluation System (CFSES) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang berlokasi di Salemba, Jakarta Pusat. Evaluasi dilakukan berdasarkan kesesuaian 12 safety parameters dan persyaratan tambahan pada NFPA 101A: Alternate Approaches to Life Safety dengan standar NFPA 101: Life Safety Code. Disain studi penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan semi kuantitatif. Sampel penelitian adalah Gedung Utama dan Gedung Departemen Kimia FKUI.
Hasil evaluasi Gedung Utama menunjukkan bahwa kontrol penyebaran api mendapatkan nilai -9 dari standar persyaratan minimum -4. Sistem jalan keluar mendapatkan nilai -12.5 dari standar 0. Sedangkan keselamatan kebakaran umum mendapatkan nilai -17 dari standar -4. Hasil evaluasi Gedung Departemen Kimia menunjukkan bahwa kontrol penyebaran api mendapatkan nilai -9,5 dari standar persyaratan minimum -4. Sistem jalan keluar mendapatkan nilai -5.5 dari standar 0. Sedangkan keselamatan kebakaran umum mendapatkan nilai -8 dari standar -4.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan keselamatan kebakaran di Gedung Fakultas kedokteran Universitas Indonesia belum memenuhi persyaratan keselamatan minimum pada NFPA 101: Life Safety Code.
Kata kunci : keselamatan kebakaran, gedung, CFSES, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

This study discusses evaluation of the fire safety implementation of buildings using software Computerized Fire Safety Evaluation System (CFSES) at Faculty of Medicine, University of Indonesia, located in Salemba, Central Jakarta. The evaluation was done based on the suitability of 12 safety parameters and additional requirements in NFPA 101A: Alternate Approaches to Life Safety with standards NFPA 101: Life Safety Code. Design of this study is descriptive with a semi-quantitative approach. Samples are the Main Building and the Department of Chemistry Building, Faculty of Medicine.
Results of main building evaluation shows that the score of fire control is -9, score of egress is -12.5, and score of general fire safety is -17. Meanwhile, for chemistry building, the score for fire control is -9.5, score of egress is -5.5, and score of general fire safety is -8.
The study concluded that the fire safety implementation in the Faculty of Medicine University of Indonesia has not met the minimum safety requirements in NFPA 101: Life Safety Code.
Keywords: fire safety, building, CFSES, Faculty of Medicine University of Indonesia
Read More
S-8561
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Rafiq Daulay; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Nurtami, Adrianus Pangaribuan
Abstrak: Skripsi ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan semi kuantitatif dan memiliki tujuan untuk melakukan evaluasi penerapan keselamatan kebakaran gedung menggunakan perangkat lunak Computerized Fire Safety Evaluation System (CFSES) di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia yang berlokasi di Salemba Raya, Jakarta Pusat. Evaluasi dalam penelitian ini menggunakan 12 safety parameter dan persyaratan tambahan yang terdapat pada NFPA 101A: Guide on Alternative Approach to Life Safety disesuaikan dengan pedoman dari NFPA 101: Life Safety Code. Penelitian dilakukan pada gedung A dan C Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa gedung Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia belum memenuhi nilai persyaratan keselamatan minimum pada NFPA 101: Life Safety Code.
Kata kunci: Keselamatan kebakaran, CFSES, safety parameter, gedung, NFPA

This thesis uses descriptive study design with semi-quantitative approach and has purpose to evaluate the implementation of fire safety of buildings by using Computerized The Safety Evaluation System (CFSES) software at Faculty of Dentistry University of Indonesia located in Salemba Raya, Central Jakarta. The evaluation is based on 12 safety parameters and additional requirements in NFPA 101: Life Safety Code. The assessment of this study is building A and C Faculty of dentistry University of Indonesia. Based on the result of the study, the conclusion is that building in Faculty of Dentistry University of Indonesia has not qualified yet with the minimum safety requirements in NFPA 101: Life Safety Code.
Keywords: Fire safety, CFSES, safety parameters, building, NFPA
Read More
S-8538
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Afriyanti; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Anondho Wijanarko
S-7360
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Nuzul Furqon; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
Abstrak: Universitas merupakan organisasi yang memiliki potensi bahaya dan risiko yang signifikan. Dengan berbagai kegiatan, bahan dan instrumentasi kerja yang kompleks, maka berpotensi terjadinya cidera dan sakit akibat kerja. Sangat penting adanya pelatihan terkait keselamatan dan kesehatan kerja khususnya untuk pegawai di lingkungan universitas. Para pegawai yang bekerja di dalam lingkungan akademis harus memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku kerja yang sesuai dengan nilai-nilai keselamatan dan kesehatan kerja sehingga tercipta lingkungan kerja yang selamat dan sehat. Pusat Administrasi Universitas Indonesia merupakan organisasi yang diharapkan memiliki pegawai yang berpengetahuan, bersikap dan berperilaku K3 yang baik sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Oleh karena itu penyelenggaraan training K3 menjadi penting untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan dan perilaku K3 tersebut. Namun, analisis kebutuhan pelatihan K3 di PAU penting dilakukan agar pelatihan yang diberikan efektif dan efisien. Training Needs Analysis (TNA) merupakan upaya untuk merencanakan kegiatan pelatihan agar tepat sasaran. Penelitian ini melakukan TNA pelatihan K3 di PAU dengan melakukan analisis terhadap organisasi, tugas dan personal. Jenis pelatihan yang sangat dibutuhkan bagi pegawai PAU adalah pelatihan orientasi antara lain hazard communication,K3 dasar, ergonomi, occupational and health promotion, bahaya psikososial serta hygiene dan sanitasi. Study ini menghasilkan matriks pelatihan K3 untuk staf PAU-UI.
 

University is one of organization that has the potential of occupational health and safety risks. Due to its variety of activities, materials and complex equipments the occurrence of occupational injuries and illnessis are likely. The provision of OHS training, thus is very important in order to have a healthy and safe working knowledge, skills and attitudes among the worker. The administration centre of Universitas Indonesia (Pusat Administrasi Universitas Indonesia, PAU-UI) is one of organization whithin Universitas Indonesia that is expected to have a good OHS performance and expressed as satisfactory OHS knowledge, skill and behavior among the staffs. Those lead to safe and comfortable working environment. Training Needs Analysis (TNA) of OHS in PAU is important so have effective and efficient trainings. This study performed a TNA of OHS Training in PAU-UI. The assessment was done by analyzing the organization, task and personal competency. The type of training that is necessary for PAU employee are hazard communication, OHS Basic, ergonomics, occupational and health promotion, psychosocial hazards as well as hygiene and sanitation. This study generated OHS training matrix for the PAU-UI staffs.
Read More
S-8265
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive