Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40825 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hanny Putri; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Istiati Suraningsih
Abstrak: Penelitian ini menggunakan pengukuran tidak langsung yaitu dengan mengukur denyut nadi pada arteri radial di pergelangan tangan Pekerja Rumah Tangga (PRT). Pengukuran denyut nadi menggunakan metode 10 denyut lalu dikonversikan menjadi satuan energi dan mengklasifikasikannya dalam beban kerja. Denyut nadi yang diukur adalah Denyut Nadi Kerja (DNK) dan Denyut Nadi Istirakat (DNI). Selain itu, Peneliti menggunakan analisis dari hasil Persentase Cardiovascular Strain yang dimiliki oleh PRT, serta melakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas dari PRT.
 
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar energi yang dikeluarkan dan beban kerja yang dialami oleh PRT dalam melakukan aktivitas fisik dari tugas-tugas rumah tangga yang dikerjakannya sehari-hari.
 
Hasil dari penelitian ini menunjukan sebagian besar pengeluaran energi dan beban kerja yang dialami oleh PRT berada dalam klasifikasi "Sedang", akan tetapi ditemukan 2 dari 31 PRT yang memiliki beban kerja dalam klasifikasi "Berat". Diketahui bahwa selain memiliki tugas untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, 2 pekerja tersebut juga memiliki tugas untuk mengasuh balita.
 

The research describes energy expenditure and workload of Domestic Workers in Depok Mulya Residence, Depok, West Java. This study uses indirect measurement which is to measure the heart rate on the radial artery in the wrist of Domestic Workers. Pulse measurement using ?10 pulse method? then converted into energy units and classifies into the workload category. In addition, researchers use the analysis of the results of the Cardiovascular Strain Percentage owned by Domestic Workers. Besides, researches interviews use a questionnaire to determine the characteristics and activities of the Domestic Workers.
 
This purpose of research is to find out how much energy is expended and the workload experienced by domestic workers in physical activity from household in everyday activity.
 
The results of this study are the energy expenditure levels and workload experienced by domestic workers is classified as "Moderate". However, it was found that 2 of 31 domestic workers have a ?Heavy workload? because of not only having a task to do household, the two workers also have a duty to care for a toddler.
Read More
S-8469
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faridl Wicaksono; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Istiati Suraningsih
S-8353
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arma Adi Prasetya; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Eko Pudjadi
Abstrak: Aktivitas pekerja atau penyewa kios pada pusat perbelanjaan Y yang selalu di dalam ruangan dengan beban kerja 8 jam sampai dengan 10 jam. Oleh karena itu, salah satu penentu kesehatan mereka adalah kualitas udara di dalam ruangan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pajanan fisik dan konsentrasi kontaminan kimia lantai mezzanine, lantai 1, dan lantai 3 pada pusat perbelanjaan Y kota Depok, Jawa Barat tahun 2014. Terdapat tingkat pajanan parameter fisik yang melewati nilai ambang batas yaitu suhu, dan kelembaban. Terdapat juga beberapa konsentrasi kontaminan kimia yang melewati nilai ambang batas, yaitu CO, SO2, PM2,5, dan PM10. Kata kunci: Kualitas udara di dalam ruangan, tingkat pajanan parameter fisik, konsentrasi kontaminan kimia, nilai ambang batas, pusat perbelanjaan Activity workers or tenants at a Y shopping center are always in the room with the workload of 8 hours up to 10 hours every day. Therefore, one of the determinants of their health is indoor air quality. This study aims to describe the level of exposure to physical and chemical contaminant concentrations mezzanine floor, first floor, and third floor of the Y shopping center at Depok, West Java in 2014. There is a level of exposure to physical parameters that passed throught the threshold limit value is the temperature, and humidity. There are also several concentrations of chemical contaminants that passed throught the threshold limit value, like CO, SO2, PM2,5, and PM10. Keywords: Indoor air quality, exposure levels of physical parameters, the concentration of chemical contaminants, threshold limit value, shopping center
Read More
S-8564
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Ketut Sudiatmika; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Eko Pudjadi
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang sistem rekrutmen dan seleksi tenaga keperawatan di Bagian Personalia Rumah Sakit Hermina Depok tahun 2014 berdasarkan pendekatan sistem. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif melalui pendekatan kualitatif dan didapatkan melalui wawancara mendalam kepada beberapa orang instrumen, hasil dari observasi, dan menelaah data sekunder. Hasil penelitian menyarankan agar membuat Surat Keputusan (SK) Direktur mengenai tim rekrutmen dan seleksi tenaga keperawatan, perlu memiliki ketentuan anggaran atau dana khusus pada tahap pelaksanaan rekrutmen dan seleksi, tidak perlu mengadakan ruangan khusus wawancara, tetapi memanfaatkan ruangan yang telah ada dan dilengkapi dengan sarana yang memenuhi syarat, formulir berkas lamaran diisi sebelum pemanggilan pelamar lewat telepon, perlu mengembangkan instrumen karakter, membuat instrumen wawancara teknis, mengadakan tes kecerdasan atau psikotest, menambah pertanyaan pada tes tertulis, tes kesehatan sebaiknya dilakukan sebelum orientasi tenaga keperawatan baru berlangsung, perlu diadakannya tes buta warna dan tes pendengaran, mengadakan tes praktek, mengatur waktu dengan sebaik mungkin untuk memberikan informasi kepada pengajar orientasi, memperketat seleksi berkas, menyusun jadwal rekrutmen dan seleksi secara tertulis, memperbanyak pelamar yang dapat dicapai dengan menggunakan sumber serta metode rekrutmen yang tepat.
Kata kunci: Rekrutmen dan Seleksi Tenaga Keperawatan, Rumah Sakit, Sumber Daya Manusia.

Humans almost 90% spend time in their room, and indoor pollution is consistently 2 to 5 times greater than outdoor pollution (EPA, 1989). The health effects of indoor air quality can be poor allergens, carcinogens, irritants, and interfere with the immune response system (Hess-Kosa, 2002). This study aims to describe the concentration of chemical contaminants (CO, CO2, HCHO, NH3, NO2, PM 2.5, PM10, and SO2) and level of exposure to physical parameters (light, temperature, and humidity) indoor air quality in Mall X Depok, West Java in 2014. The quantitative and qualitative research is descriptive, observational cross-sectional approach. Quantitative research conducted by reviewing the concentration of chemical contaminants and exposure levels of physical parameters of indoor air quality as well as qualitative research carried out by the data supporting the subjective complaints of sick building syndrome in a structured interview. Results worst measurement of all parameters, namely, temperature (29,4oC), humidity (69%), light (240 lux), CO (32.5 ppm), CO2 (2345.7 ppm), HCHO (0.05 ppm) , NH 3 (0.3 ppm), NO2 (2.5 ppm), SO2 (2.4 ppm), PM2,5 (0.646 mg / m3 ), PM10 (0.654 mg / m3 ). The conclusion of this study, several indoor air quality parameters exceed the Threshold Limit Values set the CO, SO2, PM2,5, PM10, temperature, and humidity
Keywords: Indoor air quality, Mall, Physical parameter exposure, Chemical contaminant consentration
Read More
S-8587
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Eko Pudjadi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kualitas Udara di Dalam Ruangan Pusat Perbelanjaan Y, Kota Depok, Tahun 2014 dengan melakukan pengukuran tingkat pajanan parameter fisik dan konsentrasi kontaminan kimia. Desain penelitian bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian kuantitatif dilakukan melalui pengukuran tingkat pajanan parameter fisik dan konsentrasi kontaminan kimia udara dengan cara grab sampling menggunakan direct reading intrument. Penelitian kualitatif dilakukan melalui wawancara terstruktur kepada pekerja dengan keluhan subjektif sick building syndrome. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini adalah, parameter kualitas udara di dalam ruangan yang melewati nilai ambang batas adalah lain suhu, kelembaban, CO, SO2, PM2.5, dan PM10. Kata Kunci: Konsentrasi kontaminan kimia; Kualitas udara di dalam ruangan; Pusat perbelanjaan; Tingkat pajanan parameter fisik. This study aims to overview the Indoor Air Quality in Shopping Center Y, Depok, 2014 by measuring the physical exposure level and chemical contaminants concentration. The design study is descriptive analysis with cross-sectional approach. Quantitative research conducted by measuring the physical exposure level and chemical contaminant concentrations by grab sampling using direct reading instruments. Qualitative research conducted through structured interviews to workers with sick building syndrome subjective complaints. The results and conclusions of this research is, the indoor air quality parameters that pass the threshold value is temperature, humidity, CO, SO2, PM2.5, and PM10. Keywords: Chemical contaminants concentration; Indoor air quality; Physical exposure level; Shopping center.
Read More
S-8562
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mustakim; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Abdul Haris
S-6797
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arifatun Milah Ratri; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Ike Pujiriani
Abstrak: Proses kerja pada pembuatan furniture berisiko terjadi MSDs pada pekerja.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran tingkat risiko ergonomiyang berpotensi menimbulkan musculoskeletal disorders pada pekerja IndriaFurniture Depok. Desain studi adalah cross sectional, menggunakan metodeQuick Exposure Check (QEC) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA) untukmenilai tingkat risiko ergonomi di tiap tahapan kerja. Hasil penelitian berdasakanpenilaian QEC menunjukan level tindakan 3 pada proses pembuatan pola danfinishing dan level tindakan 4 pada proses pemotongan, perakitan, dan loading.Berdasarkan penilaian REBA, terdapat level tindakan 3 pada proses finishing,level tindakan 4 pada proses pembuatan pola, pemotongan, dan perakitan, danlevel tindakan 5 pada proses loading. Memperbaiki desain meja kerja yang sesuaidengan antropometri pekerja, sosialisasi, dan pemberian informasi mengenai ergonomi di tempat kerja merupakan rekomendasi yang dapat dilakukan untuk mencegah tingginya tingkat risiko ergonomi pada pekerja.
Kata Kunci: QEC, REBA, musculoskeletal disorders, furniture, informal, tingkatrisiko ergonomi.
Read More
S-8496
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yogani Saktya Dewarani; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Eko Pudjadi
Abstrak: Sejak biaya energi meningkat di tahun 1970, pembangunan banyak mengalami modifikasi dengan menurunkan komposisi pertukaran udara luar ke dalam ruangan sehingga meningkatkan ketergantungan pada ventilasi mekanis. Hal ini dapat membawa dampak buruk terhadap kualitas udara dalam ruangan dengan menyebabkan beberapa efek kesehatan, salah satunya sick building syndrome (SBS). Pusat perbelanjaan adalah salah satu tempat umum yang menggunakan ventilasi mekanis untuk sirkulasi udaranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsentrasi kontaminan kimia (CO, CO2, HCHO, NH3, NO2, PM 2,5, PM10, dan SO2) dan tingkat pajanan parameter fisik (cahaya, suhu, dan kelembaban) kualitas udara dalam ruangan di Pusat Perbelanjaan X Kota Depok, Jawa Barat tahun 2014. Penelitian kuantitaitf dan kualitatif ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Berdasarkan penelitian didapatkan beberapa parameter kualitas udara seperti CO, SO2, PM2,5, PM10, suhu, dan kelembaban
 

 
Since costs of energy increased from the 1970s, the building ventilation systems has been many modified by lowering the composition of the exchange of outdoor air into the room thus increasing the dependence on mechanical ventilation. This could have an adverse impact on indoor air quality by causing some health effects, one of them is sick building syndrome (SBS). Mall is one of the indoor public places which uses mechanical ventilation for its air circulation. This study aims to obtain an overview the concentration of chemical contaminants (CO, CO2, HCHO, NH3, NO2, PM2.5, PM10, and SO2) and the exposure level of physical parameters (illumination, temperature, and humidity) indoor air quality in Mall X Depok, West Java in 2014. This quantitative and qualitative research is descriptive, observational cross-sectional approach. This research resulted in a finding that some of the indoor air quality parameters such as CO, SO2, PM2,5, PM10, temperature, and humidity do not comply with the standard. Thus, some controls need to be implemented.
Read More
S-8586
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yurnalis; Pembimbing: Hendra
S-3600
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifda Galuh Syafawani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; penguji: Hendra, Sudi Astono
Abstrak:

Kepesertaan pekerja sektor informal di Kota Depok dalam program BPJS Ketenagakerjaan
masih sangat rendah, tanda belum optimalnya perlindungan bagi kelompok ini. Penelitian ini
bertujuan untuk menjelaskan gambaran serta menganalisis hubungan antara faktor pembentuk perilaku dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok tahun 2025. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 116 pekerja sektor informal di Kota Depok menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebar secara daring maupun onsite di Pos UKK dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerja sektor informal belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (50,9%). Pekerja sektor informal mayoritas perempuan, berusia produktif dan sudah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi hambatan, premi BPJS Ketenagakerjaan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan lingkungan sekitar berhubungan signifikan dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok Tahun 2025. Perlu dilakukan upaya strategis yang mempertimbangkan berbagai faktor untuk meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal. Selain itu, ditemukan beberapa faktor risiko yang perlu mendapat perhatian untuk perbaikan, seperti jumlah anggota keluarga, pengetahuan tentang BPJS Ketenagakerjaan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, akses pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, premi, dan status ekonomi pekerja.



The participation of informal sector workers in Depok City in the BPJS Ketenagakerjaan  (Workers Social Security) program remains very low, indicating suboptimal protection for this  group. This study aims to describe and analyze the relationship between behavioral  determinants and BPJS Ketenagakerjaan participation among informal sector workers in  Depok City in 2025. This research used a cross-sectional design with a quantitative approach  involving 116 informal workers in Depok City, selected through convenience sampling. Data  were collected using questionnaires distributed both online and onsite at Pos UKK and  analyzed using the chi-square test. The results showed that more than half of the informal  workers had not registered for BPJS Ketenagakerjaan (50.9%). Most informal workers were  women, of productive age, and married. The study found that gender, knowledge, perceived  susceptibility, perceived barriers, BPJS premium costs, motivation, family support, and  environmental support were significantly associated with BPJS Ketenagakerjaan participation  among informal workers in Depok City in 2025. Strategic efforts that consider these factors  are needed to improve the coverage of social security protection for informal workers. In  addition, several risk factors were identified that require further attention, including number of  family members, knowledge of BPJS Ketenagakerjaan, perceived vulnerability, perceived  severity, access to BPJS services, premium costs, and workers’ economic status. 

 

Read More
S-12029
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive