Ditemukan 36135 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Mutiara Putriani Laksana; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Lilysiana
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang determinan kematian bayi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan menggunakan uji korelasi. Variabel independen yang dibahas dalam penelitian ini bersumber dari data SDKI 2012 meliputi faktor demografi (daerah tempat tinggal), faktor ibu dan bayi (usia ibu, pendidikan, paritas dan berat bayi lahir), dan faktor pengendalian penyakit per orangan (frekuensi ANC, penolong persalinan, Inisiasi Menyusu Dini, dan waktu kunjungan neonatal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki korelasi dengan tingginya AKB di Indonesia adalah daerah pedesaan, pendidikan tidak tamat SD/sekolah, paritas >5 anak, berat bayi lahir 7hari. Kata kunci: Determinan kematian bayi; studi ekologi; kematian bayi; angka kematian bayi 7 hari. Kata kunci: Determinan kematian bayi; studi ekologi; kematian bayi; angka kematian bayi
Read More
S-8560
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nursania; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Atik Nurwahyuni, Agus Marzuki Prihartono
Abstrak:
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012diketahui AKB di Indonesia adalah 32 kematian per 1000 kelahiran hidup. Angkaini masih jauh dari target Renstra Kementerian Kesehatan RI Tahun 2010-2014 yang menargetkan AKB tahun 2014 sebesar 24/1000 kelahiran hidup, dan targetMillenium Development Goals (MDGs) yang menargetkan AKB tahun 2015sebesar 23/1000 kelahiran hidup. AKB tersebut menunjukan peningkatan derajatkesehatan anak di Indonesia belum sesuai dengan yang diharapkan, dan dapatmengancam kelangsungan hidup anak di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui determinan kematian bayi di Indonesia dengan menganalisis lebihlanjut data SDKI Tahun 2012. Determinan kematian bayi pada peneilitian ini dapat dilihat dari faktor ibu (umur ibu saat melahirkan, pendidikan ibu, statuspekerjaan ibu, paritas, perdarahan saat melahirkan, merokok), faktor lingkungan(keadaan rumah, wilayah tempat tinggal, status ekonomi), faktor bayi (jeniskelamin, berat bayi lahir, mendapatkan ASI), faktor upaya kesehatan (pemberian imunisasi tetanus pada saat ibu hamil, mendapat pil/sirup zat besi pada saat ibu hamil, tempat persalinan, penolong persalinan, kepemilikan jaminan kesehatan).Unit analisis adalah bayi yang lahir dalam rentang waktu setahun sebelum surveiSDKI 2012. Desain penelitian adalah cross sectional dengan menggunakan analisis regresi logistik. Hasil penelitian diketahui dari 2965 bayi yang lahir dalam rentang waktu setahun sebelum survei, 1,9% meninggal dunia, dan 98,1% bayimasih hidup. Diketahui faktor status ibu bekerja, berat bayi lahir, danmendapatkan air susu ibu merupakan faktor yang signifikan terhadap kematianbayi, dengan faktor dominan adalah faktor mendapatkan air susu ibu (ASI).Penelitian ini menyarankan agar memasyarakatkan pentingnya ASI, pentingnyanutrisi ibu hamil, meningkatkan kualitas penatalaksanaan bayi berat lahir rendah(BBLR), serta meningkatkan akses, kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan memperhatikan aspek teknis dan manajerial. Kata Kunci : Determinan, Bayi, Kematian Bayi, AKB, Survei, SDKI
Based on Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) 2012 IMR inIndonesia known is 32 deaths per 1000 live births. This figure is still far from thetarget of the Ministry of Health Strategic Plan, 2010-2014 targeting 2014 IMR of24/1000 live births, and the millennium Development Goals (MDGs) that targets IMR 2015 at 23/1000 live births. The IMR showed an increase in the degree ofchild health in Indonesia is not as expected, and could threaten the survival ofchildren in Indonesia. This study was conducted to determine the determinants ofinfant mortality in Indonesia to further analyze the data IDHS 2012. Determinantsof infant mortality in this study can be seen from maternal factors (maternal age,maternal education, maternal employment status, parity, bleeding duringchildbirth, smoking), environmental factors (home state, region of residence,economic status), infant factors (gender, birth weight, breast fed), and factors ofhealth efforts (tetanus immunization of pregnant women at the time, gotpills/syrup iron, place of delivery, birth attendents, health insurance ownership).The unit of analysis is the baby born in the span of a year prior to the surveyIDHS 2012. Study design was cross-sectional by using logistic regres sionanalysis. The results of the 2965 research showed the babies born in the span of ayear before the survey, 1,9% died, and 98,1% of babies are still alive. Knownfactors working mother status, birth weight, and get breast milk is a significant toinfant mortality, the dominant factor is the factor of getting breast milk.This study suggests that promote the importance of breastfeeding, the importanceof maternal nutrition, improve the quality of management of low birth weight(LBW), as wel as improving access, quantity and quality of maternal and childhealth services by taking into account the technical and managerial aspects.Key words : Determinants, Baby, Infant mortality, IMR, Survey, IDHS
Read More
Based on Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) 2012 IMR inIndonesia known is 32 deaths per 1000 live births. This figure is still far from thetarget of the Ministry of Health Strategic Plan, 2010-2014 targeting 2014 IMR of24/1000 live births, and the millennium Development Goals (MDGs) that targets IMR 2015 at 23/1000 live births. The IMR showed an increase in the degree ofchild health in Indonesia is not as expected, and could threaten the survival ofchildren in Indonesia. This study was conducted to determine the determinants ofinfant mortality in Indonesia to further analyze the data IDHS 2012. Determinantsof infant mortality in this study can be seen from maternal factors (maternal age,maternal education, maternal employment status, parity, bleeding duringchildbirth, smoking), environmental factors (home state, region of residence,economic status), infant factors (gender, birth weight, breast fed), and factors ofhealth efforts (tetanus immunization of pregnant women at the time, gotpills/syrup iron, place of delivery, birth attendents, health insurance ownership).The unit of analysis is the baby born in the span of a year prior to the surveyIDHS 2012. Study design was cross-sectional by using logistic regres sionanalysis. The results of the 2965 research showed the babies born in the span of ayear before the survey, 1,9% died, and 98,1% of babies are still alive. Knownfactors working mother status, birth weight, and get breast milk is a significant toinfant mortality, the dominant factor is the factor of getting breast milk.This study suggests that promote the importance of breastfeeding, the importanceof maternal nutrition, improve the quality of management of low birth weight(LBW), as wel as improving access, quantity and quality of maternal and childhealth services by taking into account the technical and managerial aspects.Key words : Determinants, Baby, Infant mortality, IMR, Survey, IDHS
T-4119
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yetti Armagustini; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Toha Muhaimin, Muhamad Ilhamy, Ning Sulistyowati
T-3162
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Fauzia; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Lilysiana
Abstrak:
Angka komplikasi persalinan di Indonesia sendiri mengalami kenaikan hal ini dapat dilihat dari data SDKI tahun 2002-2003 sampai SDKI 2012.Berdasarkan data SDKI 2002 dan SDKI 2007, kejadian komplikasi persalinan di Indonesia naik sebesar 11%. Jika dibandingkan dengan kejadian komplikasi persalinan berdasarkan data SDKI tahun 2007 dan SDKI tahun 2012, angka komplikasi persalinan naik sebesar 19,4%.
Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi persalinan di Indonesia.Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel penelitian adalah total sampling. Sampel dalam penelitian ini wanita yang pernah kawin usia 15-49 tahun, pernah melahirkan dan yang dianalisis adalah kelahiran anak terakhir yang tercakup dalam data SDKI 2012 sebesar 14.023 ibu.
Hasil determinan yang berhubungan dengan kejadian komplikasi persalinan adalah paritas, komplikasi kehamilan, penolong persalinan, tempat persalinan, dan pendidikan.
Kata Kunci : Komplikasi Persalinan, Kematian Maternal
The complication rate of births in Indonesia increased, this can be seen from the data in the 2002-2003 to IDHS 2012.Based on IDHS data is IDHS 2002 and 2007, the incidence of complications of childbirth in Indonesia increase 11%. When we compared with the incidence of complications of labor based on data IDHS IDHS 2007 and 2012, the number of delivery complications increased by 19.4%.
This research aims to know description of the factors that influence the delivery complications in this Indonesia. This research is a descriptive analytic research with cross sectional design. Sample in this research is total sampling. The sample in this study ever married women aged 15-49 years, had given birth and the birth of the last child is analyzed is included in the data IDHS 2012 of 14.023 mothers.
Results determinant incidence of complications related to are parity, complications of pregnancy, birth attendants, birth place, and education levels.
Keywords: Complications of Childbirth, Maternal Mortality
Read More
Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi persalinan di Indonesia.Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel penelitian adalah total sampling. Sampel dalam penelitian ini wanita yang pernah kawin usia 15-49 tahun, pernah melahirkan dan yang dianalisis adalah kelahiran anak terakhir yang tercakup dalam data SDKI 2012 sebesar 14.023 ibu.
Hasil determinan yang berhubungan dengan kejadian komplikasi persalinan adalah paritas, komplikasi kehamilan, penolong persalinan, tempat persalinan, dan pendidikan.
Kata Kunci : Komplikasi Persalinan, Kematian Maternal
The complication rate of births in Indonesia increased, this can be seen from the data in the 2002-2003 to IDHS 2012.Based on IDHS data is IDHS 2002 and 2007, the incidence of complications of childbirth in Indonesia increase 11%. When we compared with the incidence of complications of labor based on data IDHS IDHS 2007 and 2012, the number of delivery complications increased by 19.4%.
This research aims to know description of the factors that influence the delivery complications in this Indonesia. This research is a descriptive analytic research with cross sectional design. Sample in this research is total sampling. The sample in this study ever married women aged 15-49 years, had given birth and the birth of the last child is analyzed is included in the data IDHS 2012 of 14.023 mothers.
Results determinant incidence of complications related to are parity, complications of pregnancy, birth attendants, birth place, and education levels.
Keywords: Complications of Childbirth, Maternal Mortality
S-8559
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tin Afifah; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Indang Trihandini, Ella N. Hadi, Sarimawar Djaja
T-3141
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Heny Lestary; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Ahmad Syafiq, Ch.M. Kristanti, Rinni Yudhi Pratiwi
T-3288
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Iin Musriani Maftukhah; Pembimbing: Krisnawati Bantas, Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Putri Bungsu, Uken Sukmaningsih
Abstrak:
Pada tahun 2012 jumlah perceraian di Indonesia mencapai 15% dari total pernikahan yaitu 346.480 jiwa dengan 2.289.648 juta pernikahan yang diantaranya merupakan pernikahan dini (BPS,2015). Persentase pernikahan dini dari perempuan muda berusia 15-19 yang menikah memiliki sebelas kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan laki- laki muda berusia 15-19 tahun (11,7 % P : 1,6 % L). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan perceraian berdasarkan umur, agama, kuintil kekayaan, tingkat pendidikan wanita, tingkat pendidikan suami, tempat tinggal, status pekerjaan wanita, status pekerjaan mantan suami, pengetahuan, Jumlah anak dan pengalaman pacaran Desain penelitian adalah crosssectional. Sampel merupakan sampel pada Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, yaitu wanita yang pernah menikah usia 15-49 tahun sebelum survei yaitu sejumlah 29.712 responden. Data dianalisis dengan regresi logistik. Hasil Penelitian ada hubungan antara pernikahan dini dengan perceraian pada wanita usia 15-49 di Indonesia pada tahun 2012(OR:1.2 95% CI0.89-1.59). Saran dari penelitian ini adalah peningkatan wawasan dan informasi tentang pernikahan usia dini,dan pengaruh yang dapat dirasakan untuk kehidupan ke depannya. Semakin dini wanita menikah semakin berpotensi untuk mengalami perceraian dan mendukung program pemerintah yang disebut program menengah universal atau pendidikan 12 tahun yang diharapkan dapat menunda usia perkawinan remaja terutama perempuan yang berasal dari desa yang memiliki pendidikan rendah.
Read More
T-5397
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fikriyatul Arifah; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Helda, Yoslien Sopamena, Heny Lestary, Dian Kristiani Irawaty
Abstrak:
Read More
Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi (189/100.000 KH) dan KB Pasca Persalinan (KBPP) merupakan salah satu intervensi yang efektif untuk menurunkannya. Namun, cakupan KBPP nasional baru mencapai 48,9% dan determinan penggunaannya pada tingkat nasional belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan penggunaan KBPP di Indonesia. Penelitian ini merupakan analisis lanjut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 70.387 wanita usia subur (15–49 tahun) yang memiliki riwayat persalinan dalam lima tahun terakhir, diambil dengan teknik multistage cluster sampling sesuai prosedur SKI 2023. Analisis data menggunakan regresi Poisson dengan robust variance dan pendekatan complex sample design untuk menghasilkan adjusted Prevalence Ratio (aPR). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi KBPP sebesar 28,9%, dengan metode dominan suntikan 3 bulan (46,1%). Tempat melahirkan, paritas, pemanfaatan ANC, dan kepemilikan jaminan kesehatan berhubungan dengan KBPP. Tempat melahirkan menjadi determinan paling dominan; ibu yang melahirkan di fasilitas kesehatan memiliki prevalensi penggunaan KBPP 1,44 kali lebih tinggi dibanding ibu yang melahirkan bukan di fasilitas kesehatan setelah dikontrol oleh paritas, pemanfaatan ANC dan kepemilikan jaminan kesehatan (aPR=1,436; 95% CI: 1,290–1,600). Disarankan kepada Kementerian Kesehatan untuk menerapkan protokol nasional konseling KBPP sebelum pulang dan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan; kepada BKKBN untuk memperluas sasaran program ke ibu paritas rendah dan memastikan ketersediaan MKJP; kepada BPJS Kesehatan untuk memperluas cakupan pembiayaan KBPP melalui JKN; serta kepada fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengoptimalkan momentum persalinan sebagai titik kontak utama KBPP.
The Maternal Mortality Rate in Indonesia remains high (189/100,000 live births), and Postpartum Family Planning (PPFP) is one of the effective interventions to reduce it. However, the national PPFP coverage has only reached 48.9%, and its determinants at the national level have not been widely studied. This study aimed to identify the determinants of PPFP use in Indonesia. This study is a further analysis of the 2023 Indonesia Health Survey (SKI) data using a cross-sectional design. The study sample consisted of 70,387 women of reproductive age (15–49 years) who had a history of childbirth within the past five years, selected through multistage cluster sampling in accordance with the 2023 SKI procedures. Data were analyzed using Poisson regression with robust variance and a complex sample design approach to produce adjusted Prevalence Ratios (aPR). The results showed that the prevalence of PPFP use was 28.9%, with the 3-month injectable contraceptive as the dominant method (46.1%). Place of delivery, parity, ANC utilization, and health insurance ownership were associated with PPFP use. Place of delivery was the most dominant determinant; mothers who delivered at a health facility had a 1.44 times higher prevalence of PPFP use compared to those who delivered outside a health facility, after controlling for parity, ANC utilization, and health insurance ownership (aPR=1.436; 95% CI: 1.290–1.600). It is recommended that the Ministry of Health implement a national protocol for pre-discharge PPFP counseling and strengthen the capacity of healthcare workers; that BKKBN expand the program target to mothers with low parity and ensure the availability of Long-Acting Reversible Contraceptives (LARCs); that BPJS Kesehatan expand PPFP financing coverage through the National Health Insurance (JKN) scheme; and that healthcare facilities optimize the momentum of childbirth as the primary contact point for PPFP services
T-7529
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shelvi Novianita; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Kemal Nazaruddin Siregar, Irma Ardiana, Yosnelli
Abstrak:
Read More
Sejak tahun 2001 WHO menyarankan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. WHO menargetkan cakupan ASI eksklusif 50% untuk tahun 2025 dan 60% untuk tahun 2030. Indonesia berhasil melakukan percepatan target dengan cakupan ASI eksklusif 66,1% pada tahun 2020. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Data survey serta penelitian-penelitian dari internasional ataupun nasional menunjukkan bahwa prevalensi ASI eksklusif di perkotaan lebih rendah dibandingkan di perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan di wilayah perkotaan Indonesia. Studi cross- sectional ini menggunakan data sekunder SDKI 2017 pada 2.384 ibu dengan bayi berusia 6-24 bulan. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menemukan bahwa proporsi ibu dengan ASI eksklusif 6 bulan sebesar 1.221 (51,2%), sementara ibu yang tidak ASI eksklusif 6 bulan 1.163 (48,8%). Pekerjaan ibu, paritas dan IMD memiliki hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan di wilayah perkotaan Indonesia (p<0,05). IMD (p=0,001; OR=3,147; 95% CI=2,572–3,852) merupakan faktor dominan diantara faktor- faktor tersebut. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan di wilayah perkotaan Indonesia adalah pekerjaan ibu, paritas dan IMD. Disarankan agar pemerintah dapat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang berkaitan dengan pemberian edukasi dan pendampingan menyusui agar proporsi ASI eksklusif 6 bulan di wilayah perkotaan meningkat. Kata Kunci: ASI eksklusif, perkotaan, SDKI
Since 2001 WHO recommends exclusive breastfeeding for 6 months. WHO targets exclusive breastfeeding coverage of 50% for 2025 and 60% for 2030. Indonesia has succeeded in accelerating the target with exclusive breastfeeding coverage of 66.1% in 2020. Many factors affect the success of exclusive breastfeeding. Survey data and researches from international or national show that the prevalence of exclusive breastfeeding in urban areas is lower than in rural areas. This study aims to analyze the factors associated with exclusive breastfeeding for 6 months in urban areas of Indonesia. This cross-sectional study used secondary data from the 2017 IDHS on 2,384 mothers with infants aged 6-24 months. Bivariate analysis using chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The research results found that the proportion of mothers with exclusive breastfeeding for 6 months was 1,221 (51.2%), while mothers who were not exclusively breastfed for 6 months were 1,163 (48.8%). Maternal occupation, parity and IMD had a significant relationship with exclusive breastfeeding for 6 months in urban areas of Indonesia (p<0.05). IMD (p=0.001; OR=3.147; 95% CI=2.572-3.852) was the dominant factor among these factors. It can be concluded that the factors associated with exclusive breastfeeding for 6 months in urban areas of Indonesia are maternal occupation, parity and IMD. It is suggested that the government can monitor and evaluate programs related to the provision of education and breastfeeding assistance so that the proportion of exclusive breastfeeding for 6 months in urban areas increases. Keywords: Exclusive breastfeeding, urban, IDHS
T-7526
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Desi Suantari; Pembimbing: Besral, Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Martya Rahmaniati, Wira Hartiti
Abstrak:
Persalinan dengan tenaga kesehatan dapat menurunkan Angka Kematian Ibu. Cakupanpersalinan dengan tenaga kesehatan di Indonesia sudah mencapai 87,1%. Akan tetapi,masih di bawah target Kemenkes 2013 dan terdapat perbedaan cakupan di berbagaiprovinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kunjungan ANC sesuaistandar dengan pemilihan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan. Desainpenelitian adalah cross-sectional. Sampel merupakan sampel pada Survei Demografidan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, yaitu ibu usia 15-49 tahun berstatusmenikah yang melahirkan anak lahir hidup setahun sebelum survei sejumlah 2.986responden. Data dianalisis dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwahampir semua ibu memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan (93,9%).Hubungan kunjungan ANC sesuai standar dengan pemilihan tenaga kesehatan sebagaipenolong persalinan berbeda menurut wilayah tinggal tetapi pola di semua wilayahhampir sama, ibu yang melakukan K4 dan mendapatkan pelayanan 7T lengkap memilikipeluang paling besar untuk memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinandibandingkan dengan ibu pada kelompok lainnya. Usia, tingkat pendidikan, pengambilkeputusan, kuintil indeks kekayaan, paritas, komplikasi, kepemilikan asuransi, danperencanaan persalinan melemahkan hubungan kunjungan ANC sesuai standar denganpemilihan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan.Kata kunci: kunjungan ANC sesuai standar, pemilihan tenaga kesehatan sebagaipenolong persalinan, wilayah tinggal.
Read More
T-5438
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
