Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27216 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mayarni; Pembimbing: Robiana Modjo
T-836
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Nurma; Pembimbing : Chandra Satrya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Penelitian ini mengenai penilaian risiko keselamatan kerja pada proses repaint di kegiatan pemeliharaan tabung LPG di Pabrik Tabung Elpiji Pertamina Plumpang, Jakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya tingkat risiko keselamatan kerja yang ada pada pekerja di bagian proses repaint tabung LPG. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat bahaya mekanik, elektrik, dan fisik. Pada basic risk diketahui bahwa terdapat 18 risiko yang termasuk dalam kategori very high. Pada existing risk, pengendalian yang telah dilakukan mampu menurunkan risiko sampai kategori acceptable, namun masih ada risiko dalam kategori priority 3 dan substancial. Rekomendasi pengendalian yang diberikan mampu menurunkan risiko menjadi kategori acceptable dan priority 3.
 

 
This study is about occupational safety risk assessment in LPG cylinder at Elpiji Cylinders Manufacture Pertamina Plumpang, Jakarta. This study aims to find out occupational safety risk level in worker at LPG cylinder LPG repaint process activities. The result of research explained that LPG gas cylinder repaint process have mechanical hazard, electric hazard, and physical hazard. There are 18 risk in very high categories. In existing risk level, existing control can reduce risk until acceptable category, but there are residual risk in priority 3 and substancial. Control recommendation can reduce risk until acceptable and priority 1 level.
Read More
S-7946
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Audinia Nada Kamilah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Budi Yulianto
Abstrak: Pengemudi Awak Mobil Tangki (AMT) merupakan kelompok pekerja berisiko tinggi untuk mengalami kelelahan yang disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu faktor terkait tidur, faktor terkait pekerjaan, faktor psikososial, dan faktor individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor tersebut dengan kelelahan pada pengemudi AMT. Desain penelitian cross-sectional dalam peneltian ini menggunakan instrumen subjektif berupa kuesioner (IFRC, PSQI, SHI, KSS, dan kuesioner lainnya) kepada 220 pengemudi AMT serta instrumen objektif berupa smart watch fitbit untuk mengukur kualitas dan kuantitas tidur pada 10 pengemudi AMT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur (p=0,005, OR=3,376), lingkungan tempat tidur (p=0,008, OR=2,137) dan kebiasaan sebelum tidur (p=0,005, OR=2,246) dengan status kelelahan. Tidak didapatkan hubungan signifikan antara kuantitas tidur dengan status kelelahan. Meskipun demikian, berdasarkan pengukuran smart watch fitbit, kuantitas tidur pengemudi AMT pada hari kerja lebih singkat dibandingkan pada hari libur, serta didapatkan kualitas tidur yang buruk pada tahapan REM sleep (< 20%). Faktor risiko lain seperti lingkungan kerja (p=0,000, OR=4,209) dan status kesehatan (p=0,013, OR=2,052) juga berhubungan dengan status kelelahan.
Kata kunci: Kelelahan, IFRC, Fitbit, Pengemudi Awak Mobil Tangki

Tank truck drivers are a group of high-risk workers to experience fatigue because it involves various factors, namely sleep-related factors, work-related factors, psychosocial factors, and individual factors. The purpose of this study is to analyze the relationship between these factors with fatigue on tank truck drivers. The cross-sectional study designed in this study uses subjective instruments consisting of questionnaires (IFRC, PSQI, SHI, KSS, and other questionnaires) for 220 drivers and objective instruments in the form of Fitbit smart watches to measure the quality and quantity of sleep for 10 drivers. The results shows a significant relationship between sleep quality (p = 0.005, OR = 3.376), bed environment (p = 0.008, OR = 2.137) and habit before going to bed (p = 0.005, OR = 2,246) with fatigue status. There is no significant relationship between the quantity of sleep and the fatigue status. However, based on Fitbit smart watch measurements, the quantity of sleep on workdays is shorter than off-days, and poor sleep quality is obtained in REM sleep (< 20%). Other risk factors such as work environment (p = 0,000, OR = 4,209) and health status (p = 0,013, OR = 2,052) were also related to the fatigue status.
Key words: Fatigue, IFRC, Fitbit, Tank Truck Drivers
Read More
S-10077
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oneng Supendah; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Tata Soemitra, Nan Arief
T-2459
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mutiara Dahlia; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Zulazmi Mamdy, Agustine H.S Sondakh, Subejo
Abstrak:

Usaha Jasa Boga Golongan A3 merupakan salah satu industri kecil sektor informal yang melayani kebutuhan umum dengan pengolahan yang menggunakan dapur khusus dan mempekerjakan tenaga kerja. Dalam mengolah bahan makanan usaha jasa boga di Jakarta pada umumnya menu tnakan bahan bakar elpiji karena elpiji mempunyai beberapa keunggulan dibanding bahan bakar lain. Disamping mempunyai keunggulan, elpiji juga tidak luput dari terjadinya kebakaran. Prevalensi kebakaran yang disebabkan oleh elpiji cukup tinggi, hal ini dikarenakan pengetahuan dan perilaku yang salah oleh pekerja dalam men gunakan elpiji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat (Green 1991) dengan perilaku keselamatan kerja penggunaan elpiji pada pekerja bagian pengolahan usaha jasa boga golongan A3 di Jakarta Selatan tahun 2002. Penelitian ini menggunakan data primer tentang umur, pendidikan, jenis kelamin, masa kerja, pengetahuan tentang elpiji, pengetahuan tentang keselamatan kerja, prosedur kerja, fasilitas, pelatihan, kebijakan dan perilaku keselamatan kerja penggunaan elpiji pada pekerja bagian pengolahan usaha jasa boga golongan A3. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, Iokasi penelitian di 10 (sepuluh) usaha jasa boga golongan A3 yang mempunyai izin tetap penyehatan makanan di Jakarta Selatan. Pcngambilan sampel secara purposive pada 100 pekerja bagian pengolahan, pengumpulan data primer melalui kuesioner untuk variabel umur, pendidikan, jenis kelamin, masa kerja, pengetahuan tentang elpiji, pengetahuan tentang keselamatan kerja, prosedur kerja, fasilitas kerja, pelatihan dan kebijakan. Wawancara dan observasi dilakukan untuk variabel dependen yaitu perilaku keselamatan kerja penggunaan elpiji_ Data dianalisa dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden berperilaku keselamatan kerja baik (73%), sedangkan yang berperilaku keselamatan kerja kurang baik sebesar (27%), sebagain responden berjenis kelamin Iaki-laki (70%), umur responden sebagian besar antara 18 - 49 tahun (91%), tingkat pendidikan tinggi (5%), menengah (59%) dan rendah (36%). Masa kerja responden sebagain besar kurang dari 10 tahun (74%) sedangkan pengetahuan responden tentang elpiji balk (44%), sedang (16%), kurang (40%) dan pengetahuan responden tentang keselamatan kerja baik (42%), sedang (32%) dan kurang (26%). Prosedur kerja, responden menjawab (57%) sesuai dan (43%) tidak sesuai. Fasilitas tersedia (42%), tidak tersedia (58%), ada pelatihan (33%), ada kebijakan (30%), dan sebagain besar tidak ada pelatihan dan kebijakan. Hasil analisis bivariat temayata pengetahuan tentang elpiji (M0,048), pengetahuan tentang keselamatan kerja (P),037), prosedur kerja (P.),004), pelatihan (P),005) berhubungan secara bermakna dengan perilaku keselamatan kerja penggunaan elpiji pads pekerja bagian pengolahan usaha jasa boga golongan A3 di Jakarta Selatan. Dari basil multivariate, variabel prosedur kerja (P,0256) dan pelatihan (M0,0295), memberikan hubungan yang bermakna dengan perilaku keselamatan kerja penggunaan elpiji. Dari faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keselamatan kerja penggunaan elpiji, maka penelitian ini mengambil kesimpulan bahwa prosedur kerja dan pelatihan adalah faktor yang paling dominan dan erat hubungannya dengan perilaku keselamatan kerja maka penelitian ini juga memberikan saran agar memberikan pelatihan, monitoring, pengawasan tentang perilaku keselamatan kerja mengguaakan elpiji. Untuk semua usaha jasa boga agar meningkatkan fasilitas, memperhatikan prosedur kerja dan mensosialisasikan kebijakan agar tejadi suasana kerja yang mengutamakan keselamatan kerja dan kesehatan kerja.


 

The A3 category of catering known is one of the informal small industries sector serving public need, which is processed by using special kitchen and helped by some hired hands. The process of raw food materials for catering business in Jakarta, generally uses elpiji because it has some advantages compared other fuels. Besides its advantages, elpiji as well as other fuels can not avoid the fire to happen. The rate of occurrences of fire caused by elpiji is high enough, and this is because the know how and correct manner is not sufficiently observed by workers using it. The study has purpose to find out whether or not there is predisposition, causing and encouraging factors relationship (Green 1991) with working safety manners of the workers involved in catering business category A3 in South Jakarta in 2002. This study uses primary data on age, education, gender, works experience/duration, knowledge on elpiji, the knowledge of the work safety, work procedures, facility, training, policy and manner of using elpiji safely at the processing division catering A3. The design of study was quantitative to cross sectional approach, location at 10 (ten) catering A3 that hold permanent license of food sanitary at South Jakarta. The purposive sample selection is done to 100 processing workers, primary data collection through questioner on variable ages, education, gender, work experience/duration, knowledge of elpiji, knowledge of working safety, working procedures, working facilities, training and policies. Interviews and observation performed for dependent variable, that is working safety measures of using elpiji. Data analyze using univariat, bivariat and multivariat analyses. The result of the study indicates that some respondents are good at observing safety manner (73%), while those behaving rather badly is (27%). Some respondents are of male sex (70%). Most of respondents age is between 18 - 49 years (91%); those of low education is (36%). Work experience/duration of some of the respondents is less than 10 years (74%), while their knowledge about elpiji ranges from good (42%), moderate (32%) and somewhat bad (26%). Work procedures answered by (57%) is in accordance with the regulation and as much as (43%) is not. About 42% of facilities is available, unavailable (58%); training provided (33%); policies imposed (30%), and mostly there is no training and policies provided. The analysis outcome of bivariat indicates that the knowledge on elpiji (P=0.048), knowledge on safety (P~_037), work procedures (P=0.004), training (P=0.005) has significant relationship with the safety manner of using elpiji at the processing of catering business in Jakarta Selatan. As from the result of multivariate analysis, work procedure variables is (P=0.025) and training is (P=0.029), has significant relationship with the working safety manner of using elpiji. From the factors having relationship with safety manner of using elpiji, this study concludes that work procedures and training is a dominant factor and has close relationship with working safety behavior. Thereby this study also offers suggestions to establish training, monitoring, control on working safety manner following the use of elpiji. For catering it is advised to foster facility, observe work procedures and socialize policies so that there will be an acceptable work atmosphere that put working safety and work health in the first place.

Read More
T-1313
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizki Priyadi; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Mila Tejamaya, Syahrul Munir
Abstrak: Kesehatan dan keselamatan kerja (K3)adalah suatu upaya pemikiran dalam menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani manusia pada umumnya dan pekerja pada khususnya, serta hasil karya budaya dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur. Tingginya resiko kecelakaan dan kesehatan pada pekerja di industri saat ini sudah seharusnya menjadi perhatian utama baik bagi pekerja, pengusaha, maupun pemerintah khususnya di PT. Pertamina (Persero) LPG dan Gas Products Region III Depot LPG Tanjung Priok dalam hal analisis risiko pada proses bongkar muat tabung LPG ukuran 3 Kg. Dengan memahami dan merealisasikan teori manajemen risiko segala potensi risiko yang terdapat pada setiap proses kerja yang dilakukan akan di minimalisasi dan dapat dilakukan pencegahan serta pengendalian lebih lanjut pada proses kerja yang dimaksud.
 

Health and Safety (HSE) is an effort to preserve the unity of thought and perfection of the human body and spirit in general and workers in particular, and the work culture in the framework towards a just and prosperous society. The high risk of accidents and health of workers in the industry today should be a major concern both for workers, employers, and government, especially in the PT. Pertamina (Persero) LPG and Gas Products Region III Depot LPG Tanjung Priok in terms of risk Analysis in the process of loading and unloading of LPG 3 Kg size. By understanding and realization of the theory of risk management all the potential risks inherent in any process of the work done will be done in the minimization and prevention and further control the work process is.
Read More
S-7730
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raihan Alhafidz Nurrudin; Pembimbing: Hendra; Penguji: Abdul Kadir, Rizki Rahmawati
Abstrak:
Anomali suhu udara Indonesia pada bulan September 2023 merupakan nilai anomali tertinggi ke-4 sepanjang periode pengamatan sejak 1981. Dengan meningkatnya suhu udara ditambah kompleksitas proses di industri manufaktur pabrik pembuatan pupuk dapat meningkatkan permasalahan kesehatan pekerja berupa penyakit akibat pajanan panas yang ditandai dengan munculnya keluhan subjektif kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor risiko tekanan panas dan hubungannya dengan keluhan subjektif kesehatan pada pekerja pabrik pembuatan pupuk di PT X tahun 2024. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain studi cross-sectional dan menggunakan data primer yang didapatkan pada rentang bulan Mei-Juni 2024. Sampel yang diambil adalah sebanyak 233 orang pekerja yang dibedakan menjadi 3 sub-populasi berdasarkan karakteristik pekerjaannya. Hasil penelitian pada sub-populasi pertama menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kejadian tekanan panas dan keluhan subjektif (p-value: 0,033 OR: 2,39). Adapun faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif antara lain status aklimatisasi (p-value: 0,005) dan status hidrasi (p-value: 0,035). Hasil penelitian pada sub-populasi kedua menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kejadian tekanan panas dan keluhan subjektif (p-value: 0,032 OR: 5,57). Hasil penelitian pada sub-populasi ketiga menunjukkan bahwa seluruh pekerja (100%) mengalami kejadian tekanan panas dengan pekerja yang mengalami keluhan subjektif berat sebanyak 49%. adapun faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif antara lain status aklimatisasi (p-value: 0,005) dan status hidrasi (p-value: 0,026). Secara keseluruhan, terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian tekanan panas dengan keluhan subjektif di pabrik pembuatan pupuk PT. X. faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan keluhan subjektif adalah status aklimatisasi dan status hidrasi. Faktor yang paling berpengaruh pada penelitian ini adalah status aklimatisasi dan lingkungan kerja dengan ISBB tinggi dilihat dari kejadian tekanan panas. Oleh karena itu dibutuhkan pengendalian administrasi seperti memulai pekerjaan dengan beban kerja yang tidak terlalu berat untuk pekerja yang telah melakukan cuti lebih dari 7 hari, dan pengendalian teknik seperti perbaikan sistem ventilasi pada area kerja dan barak pekerja.

The Indonesian air temperature anomaly in September 2023 was the 4th highest anomaly value throughout the observation period since 1981. The increase in air temperature plus the complexity of the process in the fertilizer manufacturing industry, can increase worker health problems in the form of diseases due to heat exposure which are characterized by the emergence of subjective health complaints. The purpose of this study was to analyze the risk factors for heat stress and their relationship to subjective health complaints in fertilizer factory workers at PT X in 2024. This study was conducted using a cross-sectional study design and using primary data obtained in the period May-June 2024. The sample taken was 233 workers who were divided into 3 sub-populations based on their job characteristics. The results of the study in the first sub-population showed that there was a significant relationship between the occurrence of heat stress and subjective complaints (p-value: 0.033 OR: 2.39). The factors related to subjective complaints include acclimatization status (p-value: 0.005) and hydration status (p-value: 0.035). The results of the study on the second subpopulation showed that there was a significant relationship between the occurrence of heat stress and subjective complaints (p-value: 0.032 OR: 5.57). The results of the study on the third subpopulation showed that all workers (100%) experienced heat stress with workers experiencing severe subjective complaints as many as 49%. The factors related to subjective complaints include acclimatization status (p-value: 0.005) and hydration status (p-value: 0.026). Overall, there is a significant relationship between the occurrence of heat stress and subjective complaints at the PT. X fertilizer factory. Other factors related to subjective complaints are acclimatization status and hydration status. The most influential factors in this study were acclimatization status and a work environment with high ISBB seen from the occurrence of heat stress. Therefore, administrative control is needed such as starting work with a workload that is not too heavy for workers who have been on leave for more than 7 days, and engineering control such as improving the ventilation system in the work area and worker barracks.
Read More
S-11689
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmawati Noor; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Tata Soemitra
Abstrak:
ABSTRAK Pada setiap perusahaan terdapat tiga komponen pokok yaitu pekerja, alat kerja dan Iingkungan kerja di mana satu dengan yang lainnya saling memepengaruhi produkrivitas kerja karyawannya. Setiap pekerja mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja guna mewujud kan produktivitas kerja yang optimal. Pabrik daur uiang batere Pb, akan melepaskan berton-ton Pb ke Iingkungan jika tidak dikendalikan. Pb yang di cairkan pada proses daur ulang akan menghasilkan fume dan debu Pb yang termasuk Iogam berat. Ketika masih di udara logam berat ini dapat saja terabsorbsi ke dalam tubuh manusia melalui jalur pernafasan, pencernaan dan kulit. Peneritian ini dilakukan untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan kandungan timbal di dalam darah pekerja pabrik daur ulang batere timbal (Pb) PT. X. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode cross sectional karena pengukuran paparan dan akibat yang ditimbulkan dibuat pada waktu yang sama dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Data primer didapatkan dari observasi Iangsung di PT. X, dan wawancawa dengan pekerja dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Pb di ruang kerja berhubungan dengan kandungan Pb di dalam darah pekerja pabrik PT X. Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan alat pelindung diri dengan kandungan Pb di dalam darah pekerja. Di samping itu tempat kerja, yaitu ruang produksi atau ruang kantor, juga merupakan faktor yang berhubungan dengan kandungan Pb di dalam darah pekerja pabrik PT X. Saran bagi pabrik PT X, adalah penambahan exhaust fan di area mehfing, penunjukan pengawas pemakaian APD, dan sosiafisasi kembali tentang bahaya Pb dan penggunaan APD kepada para pekerja.

ABSTRACT Every company has three main component, i.e. workers, equipment and working environment. These componets are interacted each other to create worker productivity. Every worker has right to be protected of their occupational health and safety to optimize the productivity. Lead battery recycling factory, will generate tons of Pb to the environment if it is not managed. Lead melting proces will generate Pb fume and dust that categorized as heavy metals and hazardous. The fume and dust can be absorbed to workers body through inhalation, ingestion and skin. This research is conducted to assess factors that related to blood lead in workers of lead battery recycle factory PT. X. Method used in this research is cross sectional due to exposure is measured at the same time with the consequence. The research used primary and secondary data. Primary data is get through observation at PT. X and distribute quetionnaire to the workers. The result shows that there is relation between Pb concentration in working area and workers blood Pb. There is signiticant relation between used of personal protective equipment (PPE) and workers blood Pb. The other factor, i.e, working place, is related to workers blood Pb significaltly as well. Some recommendation for PT X, includes add of exhaust fan at melting area, appoint supervisor to control use of PPE and re-socialize hazard Pb and use of PPE to workers.
Read More
T-2602
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Hartin Atmaja; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Mila Tejamaya, Devie Fitri Octaviani
S-7618
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adhelina Zulfiana; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Aulia Rahmi
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan fatigue pada pekerja wanita di PT. X. Penelitian ini dilakukan pada bulan juni-juli 2021 dengan melibatkan 5 orang pekerja dari PT. X yaitu 2 orang pekerja di bagian manajemen dan 3 orang pekerja di bagian produksi. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi deskriptif kualitatif dengan pengambilan data berupa data primer yang dilakukan dengan wawancara mendalam dan data sekunder dari PT.X. Faktor risiko fatigu yang diteliti terdiri dari faktor risiko terkait kerja dan faktor risiko tidak terkait kerja.
Read More
S-10680
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive