Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38603 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Waditra Rakasiawi Sunarya; Pembimbing: Chandra Sartya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Muhammad Safaat
S-8871
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Sri Sumardilah; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar
T-1078
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Sri Sumardilah; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar
T-1078
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Anandari: Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Rita Damayanti, Toha Muhaimin, Penina Regina Bebena, Eko A. Meinarno
Abstrak: ABSTRAK 
Kasus kekerasan di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun dan pada tahun 2008 anak yang berhadapan dengan hukum mencapai 78 ribu berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Dirjen Pemasyarakatan, Dephukham. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan perilaku kekerasan pada pelajar SMP di DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia kerja sama dengan BNP DKI Jakarta, yaitu Survei Perilaku Remaja yang dilaksanakan pada tahun 2006 dengan desain potong lintang. Berdasarkan hasil penelitian ini, faktor pola asuh yang berhubungan dengan perilaku kekerasan pada pelajaran SMP adalah perlakuan kasar orang tua dan sanksi. Dengan demikian, untuk mengatasi masalah kekerasan pada pelajar SMP, orang tua perlu menghilangkan unsur kekerasan dalam mendidik anak-anaknya dan menggunakan cara pemberian sanksi yang tepat. 
 ABSTRACT
 Cases of violence in Indonesia is increasing from year to year and in 2008, children in conflict with the law are 78 thousand according to data compiled by the Directorate General of Penitentiary, Department of Law and Human Rights. This thesis aim is to examine the association of parenting with violent behavior in Junior High School students in Jakarta. This research is a quantitative study that used data from Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia in cooperation with BNP Jakarta, namely the Youth Behavior Survey conducted in 2006 with a cross-sectional design. Based on these results, parenting factors related to violent behavior of Junior High School students are harsh treatment of parents and internalization of values. Thus, to overcome the problem of violence in Junior High School students, parents need to eliminate the element of violence in educating their children and use a proper way to give sanction.
Read More
T-3690
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizanda Machmud; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Ekowati Rahajeng, Nurul Akbar, Kusharisupeni, Pandu Riono
Abstrak:

Banyak orang tidak menyadari timbulnya perlemakan hati. Hal ini dibuktikan pada hasil pengumpulan survey pada 975 orang di kota Depok menunjukkan prevalensi perlemakan hati paling tinggi diantara penyakit tidak menular lainnya. Prevalensi ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan negara- negara seperti Amerika, Canada, Italia maupun Jepang.Hal yang ditakutkan dari perlemakan hati adalah bila terjadi komplikasi yang berlanjut menjadi sirosis dan kegagalan fungsi hati. Hampir sebagian besar hasil penelitian di luar negeri mendapatkan penyebab perlemakan hati tersebut oleh karena alkohol, sedangkan di Indonesia alkohol bukan sesuatu hal yang umum dikonsumsi, sehingga dengan mengetahui faktor-faktor risiko perlemakan hati akan memudahkan dalam usaha menurunkan prevalensi perlemakan hati tersebut.Penelitian ini menggunakan data sekunder dari studi operasional promosi gaya hidup sehat dalam pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular utama secara terintegrasi berbasis masyarakat di kota Depok Jawa Barat kerjasama antara WHO, Departemen Kesehatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan dengan multistage random sampling pada 55 000 orang, dengan kriteria umur sampel 25 tahun keatas. Interview dilakukan pada 975 orang yang terpilih dengan kuisioner standar. Dari seluruh data yang ada, diambil variabel-variabel yang diduga berhubungan dengan perlemakan hati meliputi: umur, jenis kelamin, trigliserida, diabetes melitus, pola konsumsi lemak, kegemukan, aktifitas fisik dan olahraga, serta perlemakan hati. Sampel yang terpilih adalah yang sesuai dengan kriteria inidusi yaitu, tidak meminum Alkohol dan tidak menderita hepatitis serta tidak terdapat missing value, maka dari 975 sampel yang dapat dianalisa tinggal 808 saja. Analisa pada penelitian ini menggunakan regresi logistik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi perlemakan hati non alkohol di kelurahan Abadi Jaya adalah 30.6% (SE 1.965). Proporsi umur yang paling besar menderita perlemakan hati adalah pada kategori umur menengah (middle age) yaitu sebesar 37.2% (interval kepercayaan 95% 32.4; 42.3). Proporsi jenis kelamin yang mengalami perlemakan hati lebih banyak adalah pria sebesar 33.3% (interval kepercayaan 95% 27.6; 39.6), sedangkan wanita sebesar 29.3% (interval kepercayaan 95% 24.9; 34.0).Faktor risiko yang memiliki hubungan dengan perlemakan hati adalah: umur, hiperkipidemia, diabetes melitus dan kegemukan, sedangkan jenis kelamin, pola konsumsi makan, aktivitas fisik dan olahraga tidak berhubungan dengan kejadian perlemakan hati. Nilai besarnya hubungan ini, didapatkan setelah mengontrol variabel-variabel lainnya melalui analisis multivariat menunjukkan, kegemukan berisiko terhadap kejadian perlemakan hati sebesar 4.8 kali (interval kepercayaan 95% OR 3.3; 6.8,p < 0.0001) dibandingkan orang yang tidak gemuk. Pada umur 45-55 tahun (middle age) risiko mengindap perlemakan hati meningkat sebesar 2.3 kali (interval kepercayaan 95% OR 1.3; 4.1, p = 0.004) dibandingkan umur dibawah 45 tahun, sedangkan umur diatas 55 tahun peningkatan risikonya sebesar 1.8 kali (interval kepercayaan 95% OR 1.03; 3.0, p = 0.04) dibanding umur dibawah 45 tahun. Bagi penderita diabetes melitus, besarnya risiko mengalami perlemakan hati adalah 2.2 kali (interval kepercayaan 95% OR I.4; 3.5, p < 0.0001) dibandingkan yang bukan penderita diabetes melitus. Orang dengan hipertrigliserida akan meningkatkan risiko mengindap perlemakan hati sebanyak 2.4 kali (interval kepercayaan 95% OR L6; 3.5, p < 0_000 1), dibandingkan dengan kadar trigliserida dalam darah normal. Dan bila seseorang menderita diabetes melitus dan hipertrigliserida, maka risiko untuk mengalami perlemakan hati sebesar 3.0 kali (interval kepercayaan 95% OR 2.1; 19, p = 0.012) dibandingkan orang tanpa diabetes dan kadar trigliserida normal.Kesimpulan pada penelitian ini, faktor yang paling dominan dan berisiko paling tinggi pada kejadian perlemakan hati adalah kegemukan. Kontribusi faktor risiko menunjukkan, bila kegemukan dapat dihilangkan pada populasi tersebut, maka perlemakan hati akan turun dari 30.6% menjadi 11.7% (interval kepercayaan 95% 10.3; 13.7).Daftar Bacaan: 74 (1982 - 2001)


 

Risk Factors and Impact Fraction's Analysis of Fatty Liver in Abadi Jaya village Sukmajaya Distric Depok West Java 2001 (Secondary Data Analysis)Most of people do not recognize that they had suffered with fatty liver. It can be proofed by the result of survey on 975 people in Depok sub-urban 2001, that fatty liver was the highest prevalence on the other non-communicable disease. The prevalence is higher than other country such as USA, Canada, Italy, and Japan.The reason why complication of fatty Iiver is the worries thing, because fatty liver may progress to liver fibrosis and cirrhosis and may result in liver-related morbidity and mortality. The use of alcohol is commonly related to fatty liver in West Countries or Japan, but in Indonesia the alcohol drinking is rare_ The objective of this study is to investigate risk factors for fatty liver and do some impact fraction's analysis to know the prevention impact in fatty liver.The study used the data from non-communicable disease study in the sub urban area in collaborations with WHO, and Ministry of Health. Multistage random sampling methods were applied to 55 000 people with targeted sample for age of older than 25 years old. Interview was done for 975 people chosen with standardized questioner. Variables included were age, sex, dietary intake, body mass index, trygliceride, activity and sport, and fatty liver it self. Inclution criteria on this study are sample who's not drinking alcohol and not have hepatitis. There were 808 could be analyzed from 975 sample Logistic regression analysis was used to analyze the data.The results of this study indicated that prevalence of non-alcoholic fatty liver was 30.6% (SE 1.349). Proportion of fatty liver was biggest in middle age 37.2% (95% confidence intervals 32.4; 42.3). Male (33.3% with 95% confidence intervals 27.6; 39.6) get more chance to have fatty liver than female (29.3% with 95% confidence intervals 24.9; 34.0).Independent predictors for fatty liver were age, hiperlipidemia, diabetes mellitus and obesity. The others factors such as sex, dietary intake of fat, sport and activity not associated with fatty liver. The risk for fatty liver was higher by 4.8 fold (95% confidence intervals for OR 3.3; 6.8, p < 0.0001) in obesity compared with normal body mass index. The risk for fatty liver was 2.3 fold (95% confidence intervals for OR 1.3; 4.1, p = 0.004) in middle age compared with young age. Age of > 55 years will get higher risk for fatty Iiver compared young age by 1.8 fold (95% confidence intervals for OR 1.03; 3.0,p = 0.040). If someone get suffered for diabetes mellitus the risk for fatty liver was 2.2 fold (95% confidence intervals for OR 1.4; 3.5, p<0.0001) compared with non diabetic. The risk for fatty liver will be higher by 2.4 fold (95% confidence intervals for OR 1.6; 3.5, p < 0.0001) in hipertriglyceride compared with normal triglyceride. If someone has both of diabetic and hipertriglyceride, so the risk for fatty liver will be 3.0 fold (95% confidence intervals for OR 2.1; 3.9, p < 0.0001) compared with non diabetic and normal triglyceride.Conclusion in the present study, the strongest associated factor for fatty liver was obesity. The analysis of impact fraction indicated, if obesity was eliminated in population, prevalence of fatty liver will be decreased from 30.6% to 11.7% (95% confidence intervals 10.3; 13.7).References: 74 (1982 -- 2001)

Read More
T-1253
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanan Tsabitah; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Martya Rahmaniati, Wilfun Afnan
Abstrak: Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan tahun 2013 Indonesia dalam keadaan darurat kekerasan pada anak. Dari 3.023 laporan pelanggaran hak anak yang diterima oleh Komnas PA pada tahun 2013, 1.620 di antaranya merupakan kasus kekerasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan karakteristik pada masing-masing jenis kekerasan pada anak (fisik, psikis, seksual, dan penelantaran) di Indonesia berdasarkan sosiodemografi korban (usia, jenis kelamin, pendidikan, sosial ekonomi), hubungan korban dengan pelaku, dan wilayah terjadinya kekerasan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan data kekerasan pada anak yang telah dikumpulkan oleh Komnas PA selama tahun 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik pada masing-masing jenis kekerasan yang diteliti (kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran). Kekerasan fisik didominasi oleh anak laki-laki usia 13-17 tahun dengan status sosial ekonomi menengah dan dilakukan oleh orang tua kandung. Sementara kekerasan psikis lebih banyak dialami oleh anak perempuan usia 13-17 tahun dengan status sosial ekonomi menengah dan dilakukan oleh orang lain. Kekerasan seksual didominasi oleh anak perempuan usia 13-17 tahun dengan status sosial ekonomi bawah dan dilakukan oleh orang lain. Penelantaran anak lebih banyak terjadi pada anak laki-laki usia di bawah 5 tahun dengan status sosial ekonomi bawah dan dilakukan oleh orang tua kandung. Anak laki-laki memiliki risiko jauh lebih besar mengalami kekerasan fisik dibandingkan anak perempuan (OR=15). Selain itu, anak-anak dari keluarga dengan sosial ekonomi bawah dan menengah memiliki risiko jauh lebih besar mengalami kekerasan seksual dibandingkan anak-anak dari keluarga dengan sosial ekonomi atas (OR=15 dan 6,5). Anak-anak kelompok usia 6-12 tahun memiliki risiko lebih besar mengalami penelantaran dibandingkan anak-anak dengan usia yang lebih tua (13-17 tahun) (OR=6). Kata kunci: kekerasan pada anak, karakteristik, jenis kekerasan, Komisi Nasional Perlindungan Anak
Read More
S-8957
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laelatul Fitri; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Rico Kurniawan, Sabarinah, Hariyanti
Abstrak:
Obesitas merupakan faktor risiko utama hipertensi kehamilan, yang berkontribusi besar terhadap kematian ibu di Indonesia. Penelitian ini menganalisis data Survei Kesehatan Indonesia 2023 pada 63.765 wanita. Analisis multivariat menunjukkan bahwa obesitas meningkatkan risiko hipertensi kehamilan hingga 3,3 kali (OR 3,30; 95% CI: 1,85–5,90) setelah dikontrol dengan faktor lain diantaranya usia ibu, aktivitas fisik rendah, riwayat hipertensi, dan depresi. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pengelolaan berat badan, skrining hipertensi, dan kelas ibu hamil dalam layanan antenatal untuk mencegah komplikasi hipertensi kehamilan. 

Obesity is a major risk factor for hypertensive disorders in pregnancy (HDP), which contribute significantly to maternal mortality in Indonesia. This study analyzed data from the 2023 Indonesian Health Survey involving 63.765 women. Multivariate analysis showed that obesity increased the risk of HDP by 3.3 times (OR 3.30; 95% CI: 1.85–5.90). Other factors included maternal age, low physical activity, hypertension history, and depression. These findings highlight the urgent need to integrate weight management, hypertension screening, and hypertension detection into antenatal care to reduce HDP-related complications.
Read More
T-7318
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tadzkia Dara Ayunda; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Milla Herdayati, Mugi Wahidin
Abstrak: Kasus kanker payudara di seluruh dunia mengalami peningkatan tajam dalam limatahun terakhir terutama pada wanita. Dalam beberapa dekade terakhir, terjadi perubahan trendiet terjadi di berbagai negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kaitan dietdengan kanker payudara pada wanita usia 15 tahun ke atas di Indonesia. Penelitian dilakukandengan desain cross sectional dengan sumber data yang digunakan adalah data Riskesdas 2013.Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan diet tidak sehat memiliki odds lebih tinggiuntuk mengalami kanker payudara (OR=1,14), serta faktor risiko lainnya adalah konsumsimakanan manis (OR=1,53), berlemak (OR=2,41), dan berkafein (OR=2,22) setelah dikontrololeh umur, status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, penggunaan alatkontrasepsi hormonal, dan aktivitas fisik. Maka, dianjurkan kepada wanita usia 15 tahun keatas di Indonesia untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah serta membatasi konsumsimakanan manis, berlemak, dan berkafein untuk mencegah kanker payudara.Kata Kunci:diet, kanker payudara, wanita
Breast cancer cases in worldwide has increased sharply in the last ten years, especiallyin women. In recent decades, changes in diet trend occurred in various countries. The purposeof this study was to determine the dietary relationship to breast cancer in women aged 15years and over in Indonesia. The study was conducted with a cross sectional design with thesource of data used is Riskesdas 2013. The results shows that women with unhealthy diets havehigher odds of having breast cancer (OR = 1.14), as well as other risk factors are consumptionof sweet foods ( OR = 1.53), fat (OR = 2.41), and caffeine (OR = 2.22) after controlled by age,marital status, education, occupation, residence, the use of hormonal contraception, andphysical activity. Thus, it is recommended for women aged 15 years and over in Indonesia toincrease fruit and vegetable consumption and limiting consumption of sugary foods, fattyfoods, and caffeine to prevent breast cancer.Keywords:diet, breast cancer, women.
Read More
S-9299
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nohan Arum Romadlona; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Popy Yuniar, Yusna Afrilda
Abstrak: Perilaku merokok, minum alkohol, penggunaan narkoba, dan seks pranikah merupakan perilaku berisiko kesehatan. Pengetahuan dan persepsi remaja terhadap perilaku berisiko tersebut dapat dibentuk dengan siapa remaja berdiskusi tentang informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana lawan diskusi mempengaruhi perilaku berisiko kesehatan remaja. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perilaku merokok, minum alkohol, penggunaan narkoba, dan seks pranikah. Kemudian yang berperan sebagai lawan diskusi yaitu teman, ayah, ibu, saudara, keluarga, guru, tokoh agama, dan petugas kesehatan digunakan sebagai variabel independen. Sosiodemografi, akses media, dan keberadaan teman berisiko menjadi variabel kontrol. Analisis data menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012 Komponen Kesehatan Reproduksi Remaja. Populasi penelitian adalah remaja lakilaki dan perempuan belum menikah usia 15-24 tahun. Hasil analisis memperlihatkan bahwa lawan diskusi terbukti berhubungan dengan perilaku remaja. Remaja yang berdiskusi dengan teman akan meningkatkan risiko terhadap semua perilaku berisiko. Remaja yang berdiskusi dengan ayah memiliki risiko lebih tinggi untuk merokok dan minum alkohol. Sebaliknya, ibu memiliki peranan penting untuk mencegah perilaku berisiko pada remaja. Kualitas lawan diskusi dan nilai-nilai informasi perlu menjadi pertimbangan untuk membantu remaja terproteksi dari perilaku negatif. Penelitian ini memperlihatkan bahwa ibu perlu terlibat dalam upaya penanggulangan perilaku berisiko. Kata kunci: perilaku berisiko remaja, lawan diskusi, merokok, minum alkohol, pengguna narkoba, seks pranikah
Read More
S-9038
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Simeon Munthe; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Besral, F. Jeanne Uktolseja, Sukanda
Abstrak: Abstrak
erpajan pestisida secara kronis dapat mempengaruhi status kesehatan . Efek tersebut bergantung pada toksisitas pestisida dan tingkat pajanannya. Bisnis petani kebanyakan memerlukan pestisida untuk meningkatkan hasil pertanian. Petani yang menggunakan pestisida harus memakai APD untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pestisida.
 
Desain kasus-kontrol telah digunakan untuk mengetahui risiko pajanan pestisida pada asma di kalangan petani, dengan 70 sampel yang menderita asma dan 210 sampel kontrol yang tidak asma, bertempat tinggal di desa dan bekerja sebagai petani, telah dilakukan di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara.Variabel confounding dalam penelitian ini adalah penggunaan APD dan variabel tingkat pendidikan. Dalam penelitian ini tingkat eksposur dan penggunaan APD dikategorikan menjadi tiga kategori.
 
Hasil analisis: Risiko kejadian asma pada tingkat pajanan sedang dibandingkan dengan rendah (OR = 2,33, 95% CI: 0,72 – 7,61) sedangkan risiko kejadian asma pada tingkat pajanan tinggi dibandingkan dengan rendah (OR = 3,24, 95% CI: 1,06 – 10,37). Risiko kejadian asma pada penggunaan APD sedang dibandingkan dengan kurang (OR = 0,37, 95% CI: 0,19 – 0,72), sedangkan risiko kejadian asma pada penggunaan APD baik dibandingkan dengan penggunaan APD buruk (OR = 0,2, 95% CI: 0,07 – 0,53). Efek tingkat pajanan terhadap kejadian asma dipengaruhi oleh penggunaan APD, semakin lengkap penggunaan APD semakin kecil efek tingkat pajanan terhadap kejadian asma.
 

 
Chronic exposed of pesticide have harmful effect on health. Those harmful effect depends on the level of exposure and toxicity of pesticide. The farmer bussiness mostly need pesticide achieve the optimal of agriculture results. The farmer who use pesticide must be use personal protected equipments to reduced harmful effect of pesticide.
 
Design case-control have been use to study the risk of pesticide exposure on asthma among farmers, with 70 sampel who suffer from asthma and 210 control sampel who are not asthmatic, residing in the village and worked as farmer, has been done in Karo district of North Sumatera Province. The confounding in this study are use PPE variable and education level variable. In this study the level of exposure and use PPE are categorized into three categories.
 
Result analysis: the effect of middle level exposure of pesticide compared to low level on asthma(OR = 2.33, 95% CI: 0.72 to 7.61), while the effect of high level compared with low exposure on asthm (OR = 3.24, 95% CI: 1.06 to 10.37). the effect of middle level usage of PPE compared to less on asthma (OR = 0.37, 95% CI: 0.19 to 0.72), while the effect of good usage of PPE compared to less (OR = 0.2, 95% CI : .07 to .53). Effects of exposure level of pesticide on asthma is reduced by the use of PPE, more complete usage of PPE more diminishing the effect of exposure level on asthma.
Read More
T-3766
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive