Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31536 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wijayanti; Pembimbing: Poppy Yuniar; Penguji: R. Sutiawan, Edy Suryawan Purba, Lita Renata Sianipar
Abstrak: Penanggulangan Krisis Kesehatan meliputi tiga tahapan, yaitu tahap pra, saat dan pascabencana. Kegiatan pada tahap pascabencana/pemulihan, yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi diakukan untuk menilai tingkat kerusakan, kerugian dan kebutuhan bidang kesehatan. Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan sebagai koordinator dalam penanggulangan krisis kesehatan di lingkungan Kementerian Kesehatan telah menyusun pedoman penilaian kerusakan, kerugian dan kebutuhan bidang kesehatan pascabencana. Namun sistem yang ada saat ini belum dapat menyajikan data dan informasi yang komprehensif untuk mendukung suatu keputusan dalam penanggulangan krisis kesehatan pada tahap pemulihan secara efisien, efektif dan akurat. Untuk itu perlu dirancang sistem informasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk penentuan prioritas pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan dengan sistem pendukung keputusan atau Decision Support System (DSS). Prototype sistem telah dibangun dengan menggunakan metodologi pengembangan System Development Life Cycle (SDLC) dapat menghasilkan ouput yang dapat memudahkan pimpinan untuk mengambil keputusan dalam menentukan perhitungan biaya kerusakan, kerugian dan kebutuhan, penentuan prioritas pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan dan pemantauan kegiatan pemulihan pascabencana. Kata Kunci: Krisis kesehatan, rehabilitasi dan rekonstruksi, penilaian kerusakan kerugian dan kebutuhan, pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan , Decision Support System (DSS), System Development Life Cycle (SDLC).
Read More
T-4345
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nopianto Ricaesar; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Yuniar Popy, Febrina Dwi Permata, Markus
Abstrak:
Transformasi sistem kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan mutu dan aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan cara memperbaiki infrastruktur, meningkatkan kualitas obat-obatan, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, memperkuat koordinasi antara layanan kesehatan, serta melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pelayanan kesehatan. Salah satu pilar penting dalam transformasi ini adalah transformasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDM Kesehatan), yang bertujuan untuk menyediakan jumlah dan distribusi SDM kesehatan yang merata di seluruh Indonesia. Untuk memastikan mutu pelatihan kesehatan dan SDM kesehatan, institusi penyelenggara harus mengikuti proses akreditasi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2019. Namun, saat ini proses akreditasi institusi masih dilakukan secara manual, termasuk pengusulan, penilaian, dan penilaian ulang dengan pengiriman dokumen melalui email. Untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan transformasi digital dalam sistem informasi akreditasi institusi pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem informasi untuk akreditasi institusi pelatihan di bidang kesehatan. Metode pengembangan yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan menggunakan model prototipe hingga mencapai tahap uji coba sistem. Desain sistem ini melibatkan pembuatan diagram konteks, Entity Relationship Diagram (ERD), Table Relationship Diagram (TRD), Data Dictionary, Flow Chart, dan Diagram Alir Data (DFD). Selain itu, juga dilakukan pembuatan antarmuka pengguna (user interface) untuk sistem tersebut.

The transformation of the health system in Indonesia aims to improve the quality and accessibility of health services by improving infrastructure, improving the quality of medicines, increasing the competence of health workers, strengthening coordination between health services, and involving community participation in making decisions related to health services. One of the important pillars in this transformation is the transformation of Health Human Resources (HR Health), which aims to provide an even number and distribution of health human resources throughout Indonesia. To ensure the quality of health training and health human resources, implementing institutions must follow the accreditation process in accordance with Government Regulation Number 67 of 2019. However, currently the institutional accreditation process is still carried out manually, including proposals, assessments and reassessments by sending documents via email. To increase its effectiveness, digital transformation is needed in the accreditation information system for training institutions. This study aims to design an information system for the accreditation of training institutions in the health sector. The development method used is the System Development Life Cycle (SDLC) using a prototype model until it reaches the system trial stage. The design of this system involves making context diagrams, Entity Relationship Diagrams (ERD), Table Relationship Diagrams (TRD), Data Dictionary, Flow Charts, and Data Flow Diagrams (DFD). In addition, a user interface (user interface) for the system is also made.
Read More
T-6604
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Dwitasari; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Rico Kurniawan, Indra Rachmad Dharmawan, Rudy Kurniawan
Abstrak:
Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi (TPMDG) merupakan salah satu jenis FKTP sektor swasta di Indonesia yang dalam perawatannya memberikan pelayanan kesehatan primer dengan kontak pertama pada individu, keluarga, dan masyarakat. Permasalahan yang timbul pada TPMDG seperti seringnya menawarkan perawatan gigi mulut secara tidak terstruktur, kurangnya pemeriksaan yang mendetail pada kunjungan pertama. Model pemeriksaan komprehensif pada pelayanan gigi digambarkan sebagai perawatan yang berorientasi pada pasien dengan melakukan edukasi kesehatan, menerapkan perawatan berbasis preventif-promosi, merangkum perawatan dan mencapai promosi kesehatan. Sehubungan dengan belum terdapatnya sistem informasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu pelayanan gigi dan mulut, maka perlu dibuat rencangan sistem informasi perencanaan kesehatan gigi dan mulut komprehensif. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan perancangan sistem dengan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan prototipe, untuk mendapatkan kebutuhan pengembangan sistem. Dalam sistem ini akan diperoleh data terkait pemeriksaan dan status kesehatan gigi dan mulut. Penggunaan sistem ini dapat mendukung fungsi pengawasan dan evaluasi kesehatan gigi dan mulut pasien, selain itu sistem informasi ini dapat mengefisiensikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di TPMDG dalam penjadwalan pasien, pemeriksaan pasien, konsultasi pasien, penyusunan laporan, dan mendapatkan informasi untuk digunakan dalam perencanaan program kesehatan gigi dan mulut.

Primary Dental Healthcare (TPMDG) is one type of private sector FKTP in Indonesia which in its care provides primary health services with first contact to individuals, families, and communities. Problems that arise in TPMDG such as frequent offers of unstructured oral dental care, lack of detailed examination at the first visit. The comprehensive examination model in dental services is described as patient-oriented care by conducting health education, implementing preventive-promotion-based care, summarizing care and achieving health promotion. Due to the lack of an information system that can be used as a dental and oral service aid, it is necessary to design a comprehensive dental and oral health planning information system. The research was conducted by qualitative methods and system design with the System Development Life Cycle (SDLC) method with a prototype approach, to obtain system development needs. In this system, data related to dental and oral health examinations and status will be obtained. The use of this system can support the function of monitoring and evaluating the patient's dental and oral health, in addition this information system can streamline dental and oral health services at TPMDG in patient scheduling, patient examination, patient consultation, report preparation, and obtaining information for use in dental and oral health program planning.
Read More
T-6867
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wini Wulansari; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Tris Eryando, R. Sutiawan, Herbet Sidabutar, Dyah Purwaning
Abstrak: Kasus penyalahgunaan maupun ketergantungan NAPZA akibat gangguan jiwa atau sebaliknya merupakan masalah kesehatan jiwa. Para ahli mengatakan bahwa jika seseorang yang memiliki gangguan jiwa namun tidak terdiagnosis akan mengarah kepada penyalahgunaan NAPZA. Begitu pula mereka yang memiliki risiko tinggi gangguan jiwa akibat pengaruh genetik, lingkungan, masalah sosial dan lainnya akan mendorong mereka ke arah penyalahgunaan NAPZA Laporan BNN menyebutkan bahwa hingga akhir November 2015, jumlah penyalahguna di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dari 4,2 juta jiwa menjadi 5,9 juta jiwa. Sedangkan penyalahguna yang melakukan program rehabilitasi sebagai upaya pengobatan tercatat baru mencapai 100 ribu jiwa. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah perlu membuat suatu upaya pencegahan dan pengendalian penyalahgunaan NAPZA dengan membentuk masyarakat yang memiliki ketahanan dan kekebalan terhadap penyalahgunaan NAPZA. Upaya tersebut adalah melakukan skrining penggunaan zat. Skrining ini bertujuan untuk menggali informasi pasien terkait keterlibatannya dengan penggunaan NAPZA. Skrining dapat membantu petugas kesehatan untuk mencatat dan melaporkan kasus penyalahgunaan zat di wilayah Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi skrining NAPZA untuk kesehatan jiwa. Penelitian ini menggunakan skrining dengan metode ASSIST. Sistem ini memberikan informasi yang berguna bagi pasien untuk meningkatkan status kesehatannya dan memberikan gambaran kasus penyalahgunaan NAPZA yang berguna bagi Puskesmas untuk menentukan langkah yang tepat melaksanakan pencegahan dan pengendalian penyalahgunaan NAPZA di wilayah kerja Puskesmas. Kata kunci: penyalahgunaan, NAPZA, skrining, ASSIST Cases of drug abuse or dependence due to mental or otherwise are mental health problems. Similarly, those who have high risk of mental disorders due to genetic, environmental, social and other influences will push them to drug abuse. The National Drugs Agency report says that by the end of November 2015, the number of drugs abuser in Indonesia has increased significantly from 4.2 million people to 5.9 million people. Drugs abuser who perform the rehabilitation program only reached 100.000 people. Based on this, the government needs to make an effort to prevention and control of drug abuse by forming a society that has resilience and immunity against drug abuse. The effort is to screen for substance use. This screening aims to explore patient information related to their involvement with drug use. Screening can help health workers to record and report substance abuse cases in the public health center area. This study aims to build a system of drug screening information for mental health. This research used screening with ASSIST method. The drugs screening information system provides useful information for people to improve their health status and provides an illustration of drug abuse cases that are useful for public health center to determine appropriate measures to implement prevention and control of drug abuse in public health center working areas. Key words: drugs user, drugs, screening, ASSIST
Read More
T-4909
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intansari; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Tris Eryando, Andy Darma, Popy Yuniar, Fresy Cahya Maulina
Abstrak:
Rekam medis merupakan kumpulan data yang berisi catatan klinis, data demografi dan riwayat pengobatan yang diberikan kepada pasien. Pendokumentasian rekam medis harus dibuat selengkap dan seakurat mungkin guna untuk meningkatkan kualitas pencatatan medis yang menjadi bagian yang sangat penting dalam pengelolaan manajemen informasi kesehatan. Rekam medis lengkap dapat menjadi cerminan baik buruknya pelayanan pelayanan serta rekam medis merupakan sumber utama untuk bahan pengambilan keputusan rencana pengobatan, bahan pelaporan dan riset, dan dokumen penting dalam proses pembiayaan klaim JKN. Monitoring dan evaluasi kelengkapan pengisian secara berkala dan terintegrasi diperlukan sebagai intervensi dalam peningkatan kualitas pencatatan rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototype sistem informasi yang berguna bagi fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan monitoring dan evaluasi kelengkapan rekam medis. Pengembangan sistem informasi mengadopsi model System Development Life Cycle (SDLC) yang menghasilkan data kebutuhan sistem, analisis kelayakan bahwa sistem ini dapat dikembangkan melalui pendekatan feasibity study, menghasil desain logis untuk arsitektur databaes dan prototype aplikasi berbasis web. Hasil evaluasi penerimaan pengguna pada kelompok uji coba dengan mengadopsi Technology Acceptance Model (TAM) menyatakan bahwa 80% responden menyatakan sangat setuju bahwa sistem informasi mudah digunakan, 83% menyatakan sangat setuju bahwa sistem memiliki manfaat untuk menunjang kinerja dan hasil penilaian sikap penggguna 83% responden menyatakan sangat setuju untuk menggunakan sistem informasi. Saran peneliti kepada pemangku kebijakan di rumah sakit agar dapat diimplementasikan sistem informasi yang telah dikembangkan yang berguna sebagai alat bantu dalam kegiatan monitoring dan evaluasi untuk peningkatan kelengkapan dan kualitas pengisian rekam medis di institusi pelayanan kesehatan.

Medical records are a collection of data containing clinical notes, demographic data, and the treatment history provided to patients. Documentation of medical records must be made as complete and accurate as possible to improve the quality of medical record-keeping, which is a very important part of health information management. Complete medical records can reflect the quality of services provided and are the main source for decision-making in treatment planning, reporting, research, and important documents in the JKN claim financing process. Periodic and integrated monitoring and evaluation of the completeness of medical record entries are necessary interventions to improve the quality of medical record-keeping. This research aims to design a prototype information system useful for healthcare facilities to monitor and evaluate the completeness of medical records. The development of the information system adopts the System Development Life Cycle (SDLC) model, resulting in system requirements data, feasibility analysis that this system can be developed through a feasibility study approach, and producing logical designs for database architecture and web-based application prototypes. User acceptance evaluation results in the test group, adopting the Technology Acceptance Model (TAM), indicate that 80% of respondents strongly agree that the information system is easy to use, 83% strongly agree that the system is beneficial in supporting performance, and 83% of respondents strongly agree to use the information system. The researchers suggest that policymakers in hospitals implement the developed information system as a tool in monitoring and evaluation activities to improve the completeness and quality of medical record entries in healthcare institutions.
Read More
T-6935
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Najmi Komariyah; Pembimbing : Martya Rahmaniati Makful; Penguji : Artha Prabawa, Thafsin Alfarizi, Etik Reno Wiyati
Abstrak: Jumlah jamaah umrah setiap tahun meningkat. Berdasarkan data Pusat Kesehatan Haji, jamaah umrah sakit yang terlaporkan sampai bulan Mei tahun 2015 sebanyak 11 orang dan kematian 1 orang. Sebelum berangkat ke Arab Saudi jamaah diwajibkan untuk melakukan vaksinasi Meningitis Meningokokus. Pelayanan vaksinasi ini dapat dimanfaatkan sebagai pencatatan data kesehatan jamaah umrah. Sistem informasi yang ada saat ini belum dapat digunakan sesuai kebutuhan pelayanan vaksinasi umrah, pencatatan dan pelaporan masih manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi pelayanan vaksin umrah yang mampu mendukung pelayanan dan pengelolaan vaksin serta memberikan informasi kesehatan jamaah umrah sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Peneliti menggunakan pendekatan SDLC dengan mengidentifikasi sistem yang berjalan dan kebutuhan pengembangan sistem. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan telaah dokumen di Kantor Kesehatan Pelabuhan Banten. Masalah pada sistem informasi yang teridentifikasi pada komponen input, proses, output dan basis data. Dengan dikembangkannya aplikasi sistem informasi ini data tersimpan kedalam database sehingga lebih aman dan dapat memudahkan dalam pengolahan data. Aplikasi menghasilkan informasi kesehatan jamaah umrah dan laporan pelaksanaan pelayanan vaksin umrah. Rekomendasi dimasa yang akan datang Pusat Kesehatan Haji perlu membuat peraturan penyelenggaraan kesehatan umrah dan aplikasi yang dikembangkan disosialisasikan melalui pertemuan maupun video yang diunggah kedalam website aplikasi. Kata kunci: pelayanan vaksin umrah, kesehatan jamaah umrah, sistem informasi kesehatan jamaah umrah.
Read More
T-4828
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Kurniawan; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Artha Prabawa, Sulistyo Basuki, M. Rahmat Widyanto, Bambang Sukana
Abstrak:

Perancangan prototipe sistem informasi evaluasi dampak hasil penelitian dan pengembangan kesehatan melalui pendekatan bibliometrika di Badan Litbang Kesehatan Jakarta.Penelitian dan pengembangan kesehatan (litbangkes) diarahkan untuk menghasilkan pengetahuan dan teknologi kesehatan tepat guna yang diperlukan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan. Jumlah penelitian dan pengembangan yang dilakukan Badan Litbangkes cenderung meningkat setiap tahunnya. Pertanyaan yang mungkin muncul adalah bagaimana pengaruh dari penelitian Badan Litbangkes bagi kemajuan bidang penelitian? Dalam melakukan penelitian terhadap pengaruh penelitian diperlukan suatu indikator penetitian yang jelas yang dapat menunjukkan dampak (impact) suatu penelitian. Salah satu cara yang dapat memberikan gambaran atas pengaruh penelitian adalah dengan penentuan indeks sitasi dan faktor dampak dan jurnal yang dihasilkan. Selama ini laporan analisis data hasil penelitian yang telah dikumpulkan belum ada. Koleksi data publikasi dan sitasi artikel ilmiah belum pernah dicoba untuk dianalisis, hal ini disebabkan belum dikenali keperluan dan pemanfaatannya.Kinerja penelitian Badan Litbangkes baru diukur berdasar atas jumlah peneliti dan sumber daya penelitian lainnya ataupun sekedar jumlah artikel yang mampu dipublikasikan setiap tahunnya, belum melihat seberapa besar dampak luaran penelitian yang telah dihasilkan. Berdasarkan hal tersebut di atas perlu dilakukan pendekatan bibliometrik yang merupakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis literatur hasil penelitian dan mengembangkan sistem informasi untuk mengolah literatur tersebut sehingga mampu menghasilkan informasi yang dapat membantu mengevaluasi hasil penelitian Badan Litbangkes.Proses pelaksanaan pengemhangan sistem informasi dilaksanakan hanya sampai pada tahap uji coba prototipe di laboratorium karena keterbatasan dana dan waktu pelaksanaan. Metodologi yang digunakan adalah metode inkremental, yang menggabungkan elemen dalam metode urutan linear System Development Life Cyclc (SDLC) dengan filosofi iteratif dari metoda prototipe. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Unit kerja yang menjadi obyek penelitian adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes RI, Jakarta. Permasalahan yang ditemukan adalah permasalahan Sistem Inforrnasi Evaluasi Dampak Hasil Litbangkes terkait dengan prosedur, basis data, sarana dan Prasarana. Penelitian ini menghasilkan prototipe Sistem Infonnasi Evaluasi Dampak Hasil Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melalui Pendekatan Bibliometrika yang memerlukan kelanjutan komitmen yang kuat dari para pengambil keputusan dan seluruh staf Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, untuk diterapkan dan terus diberi masukan perbaikan.


Health research and development (HRD) trend aim towards generate knowlegde and expeditious health technology needed to improve health quality. The number of research and development done by National Institute of Health Research and Development (NIHRD) increases every year. Possible question rise is what is the effect of NIHRD research to the improvement field of research? To estimate the research effect, a clear indicator is needed to show the impact of a research. One way to give a description of the effect is with determine citation index and impact factor from published science journal. All these years data analysis result has not been collected. Data collection on publicity and article citation never been analyze because the necessity and benefit was unrecognized. So far NIHRD appraisal based on the number of researcher and Qther sources, not based on how big the impact of those research. Based on all the above, HRD need to do bibliometrics approach that constitute quantitative approach to' analyze research literature and developing information system to prepare the literature so it can give information that help to evaluate NIHRD research result The process of developing infonnation system merely within prototype testing in laboratory due to the lack of funding and time limit oflhis research. Methodology for this research is incremental method which integrate elements in System Development Life Cycle (SDLC) with iteratif philosophy from prototype method. Data and information incorporated by depth interview, observation dan literature study. Research object is NIHRD, Jakarta. The discovered problems are information system of evaluation on HRD result impact related with procedure, data base, and infrastructure. This research produced design of Information system prototype on HRD Result Impact Evaluation through Bibliometrics Approach which need a commitment from policy maker dan all the staff on NIHRD to apply and give continue improvement. File Digital: 1

Read More
T-2916
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lupi Trijayanti; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Milla Herdayatai, Toni Hermawan
S-6486
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Redjeki; Pembimbing: Besral; Penguji: R Sutiawan, Arie Zakaria, Afarosiansi
Abstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh fasilitas kesehatan angkatan laut adalahkurangnya ketersediaan sarana prasarana dan SDM serta belum mempunyaidatabase yang dapat digunakan bersama untuk melaksanakan monitoring terhadapfasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistemmonitoring fasilitas kesehatan angkatan laut di Dinas Kesehatan Angkatan Laut.Pengembangan sistem menggunakan Sistem Development Life Cycle (SDLC)dengan pendekatan prototype. Pengumpulan data primer dengan cara wawancaramendalam. Data sekunder berdasarkan telaahan dokumen pencatatan danpelaporan. Penilaian didalam sistem monitoring dan evaluasi fasilitas kesehatanangkatan laut berdasarkan peraturan Kementrian Kesehatan. Sistem yangdikembangkan dapat memperlihatkan informasi terhadap kemampuan fasilitaskesehatan (rumah sakit dan BK/BP) di bidang pelayanan kesehatan, sarana danprasarana serta SDM. Penggabungan sistem dilaksanakan dengan cara fullmigrasi agar dapat melaksanakan sharing data secara langsung. Saran tindaklanjut ialah melaksanakan revisi petunjuk pelaksanaan pencatatan dan pelaporansesuai peraturan Kementrian Kesehatan.Kata Kunci :Sistem Monitoring dan Evaluasi, Fasilitas Kesehatan, Prototype, PenggabunganSistem
Problems being faced by naval medical facilities are the lack of infrastructure andhuman resources as well as non-availibility of database which can be usedsimultaneously in carrying out monitoring of health facility. This research isintended to develop a monitoring system for health facilities in the Department ofthe Naval Health. The development of systems is using the System DevelopmentLife Cycle (SDLC) with a prototype approach. Primary data collection is carriedout by the method of in-depth interviews. Secondary data research is done bypaper based document recording and reporting. Rating of monitoring andevaluation systems in naval health facilities is subjected to the Ministry of Healthregulations. The system being developed is having a capacity of showing theaccurate information on the ability of health facilities (hospitals and BK / BP) inarea of health care, infrastructures and human resources. Merging of system iscarried out by way of full migration as to enable the direct data sharing. Follow-up suggestion is to revise the recording and reporting implementation guidelinesin accordance with Ministry of Health regulations.Keywords:System Monitoring and Evaluation, Health Care Facilities, Prototype, MergerSystems
Read More
T-4360
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochamad Royan; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Sudijanto Kamso
T-1831
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive