Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38987 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rohman; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Baiduri, Hanny Harjulianty, Irma Setiowati
Abstrak: Penelitian dilakukan pada proses kerja industri informal menengah ke bawah di sentra pembuatan krupuk Desa Kenanga Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, karena pada tahapan proses produksinya masih dominan menggunakan kegiatan manual handling. Tujuan dari penelitian yaitu menjelaskan tingkat risiko untuk dapat terjadinya masalah Musculouskeletal Symptoms (MSS) pada aktivitas pembuatan krupuk dibagian produksi dan memberikan masukan modifikasi atau rekayasa alat pada sarana kerja yang teridentifikasi menyebabkan pekerja melakukan postur yang berisiko sangat tinggi. Penelitian menggunakan desain penelitian cross sectional dengan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment ) untuk menilai terkait postur janggal, beban kerja, frekuensi dan durasi pekerjaan. Terdapat lima tahapan terkait aktivitas fisik pembuatan krupuk di bagian produksi, yaitu tahap 1.Pembuatan adonan, 2. Penggilingan adonan, 3.Pencetakan adonan, 4.Persiapan pemasakan dan 5.Pendinginan hasil pemasakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar tahapan memiliki tingkat risiko tinggi, kecuali pada aktivitas penggilingan adonan, dan tingkat risiko rendah terdapat pada aktivitas pencetakan adonan. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan secepatnya untuk meminimalisir aktivitas fisik yang mempunyai tingkat risiko tinggi sampai sangat tinggi, salah satunya dengan merubah penempatan alat atau sarana kerjanya. Kata Kunci : Manual Handling,tingkat risiko, REBA
Read More
T-4445
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mansyur Nasution; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Harumiti Ramli
Abstrak: Pekerja di pabrik pembuatan tempe di Desa Citeureup beresiko mengalamikeluhan Musculoskeletal Disorders yang berasal dari proses kerja. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan MusculoskeletalDisorders. Penelitian dilakukan pada 15 pekerja di 3 tempat dengan desain studideskripstif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitianmenunjukkan proses kerja pembuatan tempe di Desa Citereup mempunyai tingkatrisiko ergonomi yang cukup tinggi. Dari 10 (sepuluh) Terdapat 4 (empat) aktivitasyang mempunyai tingkat risiko tinggi. Keluhan paling dominan yang dirasakanpekerja yaitu pegal-pegal. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan postur tubuhkerja untuk meminimalisasi keluhan Musculoskletal Disorders dan faktor risikoergonomi.
Kata kunci :Musculoskeletal Disorders, keluhan, pengrajin tempe
Workers of tempe factory in Desa Citeureup had a risk to experiencemusculoskeletal disorders complaints that derived from the process of working.The aim of this study is to obtain a description of musculoskeletal disorderscomplaints. The subject of the study was 15 workers in three places, and themethod used was observational descriptive study with cross-sectional design. Theresult showed that the process of working in the manufacture of tempe have highlevel of ergonomics risk. There were 4 (four) activities from 10 (ten) that havehigh risk level. The most dominant complaints most dominant from the workerswere stiff. The factory was suggested to improve body posture to minimizemusculoskletal disorders complaints and ergonomic risk factor.
Key words :Musculoskeletal Disorders, complaints, workers of tempe factory.
Read More
S-9236
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuni Sriheryanti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Diding Syarifudin
S-4946
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Motivasi Manurung; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Harumiti Ramli
Abstrak: Masalah kesehatan dan keselamatan kerja di bengkel pembuatan alas kakidiakibatkan oleh lemahnya manajemen risiko, sehingga dibutuhkan pengkajianrisiko dalam rangka pengelolaan risiko. Penelitian ini berisi analisis risikokesehatan dan keselamatan kerja di Bengkel Pembuatan Alas Kaki Tahun 2016.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat risiko kesehatan dankeselamatan kerja pada setiap tahapan proses produksi alas kaki. Penilaian risikomenggunakan metode W.T. Fine yaitu dengan menganalisis nilai konsekuensi,pajanan dan kemungkinan. Hasil penelitian menyatakan bahwa level risiko yangdimiliki pada setiap langkah kerja meliputi level very high yaitu bahaya kimia,level priority 1 yaitu bahaya ergonomi dan bahaya mekanik, level substantialyaitu desain kerja (housekeeping), level priority 3 yaitu bahaya kinetik danacceptable yaitu bahaya psikososial.Kata kunci:Penilaian risiko, konsekuensi, panjanan, kemungkinan, tingkat risiko, metodeW.T. Fine
Occupational health and safety problems in small and medium enterprises arecaused by lack of risk management. This research aimed to assess the OHS risklevel at five small shoes industries. Risk assessment was done by implementingW.T Fine method to analyze risk level by scoring the level of probability,exposure and consequence. This study found that the risk of chemical hazard(solvent vapor from glue) was very high; the risk of ergonomic and mechanicalhazard were categorized as priority 1, the risk of poor housekeeping wassubstantial; the risk of kinetic hazard was priority 3; and the risk of psychosocialhazards was acceptable.Keywords:Risk assessment, consequence, exposure, probability, level of risk. W.T. Finemethod.
Read More
S-9215
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Idriandika Mauda; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Azil Awaludin
S-6160
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dharma Andika Yudha; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Fetrina Lestar, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi, asupan gizi, dan kelelahan kerja pada petani padi sektor informal di Desa Batujaya, Kabupaten Karawang. Petani di sektor ini bekerja dengan intensitas fisik tinggi, namun sering menghadapi keterbatasan dalam asupan nutrisi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 45 responden melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk asupan gizi, pengukuran indeks massa tubuh (IMT) untuk status gizi, serta kuesioner IFRC untuk kelelahan kerja. Hasil analisis inferensial menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa asupan gizi (p = 0,003), status gizi (p = 0,001), masa kerja (p = 0,012), keluhan sakit (p = 0,000), dan beban kerja (p = 0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kelelahan kerja. Sementara itu, variabel usia dan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan. Petani dengan asupan dan status gizi yang buruk cenderung mengalami kelelahan kerja lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemenuhan gizi yang memadai serta pengelolaan beban kerja untuk mencegah kelelahan kerja dan meningkatkan produktivitas. Diperlukan intervensi berupa edukasi gizi, akses pangan bergizi, serta penguatan program kesehatan kerja berbasis komunitas di sektor informal pertanian.


This study aims to analyze the relationship between nutritional status, nutrient intake, and work fatigue among rice farmers in the informal sector in Batujaya Village, Karawang Regency. Farmers in this sector engage in high-intensity physical labor but often face limitations in nutrient intake. This research employed a cross-sectional design involving 45 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) for nutrient intake, Body Mass Index (BMI) measurements for nutritional status, and the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) questionnaire for work fatigue. Inferensial analysis using the Chi-Square test showed that nutrient intake (p = 0.003), nutritional status (p = 0.001), years of service (p = 0.012), reported illness (p = 0.000), and workload (p = 0.000) had a statistically significant relationship with the level of work fatigue. In contrast, age and gender were not significantly associated. Farmers with poor nutritional intake and status tended to experience higher levels of work fatigue. These findings underscore the importance of adequate nutritional fulfillment and workload management to prevent work fatigue and enhance productivity. Interventions are needed in the form of nutrition education, improved access to nutritious food, and the strengthening of community-based occupational health programs in the informal agricultural sector. Keywords: Nutritional Status, Nutrient Intake, Work Fatigue, Rice Farmers, Informal Sector, Batu Jaya Village.
Read More
T-7419
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Lazuardi Pradivta Komara; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Hendra, Bagus Tjahyono, Retno Anggraini
Abstrak: Indonesia menurut Geografi, geologi, hidrologi dan demografi merupakan negara yangrawan bencana baik dari bencana alam, non alam hingga faktor manusia. Salah satupermasalahan akibat bencana adalah pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit. Masalahutama dari rumah sakit ketika terjadi bencana yaitu keberadaan kesiapan structural, non-struktural hingga kapasitas fungsional banyak yang tak berfungsi. Pan American HealthOrganization (PAHO) dan World Health Organization (WHO) telah mengembangkanHospital Safety Index (HSI) yang merupakan tools internasional dimana telah divalidasiuntuk penilaian standar dan perbandingan keselamatan rumah sakit . Tujuan penelitianini adalah mengetahui kesiapan siagaan rumah sakit di wilayah kota/kabupaten Cirebon& kabupaten Indramayu dalam menghadapi bencana. Penelitian ini menggunakan desaindeskriptif dengan metode semi kuantitatif. Populasi yang diambil adalah 5 RSUD dikota/kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu. Data yang digunakan adalah dataprimer yang berasal dari tools HSI dengan metode wawancara, observasi serta checklistdan data sekunder berupa penelaahan dokumen serta arsip serta data lainnya dari internet.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa RSUD A mendapat skor 0,57, RSUD Bskor 0,76, RSUD C skor 0,70, RSUD D skor 0,79 dan RSUD E skor 0,41. Hasil yangdiperoleh tersebut menyatakan bahwa sebanyak 3 rumah sakit yakni RSUD B, C dan Dmasuk kategori siap siaga ketika keadaan darurat sementara 2 rumah sakit lainnya yaituRSUD A dan E perlu untuk perbaikan dalam jangka pendek agar kondisinya sama.Kata kunci : Bencana, Kesiapsiagaan Rumah Sakit, SafetyAnalisis index..., Muhamad Lazuardi Pradivta Komara, FKM UI, 2018
Indonesia according to Geography, geology, hydrology and demography is a disaster-prone country both from natural disasters, non-natural and human factors. One of theproblems caused by disasters is health services including hospitals. The main problem ofhospitals in the event of a disaster is the existence of structural, non-structural readinessto functional capacities that do not work. The Pan American Health Organization (PAHO)and the World Health Organization (WHO) have developed the Hospital Safety Index(HSI) which is an international tool that has been validated for standard assessment andhospital safety comparison. The purpose of this research is to know the preparedness ofhospital in Cirebon & Indramayu district in the face of disaster. This research usesdescriptive design with semi quantitative method. Population taken is 5 RSUD in town /regency of Cirebon and Regency of Indramayu. The data used are primary data derivedfrom HSI tools with the method of interviewing, observation and checklist and secondarydata in the form of review documents and archives and other data from the internet. Basedon the results obtained that RSUD A got a score of 0.57, RSUD B score 0.76, RSUD Cscore of 0.70, RSUD D score 0.79 and RSUD E score of 0.41. The result obtained statesthat as many as 3 hospitals, RSUD B, C and D are categorized as standby whenemergency while 2 other hospitals that are RSUD A and E need for improvement in theshort term so that the condition is same.Keywords: Disaster, Hospital Preparedness, Safety.
Read More
T-5199
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilia Widiyani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ike Pujiriani
Abstrak: Penelitian ini membahas risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada aktivitas pekerjaan diBengkel Las AW Jakarta Selatan Tahun 2012. Penelitian ini adalah deskriptif observasional yangbertujuan untuk manajemen risiko. Penelitian ini menggunakan metode identifikasi bahaya dandampak menggunakan JHA (Job Hazard Analysis) dan analisis penilaian risiko ukuran semikuantitatif menurut AS/NZS 4360 dengan mengalikan consequences, exposure, dan probability.Hasil penelitian mendapatkam rekomendasi pengendalian risiko, komunikasi dan pemantauanberdasarkan penilaian tingkat risiko yang meliputi very high, priority 1, substancial, priority 3,dan acceptable.
Kata kunci:Manajemen risiko, penilaian AS/NZS, bengkel las.
This research describes risk management of safety and health occupational for productionactivity task at Bengkel Las AW South Jakarta 2012. Design for this research was descriptiveobservational study that objective to manage of risk. The research were used JHA (Job HazardAnalysis) for hazards and effects identification, then for analysis of assessment risk rating usedAS/NZS 4360 standard by multiplied of consequences, exposure, and probability. The results ofthe research were recommendations control, communication, and monitoring of risk based onrisk assessment of the risk rating in each activity that includes very high, priority 1, substantial,priority 3, and acceptable.
Keywords:Risk management, risk assessment with AS/NZS 4360, informal workshop.
Read More
S-7662
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bama Herdiana Gusmara; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Mila Tejamaya, Dippu Rocky Nababan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran persepsi risiko keselamatan masyarakat di desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten terkait kegiatan eksplorasi oleh PT X pada tahun 2013 menggunakan paradigma psikometri. Penelitian dilakukan terhadap 165 responden pada bulan November-Desember 2013 menggunakan desain cross-sectional, data primer berupa kuesioner, FGD, dan wawancara informan kunci, data sekunder berupa gambaran penduduk secara umum. Parameter yang digunakan adalah skala likert angka 1(sangat tidak setuju)-4 (sangat setuju). Nilai rata-rata masing-masing dimensi dihitung dimana angka 1(rendah), 2-3(sedang), 4(baik).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dimensi paradigma psikometri tergolong sedang (2,1-2,7 skala 4), artinya persepsi masyarakat cukup baik dan perlu ditingkatkan lagi. Dimensi ketakutan dipersepsikan rendah, artinya masyarakat belum sepenuhnya tahu akan risiko kegiatan. Penelitian menunjukkan persepsi risiko masyarakat terkait kegiatan eksplorasi tidak berhubungan dengan usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, serta tingkat pendidikan (p-value>α(0,05). Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan terutama terkait isu keselamatan terkait kegiatan eksplorasi, perlu dilakukan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat di desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.

This study aims to provide an overview of public safety risk perception in the desa Muara Binuangeun , Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak , Banten related exploration activities by PT X in 2013 using the psychometric paradigm. The study was conducted on 165 respondents in November-December 2013. Design of study is cross - sectional , primary data obtained from questionnaires , FGD and key informant interviews, secondary data provide an overview of the general public. This study used likert scale as follows 1 (very disagree)-4 (very agree). The mean value of each dimension is calculated, which is defined as follows: 1(low), 2-3(moderate), 4(good).

The results showed that the average value of the psychometric paradigm in risk perception were moderate ( 2.1 to 2.7 on a scale of 4 ), meaning that the public perception is quite good and need to be increased again. Study shows that the dread dimension quite low, meaning people do not fully know the risks of the activities. Research shows the public perception of risks associated exploration activities not related to age , gender , occupation , and education level (p-value>α(0,05). To avoid undesirable events primarily related safety issues in exploration activities, dissemination efforts to the entire community needs to be done.
Read More
T-4042
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanna Silvia Debora; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Temajaya, Rakhmi Savitri, Muhamad Dawaman
Abstrak: Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang meningkatkan risiko terjadinya kematian pada penderita penyakit kardiovaskular. Prevalensi hipertensi di Indonesia terus mengalami peningkatan. Saat ini, Puskesmas merupakan fokus utama pembangunan kesehatan di Indonesia dengan beban kerja yang meningkat dan sumber daya manusia yang belum memadai. Hipertensi pada pekerja Puskesmas akan mengganggu pelayanan dan kinerja Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko hipertensi pada pekerja di Puskesmas DTP dan PONED Korwil X Kabupaten Bogor. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang. Pengumpulan data penelitian dilakukan menggunakan kuesioner daring pada Mei 2020 dengan 110 responden. Data yang dikumpulkan meliputi data sekunder tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan, usia, jenis kelamin, riwayat penyakit keturunan, masa kerja, sistem kerja, aktifitas fisik/kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, kebiasaan konsumsi minuman berkafein, pengukuran kualitas tidur menggunakan Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI), dan pengukuran faktor psikososial menggunakan modifikasi Copenhagen Psychosocial Questionnaire III (COPSOQ III). Hasil dan Kesimpulan: Berdasarkan analisis regresi logistik ganda, kualitas tidur merupakan faktor risiko yang mempengaruhi hipertensi paling dominan dengan OR sebesar 9,32, diikuti oleh usia dengan OR sebesar 7,36, setelah dikontrol oleh genetik, jenis kelamin, kelebihan berat badan, kebiasaan merokok, kepuasan kerja, stress kerja, dan masa kerja.

Hypertension is one of main risk factors of cardiovascular diseases which increase the death risk in people with cardiovascular diseases. The prevalence of hypertension in Indonesia is kept on increasing. Recently, Public Health Center is the main focus of Indonesian health development with increasing workload and limited human resources. Hypertension in Public Health Center’s workers will affect the service and performance of the Public Health Center. The aim of this study was to analyse the risk factors of hypertension among workers at Public Health Center in Region X of Bogor Regency. This was a cross-sectional study. The data collection was done through online questionnaires in May 2020 with 110 respondents. The data consist of secondary data of blood pressure, body height, and body weight, as well as age, gender, history of family disease, working experience, working system, exercise habit, smoking habit, daily caffeine intake, assessment of sleep quality using PSQI and assessment of psychosocial factors using modified COPSOQ III. Based on multiple logistic regression, sleep quality is the most dominant risk factors of hypertension (OR= 9,32), followed by age (OR= 7,36), after adjusted with genetic,gender, overweight, smoking habit, job satisfaction, work stress, and working experience.
Read More
T-5872
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive