Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38652 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
I Gusti Ayu Satriani Pembimbing: P.M.H. Sinaga
T-289
Depok : FKM UI, 1992
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Made Nursari; Pembimbing: Ascobat Gani
S-434
Depok : FKM UI, 1988
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Josefhine Debora Putri; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Hendra, Mufti Wirawan, Heny D. Maya, Hendry Sampurna
Abstrak:
Pengemudi merupakan ujung tombak pelayanan transportasi publik yang memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan. Kinerja pengemudi di lapangan sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal, yang jika tidak dikelola dengan baik berpotensi memicu kelelahan, penurunan performa keselamatan, hingga kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik individu, faktor pekerjaan, dan faktor organisasi terhadap kinerja pengemudi di PT. XYZ (Segmen SBU Transbusway). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan kuesioner wawancara terhadap 290 pengemudi bus pria yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan regresi logistik biner untuk menguji hubungan simultan dan parsial antar variabel. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa secara simultan, faktor karakteristik individu (R 2 = 32,3%), faktor pekerjaan (R 2 = 41,0%), dan faktor organisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pengemudi. Secara parsial, pada kelompok karakteristik individu, hanya coping ability yang memiliki hubungan signifikan secara statistik (p = 0,000; OR = 1,192). Pada faktor pekerjaan, beban kerja yang dikelola dengan baik terbukti berhubungan positif dengan capaian kinerja (p = 0,000; OR = 1,509), sedangkan durasi kerja harian yang berlebihan (>8 jam) menjadi prediktor utama penurunan kinerja. Secara umum, faktor pekerjaan dan organisasi memiliki pengaruh yang lebih dominan dalam menentukan kualitas kinerja dibandingkan karakteristik demografis dasar seperti usia dan masa kerja. Kinerja pengemudi di PT. XYZ ditentukan oleh kombinasi faktor psikologis individu (coping ability), regulasi waktu kerja, serta efektivitas dukungan organisasi. Manajemen disarankan untuk melakukan pembatasan ketat durasi kerja harian maksimal 8 jam, mengoptimalkan pengawasan Speed Management berbasis teknologi, serta mengintegrasikan pelatihan manajemen stres (resilience training) dalam program peningkatan kapasitas pengemudi. Kata Kunci: Beban Kerja, Coping Ability, Durasi Kerja, Keselamatan Transportasi Publik, Kinerja Pengemudi.

Drivers are the spearhead of public transportation services, carrying a significant responsibility to ensure safety and comfort aspects. Driver performance in the field is highly dynamic and influenced by various internal and external factors, which, if poorly managed, can trigger fatigue, a decline in safety performance, and occupational accidents. This study aims to analyze the relationship between individual characteristics, job factors, and organizational factors on driver performance at PT. XYZ (SBU Transbusway Segment). This study used a quantitative method with a cross-sectional study design. Data were collected through direct observation and interview questionnaires from 290 male bus drivers selected using a proportionate stratified random sampling technique. Data analysis was performed using binary logistic regression to examine both simultaneous and partial relationships among variables. The logistic regression analysis revealed that simultaneously, individual characteristics (R 2 = 32.3%), job factors (R 2 = 41.%), and organizational factors had a significant effect on driver performance. Partially, within the individual characteristics group, only coping ability showed a statistically significant relationship (p = 0.000;OR = 1.192). Regarding job factors, a well-managed workload was positively associated with higher performance achievement (p = 0.000; OR = 1.509), while excessive daily working duration (>8 hours) served as the primary predictor of performance decline. Generally, job and organizational factors exerted a more dominant influence on performance quality compared to baseline demographic characteristics such as age and tenure. Driver performance at PT. XYZ is determined by a combination of individual psychological factors (coping ability), working time regulations, and the effectiveness of organizational support. Management is highly recommended to enforce a strict limit on daily driving duration to a maximum of 8 hours, optimize technology-based Speed Management monitoring, and integrate stress management or resilience training into driver capacity-building programs. ix Universitas Indonesia Keywords: Coping Ability, Driver Performance, Public Transportation Safety, Working Duration, Workload.
Read More
T-7614
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eny Yuniarti; Pembimbing: Robiana Modjo
S-3441
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luluk Hariyati; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi
S-2337
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pristi Dwi Puspitasari; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Abdul Kadir, Robiana Modjo, Supriadi, Benedictus Kristo Wijayanto
Abstrak:
Tunjuk sebut merupakan teknik yang mengkombinasikan fungsi mata, gerakan tangan, mulut, otak, dan telinga untuk mencegah terjadinya kesalahan pada manusia. PT XYZ menerapkan tunjuk sebut secara resmi untuk mencegah kesalahan pada masinis sejak tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor individu, tempat kerja, pekerjaan dan organisasi terhadap performansi penerapan tunjuk sebut. Pengumpulan data diawali dengan proses wawancara terhadap tujuh informan untuk mendalami penerapan tunjuk sebut di perusahaan, mengkonfirmasi variabel yang disusun dari telaah literatur dan mengeksplorasi kondisi faktual di perusahaan. Selanjutnya data dikumpulkan dari 414 masinis melalui pengisian kuesioner. Distribusi performansi tunjuk sebut pada masinis menunjukkan bahwa 51,9% masinis menujukkan performansi tunjuk sebut baik, sedangkan 48,1% masinis menunjukkan performansi tunjuk sebut kurang. Hasil pengujian menggunakan chi square pada Confidence Interval (CI) 95% menunjukkan bahwa faktor individu yang berhubungan dengan performansi tunjuk sebut adalah usia, jabatan, pengalaman individu, kesadaran risiko, acceptance terhadap tunjuk sebut dan kesadaran diri. Sedangkan faktor tempat kerja yang berhubungan dengan performansi tunjuk sebut adalah otomasi kabin lokomotif, peralatan monitoring lokomotif, dan lingkungan kabin lokomotif. Faktor pekerjaan yang berhubungan dengan performansi tunjuk sebut adalah jenis kereta api yang sering didinasi oleh masinis, tingkat monoton dan kejelasan instruksi kerja. Faktor organisasi juga berhubungan dengan performansi tunjuk sebut diantaranya organizational leadership and commitment, prosedur tunjuk sebut, insentif keselamatan, masukan keselamatan, informasi keselamatan dan budaya keselamatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor individu, tempat kerja, pekerjaan dan organisasi berkaitan dengan kepatuhan dan konsistensi pelaksanaan tunjuk sebut di PT XYZ.

Pointing-and-calling is a technique that combines the functions of the eyes, hand movements, mouth, brain, and ears to prevent human error. PT XYZ has been officially implementing the pointing-and-calling to prevent train driver errors since 2012. This study aims to analyze the association of individual, workplace, job, and organizational factors with the performance of the pointing-and-calling implementation. Data collection began with an interview process with seven informants to explore the implementation of pointing-and-calling, confirm the variables compiled from the literature review, and explore the factual conditions in the company. Furthermore, data were collected from 414 train drivers through questionnaires. The distribution of pointing-and-calling performance among train drivers shows that 51,9% demonstrated good indicator performance, while 48,1% demonstrated poor indicator performance. The results of testing using chi-square at 95% Confidence Interval (CI) showed that individual factors associated with the performance of the pointing-and-calling implementation are age, position, individual experience, risk awareness, acceptance of designation, and self-awareness. While workplace factors associated with the performance of the pointing-and-calling implementation are locomotive cabin automation, locomotive monitoring equipment, and locomotive cabin environment. Job factors that are related to the performance of the pointing-and-calling implementation are the type of train that is often nominated by the train driver, the level of monotony, and the clarity of work instructions. Organizational factors also associated with the performance of the pointing-and-calling implementation include organizational leadership and commitment, pointing-and-calling procedures, safety incentives, safety feedback, safety information, and safety culture. The findings indicate that individual, workplace, job, and organizational factors are associated with the compliance and consistency of pointing-and-calling implementation.

Read More
T-7346
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Aminah Waluyo; Pembimbing: Nasrin Kodim
T-1069
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suryo Santoso; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika
S-1984
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Rahayu; Pembimbing: Suprijanto Rijadi
B-21
Depok : FKM UI, 1992
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liazul Kholifah; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Dudi Herna Gunandi, Alsen Medikano
Abstrak: Penelitian ini dilakukan pada perawat di RS X Jakarta Timur yang memiliki aktivitasberisiko mengalami stres kerja dan kelelahan kerja. Tujuan dilakukan penelitian iniuntuk mengetahui gambaran kelelahan kerja dan stres dengan melihat faktor risiko fisik,psikososial dan lingkungan. Penelitian dilakukan pada 87 orang perawat rawat inap dantenaga administrasi dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional denganmelakukan observasi, pengisian kuisioner, melakukan pengujian aktivasi enzim amylasedalam saliva dengan alat Cocorometer (Nipro Cocoro), pengukuran waktu reaksidengan aplikasi smartphone Sleep 2 Peak (S2P) dan pencahayaan dengan Luxmeter.Faktor karakteristik individu (usia, jenis kelamin, status gizi, status pernikahan, danmasa kerja), faktor risiko fisik (punggung statis, punggung dinamis, bahu/lengan,pergelangan tangan dan leher), faktor psikososial (beban kerja, shift kerja,perkembangan karir, dukungan sosial, peran di organisasi, dan kepuasan kerja) danlingkungan kerja (pencahayaan) menjadi faktor independen penelitian terhadap stres dankelelahan kerja. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quick ExposuresChecklist untuk menilai faktor risiko fisik, NIOSH Generic Job Stress untuk menilaifaktor risiko psikososial dan stres kerja. Kelelahan kerja diukur dengan menggunakankuesioner Sweedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI). Hasil penelitian respondenberjenis kelamin perempuan (70,1%), sudah menikah (83,9%), dengan usia 36 tahundan masa kerja selama 134 bulan (11 tahun). Menggunakan uji Chi-Square terdapathubungan yang bermakna antara status pernikahan dengan kelelahan Pvalue <0,05(OR=4,20), masa kerja dengan terjadinya kelelahan Pvalue<0,05 (OR=3,26), faktorrisiko fisik (punggung bergerak) dengan terjadinya stres kerja dengan Pvalue <0,05(OR=4,37), faktor risiko fisik (bahu/lengan) dengan terjadinya stres kerja denganPvalue <0,05 (OR=2,90), beban kerja dengan terjadinya kelelahan kerja dengan Pvalue<0,05 (OR=3,85) dan terdapat hubungan yang bermakna antara kepuasan kerja denganterjadinya kelelahan dengan Pvalue (OR=0,24).
The object of this study is nurses in RS X East Jakarta who are at risk having workrelated stress and fatigue due to their task. The purpose of this study is to identify thephysical factors, psychosocial factors and environment factor of work related stress andfatigue. Population of the study is 149 people, and the sample is 87 responded. Thedesign used in this study is cross-sectional design by conducting the observation,sharing questionnaires and do the test of Salivary Amylase Activation (SAA) withCocorometer (Nipro Cocoro), the test of time reacting with Sleep 2 Peak application ona mobile phone and environment factor (lighting) with Luxmeter. The tools used in thisstudy are Quick Exposure Checklist to assess physical factors, NIOSH Generic JobStress to assess psychosocial factors and Salivary Amylase Activation teststo assesswork related stress and fatigue among nurses. Fatigue subjective measurement usestools from Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI). Physic factors (back static,back movement, shoulder/arm, wrist/hand and neck), psychosocial factors (job demand,shift work, career development, social support, role in the organization, and jobsatisfaction) and environment factor (lighting) are the independent variables of workrelated stress and fatigue which are the dependent variable in this study. The result ofthis study is female (70,1%), married (83,9%), average age 36 years old and workingperiod for 134 months (11 years). The result of this study shows that risk factor(married) has a correlation with fatigue Pvalue 0,05 (OR=4, 20), years of service hascorrelation with fatigue Pvalue0, 05 (OR=3, 26). Physic factors (back movement) havecorrelation with stress Pvalue 0,05 (OR=4, 37), Physic factors (shoulder/arm) has acorrelation with stress Pvalue 0,05 (OR=2, 90), job demand has correlation with fatiguePvalue 0,05 (OR=3, 85) psychosocial factors (job satisfaction) have correlation withfatigue Pvalue (OR=0, 24).
Read More
T-5202
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive