Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30443 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Raden Ismail Haq; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji : Ridwan Zahdi Syaaf, Zulkifli Djunaidi, Wien Goerindro, Musanif Mukti
Abstrak: Metode yang digunakan untuk menganalisa data kecelakaanan adalah Tripod Beta. Tripod Beta memiliki beberapa kelebihan dibandingan metode yang digunakan PT. X untuk melakukan investigasi kecelakaan antara lain : adanya gambaran yang berbeda antara target, bahaya, dan kejadian, serta hambatan yang akan dijelaskan dengan penyebab langsung, kondisi awal, dan penyebab dasarnya. Selain itu dengan metode Tripod Beta ini urutan kejadian kecelakaan bisa terlihat dengan jelas. Kata Kunci: Kecelakaan, metode investigasi kecelakaan, Tripod Beta, penyebab dasar kecelakaan.
Read More
T-4506
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurcahyo Kurniawan Prihatsono; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Doni Hikmat Ramdhan, Alwahono dan Ridha Renaldi
Abstrak:
Industri pertambangan dikenal sebagai lingkungan kerja dan aktivitas operasional dengan risiko tinggi, bahkan dikategorikan sebagai salah satu aktivitas paling berbahaya pada industri modern. Industri ini berada di antara peringkat tertinggi yang mengalami cedera dan hari kerja hilang, terdapat banyak jenis cedera yang terjadi dan cedera adalah salah satunya. Jari dilaporkan menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sering mengalami cedera. Penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan tambang di Indonesia, PT X, dalam jangka waktu lina tahun (2018-2022) menggunakan data hasil investigasi kecelakaan. Dalam periode ini data statistik menunjukkan adanya tren peningkatan dan berdasarkan hasil investigasi kecelakaan menggunakan metode RCA ditemukan bahwa 74% kasus akibat dari perilaku atau kegagalan manusia. Analisis lebih mendalam dilakukan menggunakan kerangka kerja HFACS-MI untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kegagalan dalam berbagai lapisan pertahanan di dalam perusahaan. Faktor penyebab terbesar dibandingkan dengan jumlah kasus adalah kategori Organizational Influences (196,17%) dikuti oleh Unsafe Acts (156,28%), Precondition for Unsafe Acts (117,49%), dan Unsafe Leadership (97,27%).

Mining industries are known as high-risk working environments and operational activities, they are categorized as one of the most dangerous activities in modern industry today. It ranks among the highest producers of injuries and lost working days, there are many types of injuries that contribute to this, finger injury is one of them. Fingers are reported to be one of the most injured body parts. This research carried out in a mining company in Indonesia, PT X, within a period of five years (2018-2022) based on their accident investigation data. Within this period statistical data shows an increasing trend and referring to accident investigation conducted using RCA method it was found that 74% due to behavior or human error. Further analysis conducted using HFACS-MI framework to find out causal factors contributing to failure in various defence layer within organization. The biggest contributing factors, compared to number of cases, are Organizational Influences category (196.17%) followed by Unsafe Acts (156.28%), Precondition for Unsafe Acts (117.49%), and Unsafe Leadership (97.27%).
Read More
T-7090
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indrawan Adri; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Mufti Wirawan, Ridwan Zahdi Sjaaf, Yan Fuadi, Ade Kurdiman
Abstrak: PT. XY perusahaan jasa pelayanan Dump Truck anak perusahaan semen di sektor tambang batu kapur, di PT. XY pernah terjadi kecelakaan kerja maka analisis kecelakaan dengan metode HFACS-MI perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi latent dan active failures menyebabkan kecelakaan kerja pengoperasian dump truck. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus dengan metode semi kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah data laporan kecelakaan berupa hasil investigasi dari pengoperasian DT sebanyak 27 kasus kecelakaan kerja tahun 2019-2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori dari HFACS-MI yang paling besar berkontribusi adalah organizational influences sebanyak 429 terkait dengan kurangnya analisis keselamatan kerja. Kemudian disusul unsafe leadership sebanyak 370 terkait dengan pengawasan pekerjaan yang tidak memadai. Precondition for unsafe act sebanyak 289 terkait dengan kondisi permukaan jalan licin. Unsafe act sebanyak 247 terkait dengan kegagalan mengenali bahaya. Dan yang paling kecil kategori berkontribusi ialah outside factor sebanyak 1 terkait dengan workshop diluar perusahaan. Disimpulkan bahwa framework HFACS-MI pada latent failures yang banyak berkontribusi ialah organizational influences dan pada active failures yang banyak berkontribusi ialah unsafe act, maka saran tindakan perbaikan di tiap kategori HFACS-MI pada perbaikan latent dan active failures dengan penekanan pada kategori organizational influences.
PT. XY Dump Truck service company, a cement subsidiary in the limestone mining sector, at PT. XY has had a accident, so an accident analysis using the HFACS-MI method needs to be done. This research to analyze the factors that contribute laten and active failures to accidents in dump truck operations based on the HFACS-MI framework. This research uses a case study research design with a semi-quantitative method with a descriptive approach. The population in this study is accident report data in the form of investigation results from the operation of DT as many as 27 cases of work accidents in 2019-2021. The results showed that the category of HFACS-MI that contributed the most was organizational influences as many as 429 related to the lack of work safety analysis. Then followed by 370 Unsafe leadership related to inadequate work supervision. There are 289 preconditions for unsafe acts related to slippery road surface conditions. As many as 247 unsafe acts are related to failure to recognize hazards. And the smallest contributing category is the outside factor as much as 1 related to workshops outside the company. It is concluded that the HFACS-MI framework on latent failures that contributes a lot is organizational influences and on active failures that contributes a lot is unsafe act, then the suggestions for corrective actions in each HFACS-MI category are on repairing latent and active failures with an emphasis on the category of organizational influences.
Read More
T-6468
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Casey Puspa Avriliantoro; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Ike Pujiriani
S-8910
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Nugroho; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Fajar Hadisantosa
S-5913
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juni Trihardiyanto; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Anas Malik Abdillah, Nugrahanto Widagdo
Abstrak:
LNG (Liquified Natural Gas) memiliki risiko kebakaran dan ledakan yang besar. Kebutuhan LNG domestik yang meningkat memaksa beberapa alternatif baru dalam proses pengiriman LNG ke konsumen diseluruh Indonesia. Transportasi LNG di Indonesia perlahan sudah mulai beralih dari yang skala besar menjadi skala kecil dengan alternatif menggunakan ISO Tank, sehingga dapat menjangkau lokasi yang tidak memiliki fasilitas pelabuhan khusus LNG. PT. X adalah salah satu kilang LNG di Indonesia yang saat ini melayani pengiriman LNG dengan kargo ataupun ISO Tank. Tulisan ini bertujuan untuk menilai risiko kebakaran dan ledakan pada LNG ISO Tank 40 ft yang melakukan pengisian dan penyimpanan sementara di fasilitas yang dimiliki oleh PT. X. Metode penilaian potensi kebakaran dan ledakan pada LNG ISO Tank dilakukan secara kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode Dow’s Fire and Explosion Index 7 th Edition. Hasil analisis didapatkan nilai F&EI pada fasilitas yang ada di PT.X adalah sebesar 139.48 sehingga termasuk kategori tingkat bahaya heavy. Nilai kemungkinan kehilangan hari kerja akibat kebakaran dan ledakan adalah selama 41 hari. Nilai kerugian yang diterima akibat berhentinya bisnis karena kebakaran dan ledakan adalah sebesar $ 3.949.042,68

LNG (Liquified Natural Gas) has a high risk of fire and explosion. The increasing domestic demand for LNG has forced several new alternatives in the process of delivering LNG to consumers throughout Indonesia. LNG transportation in Indonesia is slowly starting to shift from large scale to small scale with the alternative of using ISO Tanks, so that it can reach locations that do not have special LNG port facilities. PT. X is one of the LNG refineries in Indonesia which currently serves LNG shipments by cargo or ISO Tanks. This paper aims to assess the risk of potential for fire and explosion in a 40 ft LNG ISO Tank that performs filling and temporary storage at facilities owned by PT. X. The fire and explosion potential assessment method for the LNG ISO Tank is carried out quantitatively using the Dow's Fire and Explosion Index 7th Edition method. The results of the analysis obtained that the F&EI value at the facilities at PT. X was 139.48 so that it was included in the category of severe hazard level. Maximum probable days outage due to accident fire and explosion is 41 days. Business interruption value due to fire and explosion index is $ 3.949.042,68
Read More
T-6701
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Winarko; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Fransiscus Fendy Novento, Agra Mohamad Khaliwa
Abstrak:

Industri pertambangan merupakan kegiatan industri yang mempunyai risiko tinggi. Faktor manusia telah diidentifikasi sebagai penyebab paling umum terjadinya kecelakaan besar di industri pertambangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis data kecelakaan di PT. X dengan menggunakan kerangka analisis faktor manusia dan sistem klasifikasi industri pertambangan (HFACS-MI). Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data kualitatif untuk 322 kasus kecelakaan di PT. X yang terjadi pada tahun 2018-2022 dari basis data Sistem Manajemen Insiden yang dikategorikan sebagai cedera yang dapat dicatat. Faktor penyebab kecelakaan ini diberi kode menggunakan kerangka HFACS-MI. Data kecelakaan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 84% dari seluruh kecelakaan melibatkan pekerja kontraktor dan 16% melibatkan pekerja tetap PT. X. Hasil analisis menggunakan kerangka HFACS-MI menunjukkan bahwa setiap lapisan atau tingkatan memberikan kontribusi terhadap kecelakaan, yaitu faktor luar (44%), pengaruh organisasi (68%), kepemimpinan tidak aman (90%), prasyarat tindakan tidak aman (99%), dan tindakan tidak aman (99,7%). Temuan ini menekankan perlunya fokus pada pengurangan jumlah kesalahan manusia selama operasi penambangan untuk mengurangi tren kecelakaan saat ini. Kerangka kerja HFACS-MI telah terbukti menjadi alat penting untuk analisis kecelakaan yang kuat terhadap faktor manusia di pertambangan.


 

The mining industry is an industrial activity with high risks. Human factors have been identified as the most common cause of major accidents in the mining industry. Therefore, this research aims to analyze accident data at PT. X using the human factors analysis and classification system-mining industry framework (HFACS-MI). This research collected qualitative data for 322 accident cases at PT. X occurring from 2018 to 2022 from the Incident Management System database categorized as recordable injuries. Factors causing the accidents were coded using HFACS-MI framework. Accident data were analyzed using descriptive statistics. The study findings revealed that 84% of all accidents involved contractor workers and 16% involved the PT. X permanent workers. The results of analysis using the HFACS-MI framework show that each layer or level contributes to accidents, namely outside factors (44%), organizational influences (68%), unsafe leadership (90%), preconditions of unsafe acts (99%), and unsafe acts (99.7%). These findings emphasize the need to focus on reducing the number of human errors during mining operations to reduce the current accident trend. The HFACS-MI framework has proven to be a valuable tool for robust accident analysis of human factors in mining.

Read More
T-6918
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jesslyn; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Puti Aspita Yulianti
Abstrak: Cedera jari dan tangan sangatlah umum terjadi pada Divisi Maintenance. Hal inidikarenakan tipe pekerjaan pada Divisi Maintenance adalah pemasangan danpelepasan komponen yang bervariasi tahapannya, pekerjaan dilakukan saatberjalannya proses, menggunakan mesin yang rumit dan bekerja dengan tekananwaktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan gambaran kecelakaankerja dan analisis penyebab kecelakaan kerja pada insiden cedera jari dan tangandi Divisi Maintenance PT X. Penelitian ini menggunakan desain penelitiancampuran (mixed methods research) yang diawali dengan pengumpulan 102 datakecelakaan kemudian wawancara mendalam pada 6 orang yang mengalamicedera jari dan tangan, pengawas dan manajemen. Penyebab langsung palingbanyak adalah tidak mengetahui adanya potensi bahaya, mengambil keputusanyang tidak tepat dan penggunaan perkakas secara tidak tepat. Penyebab dasarpaling banyak adalah pengembangan PSP yang tidak memadai, perilaku amanyang penting tidak cukup diidentifikasi. Pekerja masih kurang memiliki kesadaranterkait kesehatan dan keselamatan kerja. Peran supervisor dalam mencegahkecelakaan adalah dengan mengingatkan pekerja terkait aspek keselamatan.Manajemen berperan dalam membuat dan mengembangkan prosedur kerja dalammencegah kecelakaan.
Kata kunci :Kecelakaan kerja, cedera jari dan tangan, divisi maintenance,penyebab langsung, penyebab dasar.
Hand and finger injuries commonly happen in maintenance division. This happenbecause type of work in maintenance division have various stage, workingalongside a running process, using complicated machinery, and time contraints.The objective of this study was to describe occupational accident and analyzeaccident causes hand and finger injury in Maintenance Division PT X. Thisresearch use mixed method research, that start with collecting accident data and indepth interview to 6 person hand and finger injuried, supervisor and management.The most direct causes were lack of knowledge of hazards present, improperdecision making or lack of judgement, and improper use of tools. The underlyingcauses were inadequate development of policies / standards / procedures andinadequate identification of critical safe behaviors. Workers have inadequateawareness to health and safety. The roles of supervisor are reminder workersabout safety issues. Management have made and developed work procedure toprevent accident.
Key words : accident, finger and hand injury, maintenance division, direct causes, underlying causes, supervisor, management.
Read More
S-9161
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rysha Dwi Septerini; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Auliah Rahmi
Abstrak:
Program 'Behavior Based Safety' dirancang untuk melindungi pekerja dari risiko bahaya dan mencegah kecelakaan kerja. Meskipun tujuannya positif, implementasi program ini sering dihadapkan pada tantangan, termasuk kurangnya partisipasi dan penolakan oleh beberapa pekerja. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan program 'Behavior Based Safety' dari Penerapan program, analisis tren kecelakaan, pengaruh sikap dan perilaku pada penerapan program 'Behavior Based Safety' terhadap Kejadian Kecelakaan Kerja. Penelitian ini dilakukan di PT. X dengan lokasi di beberapa wilayah di Indonesia, antara April hingga Juli 2023. Studi melibatkan 299 karyawan dari berbagai jenis layanan di 35 lokasi PT. X. program dinilai dengan menganalisis data kecelakaan selama periode FY15-FY16 dan FY18-FY20. Studi ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif dengan melibatkan data primer yang diperoleh melalui kuesioner, mengukur sikap dan perilaku terkait program ini. Data sekunder juga digunakan untuk mendukung penelitian ini. Data dianalisis menggunakan berbagai metode statistik, termasuk analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Dalam penerapan program ‘Behavior Based Safety’, responden memiliki beberapa sikap dan perilaku baik/kurang baik yang tidak berbeda secara signifikan maupun yang berbeda secara signifikan. Sebagian besar responden memiliki sikap yang baik terhadap safety walk, safety observation dan nearmissed report serta sebagian besar responden memiliki perilaku yang baik terhadap risk assessment, safe system of work serta training & supervision. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa program Behavior Based Safety secara statistik berpengaruh terhadap angka kecelakaan kerja, namun sikap dan perilaku pekerja penerapan program tidak ada pengaruh secara signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja. Maka perlu meningkatkan program Behavior Based Safety dan memastikan pekerja konsisten dalam penerapan program Behavior Based Safety

The 'Behavior Based Safety' program is designed to protect workers from hazards and prevent work accidents. Despite the positive goals, implementation of these programs has often been met with challenges, including lack of participation and resistance by some workers. This study aims to examine various aspects related to the 'Behavior Based Safety' program from program implementation, analysis of accident trends, the influence of attitudes and behavior on the implementation of the 'Behavior Based Safety' program for Occupational Accidents. This research was conducted at PT. X with locations in several regions in Indonesia, between April and July 2023. The study involved 299 employees from various types of services in 35 locations of PT. X. program was assessed by analyzing accident data during the period FY15-FY16 and FY18-FY20. This study uses a descriptive analysis approach involving primary data obtained through questionnaires, measuring attitudes and behavior related to this program. Secondary data is also used to support this research. Data were analyzed using various statistical methods, including univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square test. In implementing the 'Behavior Based Safety' program, respondents had several good/bad attitudes and behaviors that were not significantly different or significantly different. Most of the respondents had a good attitude towards safety walk, safety observation and near-missed report and most of the respondents had good attitude towards risk assessment, safe system of work and training & supervision. The results of this study prove that the Behavior Based Safety program statistically has an effect on the number of work accidents, but the attitude and behavior of workers implementing the program has no significant effect on the occurrence of work accidents. Therefore, it is necessary to enchance the Behavior Based Safety program and ensure that employees are consistent in implementing the Behavior Based Safety program
Read More
T-6813
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Abdurrahman Al Hakim; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Apib KWW. Prayogi
Abstrak:
Kompleksitas dalam industri penerbangan menjadikan penyebab kecelakaan masih melibatkan faktor manusia, teknologi, dan organisasi. Sehingga, diperlukan adanya analisis yang mendalam mengenai contributing factors, underlying (root) causes, dan organizational failures untuk mengurai kompleksitas industri penerbangan serta mencegah faktor penyebab kecelakaan terulang kembali kedepannya. Penelitian ini menganalisis faktor yang berkontribusi dalam insiden kecelakaan pesawat dengan menggunakan metode Incident Cause Analysis Method (ICAM) dengan pedoman analisis yang dikhususkan untuk untuk menganalisis contributing factors, underlying (root) causes, dan organizational failures. Bentuk penelitian yang dilakukan adalah deskriptif analitis. Untuk kasus kecelakaan yang diteliti adalah Boeing 737-500 yang sudah dilakukan investigasi oleh KNKT serta data dari sumber lainnya. Dari hasil analisis menggunakan metode ICAM didapati hasil mengenai faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan yaitu Prosedur, Keterlambatan Sistem CTSM, Faktor Manusia, Pelatihan terkait Upset Recovery, sistem Manajemen Keselamatan pihak PT X, dan Regulasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Saran yang dapat ditarik dari analisis ICAM berada dalam area peralatan, manusia, dan manajemen atau organisasi sesuai dengan akar yang berkontribusi terhadap kecelakaan terutama pada prosedur, peralatan, pelatihan pilot, sistem manajemen keselamatan, dan kebijakan.

The complexity of the aviation industry means that the causes of accidents still involve human, technological and organizational factors. Thus, an in-depth analysis of contributing factors, underlying (root) causes, and organizational failures is needed to unravel the complexity of the aviation industry and prevent accident-causing factors from recurring in the future. This research analyzes contributing factors in aircraft accident incidents using the Incident Cause Analysis Method (ICAM) with analysis guidelines specifically for analyzing contributing factors, underlying (root) causes, and organizational failures. The form of research conducted is descriptive analytical. The accident case studied is the Boeing 737-500 accident which has been investigated by the KNKT and data from other sources. From the results of the analysis using the ICAM method, it was found that the factors that contributed to the accident were Procedures, Delays in the CTSM System, Human Factors, Training related to Upset Recovery, PT X Air's Safety Management system, and Directorate General of Civil Aviation regulations. Suggestions that can be drawn from the ICAM analysis are in the areas of equipment, people, and management or organization according to the roots that contribute to accidents, especially in procedures, equipment, pilot training, safety management systems, and policies.
Read More
S-11675
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive