Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33648 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sarah Kurnia Oktaviani; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Tamsiah Yulianti
Abstrak: Instalasi Farmasi adalah salah satu unit di rumah sakit yang memberikan layanan produk dan jasa dalam bentuk pelayanan resep. Mutu pelayanan resep farmasi yang baik dikaitkan dengan kecepatan dalam memberikan pelayanan. Pada pengamatan pelayanan resep pasien rawat jalan JKN yang dilakukan selama 12 belas hari di Instalasi Farmasi di RSUD Pasar Rebo pada 211 sampel resep, ditemukan bahwa waktu tunggu pasien untuk memperoleh obat racikan 4 jam 14 menit dan non racikan 3 jam 29 menit. Dan hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata proses waktu pengerjaan obat non racik per resepnya yaitu 5 menit 13 detik dan obat racikan 15 menit 21 detik. Penelitian ini menganalisis faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan JKN di Instalasi Farmasi RSUD Pasar Rebo Berdasarkan hasil penelitian ini, keterlambatan pelayanan disebabkan kurangnya jumlah petugas, beban kerja yang tidak sesuai dengan jumlah sumber daya manusia yang ada dan belum memiliki standar waktu pelayanan, serta tata letak ruangan. Diharapkan meningkatkan komitmen dalam bekerja dengan tidak menunda atau menumpuk pekerjaan dengan memiliki standar waktu pelayanan bagi petugas farmasi dalam bekerja. Kata Kunci : Waktu Tunggu, Pelayanan Resep, Farmasi Rumah Sakit
Pharmacy is one of the units in hospitals that provide services of products and services in the form of prescription services. Quality of service good pharmacy prescriptions associated with speed in providing services. In observation of outpatient prescription services JKN conducted over 12 twelve days in Pharmacy at Pasar Rebo Hospital on 211 samples of prescription, it was found that the waiting time of patients to obtain the drug concoction of 4 hours 14 minutes and non concoction 3 hours 29 minutes. And the result showed that the average processing time process non concotion per prescription medicine that is 5 minutes 13 seconds and drug concoction of 15 minutes 21 seconds. This study analyzes the factors that influence the waiting time of service prescription outpatient JKN in Pharmacy Pasar Rebo Hospital Based on these results, delays in service due to insufficient numbers of personnel, work load that does not correspond to the amount of human resources there and not have a standard time services, as well as the layout of the room. The expected increase in the commitment to work with no delay or accumulate work with service time standards for pharmaceutical officers at work. Keyword : waiting times, prescription services, hospital pharmacy
Read More
S-8971
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariati Dewi; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, Budi Hartono, Indah Rosana Alpisahar
T-4052
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisaa Perica Rasyid; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Wahyu Sulistiadi, Netry Listriani, Khafifah Any
Abstrak: Waktu tunggu yang lama pada pelayanan resep obat akan mengurangi kepuasan pelanggan dan menyebabkan pelayanan tidak efisien. Lean merupakan salah satu metodologi yang dapat digunakan untuk menangani ketidakefisienan dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode lean dalam mengurangi waktu tunggu pelayanan resep obat pada instalasi farmasi rawat jalan RSUD Pasar Minggu tahun 2017.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif (analitik observasional) untuk melihat alur pelayanan resep obat dan mengidentifikasi pemborosan pelayanan resep obat. Dan didukung oleh penelitian kuantitatif (analisis deskriptif) untuk memperoleh data perhitungan waktu setiap tahapan proses pelayanan resep obat.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan selama 89.6 menit (88.17% kegiatan menunggu) dan 124.70 menit (82.10% kegiatan menunggu) pada pelayanan resep obat racikan.

Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa terdapat 8 jenis pemborosan (DOWNTIME) pada pelayanan resep obat. Usulan perbaikan dengan metode lean diharapkan dapat menurunkan waktu tunggu menjadi 66.67% pada pelayanan resep obat non racikan dan 56.67% pada pelayanan resep obat racikan.

Kata kunci : farmasi; metode lean; pemborosan; waktu tunggu

Long waiting times on prescription services will reduce patient satisfaction and lead to inefficient services. Lean is one of the methodologies that can be used to deal with inefficiencies in health services. This study aims to analyze the application of lean method in reducing waiting time of outpatient prescription services at Pasar Minggu public hospital in 2017.

This study used qualitative research methods (observational analytics) to examine the flow and identify waste of prescription drug services. And also supported by quantitative research (descriptive analysis) to get the exact calculation of every step of prescription drug services.

Based on the result of the research, it is known that the average waiting time of medicine prescription services is 89.6 minutes (88.17% waiting activity) and 124.70 minutes (82.10% waiting activity) of personalized medicine prescription services.

The study identified that there were 8 types of waste (DOWNTIME) in prescription services. The future improvement by lean method is expected to reduce waiting time to 66.67% on medicine prescription services and 56.67% on personalized medicine prescription services.

Keywords : pharmacy; lean methode; waste; waiting times
Read More
B-1897
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Suryawati; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Agus Rahmanto, Helen Andriani
Abstrak: Waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan merupakan salah satu indikator pelayananmutu di instalasi farmasi yang seringkali tidak terpenuhi waktu tunggu pelayanan reseprawat jalan. Berdasarkan SPM yang tercantum dalam Kepmenkes RI Nomor:129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Waktutunggu obat jadi (non racikan) adalah ≤30 menit. Sedangkan waktu tunggu pelayananobat racikan adalah ≤60 menit. Penelitian ini dilakukan untuk melihat penyebab danlama waktu tunggu pelayanan resep di instalasi farmasi rawat jalan rumah sakit. Jenispenelitian ini adalah literature review yang dilakukan pada kepustakaan jurnal danpenelitian asli dengan rentang waktu studi adalah 10 tahun, dipublikasikan pada tahun2011 hingga 2020. Metode pencarian data menggunakan data online dengan databaseyang digunakan adalah PubMed, Scopus, Science Direct, Garuda, Google Scholar, danLib FKM UI, serta Lib UI.
Read More
S-10331
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syanti Puspitasri; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Hadijah
Abstrak:

Peningkatan mutu dan keselmatan pasien merupakan dua hal yang tidak bisa dipisaahkan dan harus berkesinambungan. Upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. DR. dr. Mahar Mardjono digambarkan melalui capaian indicator pelayanan menurut Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yang belum mencapai standar. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis waktu tunggu pelayanan obat jadi pasien JKN dan aktivitas risiko terjadinaya medication error dengan prinsip lean thinking dan swiss cheese model. Jenis penelitian ini adalah operational research dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui proses observasi dan telaah dokumen, sedangkan kuantitatif berdasarkan data waktu tunggu dari electronic health record dan waktu tunggu hasil observasi. Hasil penelitian menunjukan waktu tunggu adalah 1 jam 3 menit 11 detik, dengan waktu tunggu terlama adalah pada proses penerimaan resep (30 menit 42 detik). Kegiatan VA (79%) yaitu 13 menit 13 detik. Aktivitas NVA (21%) dengan waktu 49 menit 21 detik. Waste terbanyak adalah pada kegiatan waiting dengan presentasi waktu 92% dari waktu NVA. Bottleneck pada penelitian ini diambil dari proses waktu tunggu terlama dan hasil analisis swiss chesse model pada tahapan pengkajian dan pemeriksaan sediaan obat.Usulan perbaikan berdasarkan hasil analisis proses pengkajian dan pelayanan resep obat jadi ini adalah perlu adanya penyusunan regulasi pengkajian dan pelayanan obat sesuai standar pelayanan kefarmasian, telaah profil indicator waktu tunggu obat jadi sesuai SPM rumah sakit, perlu adanya analisis beban kerja, dan monitoring supervise kajian pelayanan resep obat. Usulan perbaikan digambarkan dalam future state map dengan mereduksi aktivitas NVA yang dapat secara langsung dihapuskan tanpa dilakukan intervensi. Kata kunci: lean thinking, , medication error, swiss chesse model waktu tunggu pelayanan


 

Quality improvement and patient safety are two things that cannot separated and must be continuous. Effort to improve quality and patient safety at Outpatient Pharmacy Pusat Otak Nasional Prof. DR.dr. Mahar Mardjono Hospital is described through the achievement of service indicators according to the hospital minimum service standards thet have not resched the standard. This study was conducted to analyze the waiting time for JKN patient medication services and risk activities of medication errors using principles of lean thinking and the swiss cheese model. This type of research is operational research with qualitative and quantitative approaches. Qualitative data is obtained through the process of observation and document review, while quantitative data is based on waiting time data from electronic health records and waiting time for observations. The result showed that the waiting time was 1 hour 3 minutes 11 seconds, with the longest waiting time was in the process of receiving the recipe (30 minutes 42 seconds). Value_added activity (79%) was 13 minutes 13 seconds, non value added activity (21%) for 49 minutes 21 second. Most of waste is in waiting activities with a presentation time of 92% of the time for non value added. The bottleneck in this study was taken from the longest waiting time process and the result of the swiss cheese model analysis at the assessment and examination stage of drug preparations. Reviewing the waiting time indicator profile for the finished medicine according to the SPM of the hospital. There is a need for workload analysis, and monitoring of the review of prescription services. Proposed improvements are described in a future state map by reducing non value added activity which can be directly eliminated without intervention. Key words: lean thinking, medication error, swiss chesse model, medication error, service waiting time

Read More
S-10896
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yosephine Chrismayanti; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Anggita Petrareni
Abstrak:
Latar Belakang: Pelayanan farmasi merupakan komponen yang penting dalam layanan kesehatan di rumah sakit. Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terdapat dalam Kepmenkes RI Nomor: 129/ Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Minimal Rumah Sakit, menetapkan standar minimal waktu tunggu farmasi yang meliputi obat jadi (non racikan) kurang dari 30 menit dan obat racikan kurang dari 60 menit. Tingginya angka keluhan terhadap layanan instalasi farmasi menunjukkan adanya masalah yang perlu ditangani. Berdasarkan hal tersebut, kajian ini disusun untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu di instalasi rawat jalan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan utnuk menganalisis waktu tunggu dan faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Siloam TB Simatupang. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui tarikan data SIMRS Hasil Penelitian: Analisis bivariat pada resep racikan menunjukkn faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu adalah jumlah item obat (OR= 2,002; 95% CI: 1,469–2,728; p-value <0,001), cara bayar (OR = 5,704; 95% CI: 4,923–6,608; p < 0,001), jam kunjung (OR = 0,330; 95% CI: 0,279–0,389; p < 0,001), dan jumlah kunjungan poli (OR = 2,098; 95% CI: 1,354–3,249; p < 0,001). Sedangkan pada analisis bivariat resep non racikan, faktor yang berpengaruh adalah jumlah item obat (OR = 2,119; 95% CI: 1,877–2,391; p < 0,001), cara bayar (OR = 2,270; 95% CI: 2,052–2,510; p < 0,001), tipe obat (OR = 0,698; 95% CI: 0,617–0,790; p < 0,001), dan jam kunjung (OR = 0,602; 95% CI: 0,538–0,673; p < 0,001). Analisa multivariat ditemukan faktor yang paling berpengaruh terhadap waktu tunggu farmasi adalah cara bayar, pada resep racikan (OR = 5,568; 95% CI: 4,785–6,480; p < 0,001) dan resep non racikan (OR = 2,162; 95% CI: 1,951–2,396; p < 0,001)

Background: Pharmaceutical services are an important component of hospital healthcare services. The Minimum Service Standards (SPM) contained in the Indonesian Minister of Health Decree Number: 129/Menkes/SK/II/2008 concerning Minimum Hospital Standards, stipulates minimum waiting times for pharmacy services, which include less than 30 minutes for ready-made (non-compounded) drugs and less than 60 minutes for compounded drugs. The high number of complaints about pharmacy services indicates that there are problems that need to be addressed. Based on this, this study was conducted to determine the factors related to waiting times in outpatient facilities. Objective: This study aims to analyze waiting times and factors related to prescription waiting times at the Siloam TB Simatupang Hospital Outpatient Pharmacy. Research Methodology: This study uses quantitative methods. Research data was collected through SIMRS data extraction. Research Results: Bivariate analysis of prescription formulas indicates that the factor associated with waiting time is the number of drug items (OR = 2.002; 95% CI: 1.469–2.728; p-value <0.001), payment method (OR = 5.704; 95% CI: 4.923–6.608; p < 0.001), visiting hours (OR = 0.330; 95% CI: 0.279–0.389; p < 0.001), and number of clinic visits (OR = 2.098; 95% CI: 1.354–3.249; p < 0.001). Meanwhile, in the bivariate analysis of non-compounded prescriptions, the influencing factors were the number of drug items (OR = 2.119; 95% CI: 1.877–2.391; p < 0.001), payment method (OR = 2.270; 95% CI: 2.052–2.510; p < 0.001), drug type (OR = 0.698; 95% CI: 0.617–0.790; p < 0.001), and visit time (OR = 0.602; 95% CI: 0.538–0.673; p < 0.001). Multivariate analysis found that the most influential factor on pharmacy waiting time was payment method, for compounded prescriptions (OR = 5.568; 95% CI: 4.785–6.480; p < 0.001) and non-compounded prescriptions (OR = 2.162; 95% CI: 1.951–2.396; p < 0.001).
Read More
S-12194
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Madina Maimuna; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Masyitoh; Fertami Diana Sari
Abstrak: Skripsi ini membahas Faktor-Faktor yang mempengaruhi Distribusi Berkas Rekam Medis Rawat Jalan RSUD Cibinong Tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sistem distribusi berkas rekam medis RSUD Cibinong dan mengetahui pengaruh input, proses, dan output terhadap sistem distribusi berkas rekam medis RSUD Cibinong tahun 2015. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan pendekatan sistem. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komponen-komponen dari input dan proses dalam distribusi berkas rekam medis rawat jalan di RSUD Cibinong mempengaruhi output berupa waktu distribusi berkas rekam medis rawat jalan. Faktor-faktor yang mempengaruhi dan menyebabkan keterlambatan distribusi berkas rekam medis rawat jalan adalah waktu pengambilan bukti daftar dan waktu pengumpulan berkas rekam medis, sehingga jumlah berkas rekam medis yang sesuai dengan standar waktu adalah 2% dan yang tidak sesuai adalah 98%, dimana 49% pada 16-30 menit, 28% pada 31-45 menit, 8% pada 46-60 menit dan sebesar 13% pada menit ≥ 60. Kata kunci : distribusi, sistem distribusi, waktu
This undergraduate thesis discussed the factors that affect the distribution of polyclinic medical record in RSUD Cibinong 2015. The aim of this research is to understand the distribution system and the effect of input, process, and output concerning of polyclinic medical record at RSUD Cibinong 2015.This research is quantitative and qualitative with system approach. The result of this research showed that the components of input and process in the distribution of polyclinic medical record at RSUD Cibinong affect the output like the distribution time of polyclinic medical record. Factors that affect and induce delays of polyclinic medical record distribution is proof list withdrawal time and accumulation time of medical record, so amount of polyclinic medical record that appropriate with standard time is 2% and 98% not appropriate with the standard time, where 49% in 16-30 minute, 28% in 31-45 minute, 8% in 46-60 minute and 13% in more than 60 minute. Keywords : Distribution, distribution system, time
Read More
S-8606
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anisa Ega Maharani; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Masyitoh, Setyawati Permata
S-8645
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriah; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Anhari Achadi, Wahyu Sulistiadi, Budi Iman Santoso, Lies Nugrohowati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu pelayanan instalasi farmasi rawat jalan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian gabungan (mixed method) dengan melakukan wawancara mendalam serta observasi waktu tunggu pelayanan obat yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis univariat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan obat racik dan paten di rumah sakit ini melebih standar waktu yang ditetapkan, ditemukan beberapa penghambat seperti ketersediaan sumber daya manusia, sarana prasarana dan fasilitas kerja yang merupakan hambatan terbesar dalam pelayanan ini. Disarankan kepada rumah sakit untuk dapat redisain layout farmasi, menghitung ulang pola ketenagaan serta pengaturan tugas sesuai dengan kompetensinya.

Kata Kunci : efisiensi, farmasi rawat jalan, obat racik dan paten

This study aims to improve the efficiency of service time of outpatient pharmacy installation in order to improve the quality of hospital services. The research method used is the method of combined research (mixed method) by conducting in-depth interviews and observation of drug service waiting time which then analyzed by using univariate analysis.

The result of the research shows that the waiting time for the service of racik and patent medication in this hospital exceeds the standard time set, found some obstacles such as availability of human resources, infrastructure and work facilities which is the biggest obstacle in this service. It is advisable to the hospital to be able to redesign the pharmacy layout, recalculate the pattern of the workforce as well as the arrangement of tasks in accordance with its competence.

Keywords: Efficiency, outpatient pharmacy, racik medicine and patent
Read More
T-5070
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atmiroseva; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib, Donni Hendrawan, Elsa Novelia
T-4888
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive