Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34934 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dwi Nurmawaty; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Ika Apriliyanti, Waldo Louis Tjahja
Abstrak: Penyelenggaraan program Administration Service Only (ASO) terus mengalamiperkembangan. Selain disebabkan oleh meningkatnya kekecewaan terhadap sistemdan pelayanan perusahaan asuransi kesehatan komersial, perkembangan ini jugadikarenakan adanya kebutuhan dalam rangka pengelolaan benefit kesehatankaryawan secara tepat guna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambarankeikutsertaan program ASO pada perusahaan oil & gas dan mengetahui apakahterdapat hubungan antara faktor-faktor yang terkait dengan program ASO, faktorindividu dan faktor organisasi dengan keikutsertaan program ASO. Pendekatan yangdilakukan adalah dengan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian crosssectional. Analisis dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat. Dari hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengankeikutsertaan program ASO antara lain : cakupan benefit, harga kepesertaan, providernetwork, fasilitas pelayanan, image perusahaan, tingkat pengetahuan, Kebutuhan(need), dan jumlah karyawan. Saran dalam penelitian ini adalah pada penelitianselanjutnya digunakan juga studi kualitatif guna menggali informasi lebih baik lagi,gunakan sampel lebih besar dan diharapkan menggunakan variabel-variabel lain yangbelum digunakan dalam penelitian ini.Kata Kunci :Keikutsertaan Program ASO
The Implementation of Administration Service Only (ASO) program continues toincrease. Beside was caused by the disillusionment with the system andcommercial health care insurance companies, ASO program is needed in order tomanage the employee health benefits as well. This research aims to know thedistribution of ASO program participation in oil & gas companies and todetermine the correlation between the ASO product, individual factors andorganizational factors with the participation of ASO program. Research is aquantitative approach with a cross sectional study design. Analysis is wereperformed through univariate and bivariate analysis. The final conclusion is thatthere are factors related to the participation of ASO program : coverage benefit,the price of membership, providers network, facilities service, corporate image,the level of knowledge, needs, and number of employees. Suggestions for furtherresearch is using qualitative study to explore better information, large number ofsample and using other variables that have not been used in this study.Key Words : Participation of ASO program
Read More
T-4585
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desti Aprilianty; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Eddy Sulistijanto Hadie
S-9325
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nada Alfani; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaliasman Purba
Abstrak: Koordinasi manfaat adalah suatu proses dimana dua atau lebih penanggung, yang menanggung orang yang sama untuk benefit asuransi kesehatan yang sama, membatasi total benefit dalam jumlah tertentu agar tidak ada cakupan ganda atau klaim melebihi biaya layanan kesehatan. Koordinasi manfaat merupakan salah satu cara agar badan usaha dapat mendaftar BPJS Kesehatan tanpa kehilangan manfaat dari asuransi komersial. Selain itu, dengan koordinasi manfaat iuran JKN yang harus dibayar karyawan otomatis dibayarkan oleh perusahaan. Hal ini dapat mengurangi risiko peserta menunggak iuran ke BPJS Kesehatan. penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan program COB pada karyawan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) pada Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sumber data dari penelitian ini merupakan data primer yang didapat dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Sampel yang digunakan sebanyak 70 responden karyawan tetap FKM UI yang diasuransikan oleh fakultas. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan keikutsertaan COB adalah pengetahuan (P value= 0,004 ; OR= 8,130), pendapatan (P value= 0,016; OR= 1), pendidikan (P value= 0,014; OR= 1), keterpaparan informasi (P value= 0,004; OR= 8,914), persepsi risiko sakit (P value= 0,040; OR= 3,949), dan kegunaan COB (P value= 0,001; OR= 9,333).
Read More
S-10073
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ismania Tawakal; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Harry Nurdiansyah
S-8909
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Noveradita; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Samsul Bahri
Abstrak: PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESERTAAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) OLEH PESERTA PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) DI BPJS KESEHATAN KANTOR CABANG DEPOK TAHUN 2017. PENELITIAN INI MERUPAKAN JENIS KUANTITATIF DENGAN MENGGUNAKAN DATA PRIMER DAN DESAIN STUDI CROSS SECTIONAL. HASIL YANG DIDAPATKAN ADALAH SEBANYAK 77,8% RESPONDEN TIDAK TERDAFTAR DAN 22,2% TERDAFTAR SEBAGAI PESERTA PROLANIS. VARIABEL YANG DITEMUKAN MEMILIKI HUBUNGAN YANG SIGNIFIKAN DENGAN KESERTAAN PADA PROLANIS YAITU PENGETAHUAN, MANFAAT, DUKUNGAN FKTP DAN DUKUNGAN TEMAN, MASING-MASING DENGAN P VALUE 0,000; 0,000; 0,000: 0,000. SEDANGKAN KARAKTERISTIK UMUR, JENIS KELAMIN, DIAGNOSIS MEDIS UTAMA, VARIABEL JARAK TEMPUH, WAKTU TEMPUH, DUKUNGAN BPJS KESEHATAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TIDAK DITEMUKAN HUBUNGAN YANG SIGNIFIKAN DENGAN KESERTAAN PADA PROGRAM PROLANIS. KATA KUNCI: PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS, KESERTAAN, PROGRAM RUJUK BALIK The purpose of this research is to determine factors associated with the participation of chronic disease management program (Prolanis) in re-referral program members, Depok, 2017 using cross sectional method. Data was collected primary and supported by structured questionnaire. The result shows that 77.8% of unregistered respondents and 22.2% registered as Prolanis participants. The Variables were found that have a significant association with Prolanis are knowledge, benefits, primary health service support and peer support, each with p value 0,000; 0,000; 0,000: 0,000. While the characteristics of age, sex, major medical diagnosis, mileage variable, travel time variable, BPJS Kesehatan Support and family support found no significant relationship with participation in Prolanis program. Keywords : Chronic Disease Management Program, Participation, Re-referral Program, primary health care
Read More
S-9486
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Rachmawati; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Taufik Hidayat
Abstrak: Jaminan kesehatan merupakan salah satu langkah pencegahan agar terhindar dari ketidakmampuan dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Namun, masih banyak masyarakat perdesaan yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jaminan kesehatan pada masyarakat perdesaan Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sumber data adalah data sekunder Indonesian Family Life Survey 5 dengan jumlah sampel 12.398 responden. Hasil penelitian didapatkan hanya 40,3% masyarakat perdesaan Indonesia yang telah memiliki asuransi kesehatan. Individu dengan karakteristik berusia produktif (25-44 tahun), berpendidikan tinggi, berstatus kawin, memiliki pekerjaan, berpendapatan tinggi, memiliki riwayat rawat jalan dan rawat inap bermakna secara statistik untuk berkemungkinan memiliki jaminan kesehatan pada masyarakat perdesaan Indonesia. Kata kunci: Faktor, Kepemilikan Jaminan Kesehatan, Perdesaan, IFLS 5 Health insurance is one of the preventive way to avoid the inability to obtain health services. However, there are still many rural residents who do not have health insurance. This study aims to determine the associated factors of health insurance ownership in rural Indonesia. This study is an observational study with a cross sectional design and a quantitative approach. The source of secondary data is from Indonesian Family Life Survey 5 with a sample size of 12.398 respondents. The results showed that only 40,3% of rural residents in Indonesia who have health insurance. Individuals with the characteristics of productive age (25-44 years old), higher education, being married, being employed, higher income, have past utilization in outpatient and inpatient care are statistically significant for the possibility of having health insurance in rural Indonesia. Key words: Factors, Health Insurance Ownership, Rural, IFLS 5
Read More
S-10398
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lukmanul Hakim; Pembimbing: Hafizurrahman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Lindawati, Abdurahman
Abstrak:

Belum optimalnya produktivitas kerja pegawai negeri sipil (PNS) akan berdampak pada upaya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, disamping terjadinya inefisiensi sumber daya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas kerja karyawan dan hubungan kepemimpinan, motivasi dan iklim organisasi dengan produktivitas kerja karyawan baik sendiri mauprm bersamaan di Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan responden penelitian adalah karyawan Dinas Kesehatan Kab. Tabalong dengan jumlah sampel sebesar 65 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner dengan hasil ukur berupa skor. Berdasarkan hasil penelitian diketahui tingkat produktivitas kerja karyawan di Dinas Kesehatan Kab. Tabalong berdasarkan skor yang dicapai sebesar 7l,3% dengan nilai di atas rata-rata sebesar 55,4%. Temuan penelitian menunjukkam bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan, motivasi dan iklim organisasi dengan produktivitas kerja baik secara mandiri maupun bersama. Hasil ini sesuai dengan model yang diduga mempunyai hubungan dengan produktivitas yakni kepemimpinan, motivasi dan iklim organisasi. Sesuai hasil yang ditemukan, maka agar produktivitas kerja karyawan di Dinas Kesehatan Kab. Tabalong lebih meningkat maka kepada pihak manajemen secara berjenjang perlu memperhatikan, mengelola dan memuaskan motivasi karyawannya. Di samping itu pula, perlu melakukan intervensi terhadap kepemimpinan dan iklim organisasi yang ada.


 

The optimum productivity that not yet reached among civil servants should be alfecting good governance effort amd national development, besides the inediciently use of resources. The objective of this study is to find out work productivity of staffs by personal or group and its relation between leadership, motivation and organizational atmosphere. This study using cross sectional method and respondents are 65 staffs in Health Office of District of Tabalong, data collecting instrument of this study is questionnaire with measurement output is score. The results of this study shows that productivity level of Health Once staffs in score has reached 7l,3% with average is 55,4%. Base on this result there is significant relationship by personal or group between leadership, motivation, and organizational atmosphere with productivity whether by partial correlation or multiple. Based on these results, to improve the productivity of staffs in Health Office, the management should be focusing on staffs motivation gradually and intervention to leadership and organizational atmosphere.

Read More
T-3079
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adhim Arrauf; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Rudi Siahaan
Abstrak: PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEMBAYARAN IURAN JKN PADA PESERTA MANDIRI BPJS KESEHATAN JAKARTA PUSAT TAHUN 2017. RUANG LINGKUP PENELITIAN YAITU PESERTA MANDIRI YANG SEDANG BERADA DI BPJS KESEHATAN JAKARTA PUSAT UNTUK MELAKUKAN PERUBAHAN DATA. JENIS PENELITIAN INI ADALAH PENELITIAN KUANTITATIF DENGAN PENDEKATAN STUDI CROSS-SECTIONAL. BERDASARKAN HASIL PENELITIAN, FAKTOR PENGETAHUAN, UMUR, DAN STATUS KESEHATAN MEMILIKI HUBUNGAN YANG SIGNIFIKAN TERHADAP KEPATUHAN. DARI HASIL PENELITIAN INI, BPJS KESEHATAN DAPAT MELIHAT GAMBARAN PESERTA BERDASARKAN KEPATUHAN PEMBAYARAN IURAN JKN SERTA DAPAT MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA VARIABEL YANG DITELITI DENGAN PERILAKU KEPATUHAN PEMBAYARAN IURAN. DIHARAPKAN HASIL TERSEBUT DAPAT MENJADI PEDOMAN STRATEGI UNTUK PEMASARAN CALON PESERTA BARU DAN JUGA MENAMBAHKAN PERSENTASE KOLEKTABILITAS IURAN KATA KUNCI :BPJS KESEHATAN, PESERTA MANDIRI, KEPATUHAN PEMBAYARAN IURAN JKN THIS STUDY ATTEMPTS TO ANALYZE THE FACTORS THAT RELATED WITH COMPLIANCE JKN PAYMENT AMONG INDEPENDENT PARTICIPANT BPJS KESEHATAN IN CENTRAL JAKARTA BRANCH OFFICE. RESPONDENTS IN THIS STUDY IS INDEPENDENT PARTICIPANT WHO ARE IN CENTRAL JAKARTA BRANCH OFFICE TO CHANGING PERSONAL DATA. THIS STUDY IS QUANTITATIVE STUDY WITH CROSS- SECTIONAL APPROACH. BASED ON THE RESULTS OF THIS STUDY, RESEARCHERS FOUND THAT KNOWLEDGE, AGE, AND HEALTH STATUS WERE RELATED TO COMPLIANCE WITH JKN'S CONTRIBUTION PAYMENTS FROM THE RESULT OF THIS STUDY, BPJS KESEHATAN CAN SEE THE DESCRIPTION OF THE PARTICIPANTS BASED ON THE COMPLIANCE OF JKN DUES PAYMENT ALSO THE RELATIONSHIP BETWEEN THE VARIABLES STUDIED WITH THE BEHAVIOR OF COMPLIANCE PAYMENT DUES. THE RESEARCH HOPE THESE RESULTS CAN SERVE AS A STRATEGIC GUIDELINE FOR THE MARKETING OF NEW PROSPECTIVE PARTICIPANTS AND ALSO ADD A PERCENTAGE OF COLLECTABILITY JKN PAYMENTS. KEYWORDS : BPJS KESEHATAN, INDEPENDENT PARTICIPANT, COMPLIANCE OF JKN PAYMENT
Read More
S-9358
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shabrina Mumtazah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Adang Bachtiar, Anwar Fachry
Abstrak:
Penyandang disabilitas di dunia mengalami kesulitan hingga enam kali lipat lebih tinggi dalam mengakses layanan kesehatan dibandingkan dengan orang tanpa disabilitas. Salah satu hambatannya adalah sikap petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap petugas kesehatan terhadap penyandang disabilitas dan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap tersebut. Penelitian menggunakan metode scoping review dengan memanfaatkan basis data PubMed, Scopus, EBSCOHost, dan SAGE dengan total artikel sebanyak 12 studi berupa 6 pendekatan kuantitatif dan 6 kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan sikap tenaga kesehatan terhadap penyandang disabilitas beragam dari berbagai dimensi sikap (kognitif, afektif, dan konatif). Sikap-sikap yang negatif antara lain 1) Kognitif, berupa bias implisit dan stereotip yang kerap terjadi terutama dalam pelayanan kesehatan maternal. 2) Afektif, berupa ketidaknyamanan, overprotective, dan kurangnya percaya dalam memberikan pelayanan yang adil. 3) Konatif, berupa pembuatan keputusan tanpa pertimbangan pasien, penolakan pengobatan, dan penggunaan bahasa ableist. Faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap negatif tenaga kesehatan yaitu pengetahuan dan frekuensi kontak yang rendah, kualitas hubungan yang buruk, tidak adanya relasi dengan penyandang disabilitas, praktik mandiri, lama bekerja lebih dari 20 tahun, usia tua, laki-laki, ras asia, tingkat pendidikan dan pendapatan yang rendah; orientasi politik konservatif, infrastruktur dan organisasi yang tidak sistematis, dan tidak adanya pengalaman.

People with disabilities (PWDs) around the world face a six times higher difficulty in accessing healthcare services compared to those without disabilities. One of the obstacles is the attitude of healthcare workers. This research was aimed to identify the attitudes and factors related to attitudes of healthcare workers towards PWDs. The research used a scoping review method using PubMed, Scopus, EBSCOHost, and SAGE databases with a total of 12 studies, comprising 6 quantitative and 6 qualitative approaches. The findings of the research showed diverse attitudes of healthcare workers towards PWDs across various attitude dimensions inlcluding cognitive, affective, and conative. Negative attitudes include: 1) Cognitive: biases and stereotypes, which are particularly evident in maternal healthcare services; 2) Affective: discomfort, overprotectiveness, and a lack of trust in providing equitable care; and 3) Conative: decision-making which decides without patients' consideration, treatment refusal, and the use of ableist language. The factors related to the negative healthcare workers attitudes include insufficient knowledge and infrequent contact, bad relationship quality, lack of interaction, independent practice, working for more than 20 years, older age, male, Asian race, lower education and income levels, conservative political orientation, lack of systematic infrastructure and organization, and no personal experience.
Read More
S-11385
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
H. Ikhsan; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo
T-822
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive