Ditemukan 27932 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan status kesehatan terhadap kinerja dosen di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II. Penelitian dilakukan pada dosen tetap selama bulan Mei sampai Juni 2012. Berdasarkan evaluasi yang pernah dilakukan sebelumnya kinerja pada aspek pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat belum mencapai maksimal. Berkaitan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui ada/tidaknya peningkatan kinerja. Merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode cross sectional dan pengambilan sampel secara proportionate stratified random sampling. Kuesioner dengan 20 pertanyaan untuk mengukur indikator profesionalisme, kepedulian, kondisi mental dan aktivitas berolah raga. Pemeriksaan langsung berat badan dan tinggi badan untuk mengukur BMI. Analisis data menggunakan SEM-SmartPLS. Sampel berjumlah 67 dosen yang diambil dari 103 dosen. Analisis dilakukan antara variabel eksogen dengan endogen pada model yang diajukan. Budaya organisasi mempengaruhi kinerja 11,4% dan status kesehatan memberi pengaruh 25,2% terhadap kinerja. Prediksi model penelitian 8,7%. Variabel budaya organisasi dan status kesehatan signifikan berpengaruh terhadap kinerja.
The objective of this research was to evaluate the influence of organization culture and health status to lecturer performance at Health Polytechnic Jakarta II Ministry of Health. Samples of this research were permanent lecturers at Health Polytechnic Jakarta II Ministry of Health in May-June 2012. Based on previous evaluation on lecturer performance at the same place for education, research and community perpetuation, the result had not reached maximum. That is why there should be another research to evaluate this lecturer performance. This is a quantitative cross-sectional research. Samples were collected using proportionate stratified random sampling. Questioner consisted on 20 questions for assessing indicator for professionalism, care, mental condition, and exercise activity. Direct examination was carried out on weight, height assessing BMI. Data analyses were done using SEM-SmartPLS. Samples were 67 lecturers from 103 lecturers. Analyses were carried out between exogenous and endogenous variables on proposed models. Organization culture influenced 11.4% and health status influenced 25.2% on lecturer performance. Prediction model on this research was 8.7%. Organization Culture and health status variables influenced lecturer performance significantly.
Berdasarkan hasil analisis situasi masalah kesehatan, jumlah kasus diare di Kabupaten Kebumen dalam lima tahun terakhir menunjukan tren yang meningkat, dan dilihat dari angka kasus dan CFR diare masih sangat tinggi. Kemudian dari hasil evaluasi sistem surveilans diare diperoleh bahwa pelaksanaan sistem surveilans diare di Kabupaten Kebumen belum berjalan optimal, ini terlihat dari hasil persentase ketepatan waktu laporan mingguan diare tahun 2009 baru mencapai 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor motivasi petugas terhadap timeliness laporan mingguan diare. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden (total populasi). Faktor motivasi yang diteliti adalah motivasi intrinsik (pengetahuan, pendidikan, lama bertugas), dan motivasi ekstrinsik (insentif, fasilitas, tugas rangkap, sistem pelaporan, kumpulan bidan desa, SK Tim KLB, dan pelatihan). Hasil penelitian pada 35 responden diperoleh sebanyak 21 (60%) responden yang pengiriman laporan mingguan diare dari bulan Januari s/d Juni 2010 tidak tepat waktu (terlambat). Faktor-faktor motivasi yang berpengaruh terhadap timeliness laporan mingguan diare adalah beban tugas rangkap (OR=19,06; p=0,015; CI=1,771-205,139), tingkat pengetahuan (OR=15,92; p=0,02; CI=1,485170,750), dan sistem pelaporan (OR=5,72; p=0,064; CI=0,902-36,238). Kata Kunci : Timeliness, Motivasi, Intrinsik, Ekstrinsik, Diare.
Based on the results of situational analysis of health problems at Kebumen Distric, the number of cases of diarrhea shows increased at Kebumen in the last five years. Recently its the morbidity and mortality rate were still high. Mean while results of diarrhea surveillance system evaluation shows that performance of diarrhea surveillance system at Kebumen not optimal. Such as timely weekly reports of diarrhea in 2009 reached 20% (target ≥ 80%). This study aims to determine the relationship between motivation of surveilance officers and timeliness in diarrhea surveillance. This study uses cross sectional study design with a total sample of 35 respondents (total population). Motivation factors study were group in to intrinsic motivation (knowledge, education, length of duty), and extrinsic motivation (incentives, facilities, work loads, the reporting system, midwives meeting, decree of outbreaks team, and training). The results shows 21 (60%) respondents are sending weekly reports of diarrhea from January to June 2010 does not on time . Motivation factors which assosiated with timeliness diarrhea weekly reports are work loads (OR = 19.06; p=0,015; CI=1,771-205,139), knowledge (OR = 15.92; p=0,022; CI=1,485-170,750), and electronic reporting systems (OR=5.72; p=0,064; CI=0,902-36,238). Keywords : Timeliness, Motivation, Intrinsic, Exstrinsic, Diarrhea.
