Ditemukan 36658 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rizkya Wida Pradini; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Mury Kuswari
Abstrak:
Kebugaran kardiorespiratori rendah berhubungan dengan risiko penyakitkardiovaskular dan hipertensi. Kebugaran kardiorespiratori pekerja masih rendah.Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan status kebugarankardiorespiratori berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), Persen Lemak Tubuh(PLT), asupan gizi, aktivitas fisik, status merokok, dan kualitas tidur melalui Tesbangku 3 menit YMCA. Penelitian dilakukan pada karyawan PT Pos IndonesiaRegional IV Jakarta pada April 2016. Desain penelitian yang digunakan adalahcross sectional dengan sampel 124 orang. Hasil penelitian menunjukkan 44,4%karyawan tergolong tidak bugar. Uji chi square dan uji T-independent digunakandalam analisis penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa IMT, PLT,asupan gizi energi, karbohidrat, dan zat besi/Fe memiliki perbedaan bermaknadengan kebugaran kardiorespiratori. Berdasarkan hasil tersebut, karyawandisarankan untuk memantau IMT dan PLT secara berkala, meningkatkan aktivitasfisik, dan pola makan gizi seimbang.Kata kunci :Kebugaran kardiorespiratori, karyawan, tes bangku 3 menit YMCA, Indeks MassaTubuh, asupan gizi
Low cardiorespiratory fitness is associated with the risk of cardiovascular diseaseand hypertension. Cardiorespiratory fitness in workers is still low. This researchaims to determine the difference in cardiorespiratory fitness status based on theBody Mass Index (BMI), body fat percentage, dietary intake, physical activity,smoking status, and quality of sleep. Cardiorespiratory fitness is measured byYMCA 3 minutes Step Test. The research was conducted on the employees of PTPos Indonesia Regional IV Jakarta in April 2016. Study design that used in thisresearch is cross sectional in 124 employees. The results showed 44.4% ofemployees are classified as unfit. Chi-square and T-independent test are used inanalysis. The analysis showed that BMI, body fat percentage, dietary intake ofenergy, carbohydrates, and iron give significant differences to cardiorespiratoryfitness. Based on these results, employees are advised to monitor BMI and bodyfat regularly, increasing physical activity, and nutrition balanced diet.Keywords :Cardiorespiratory fitness, employees, YMCA 3 minutes Step Test, body massindex, dietary intak
Read More
Low cardiorespiratory fitness is associated with the risk of cardiovascular diseaseand hypertension. Cardiorespiratory fitness in workers is still low. This researchaims to determine the difference in cardiorespiratory fitness status based on theBody Mass Index (BMI), body fat percentage, dietary intake, physical activity,smoking status, and quality of sleep. Cardiorespiratory fitness is measured byYMCA 3 minutes Step Test. The research was conducted on the employees of PTPos Indonesia Regional IV Jakarta in April 2016. Study design that used in thisresearch is cross sectional in 124 employees. The results showed 44.4% ofemployees are classified as unfit. Chi-square and T-independent test are used inanalysis. The analysis showed that BMI, body fat percentage, dietary intake ofenergy, carbohydrates, and iron give significant differences to cardiorespiratoryfitness. Based on these results, employees are advised to monitor BMI and bodyfat regularly, increasing physical activity, and nutrition balanced diet.Keywords :Cardiorespiratory fitness, employees, YMCA 3 minutes Step Test, body massindex, dietary intak
S-9153
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wita Mailani; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Asih Setiarini, Mury Kuswari
Abstrak:
Kebugaran kardiorespiratori yang rendah berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status kebugaran kardiorespiratori berdasarkan status gizi (IMT/U), persen lemak tubuh, aktivitas fisik, kebiasaan sarapan, asupan gizi makro dan asupan zat gizi mikro pada siswa SMAN 39 Jakarta sebelum dan setelah dikontrol jenis kelamin. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Penelitian ini melibatkan 131 siswa kelas 10 dan 11 di SMAN 39 Jakarta. Pengukuran asupan makanan dilihat menggunakan food recall 1x24 jam, aktivitas fisik dengan PAQ-A, IMT/U diukur menggunakan antropometri, persen lemak tubuh diukur menggunakan BIA dan kebiasaan sarapan dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 61,8% siswa dikatakan tidak bugar. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara IMT/U, persen lemak tubuh dan aktivitas fisik berdasarkan jenis kelamin pada status kebugaran kardiorespiratori siswa SMAN 39 Jakarta. Sementara itu, terdapat juga perbedaan status kebugaran kardiorespiratori berdasarkan asupan Vitamin B2 pada siswa SMAN 39 Jakarta
Read More
S-10064
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yosua Hiramhy Ardian; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Dwi Setyo Iriningsih
Abstrak:
Kebugaran Kardiorespiratori merupakan faktor yang penting. Dari aspek kesehatan, kebugaran kardiorespiratori dikaitkan dengan penyebab mortalitas, dan merupakan faktor protektif yang lebih kuat dibandingkan status gizi dan aktivitas fisik. Dari segi pekerja, kebugaran kardiorespiratori dikaitkan dengan produktivitas kerja, dan cuti sakit. Penelitian ini melihat perbedaan proporsi kebugaran kardiorespiratori berdasarkan faktor-faktor yang ada. Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ dengan desain studi cross sectional yang menggunakan data sekunder dari data baseline Program Promosi dan Peningkatan Perilaku Gizi dan Kesehatan Karyawan di Lingkungan Kerja PT. XYZ dari Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Pengambilan data kebugaran kardiorespiratori dilakukan dengan YMCA 3 Minutes Step Test. Hasil analisis univariat menunjukkan 70.1 responden bugar. Hasil analisis bivariate menampilkan faktor yang perbedaan proporsi kebugaran kardiorespiratori berdasarkan faktor- faktor yang bermakna adalah berdasarkan faktor indeks massa tubuh, status anemia, dan konsumsi suplemen.
Cardiorespiratory fitness CRF is an important factor. From the health view, CRF is linked with the mortality cause, and also as a stronger protective factor than the nutritional status and physixal activity. From the workforce view, CRF was linked with productivity and sick leave. CRF can be influenced by a lot of factors. This study is a quantitative cross sectional study that use secondary data from the baseline data of Program Promosi dan Peningkatan Perilaku Gizi dan Kesehatan Karyawan di Lingkungan Kerja PT. XYZ with the respondents are the workforce. CRF data was taken using YMCA 3 Minutes Step Test. The result is 70.1 respondents have a good CRF. The Bivariate analysis shows that there are a proportional differences between CRF proportion, and the factors are Body Mass Index , anemia, and Suplement Consumption.
Read More
S-9564
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ira Andriani; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Mury Kuswari
Abstrak:
Kebugaran fleksibilitas yang rendah dapat berkontribusi pada kejadian cedera akut. Untuk mengukur kebugaran fleksibilitas pada mahasiswi penari dilakukan dengan metode modified sit-and-reach test yang merupakan tes yang paling banyak digunakan untuk mengukur fleksibilitas hamstring dan punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara IMT, persen lemak tubuh, aktivitas fisik, aktivitas peregangan, kualitas tidur, asupan energi dan zat gizi makro dengan kebugaran fleksibilitas. Desain penelitian yang diguanakan yaitu cross sectional dengan sampel 160 orang. Rata-rata kebugaran fleksibilitas dengan metode modified sit-and reach test pada sampel penelitian sebesar 31,70 ± 6,70 cm. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas peregangan dengan kebugaran fleksibilitas (p value 0,001). Selain itu, terdapat pola hubungan positif antara aktivitas fisik, aktivitas peregangan, kualitas tidur, dan asupan protein dengan kebugaran fleksibilitas dan terdapat pola hubungan negatif antara IMT, persen lemak tubuh, asupan energi, asupan karbohidrat, dan asupan lemak dengan kebugaran fleksibilitas.
Read More
S-9987
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dzurrotun Nafisah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Teuku Heryata Nugroho
Abstrak:
Tingkat kebugaran yang rendah merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Berbagai penelitian di tingkat dunia maupun Indonesia telah membuktikan rendahnya tingkat kebugaran pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran berdasarkan aktivitas fisik, jenis kelamin, status gizi, dan asupan energi serta zat gizi pada siswa Sekolah Dasar Avicenna Jagakarsa Jakarta Selatan. Desain studi penelitian ini yaitu cross sectional. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah status kebugaran, sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah aktivitas fisik, jenis kelamin, status gizi, dan asupan zat gizi (energi, karbohidrat, protein, lemak, zat besi, vitamin C, dan kalsium). Pengukuran status kebugaran dilakukan dengan metode 20 m shuttle run. Data status gizi diperoleh dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan, sedangkan data asupan zat gizi diperoleh dengan metode food recall 1x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kebugaran berdasarkan aktivitas fisik, jenis kelamin, dan status gizi. Hasil analisis multivariat menunjukkan hasil bahwa aktivitas fisik merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kebugaran. Status kebugaran yang baik dapat diperoleh dengan meningkatkan aktivitas fisik, mempertahankan status gizi normal, dan mengkonsumsi zat gizi secara seimbang.
Kata Kunci : Kebugaran, aktivitas fisik, jenis kelamin, status gizi, asupan zat gizi, 20 m shuttle run
Low level of fitness is one of the risk factors for cardiovascular disease. Various studies at the world and Indonesia have proven the low level of fitness in children. The primary purpose of this study is to determine the difference fitness level based on physical activity, sex, nutritional status, and intake of energy and nutrients in elementary school students Avicenna Jagakarsa South Jakarta. The design of this study is cross sectional. The dependent variable in this study is fitness status, and the independent variable in this study is physical activity, sex, nutritional status, and nutrient intake (energy, carbohydrates, protein, fat, iron, vitamin C, and calcium). Measurement of fitness status was done by 20 m shuttle run test. Nutritional status data obtained by the measurement of height and weight, while nutrient intake obtained by food recall 24 hours. The result of this study showed that there were differences of fitness level based on physical activity, sex, and nutritional status. Multivariate analysis result show that physical activity is dominant factor that affecting fitness. Good fitness status can be gained by increasing physical activity, maintaining normal nutritional status, and consuming nutrients in balanced way.
Keywords : Fitness, physical activity, sex, nutritional status, nutrient intake, 20 m shuttle run
Read More
Kata Kunci : Kebugaran, aktivitas fisik, jenis kelamin, status gizi, asupan zat gizi, 20 m shuttle run
Low level of fitness is one of the risk factors for cardiovascular disease. Various studies at the world and Indonesia have proven the low level of fitness in children. The primary purpose of this study is to determine the difference fitness level based on physical activity, sex, nutritional status, and intake of energy and nutrients in elementary school students Avicenna Jagakarsa South Jakarta. The design of this study is cross sectional. The dependent variable in this study is fitness status, and the independent variable in this study is physical activity, sex, nutritional status, and nutrient intake (energy, carbohydrates, protein, fat, iron, vitamin C, and calcium). Measurement of fitness status was done by 20 m shuttle run test. Nutritional status data obtained by the measurement of height and weight, while nutrient intake obtained by food recall 24 hours. The result of this study showed that there were differences of fitness level based on physical activity, sex, and nutritional status. Multivariate analysis result show that physical activity is dominant factor that affecting fitness. Good fitness status can be gained by increasing physical activity, maintaining normal nutritional status, and consuming nutrients in balanced way.
Keywords : Fitness, physical activity, sex, nutritional status, nutrient intake, 20 m shuttle run
S-9422
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Retno Ayu Widyastuti; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Kusdinar Engkus Achmad, Rahmawati
Abstrak:
Kebugaran kardiorespiratori merupakan salah satu komponen untuk menentukan produktivitas kerja sehingga penting untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi pada kebugaran kardiorespiratori. Skripsi ini membahas perbedaan status kebugaran kardiorespiratori berdasarkan umur, status gizi (IMT), aktivitas fisik, status merokok, tingkat stres, dan asupan gizi (energi, karbohidrat, protein, lemak, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B9, vitamin B12, vitamin C, zat besi, zinc). Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang dilakukan pada 108 prajurit Resimen Kaveleri 2 Marinir Jakarta selama bulan April 2015. Nilai VO2max digunakan untuk menentukan status kebugaran kardiorespiratori dan diukur dengan Cooper 12-min Running Test. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji Chi Square dan uji T-Independent. Dari hasil penelitian ini, terdapat perbedaan status kebugaran kardiorespiratori menurut umur, status gizi, status merokok, tingkat stres, dan asupan vitamin C. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan prajurit marinir dapat meminimalkan faktor-faktor yang dapat menyebabkan penurunan kebugaran kardiorespiratori sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas kerja. Selain itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan metode pengukuran yang berbeda untuk meneliti variabel lain yang sebelumnya diduga memiliki hubungan dengan kebugaran kardiorespiratori.
Cardiorespiratory fitness is one of the componens to determine work productivity thus it is important to study which factors contribute to cardiorespiratory fitness. This thesis aims to examine the differences of cardiorespiratory fitness based on age, nutritional status, physical activity, smoking status, level of stress, and dietary intake (energy, carbohydrate, protein, fat, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B9, vitamin B12, vitamin C, iron, zinc). This cross sectional study was comprised in 108 personnel of Resimen Kaveleri 2 Marinir Jakarta between April 2015. VO2max was used to determine cardiorespiratory fitness using Cooper 12-min Running Test. Chi Square test and T-Independent test were used to statistical analysis. In this research, cardiorespiratori fitness statistically different based on age, nutritional status, smoking status, level of stres, and vitamin C intake. According to these result, it was expected that marine personnel can minimize factors which will reduce cardiorespiratory fitness in order to increase work productivity. Further research with different measurement method was needed to examine other variables which once expected have relation with cardiorespiratory fitness.
Read More
S-8779
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ikhlasul Amal; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Asih Setiarini, Enny Ekasari
Abstrak:
Tingkat kebugaran kardiorespiratori seseorang berhubungan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status kebugaran kardiorespiratori berdasarkan status gizi (IMT dan persen lemak tubuh), aktivitas fisik, asupan gizi, dan perilaku merokok. Disain studi yang digunakan pada penelitian ini adalah disain studi crosssectional. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juni tahun 2015 di Dinas Kesehatan Kota Depok. Responden dalam penelitian ini adalah 72 orang pegawai Dinas Kesehatan Kota Depok. Pengambilan data status kebugaran kardiorespiratori menggunakan 1 mile walk test, status gizi diukur dengan pengukuran antropometri, asupan gizi diperoleh dengan metode food recall 2 x 24 jam, aktivitas fisik diperoleh dengan GPAQ, dan perilaku merokok diperoleh melalui pengisian kuesioner. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji chi-square, independent t-test, dan non-parametric test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 62,5% pegawai tidak bugar. Variabel yang memiliki perbedaan bermakna terhadap status kebugaran kardiorespiratori pada penelitian ini adalah IMT dan aktivitas fisik,. Kata kunci: Kebugaran kardiorespiratori, 1 mile walk test, IMT, aktivitas fisik.
Read More
S-8707
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nada Thifali; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Endang Darajat
Abstrak:
Dehidrasi pada atlet dapat menyebabkan penurunan performa fisik dan mental pada atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status hidrasi pada atlet berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini dilakukan pada atlet berusia 10-19 tahun dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 37,1% responden mengalami dehidrasi. Terdapat perbedaan status hidrasi yang signifikan berdasarkan jenis kelamin (OR = 6,1; 95% CI 1,93-19,08), asupan air (p-value= 0,004), jenis minuman yang dikonsumsi selama latihan (OR = 3,11; 95%CI 1,125-8,604), dan luas permukaan tubuh (p-value= 0,044). Oleh sebab itu, memperhatikan asupan air selama latihan bagi atlet perlu dilakukan terutama bagi atlet laki-laki yang memiliki peluang lebih besar untuk mengalami dehidrasi. Kata kunci: status hidrasi, atlet, bulutangkis, gizi olahraga Dehydration in athletes led to decrease their physical and mental performance. The aim of this study was to determine differences in hydration status of athletes based on the factors related to dehydration. This study conducted on athletes aged 10-19 with cross sectional study design. The results showed 37% of respondents dehydrated. There was the significant differences in hydration status by sex (OR = 6,1; 95% CI 1,93- 19,08), fluid intake (p-value= 0,004), types of beverages that consumed during exercise (OR = 3,11; 95%CI 1,125-8,604), and body surface area (p-value= 0,044). Thus ensuring adequate fluids intake as needed during exercise is important especially for male athletes that have greater probabilities to experience dehydration. Key words: hydration status, athletes, badminton, sport nutrition
Read More
S-9201
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahmi Dwi Septi; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Agus Joko Susanto
Abstrak:
Obesitas sentral merupakan salah satu faktor risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskular. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan obesitas sentral. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional pada 83 orang karyawan laki- laki bagian produksi di PT. Semen Padang Sumatera Barat pada bulan April- Mei 2017. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, persen lemak tubuh, lingkar perut, dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 50,6% responden mengalami obesitas sentral. Berdasarkan analisis bivariat diketahui bahwa terdapat hubungan bermakna antara IMT, persen lemak tubuh, aktivitas fisik, asupan energi, asupan protein, asupan lemak, dan asupan serat dengan obesitas sentral. Kata Kunci: Obesitas sentral, IMT, persen lemak tubuh, aktivitas fisik, asupan energi dan zat gizi Abdominal obesity is one of the risk factors for various health problems such as cardiovascular disease. This study was conducted to assess the association of risk factors for abdominal obesity. This study used cross-sectional study design on 83 male employees at PT. Semen Padang Sumatera Barat in April-May 2017. Data collection was done by measuring body weight, height, percent body fat, abdominal circumference, and filling questionnaire. The results showed 50.6% of respondents had abdominal obesity. Based on bivariate analysis known that there were a significant relationship between BMI, percent body fat, physical activity, energy intake, protein intake, fat intake, and fiber intake with abdominal obesity. Key words: Abdominal obesity, BMI, percent body fat, physical activity, energy and nutrient intake
Read More
S-9401
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maeza Windyarty; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Wahyu Kurnia, Mury Kuswari
Abstrak:
Kebugaran adalah suatu kondisi dimana seseorang memiliki energi dan vitalitas yang cukup untuk mengerjakan pekerjaan sehari-hari dan berekreasi secara aktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai proporsi tingkat kebugaran serta mengetahui perbedaan antara status gizi, asupan gizi yang berkaitan dengan tingkat kebugaran pada pegawai satuan polisi pamong praja di wilayah kerja kota administrasi Jakarta Timur tahun 2015. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi kuantitatif dengan desain cross sectional dengan metode simple random sampling dan tes kebugaran dengan 3 menit YMCA Step Test dan pengukuran denyut nadi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 124 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69% responden memiliki status tidak bugar dan faktor-faktor yang berhubungan antara lain IMT (p value 0,019) , asupan karbohidrat (p value 0,221), asupan protein (p value 0,609), asupan lemak (p value 0,020), asupan vitamin C (p value 0,565), dan asupan zat besi (Fe) (p value 0,326) dan kebiasaan merokok (p value 0,029). Namun diperlukan penelitian lanjutan yang dapat mengkur hubungan kausalitas pada faktor-faktor tersebut.
Kata Kunci: kebugaran, IMT, asupan gizi, tes bangku 3 menit YMCA
Read More
Kata Kunci: kebugaran, IMT, asupan gizi, tes bangku 3 menit YMCA
T-4349
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
