Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31675 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nita Azka Nhadira; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Kusharisupeni, Fitri Hudayani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh modifikasi standar diet diabetesmelitus terhadap penurunan sisa makanan lunak pasien diabetes melitus. Sisamakanan diukur dengan metode food weighing, sedangkan karakteristik danpenilaian pasien terhadap kualitas makanan RS diukur dengan wawancara danpengisian kuesioner. Desain studi yang digunakan adalah eksperimental kuasi serialwaktu. Sebanyak 12 orang pasien diabetes melitus yang dirawat di kelas III GedungA RSCM diamati sisa makanan, selera makan, dan penilaiannya terhadap kualitasmakanan RS selama tiga hari. Pada hari pertama pasien diberikan makanan sesuaistandar diet diabetes melitus RSCM. Pada hari kedua hingga ketiga pasiendiberikan intervensi berupa makanan sesuai standar diet diabetes melitus RSCMmodifikasi untuk makanan lunak, kemudian sisa makanan pasien hari pertama danrata-rata hari kedua dan ketiga akan dibandingkan. Hasil menunjukkan bahwa sisamakanan pasien sesudah intervensi mengalami penurunan yang signifikan(p=0,001). Rata-rata total berat sisa makanan lunak sesudah intervensi (571+381,6gr) 31,9% lebih sedikit dibanding saat sebelum intervensi (839+471 gr). Usia danlama masa rawat inap diketahui menjadi variabel perancu dalam intervensi.Penerapan standar diet diabetes melitus modifikasi untuk makanan lunak ini dapatdijadikan alternatif untuk meminimalisasi kejadian sisa makanan pada pasien.Selain itu, diharapkan ahli gizi dapat mengoptimalikan edukasi kepada pasienterutama pasien lansia dan/atau yang baru masuk rumah sakit agar lebih termotivasiuntuk menghabiskan makanan yang diberikan RS.Kata kunci :Sisa makanan, diet, makanan lunak, diabetes melitus.
Read More
S-9158
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anna Ngatmira; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Ratu Ayu Dewi Sartika, Suharyati, Itje Aisah Ranida
Abstrak:

ABSTRAK

Sisa makanan merupakan salah satu indikator dalam pelayanan gizi khususnyapenyelenggaraan makanan. Dengan pelayanan makanan yang memuaskan selerapasien tanpa mengurangi nilai gizi merupakan terapi diet yang dibutuhkan dalampenyembuhan pasien. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen,dengan membagi sampel menjadi kelompok control dengan mendapatkanmakanan dengan standar porsi diet rumah sakit 2300 kkal dan kelompokperlakuan mendapat standar porsi diet sesuai kebutuhan 1700 kkal. Penelitian inidilakukan pada 34 responden, 17 kelompok control dan 17 kelompok perlakuan.Penelitian dilakukan pada pasien bedah perempuan dengan diet makanan biasa,usia 18-59 tahun, di ruang perawatan RSCM . Pengumpulan data sisa makanandengan system food weighing selama 4 hari. Analisis bivarian menggunakan uji bedadua mean T test independendandependen.Terdapat rata – rata sisa makanan padakelompok control sebanyak 206,37 gram dan kelompok perlakuan sebanyak 117.59 gramper orang per hari. Sisa makanan terbesar disumbangkan dari makanan pokok sebesar41,52% dan sayur sebanyak 24.15% pada kontrol dan 32.87% untuk makanan pokok dan21.81% untuk sayuran pada kelompok perlakuan dari total sisa makanan. Sisa makanankelompok kontrol sebanyak 17.65% masuk dalam katagori banyak (>20%)..Penelitianserupa dapat dilakukan pada kelompok pasien yang mendapatkan makanan lunak danpada kelompok pasien yang tidak berdiet khusus.

ABSTRACT

In nutritional services, waste plate becoming one particular indicator, especiallyin the food provisions for the patient. Food provisions that can satisfy patientstaste without compromising the nutritional value is a dietary therapy required inthe treatment of the patients itself. This is a quasi-experimental study, by dividingthe sample into the control group who received 2300 kcal standard dietaryhospital food portion and the treatment group who received standard dietservings as needed 1700 kcal. This study conducted on 34 respondents, both forthe control group as well as for the treatment group consists of 17 patients. Thestudy was conducted to female surgical patients with normal diet, age 18-59years, at Dr. CiptoMangunkusumo General Hospitals treatment room. The wasteplatedata collection performed by using the food weighing systems for 4 days.Two different mean independent and dependent T-test is used as the bivariateanalysis for this study. There is an average of the waste plate per person per dayas much as 206,37 grams in the control group and 117,59 grams in the treatmentgroup. The biggest waste plate comes from the staple foods and vegetables,respectively 41.52% and 24.15% in controls group and the treatment group was32.87% and 21.81% from the the total of leftover food. Waste plate in the controlgroup as much as 17.65% are included in a lot category (> 20%). Similar studiescan be performed on a group of patients who received bland foods and in thegroup of patients who did not having specific diet.

Read More
T-3998
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Suci Lestari; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Kusharisupeni, Albertinus Setiawan
S-7072
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asep Ahmad Munawar; Pembimbing: Kusnidar Achmad; Penguji: Asih Setiarini, Kusharisupeni, Triyani Kresnawan, Iip Syaiful
T-3315
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delis Amaliah Zam; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Kusharisupeni, Ida Ruslita
S-6143
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Catur Mei Astuti; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Deasy Martini
S-7807
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Youvita Indamaika Simbolon; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Hera Nurlita, Ari Wijayanti
Abstrak: Tingkat kepatuhan diet di Indonesia rata-rata masih rendah. Diet dalam menjaga makanan seringkali menjadi kendala karena masih tergoda dengan segala makanan yang dapat memperburuk kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional. Sampel yang diteliti adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 dengan rentang usia 25-65 tahun yang sedang rawat jalan, sampel diambil dengan metode non-random sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 130 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, pengisian kuesioner, form food recall 1x24 jam dan semi- quantitative food frequency questionnaire (SFFQ). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13,8% responden yang patuh diet. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2 dengan jenis kelamin (p=0,008) dan lama menderita (p=0,044). Hasil uji regresi logistik menunjukkan lama menderita merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2. Penderita diabetes melitus diharapkan untuk memperhatikan pola makan yang dianjurkan dan melaksanakannya dengan baik, mampu secara aktif untuk meningkatkan pengetahuannya terkait penyakit diabetes melitus dan faktor-faktor terkait lainnya dan tetap mempertahankan pola makan yang sudah dijalankan bagi yang sudah lama menderita diabetes melitus tipe 2.
Kata kunci: Diabetes mellitus tipe 2, kepatuhan diet, karakteristik individu, faktor psikososial

The level of dietary adherence in Indonesia is still low. Diet in maintaining food is often become an obstacles because the patient is still tempted by all food that can worsen their health. The purpose of this study is to determine the factors that associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. This study was using a cross-sectional design. The samples studied were all type 2 diabetes mellitus type 2 with the age range 25-65 years was outpatient, samples were taken with non-random sampling method with purposive sampling of 130 people. Data were collected through anthropometric measurements, filling-out questionnaires, 1x24 hour food recall and dan (semi- quantitative food frequency questionnaire) SFFQ form. The results showed 13.8% of respondents were diet-compliant. There were significant relationship between gender (p=0.008) and length of suffering (p=0.044) with between dietary adherence. The result of logistic regression test showed that the duration of suffering is the dominant factor associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. Type 2 diabetes mellitus patients were expected to pay attention to the diet recommended and carry it out well, to actively to improve the knowledge related to the disease diabetes mellitus and related to the other factors and still preserve diet that has been run for who has long been suffering from type 2 diabetes mellitus.
Keywords: Type 2 diabetes mellitus, dietary adherence, individual characteristics, psychosocial factors
Read More
T-5499
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurchajatie; Pembimbing: Ahmad Syafiq, Sandra Fikawati; Bobby Setiadi Dharmawan, Kusindrati
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Nurchajatie Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul           :Model Prediksi Perubahan  Status  Gizi  Pasien  Diabetes Melitus Tipe 2  Di Ruang Rawat Inap RSUP Fatmawati Tahun 2018. Pembimbing : Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc, Ph.d Status gizi kurang akibat  malnutrisi rumah sakit merupakan  penurunan status gizi karena kurangnya asupan  atau  daya terima makanan selama perawatan, dan menjadi masalah gizi pasien di rawat inap dan  sering mendapat sorotan. Status gizi kurang seringkali dijadikan prediksi lama rawat pasien di rumah sakit. Malnutrisi rumah sakit atau penurunan status gizi selain akibat dari kekurangan asupan makanan, peningkatan kebutuhan sehubungan dengan kondisi penyakitnya dan juga  kepuasan terhadap pelayanan gizi, umur, jenis kelamin, selera makan, dan kepatuhan diet. Tujuan penelitian adalah mengetahui model prediksi perubahan status gizi pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian perubahan status gizi berdasarkan IMT rata-rata -0,2 ± 0,3 kg/m 2 . Dari hasil analisis regresi linier multivariate diperoleh model prediksi perubahan status gizi = - 0,764 + 0,004*Asupan Makan - 0,01*Kepatuhan diet – 0,014*Kepuasan terhadap pelayanan gizi + 0,011*Selera makan. Kesimpulan: Apabila asupan makan , nilai skor  kepatuhan diet, nilai skor kepuasan terhadap pelayanan gizi serta nilai skor selera makan menurun, maka perubahan status gizi akan semakin negatif (menurun) dan asupan  makan merupakan variabel yang berpengaruh dalam perubahan status gizi pasien DM tipe 2. Kata kunci: perubahan status gizi, diabetes melitus , malnutrisi rumah sakit.


ABSTRACT Name : Nurchajatie Study Program : Public Health Title                             : Prediction Model of the Change in Nutritional Status of Hospitalized Diabetes Melitus (type 2)  Patients in Fatmawati General Hospital in  2018. Counsellor : Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc, Ph.d Lack of nutrition caused by malnutrition during hospitalization is a decreasing nutritional status which is caused by lack of intake or the decreasing ability to accept food intake during hospitalization and  become a nutrition problem for a patient of which often  becomes focus of attention. Patient's lack of nutrition is often used to predict the length of treatment in the hospital. Malnutrition or decreasing nutrition status caused by lack of food intake, moreover caused by increasing need related to the condition of the sickness and also the satisfaction toward the services in nutrition provision, age, sex, appetite, and diet obedience. The main research objective is to know the model of prediction in the change  of nutritional status of diabetes mellitus type 2. This research is an analytical observational research using cross sectional approach. The research result in the change of nutritional status is based on average IMT -0.2 ± 0.3 kg/m2. From the result of multivariate linear regression, it is obtained the prediction model of the change in nutritional status = -0.764 + 0.004*Food intake - 0.01*Diet obedience - 0.014*Satisfaction towards services in nutrition provision + 0.011*Appetite. Conclusion: if the food intake, the score of satisfaction towards services in nutrition provision, and the score of eating appetite are decreasing, then the change in nutritional status tends to be more negative (decreasing) and the food intake is an influential variable in the change of DM type 2 patient's nutritional status. Key words: change in nutritional status, diabetes mellitus, hospital malnutrition.

Read More
T-5193
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gabriella Nicole; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Fitri Hudayani
Abstrak:
Nama : Gabriella Nicole Program Studi : Gizi Judul : Faktor Dominan Diabetes Melitus pada Penduduk Usia Produktif (15-64 Tahun) di Indonesia Tahun 2018 (Analisis Data Riskesdas 2018) Pembimbing : Ir. Siti Arifah Pujonarti, M.P.H. Diabetes melitus merupakan sekelompok gangguan metabolisme yang ditandai dan diidentifikasi dengan adanya kondisi hiperglikemia (kondisi gula darah berlebihan atau tinggi) dalam kondisi tanpa pengobatan. Prevalensi diabetes melitus pada penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia kerap mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus pada penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang menggunakan data sekunder Riskesdas 2018. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini merupakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji kai kuadrat, dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32747 subjek penelitian, 7,5% mengalami diabetes melitus. Analisis bivariat menunjukkan hasil yang signifikan antara variabel konsumsi makanan manis, konsumsi minuman manis, konsumsi minuman berenergi, konsumsi soft drink atau minuman berkarbonasi, kebiasaan merokok, IMT, obesitas sentral, dan tingkat pendidikan dengan kejadian diabetes melitus (p-value <0,05). Analisis multivariat menunjukkan obesitas sentral merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan diabetes melitus (p-value = 0,000; OR 1,86; 95% CI: 1,66-2,08).

Name : Gabriella Nicole Study Program : Nutritional Science Title : Dominant Factor of Diabetes Mellitus Among Productive Age Population (15-64 Years) in Indonesia (An Analysis on Riskesdas 2018) Counsellor : Ir. Siti Arifah Pujonarti, M.P.H. Diabetes mellitus is a group of metabolic disorders characterized and identified by the presence of hyperglycaemia (a condition of excessive or high blood sugar) in conditions without medication. The prevalence of diabetes mellitus in the productive age population (15-64 years) in Indonesia is consistently increasing. This study aims to determine the dominant factors and factors associated with the incidence of diabetes mellitus in the productive age population (15-64 years) in Indonesia. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design using secondary data from the National Basic Health Survey 2018. Data analysis was carried out in this study using univariate analysis with frequency distribution, bivariate analysis using the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The result displayed that of the 32747 research subjects, 7,5% had diabetes mellitus. Bivariate analysis showed significant results between the variables consumption of sweet foods, consumption of sweet beverages, consumption of energy drink, consumption of soft drinks, smoking habits, BMI, central obesity, and level of education with the incidence of diabetes mellitus (p-value <0,05). Multivariate analysis showed that central obesity is the most dominant factor associated with diabetes mellitus (p-value = 0,000; OR 1,86; 95% CI: 1,66-2,08).
Read More
S-11453
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eveline Averina; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Agus Triwinarto
Abstrak:
Diabetes melitus tipe 2 dan obesitas merupakan dua kondisi kronis yang saling berkaitan dan telah menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global. DM tipe 2 ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan metabolisme glukosa, sedangkan obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi. Saat ini, epidemi ganda DM tipe 2 dan obesitas terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan faktor gaya hidup, kesehatan, dan sosioekonomi, faktor individu, serta faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada penderita DM tipe 2 usia dewasa (19 - 59 tahun) di Indonesia.  Penelitian ini menggunakan desain cross sectional berdasarkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, dengan jumlah sampel sebanyak 4922 responden. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada penderita DM tipe 2 di Indonesia usia dewasa (19 – 59 tahun) mencapai 52.4%. Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian obesitas dengan jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan durasi menderita DM tipe 2 (p-value < 0.05). Faktor dominan yang berhubungan pada kejadian obesitas pada penderita DM tipe 2 usia dewasa adalah tingkat pendidikan (p-value < 0.001; OR = 0.612, 95% CI = 0.489 – 0.766).

Obesity and type 2 diabetes mellitus (T2DM) are two interconnected chronic diseases that have emerged as major global public health concerns. T2DM is marked by hyperglycemia due to impaired glucose metabolism, while obesity results from an energy imbalance. The co-occurrence of obesity and T2DM is termed a dual epidemic that increases risks of complications and mortality. This study aims to identify lifestyle, health, socioeconomic, and individual factors and the dominant factor associated with obesity among Indonesian adults (ages 19–59) with T2DM. A cross-sectional design was used with secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey, involving 4922 respondents with T2DM. Statistical analysis included chi-square tests and binary logistic regression. Results showed that 52.4% of adults with T2DM were classified as obese. Significant associations were found between obesity and gender, education level, and duration of T2DM (p < 0.05). The most dominant factor was education level, where individuals with higher education had a lower risk of obesity (p < 0.001; OR = 0.612; 95% CI = 0.489–0.766).
Read More
S-11906
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive