Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35914 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yeti Trisnawati; Pembimbing: Wuryaningsih, Caroline Endah; Penguji: Mieke Savitri, Evi Martha, Rahmadewi, Rima Damayanti
T-4650
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitaria Sari; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Putri Bungsu, Ibu NS Dami
Abstrak: Kontrasepsi IUD pasca plasenta merupakan salah satu metode dalam menurunkan unmeet need KB untuk mengendalikan kejadian kehamilan tidak diinginkan serta kematian ibu dan bayi. Di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, capaian penggunaan kontrasepsi pasca plasenta belum mencapai target dan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pasca plasenta pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Jatinegara Tahun 2017. Dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2017 menggunakan design potong lintang. Populasi adalah seluruh ibu bersalin usia 15-49 tahun yang sudah kawin dan melahirkan pada bulan November 2016 sampai April 2017 serta berdomisili di wilayah Kecamatan Jatinegara sebanyak 333 orang, jumlah sampel 122 orang yang diambil secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan pedoman kuesioner, analisis bivariat dengan uji Kai kuadrat. Hasil penelitian diperoleh 36,9% responden menggunakan kontrasepsi pasca plasenta. Faktor predisposisi yang berhubungan signifikan adalah pengetahuan (nilai p < 0,005), sikap (nilai p < 0,005), jumlah anak (nilai p 0,018). Faktor penguat yang berhubungan signifikan adalah konseling (nilai p = 0,005). Saran untuk Puskesmas adalah meningkatkan upaya promosi kesehatan KB, melakukan penyuluhan dalam kegiatan masyarakat, meningkatkan pemberdayaan dan kolaborasi dengan masyarakat, melengkapi informasi konseling KB, membuat Klinik khusus konseling KB dan KIA.
Kata kunci: Ibu bersalin; Kontrasepsi; Pasca Plasenta

Intra Uterine Device of post placenta contraceptive is one method in lowering unmeet need contraceptive to control the incidence of unwanted pregnancy and the death of the mother and the baby. In Jatinegara Subdistrict health centers the achievement of placental contraceptive has not yet reached the target and decreased from the previous year. This research aims to know the factors that relate to the use of post placental contraception on maternal maternity clinics in the region of subdistrict Jatinegara in 2017. Implemented in May-June 2017 using cross sectional design. The population was the entire birthing mothers ages 15-49 years already married and gave birth in November 2016 until April 2017 also domiciled in subdistrict Jatinegara as much as 333 people, the number of samples of 122 people taken in simple random sampling. Data collected through structured interviews with the guidelines of the questionnaire, the bivariat analysis using chi square test. Research results gained 36.9% of respondents using contraception post placental. Predisposing factors are significant related knowledge (p value < 0.005), attitude (p value < 0.005), number of children (p value = 0.018). Reinforcing factor is significant related counseling (p value = 0.005). Advice to Clinics is improve health promotion of Family Planning, do health education in the community activities, increasing the empowerment and collaboration with the community, complete the counseling information of Family Planning, making special counseling Clinic of Family Planning and Maternal & Neonatal care.
Keywords: Maternal mother; Contraception; Post - Placental
Read More
S-9429
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Beta Aswarni; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Kartika Anggun Dimar Setio, Chandra Rudyanto
Abstrak: Remaja adalah masa kritis di mana individu memulai masa transisi dari kanak-kanak kedewasa (UNICEF, 2018). Erikson mendefinisikan remaja sebagai individu dalamkelompok yang berusia 12-18 tahun. Pada tahun 2017, persentase kesepian pada remajadi Indonesia adalah sebesar 6.7%. penelitian Cross sectional ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Kesepian pada remaja dikota Solok, Sumatera barat. sampel penelitian ini berjumlah 172 orang. Hasil uji bivariatmenunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian Kesepian pada remajaadalah, Komunikasi Keluarga, Kualitas Pertemanan dan Self-esteem.Kata kunci:Remaja, Kesepian
Adolescents is a critical period in which individuals begin the transition from childhoodto adulthood (UNICEF, 2018). Erikson was published as a teenager as an individual in agroup that 12-18 years. In 2017, the percentage of loneliness in Indonesian adolescents is6.7%. This cross sectional study aims to determine the factors related to lonely amongSolok city adolescents, West Sumatra. The sample of this study was 172 people. Bivariatetest results show variables associated with loneliness in adolescents are, FamilyCommunication, Friendship Quality and self-esteem.Key words:Loneliness, Adolescents.
Read More
S-10202
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inda Amalia Khoiriyah; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Triyanti, Luluk Ernawati
Abstrak:

Anemia pada ibu hamil dapat dicegah dengan melakukan perilaku pencegahan anemia yang meliputi makan-makanan bergizi, rutin konsumsi tablet tambah darah, dan rutin melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC). Cakupan ANC di Puskesmas Kedungkandang dibawah standar Provinsi Jawa Timur (Cakupan K1 98,2% dan pada K4 89,93%) dan Kota Malang (Cakupan K1 89,10% dan pada K4 84,41%) yaitu pada K1 sebesar 88% dan cakupan K4 sebesar 84%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain cross sectional pada 115 ibu hamil yang diambil secara proportional random sampling dan dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2023. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor predisposisi: pengetahuan (P-value = 0,000) dan sikap (P-value = 0,000), faktor pemungkin: kelas ibu hamil (P-value = 0,012), dan faktor penguat: dukungan suami (P-value = 0,000) dengan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil. Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil dengan peningkatan pengetahuan, sikap, keikutsertaan dalam kelas ibu hamil dan dukungan suami agar perilaku pencegahan anemia pada ibu hamil semakin baik.


 

Anemia in pregnant women can be prevented by carrying out anemia prevention behaviors which include eating nutritious foods, routinely consuming blood-boosting tablets, and carrying out routine antenatal care (ANC) visits. ANC coverage at the Kedungkandang Health Center is below the standard for East Java Province (Coverage of K1 98.2% and in K4 89.93%) and Malang City (Coverage of K1 89.10% and in K4 84.41%), namely in K1 it is 88% and K4 coverage of 84%. This study aims to determine the factors related to anemia prevention behavior in pregnant women in the Working Area of the Kedungkandang Health Center, Malang City in 2023. This research is a quantitative study, cross-sectional design on 115 pregnant women who were taken by proportional random sampling and carried out in the month June-July 2023. Data collection was carried out through interviews using a questionnaire. The results showed that there was a significant relationship between predisposing factors: knowledge (P-value = 0.000) and attitudes (P-value = 0.000), enabling factors: class of pregnant women (P-value = 0.012), and reinforcing factors: husband's support ( P-value = 0.000) with anemia prevention behavior in pregnant women. For this reason, efforts are needed to increase anemia prevention behavior in pregnant women by increasing knowledge, attitudes, participation in classes for pregnant women and husband's support so that anemia prevention behavior in pregnant women is getting better.

Read More
S-11451
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herlena Hayati; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Hadi Pratomo, Agung Wicaksono, Rima Damayanti
Abstrak: Menurut WHO (2008), Indonesia termasuk negara dengan prevalensi anemia katagori berat (≥40%), Riskesdes (2013) menyebutkan prevalensi anemia maternal sebesar 37,1%. Perdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu (30.3%) dan anemia maternal merupakan faktor risiko utama perdarahan. 51,5% kematian maternal disebakan oleh anemia maternal sebagai penyebab kematian tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia maternal dan penyebabnya di RSUD AM Parikesit Tenggarong Tahun 2017. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Rancangan kuantitatif menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 214 ibu hamil. Sedangkan rancangan kualitatif menggunakan RAP, analisis data menggunakan content analisis dengan jumlah informan 37 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara status gizi (RP=1,7; 95% CI: 1,1-2,6) dengan anemia maternal setelah di kontrol kepemilikan rumah, riwayat pertolongan persalinan, jarak kehamilan dan paritas. Tidak rumah sendiri (RP=1,5; CI: 1,0- 2,2) berisiko anemia. Riwayat pertolongan persalinan sebelumnnya (bidan) (RP=0,6; 95% CI: 0,4-0,9) berisiko lebih rendah untuk anemia maternal. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan konsumsi heme nabati adalah konsumsi protein terbanyak pada ibu anemia selain rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe dan pemahaman yang salah tentang penyebab anemia maternal pada kelompok ibu hamil. Hal yang sebaliknya ditemukan pada kelompok ibu hamil yang tidak anemia maternal, konsumsi heme hewani adalah konsumsi harian informan, hampir seluruhnya patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe dan menyebutkan kurang asupan makanan bergizi sebagai penyebab terbanyak kurang darah pada ibu hamil. Perlu kebijakan skrening anemia pada remaja dan tablet Fe prakehamilan pada calon pengantin yang anemia termasuk penanganan gizi lintas program dan lintas sektoral. Kata Kunci: Anemia Maternal, Status Gizi, Ibu Hamil According to WHO (2008), Indonesia is a country with a severe category anemia prevalence (≥40%), Riskesdes data (2013) found 37,1% prevalence of maternal anemia. Bleeding is a major cause of maternal death (30.3%) and maternal anemia is a major risk factor for bleeding. 51.5% of maternal deaths are caused by maternal anemia as the cause of indirect death. This study aims to determine the factors related to maternal anemia and its causes in RSUD AM Parikesit Tenggarong Year 2017. The research used quantitative and qualitative research methods. Quantitative design uses descriptive analytic method with cross sectional study design with 214 samples of pregnant women. While the qualitative design using RAP, analysis method used content analysis with number of informan 37 people. The results showed that there was a significant correlation between nutritional status (RP = 1.7, 95% CI: 1,1-2,6) with maternal anemia after controlled home ownership, history of delivery assistance, distance of pregnancy and parity. Not having a home (RP = 1.5; CI: 1.0-2.2) is more at risk of anemia. History of delivery assistance (midwives) (RP = 0.6, 95% CI: 0.4-0.9) lower risk for maternal anemia. The result of qualitative research shows that vegetable heme consumption is the most protein consumption in the mother of anemia besides the low compliance of pregnant mother in consuming Fe tablet and the wrong understanding about maternal anemia cause in pregnant women group. The opposite is found in the group of pregnant women who are not maternal anemias, animal heme consumption is the daily consumption of informants, almost entirely obedient in consuming Fe tablets and mention less intake of nutritious foods as the most cause of less blood in pregnant women. Anemia screening policy is required on adolescents and Fe tablets for fre-conception in bridal candidates including cross-program and cross-sectoral nutritional care. Key words: Maternal Anemia, Nutrional Status, Pregnant Women.
Read More
T-4959
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Nurlatifah Effendie; Pembimbing: Ella Nurlella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Tri Krianto, Etna Fatmini
Abstrak: Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat yang dikelola, dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peran kader di Posyandu Mandiri UPT Puskesmas Sindangjaya Kecamatan Mandalajati Kota Bandung Tahun 2015. Penelitian menggunakan pendekatan croos sectional. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner pada 114 orang kader di Posyandu Mandiri yang dipilih dengan teknik simple random sampling.

Hasil penelitian menunjukkan peran kader yang aktif di posyandu sebesar 45,6%. Pengetahuan merupakan faktor dominan berhubungan dengan peran kader, kader yang memiliki pengetahuan baik mempunyai peluang 27,2 kali untuk berperan aktif di posyandu dibanding kader yang pengetahuannya kurang baik setelah dikontrol oleh pendidikan, pelatihan, dukungan keluarga dan supervisi petugas kesehatan. Pengetahuan kader dapat ditingkatkan melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan bagi kader secara rutin dan berkesinambungan

Kata kunci : Peran kader, Posyandu
Read More
T-4412
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Andriyani; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Anwar Hassan, Ahmad Eru Saprudin
S-6454
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Tresnawati; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Sandra Fikawati, Lilysiana
Abstrak: Penelitian ini membahas proporsi pemberian ASI eksklusif dan faktor-faktor yang berhubungan di Puskesmas Pembantu Sindang Sari Kota Bogor tahun 2014. Menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain cross-sectional. Responden adalah ibu yang mempunyai bayi berusia 7 - 12 bulan sejumlah 80 orang dengan metode pengambilan sampel secara Quota sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2014. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan persentase pemberian ASI eksklusif yang masih rendah yaitu 38,8 %. Faktor predisposisi yang memiliki hubungan bermakna dengan pemberian ASI eksklusif adalah umur (p= 0,024), pengetahuan (p= 0,016), dan sikap (p= 0,005). Faktor pemungkin yang memiliki hubungan bermakna adalah inisiasi menyusui dini (p= 0,015). Faktor penguat ibu memiliki hubungan yang tidak bermakna dengan pemberian ASI eksklusif yakni pada dukungan suami & keluarga, serta dukungan petugas kesehatan. Hasil ini menunjukkan perlu adanya pembinaan khusus kepada ibu terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Kata kunci: ASI Eksklusif, Faktor yang berhubungan, IMD. This study discusses the proportion of exclusive breastfeeding and related factors in health center Sindang Sari Bogor 2014. Using a quantitative approach, with a crosssectional design. Respondents were mothers with infant aged 7-12 months some 80 people with sampling methods quota sampling. The study was conducted in December 2014. Based on the results, the percentage of exclusive breastfeeding is still low at 38.8%. Predisposing factors that have a significant relationship with exclusive breastfeeding is the age (p = 0.024), knowledge (p = 0.016), and attitude (p = 0.005). Enabling factors that have a significant relationship is early initiation of breastfeeding (p = 0.015). Reinforcing factors mother had no significant relationship with the exclusive breastfeeding in support of her husband and family, and support health workers. These results indicate that need for specific guidance related to maternal factors associated with exclusive breastfeeding. Keywords: Exclusive breastfeeding, associated factors.
Read More
S-8570
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktrina Gustanela; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Dian Ayubi, Kemal Nazaruddin Siregar, Tutwuri Handayani, Hendra Gunawan
Abstrak:
Pada 11 Maret 2020 World Health Organization mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi. Upaya pengendalian COVID-19 dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi agar mendapat perlindungan optimal. Pandemi tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada pelaku usaha mikro. Menurut skala usahanya penurunan penjualan pada usaha mikro sebesar 43,3%. Percepatan vaksinasi pada pelaku usaha bertujuan untuk percepatan pemulihan kesehatan dan ekonomi. Teori Health Belief Model (HBM) bertujuan mengajarkan informasi tentang risiko dan perilaku untuk meminimalkan risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku vaksinasi COVID-19 pada pelaku usaha mikro di Kota Padang. Metode pada penelitian ini dengan desain Cross Sectional. Sasaran pada penelitian ini adalah pelaku usaha mikro di Kota Padang dengan sampel 190 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan KoboToolbox secara daring dan luring. Hasil penelitian menunjukkan 56,8% melakukan vaksinasi COVID-19 dua dosis. Pengetahuan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan berhubungan dengan perilaku vaksinasi COVID-19. Persepsi manfaat merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku vaksinasi COVID-19. Berdasarkan teori HBM pengetahuan akan membawa perubahan, pengetahuan tentang COVID-19 dan vaksin COVID-19 akan menentukan tindakan terhadap pelaksaaan Vaksinasi COVID-19. Tingginya persepsi manfaat dibandingkan persepsi hambatan terhadap vaksinasi COVID-19 dapat memengaruhi seseorang untuk melakukan vaksinasi COVID-19.

On March 11, 2020, the World Health Organization declared COVID-19 as a pandemic. Efforts to control COVID-19 can be carried out by implementing health protocols and vaccinations to get optimal protection. The pandemic does not only have an impact on health, but also on micro-enterprises. According to the scale of business, the sales decline for micro businesses were 43.3%. Acceleration of vaccination for business actors aim to accelerate health and economic recovery. The Health Belief Model (HBM) theory aims to teach information about risks and behaviors to minimize these risks. This study aims to identify factors related to COVID-19 vaccination behavior in micro-enterprises in Padang City. The method in this research was a cross sectional design. The target of this research wàs micro business actors in Padang City with a sample of 190 respondents. Data was collected using a questionnaire with KoboToolbox online and offline. The results showed 56,8% took two doses of COVID-19 vaccination. Knowledge, perceived benefits, and perceived barriers are related to COVID-19 vaccination behavior. Perceived benefits is the most dominant factor related to the behavior of COVID-19 vaccination. Based on the HBM theory, knowledge will bring about change, knowledge of COVID-19 and the COVID-19 vaccine will determine the actions that will be taken to carry out COVID-19 vaccinations. The high perceived benefits compared to perceived barriers toward COVID-19 vaccination can influence someone to get COVID-19 vaccination.
Read More
T-6573
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rita Kirana; Pembimbing: Zulazmi Mamdy
T-1008
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive