Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34301 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Astasari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Caroline Endah Wuryaningsih, Jusuf Kristianto, Sri Helmi Yuli Hartati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komunikasi interpersonal bidandelima dan bidan non delima di Bidan Praktek Mandiri. Desain studi penelitian ini menggunakancross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 143 bidanpraktek mandiri di wilayah Jakarta Selatan. Analisis data uji bivariat menggunakan Chi-Squaredan uji multivariat menggunakan regresi logistik.Disimpulkan bahwa bidan delima yang mempunyai komunikasi interpersonal baiksebesar 70% sedangkan bidan non delima yang mempunyai komunikasi interpersonal baik hanya12,1%. Status bidan dan masa kerja mempunyai hubungan yang signifikan terhadap komunikasiinterpersonal. Bidan delima yang mempunyai masa kerja Type This study attempts to knows the difference communication interpersonal delimamidwives and non delima midwives in the midwife independent practice. Design study thisresearch using cross-sectional. The data collection was done to the spread of the questionnaire to143 midwives practice independently in South Jakarta. Data analysis test bivariate use Chi-Squareand the multivariate use regression logistics.Concluded that Delima midwives who have good interpersonal communication by 70 %but Non Delima midwives who have good interpersonal communication is only 12,1 % . Midwivesstatus and old workings have a significant relation to interpersonal communication . Delimamidwives have long working less than 15 years have 7,3 interpersonal communication better thanNon Delima midwives and Delima midwives have old workings more equal to 15 years have 121,4interpersonal communication better than Non Delima midwives. Interpersonal communication is anon technical abilities that are importan in providing midwifery care and the ability can be trainedthrough communication training. The Ministry of Health together with The Indonesian MidwivesAssociation to support Delima Midwives program and facilitate the training of communication toimprove the interpersonal communication skills of midwives.Keywords: Communication interpersonal, midwives status, delima midwife.
Read More
T-4704
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sinansari; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Sarining Rahayu, Rita Damayanti
S-5385
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Hastuty; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Sandra Fikawati, Ita Yuana
Abstrak: Pemberian ASI eksklusif didefinisikan sebagai tidak memberikan makanan atau minuman lain, bahkan air, kecuali air susu ibu selama 6 bulan kehidupan, tetapi diperbolekan untuk menerima oralit, obat tetes dan sirup (vitamin, mineral dan obat-obatan). Di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Petukangan Utara pada tahun 2013 diketahui cakupan pemberian ASI Eksklusif sekitar 57,77%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik, pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kelurahan Petukangan Utara Jakarta Selatan tahun 2014. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, yang dilakukan pada bulan Desember 2014 dengan jumlah sampel sebanyak 112 ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan menggunakan instrument kuesioner.

Hasil penelitian mendapatkan sebesar 16,1% ibu yang memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan uji statistik diketahui pendidikan (p=0,021 OR=8,365), pengetahuan (p=0,032 OR=3,704) dan sikap (p=0,000 dan OR=11,282) memiliki hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI eksklusif. Disarankan kepada Dinas kesehatan dan Puskesmas Kelurahan Petukangan Utara untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan menyusui melalui berbagai program penyuluhan, konseling, dan membuat kelompok atau kelas ibu hamil dengan memperbanyak materi tentang ASI eksklusif.

Kata kunci : Pemberian ASI eksklusif, Pengetahuan, Sikap

Exclusive breastfeeding is defined as no other food or drink, not even water, except breast milk (including milk expressed or from a wet nurse) for 6 months of life, but allows the infant to receive ORS, drops and syrups (vitamins, minerals and medicines). Percentage of exclusive breastfeeding in North Petukangan Village Health Center in 2013 known about 57.77%. This study aimed to determine the relationship characteristics, knowledge and attitudes of mothers with exclusive breastfeeding in North Petukangan Village Health Center in South Jakarta 2014. This study used a cross-sectional design, which was done in December 2014 with a total sample of 112 mothers were having babies aged 6-12 months. Data collected by interviews and using questionnaires as the instrument.

The results of a study reported by 16,1% of exclusively breastfeeding. Based on statistical test known to education (p=0,021 OR=8,365), knowledge (p=0,032 OR=3,704) and attitude (p= 0,000 OR=11,282) had a significant association with exclusive breastfeeding. Suggested to to the Department of Health and North Petukangan Village Health Center to increase the knowledge of pregnant and lactating women through a variety of programs, such as education, counseling, and make a group or class of pregnant women with reproduce materials exclusive breastfeeding.

Keywords: Exclusive breastfeeding, Knowledge, Attitude
Read More
S-8577
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Findiastuti Rinaldy; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Evi Martha, Siti Romlah
Abstrak: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab kematian bayi di Indonesia. BBLR dapat ditangani dengan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Untuk itu, salah satu kemampuan yang perlu ditingkatkan bidan Musi Rawas adalah penerapan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Penyebaran informasi PMK terhadap bidan dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi besar dari perkembangan media sosial (facebook, twitter, yahoo messenger/google+, whatsapp, line, dan blog). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran preferensi media sosial dan faktor-faktor yang berhubungan dengan preferensi media sosial tersebut sebagai sumber informasi PMK pada bidan di Musi rawas pada tahun 2016. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional dengan responden adalah anggota aktif IBI (Ikatan Bidan Indonesia) cabang Musi Rawas Sumatera sejumlah 197. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2016 di Musi Rawas, Sumatera Selatan. Hasil penelitian univariat menggambarkan anggota IBI Musi Rawas yang memiliki preferensi terhadap media sosial sebagai sumber informasi PMK sebesar 67,5%. Tiga bentuk media sosial yang paling banyak disukai adalah facebook (59,4%), yahoo messenger/google+ (20,3%), dan blog (11,28%). Hasil penelitian bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan bermakna dengan preferensi media sosial sebagai sumber informasi PMK adalah faktor kebutuhan informasi PMK (p=0,006; OR=2,441; CI=1,326-4,495), keterpaparan pelatihan PMK (p=0,039; OR=2,444; CI=1,100-5,434), dan keterpaparan informasi PMK dari media sosial (p=0,000; OR=3,921; CI=2,040-7,535). Penelitian ini merekomendasikan kepada pihak IBI Musi Rawas untuk mendukung bidan dalam menggali pengetahuan lebih dalam mengenai PMK melalui media sosial yang digunakan terutama facebook. Bagi peneliti lain disarankan agar dapat meneliti ulang dengan variabel yang tidak diikutsertakan pada penelitian ini. Kata kunci: Preferensi Media Sosial, Sumber Informasi PMK, Bidan Musi Rawas Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab kematian bayi di Indonesia. BBLR dapat ditangani dengan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Untuk itu, salah satu kemampuan yang perlu ditingkatkan bidan Musi Rawas adalah penerapan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Penyebaran informasi PMK terhadap bidan dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi besar dari perkembangan media sosial (facebook, twitter, yahoo messenger/google+, whatsapp, line, dan blog). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran preferensi media sosial dan faktor-faktor yang berhubungan dengan preferensi media sosial tersebut sebagai sumber informasi PMK pada bidan di Musi rawas pada tahun 2016. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional dengan responden adalah anggota aktif IBI (Ikatan Bidan Indonesia) cabang Musi Rawas Sumatera sejumlah 197. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2016 di Musi Rawas, Sumatera Selatan. Hasil penelitian univariat menggambarkan anggota IBI Musi Rawas yang memiliki preferensi terhadap media sosial sebagai sumber informasi PMK sebesar 67,5%. Tiga bentuk media sosial yang paling banyak disukai adalah facebook (59,4%), yahoo messenger/google+ (20,3%), dan blog (11,28%). Hasil penelitian bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan bermakna dengan preferensi media sosial sebagai sumber informasi PMK adalah faktor kebutuhan informasi PMK (p=0,006; OR=2,441; CI=1,326-4,495), keterpaparan pelatihan PMK (p=0,039; OR=2,444; CI=1,100-5,434), dan keterpaparan informasi PMK dari media sosial (p=0,000; OR=3,921; CI=2,040-7,535). Penelitian ini merekomendasikan kepada pihak IBI Musi Rawas untuk mendukung bidan dalam menggali pengetahuan lebih dalam mengenai PMK melalui media sosial yang digunakan terutama facebook. Bagi peneliti lain disarankan agar dapat meneliti ulang dengan variabel yang tidak diikutsertakan pada penelitian ini.
Kata kunci: Preferensi Media Sosial, Sumber Informasi PMK, Bidan Musi Rawas
Read More
S-9195
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Rachma; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Sandra Fikawat, Kusharisupeni, Februhartanti, Anies Irawati
Abstrak:

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kelangsungan pemberian ASI sampai dua tahun di wilayah kerja Puskesmas Kebayoran Lama Jakarta Selatan tahun 2011. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional, dilakukan pada bulan April – Mei 2011 dengan responden ibu yang mempunyai balita berusia 25-36 bulan. Hasil penelitian didapatkan sebesar 53,6% ibu memberikan ASI sampai dua tahun, dan 55,7% ibu yang mempunyai anak berusia 25 sampai dengan 36 bulan mempunyai tingkat pengetahuan yang baik mengenai ASI. Diperoleh hubungan pengetahuan ibu dengan kelangsungan pemberian ASI sampai anak berusia dua tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan, dimana ibu yang mempunyai pengetahuan baik mempunyai kecenderungan untuk memberikan ASI sampai dua tahun kepada bayinya sebesar tiga kali dibandingkan dengan ibu dengan pengetahuan kurang setelah dikontrol oleh variabel paritas dan rencana pemberian ASI (p=0,001, OR = 3,119, 95% CI=1,121-3,853). Pengetahuan ibu mengenai pentingnya memberikan ASI sampai dua tahun harus lebih ditingkatkan, mulai dari masa kehamilan, persalinan, dan masa menyusui. Kata Kunci : ASI dua tahun, pengetahuan ibu


 

The objective of this research was to know the relationship between mother’s knowledge and continuity  breastfeeding for two years  at working areas of Puskesmas Kebayoran Lama Jakarta Selatan City in 2011. Cross sectional design was used in this research that was done from April  to Mei 2011. The respondents were mothers with children of 25-36 months. This research found out 53,6% of mother gave breastfeeding for two years, and  55,7% have good knowledge about breastfeeding. There was a relationship between mother’s knowledge and continuity  breastfeeding for two years where as mother who have good knowledge  tends do breasfeeding for two years  three times than mother’s who have less knowledge after adjusted by paritas and breasfeeding planning (p=0,001, OR = 3,119, 95% CI=1,121-3,853). It is importance to increase knowledge’s mother about bresfeeding for two years, since in pregnancy, delivery, and breasfeeding process. Key words : breastfeeding for two years, knowledge’s mother

Read More
T-3466
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riri Fajriyatul Izza; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Triyanti, Ida Budi Kurniasih
S-7998
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedi Supriyatnataris; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Sudarti Kresno, Ella Nurlaella Hadi, Gayatri Suryaningsih, Yuswati
T-2699
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Tri Puspita; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Dien Anshari, Nana Mulyana
Abstrak: Peringatan Bergambar (Pictorial Health Warning) pada kemasan rokok bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya rokok dan mencegah inisiasi merokok pada remaja. Namun, penelitian mengenai efek peringatan bergambar terhadap remaja di Indonesia masih minim. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara kesan menakutkan pada peringatan kesehatan dengan intensi tidak merokok di kalangan remaja di Kota Jakarta dan Bogor. Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental dengan responden remaja usia 15-18 tahun (n=313). Analisis menggunakan model linear mixed effect dengan variabel dependen intensi tidak merokok dan kesan menakutkan, paparan iklan rokok, jenis kelamin, pendidikan sebagai variabel independen. Hasil dari penelitian ini ditemukan hubungan yang positif dan signifikan antara kesan menakutkan dengan intensi tidak merokok (β= 0,44, SE= 0,01, p<0.001) setelah dikontrol karakteristik personal. Penelitian merekomendasikan peringatan kesehatan dengan gambar yang menyeramkan dapat mencegah inisiasi merokok pada remaja.
Read More
S-10220
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novy Maryana; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Wahyu Sulistyadi, Puput Oktamianti, Yout Savitrhi, Feria Kowira
Abstrak: Penerapan tatalaksana COVID-19 masih mengalami kendala pada RSUD dr. Agoesdjam, dimana masih ada kekurangan berupa dokter dan perawat belum mendapatkan pelatihan penanganan pasien COVID-19 dan ruang isolasi belum standar. Pada tanggal 7 Mei 2020, Kabupaten Ketapang PDP total 43 orang yaitu laki-laki 23 orang dan perempuan 20 orang. ODP berjumlah 1057 orang dengan jenis kelamin laki-laki 608 orang dan perempuan 449 orang dan positif 12 orang dan meninggal 1 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi, pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan perawat dan bidan dalam tatalaksana COVID-19 di RSUD dr. Agoesdjam Kabupaten Ketapang tahun 2020. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah perawat dan bidan yang menangani Covid-19 di RSUD dr. Agoesdjam Kabupaten Ketapang sebanyak 44 responden. Data Primer diperoleh dari hasil penyebaran Google Form yang telah teruji validitas dan reabilitas. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariate. Hasil penelitian ini menunjukkan responden penelitian ini adalah perawat (6,8%) dan bidan (93,2%) berjenis kelamin perempuan (84,1%) dengan usia The implementation of COVID-19 management is still having problems at RSUD dr. Agoesdjam, where there is still a shortage of doctors and nurses who have not received training in handling COVID-19 patients and isolation rooms are not standardized. On May 7, 2020, Covid 19 patients under supervision of Ketapang District had a total of 43 people, namely 23 men and 20 women. Total of person in monitoring is 1057 people with the gender of 608 men and 449 women and 12 positive people and 1 person died. The study aims to determine the relationship between demographic characteristics, knowledge and attitudes towards the compliance of nurses and midwives in managing COVID-19 in dr. Agoesdjam Ketapang Regency in 2020. This type of research is quantitative with a cross sectional design. The samples of this study were nurses and midwives who handled Covid-19 at dr. Agoesdjam Ketapang Regency as many as 44 respondents. Primary data is obtained from the results of the distribution of Google Forms that have been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using univariate, bivariate and multivariate analysis. The results of this study shows that the respondents of this study are female nurses (6.8%) and midwives (93.2%) aged < 45 years old (97.7%) and undergraduate education (56.8%) having knowledge 88.69 good, being kind 82.18 and the level of obedience 82.96. Nurses and midwives with good knowledge are more obedient than those with poor knowledge so that it will affect attitudes and practices in the management of COVID-19. It is hoped that it can provide training or skills to officers through availability of regular education and training on working procedural, preventing and controlling of COVID-19
Read More
T-6082
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herlina; Pembimbing: Soeratmi Poerbogegoro
T-796
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive