Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39367 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fitria Kusumawati Wulandari; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Vetty Yulianty Permanasari, Purwati, Dewi Trisia Putri
Abstrak: Konsep pelayanan kesehatan primer pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)dikembangkan dengan penguatan pelayanan primer, salah satunya denganoptimalisasi peran pelayanan primer sebagai gatekeeper dengan konsep managedcare. Pada konsep managed care, suksesnya sistem gatekeeper salah satunyadinilai dari angka kunjungan dan angka rujukan ke Fasilitas Kesehatan TingkatLanjutan (FKTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik danpersepsi pengguna pelayanan terhadap pemanfaatan Puskesmas sebagaigatekeeper di dua Puskesmas Kota Bekasi. Penelitian menggunakan desain crosssectional dan pengumpulan data melalui pengisian 208 kuesioner pada pasienpeserta JKN di Dua Puskesmas Kota Bekasi dengan metode pengambilan sampelsecara stratified purposive sampling dimana sampel diambil dari Puskesmasdengan nilai rujukan tertinggi dan Puskesmas dengan nilai rujukan terendah diKota Bekasi dengan jumlah sampel dibagi sama besar. Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata skor pemanfaatan Puskesmas sebagai gatekeeper adalah52.25 (SD 4.87, 95% CI 51.58-52.92), namun angka rujukan masih tinggi di atas15%. Pekerjaan, persepsi terhadap sikap petugas kesehatan, dan lama berobatberhubungan dengan pemanfaatan Puskesmas sebagai gatekeeper. Persepsiterhadap sikap petugas kesehatan merupakan faktor dominan yang mempengaruhipemanfaatan Puskesmas sebagai gatekeeper. Sikap petugas kesehatanmempengaruhi pemanfaatan kembali layanan di Puskesmas dan mempengaruhipemanfaatan Puskesmas sebagai gatekeeper khususnya terkait continuity care.Penerapan konsep gatekeeper dengan baik dapat meningkatkan pemanfaatanPuskesmas dan menekan angka rujukan ke FKTL.Kata Kunci : Pemanfaatan Puskesmas, Gatekeeper, Persepsi terhadap petugaskesehatan.
Read More
T-4753
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septiana Maharanti; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Kurnia Sari, Televisianingsih, Purwati
T-5306
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Asnawi; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Dewi Syarifah
S-5706
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meindyah Nilam Dwihanggrian; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Adang Bachtiar, Jaslis Ilyas, Siti Nurliah, Nina Febriany
Abstrak:
Tesis ini membahas analisis manajemen program deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim di Puskesmas Karang Kitri dan Puskesmas Pejuang Kota Bekasi 2022 pada kerangka logic model meliputi input, activities, output dan feedback. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif analitik deskriptif dengan desain studi kasus. Penelitian dilakukan di Puskesmas Karang Kitri dan Puskesmas Pejuang. Hasil penelitian membuktikan bahwa permasalahan pada input dan activities dapat menyebabkan output yang tidak baik diperkuat dengan adanya perbedaan manajemen program yang dilakukan oleh kedua Puskesmas. Perlunya kebijakan daerah, sdm yang terlatih, pembagian tugas dan kordinasi program di internal Puskesmas, anggaran, sarpras dan sistem informasi terintegrasi diperlukan untuk melakukan manajemen program deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim, mulai dari perencanaan, sosialisasi promosi, pelaksanaan, pencatatan dan pelaporan, pembinaan dan pengawasan serta monitoring evaluasi. Sehingga peningkatan cakupan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim dapat tercapai.

This thesis discusses the analysis of the management program for early detection of breast cancer and cervical cancer in Puskesmas Karang Kitri and Puskesmas Pejuang Bekasi City 2022 in a logical framework model including input, activity, output and feedback. This research is a descriptive analytic qualitative research with a case study design. The research was conducted at the Karang Kitri Health Center and the Pejuang Health Center. The results of the study prove that problems with inputs and activities can lead to poor output which is strengthened by the differences in program management carried out by the two Community Health Centers. The need for regional policies, trained human resources, division of tasks and coordination of programs in the internal health center, budget, infrastructure and integrated information systems are needed to carry out the management of early detection programs for breast cancer and cervical cancer, starting from planning, outreach, promotion, implementation, recording and reporting. coaching and supervision as well as evaluation monitoring. Thus increasing the coverage of early detection of breast cancer and cervical cancer can be achieved.
Read More
T-6673
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuril Rahmatika; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Rien Pramindari, Weni Muniarti
Abstrak: Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan remaja. Dari data tingkat pemenuhan SN-PKPR bulan Mei-Juni 2020, terdapat 34 Puskesmas yang melakukan evaluasi diri. Terdapat 5 Puskesmas yang telah mencapai tingkat pemenuhan SN-PKPR paripurna Tujuan penelitian ini ialah untuk melakukan analisis implementasi PKPR di Puskesmas Kota Depok dengan studi kasus pada Puskesmas Cinere (Tingkat pemenuhan SN-PKPR optimal) dan Puskesmas Cisalak Pasar (Tingkat pemenuhan SN-PKPR minimal). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Triangulasi yang dilakukan ialah trangulasi sumber, metode, dan data. Penyelenggaraan PKPR di Puskesmas Cinere didukung tim PKPR dimana Penanggung Jawab programnya telah mendapatkan pelatihan, jumlah Kader Kesehatan Remaja yang mencukupi, terdapatnya ruang untuk konsultasi, adanya pedoman, dan dana. Dari data kunjungan kasus Puskesmas Cisalak Pasar, kunjungan remaja cenderung menurun sejak tahun 2019. Terdapat penurunan pemanfaatan PKPR yang jelas terlihat pada bulan April 2020 (7 remaja) dibandingkan Maret 2020 (32 remaja). Permasalahan yang ditemukan terkait dengan belum rutinnya pelatihan PKPR, kurangnya koordinasi dengan remaja, tidak ada ruang untuk konsultasi dan penyimpanan rekam medik remaja, tidak ada penggunaan dana untuk PKPR, kegiatan PKPR sudah tidak rutin sejak 2019, kurang lengkapnya pengisian format pencatatan dan pelaporan, target PKPR belum ditentukan, dan kurangnya dukungan lintas sektor. Penurunan pemanfaatan PKPR dapat terkait dengan permasalahan pada masing-masing Puskesmas. Penanggung Jawab program PKPR berserta tim PKPR perlu mengambil langkah yang tepat untuk memperbaikinya. Diperlukan koordinasi dan kerja sama dengan lembaga terkait untuk menyusun kebijakan perbaikan penyelenggaraan PKPR
Read More
T-6026
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
nadia Irina Darmawan; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Puput Okramianti, Dedih Nazmudin
S-6379
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atikah Khairunnisa; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ascobat Gani, Vika Wahyudi Anggiri, Fikri Firdaus
Abstrak:
Rekam Medis Elektronik merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki permasalahan terkait fragmentasi data di Indonesia. Kementerian Kesehatan melalui Permenkes No. 24 Tahun 2022 telah mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengimplementasikan rekam medis elektronik terintegrasi dengan batas waktu 31 Desember 2023. Hingga saat ini terdapat 4.000 Puskesmas yang belum mengimplementasikan RME sesuai peraturan dari 10.200 Puskesmas sasaran. Salah satu penyebab yaitu kurangnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat. Padahal RME dipercaya menjadi salah satu perkembangan teknologi informasi yang sangat penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Informan penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling yang terdiri dari DTO Kemenkes, Kepala Puskesmas, Tenaga Kesehatan dan Penanggung Jawab Rekam Medis. Data yang dikumpulkan berupa data primer meliputi hasil pengumpulan data dan data sekunder melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM di lokasi penelitian telah siap dari segi pengetahuan, keterlibatan, manajemen dan keselarasan organisasi. Namun, Puskesmas diketahui belum siap dalam aspek keuangan, teknologi, operasional. Kesimpulan penelitian adalah dibutuhkan langkah strategi yang tepat untuk melakukan pengelolaan RME yang interoperabel dan meningkatkan kualitasnya secara berkelanjutan.

Electronic Medical Records (EMR) are one of the efforts to address the issue of data fragmentation in Indonesia. The Ministry of Health, through Ministerial Regulation No. 24 of 2022, has mandated all healthcare facilities to implement integrated electronic medical records by December 31, 2023. Currently, there are 4,000 Community Health Centers that have not implemented EMR as required, out of a target of 10,200 Community Health Centers. One of the main causes is the lack of readiness of the involved human resources (HR). In fact, EMR is believed to be one of the significant advancements in information technology for improving the quality of healthcare services. The research was conducted using a qualitative method with a descriptive study type. Research informants were determined using purposive sampling method, consisting of DTO Ministry of Health, Heads of Community Health Centers, Healthcare Workers, and Medical Records Officers. The collected data included primary data from data collection and secondary data through document review. The result of study indicate that the human resources at the study location are ready in terms of knowledge, engagement, management, and organizational alignment. However, the Community Health Centers is found to be unprepared in aspects of finance, technology, and operations. The study concludes that appropriate strategic steps are needed to manage the interoperable EMR (Electronic Medical Records) and improve its quality continuously.
Read More
T-7016
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Molly Umairi; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Trimulyaningsih
S-5760
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Puji Lestari; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, H. Endang Rahmat
S-5413
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hasna Noorjihan; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Pujiyanto, Ardiani Wilda
Abstrak: Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat serta berbagai faktor lainnya. Posbindu PTM dibentuk dalam rangka deteksi dini dan monitoring faktor risiko PTM sebagai upaya pelayanan kesehatan yang bersifat preventif promotif yang bertujuan untuk mengendalikan prevalensi PTM di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan dua Posbindu PTM oleh lansia di Puskesmas Kelurahan Kemanggisan tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu warga yang berumur 45-69 tahun dengan sampel 119 orang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian adalah lansia yang memanfaatkan Posbindu PTM sebanyak 63,9%. Variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan Posbindu PTM adalah jenis kelamin (p value 0,003), pendidikan (p value 0,0001), pengetahuan (p value 0,0001), dukungan keluarga (p value 0,0001), dukungan petugas kesehatan (p value 0,0001), dan kebutuhan akan Posbindu PTM (p value 0,0001).
Kata kunci: Pemanfaatan, Posbindu, Penyakit Tidak Menular

The prevalence of non-communicable diseases (PTM) in Indonesia is increasing every year. This happens due to an unhealthy lifestyle and various other factors. Posbindu PTM was formed in the context of early detection and monitoring of PTM risk factors as a preventive promotive health service effort aimed at controlling the prevalence of PTM in Indonesia. This study aims to determine the factors associated with the use of two Posbindu PTM by the elderly at the Kemanggisan Kelurahan Public Health Center in 2020. This research is a quantitative study using cross-sectional methods. The population in this study were residents aged 45-69 years with a sample of 119 people. This study used the Chi Square test for data analysis. The results of the study are 63.9% of elderly who use Posbindu PTM actively. Variables associated to the utilization of Posbindu PTM are gender (p value 0.003), education (p value 0.0001), knowledge (p value 0.0001), family support (p value 0.0001), health worker support (p value 0,0001), and the need for Posbindu PTM (p value 0,0001).
Key words: Posbindu, Utilization, Non-Communicable Disease
Read More
S-10369
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive