Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35936 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fransiska Gultom; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Yusdayani Aisya Aprilia
Abstrak: JUMLAH PENDERITA DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN MAKASAR MENGALAMI KENAIKAN DARI TAHUN 2014 SAMPAI 2016. KELURAHAN KEBON PALA MENJADI PENYUMBANG TERBANYAK DARI KESELURUHAN KASUS DIARE. JUMLAH PENDERITA DIARE BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN KEBON PALA TAHUN 2014 SEBESAR 182 KASUS KEMUDIAN NAIK TAHUN 2015 SEBESAR 251 KASUS DAN MENGALAMI PENURUNAN PADA TAHUN 2016 SEBESAR 238 KASUS. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN KEBON PALA. DISAIN PENELITIAN YAITU CASE CONTROL, KASUS ADALAH PENDERITA DIARE YANG TERCATAT DALAM REGISTER PUSKESMAS SELAMA 14 HARI TERAKHIR WAKTU PENELITIAN BERLANGSUNG DAN KONTROL ADALAH TETANGGA KASUS. JUMLAH SAMPEL MASING-MASING KONTROL DAN KASUS 60 RESPONDEN. PENGUMPULAN DATA DENGAN WAWANCARA LANGSUNG DAN OBSERVASI MENGGUNAKAN KUESIONER. KUESIONER BERISIKAN PERTANYAAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, SUMBER AIR BERSIH, SARANA JAMBAN DAN SARANA PEMBUANGAN SAMPAH. PENELITIAN INI DIDAPATKAN HASIL ADANYA HUBUNGAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (NILAI P 0.005; OR 5,107), PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF (NILAI P 0,005; OR 4,030), SARANA JAMBAN (NILAI P 0,022; OR 2,993) DAN SARANA PEMBUANGAN SAMPAH (NIALI P 0,003; OR 3,406) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA.

KATA KUNCI : DIARE, FAKTOR RISIKO, KASUS KONTROL

THE NUMBER OF DIARRHEA SUFFERERS IN UNDER-FIVE CHILDREN IN THE WORKING AREA OF PUSKESMAS KECAMATAN MAKASAR INCREASED FROM 2014 TO 2016. KEBON PALA VILLAGE BECAME THE BIGGEST CONTRIBUTOR OF ALL DIARRHEA CASES. THE NUMBER OF DIARRHEA SUFFERERS IN THE WORK AREA OF KEBON PALA PUBLIC HEALTH CENTER IN 2014 AMOUNTED TO 182 CASES AND THEN INCREASED IN 2015 BY 251 CASES AND DECREASED IN 2016 BY 238 CASES. THIS STUDY AIMS TO DETERMINE THE RISK FACTORS OF DIARRHEA OCCURRENCE IN INFANTS IN THE WORKING AREA OF KEBON PALA PUBLIC HEALTH CENTER. THE CASE STUDY DESIGN WAS CASE CONTROL. THE CASE WAS DIARRHEA SUFFERER RECORDED IN THE PUSKESMAS REGISTER FOR THE LAST 14 DAYS WHILE THE STUDY TOOK PLACE AND THE CONTROL WAS NEIGHBORING CASE. THE NUMBER OF SAMPLES OF EACH CONTROL AND CASE ARE 60 RESPONDENTS. DATA WAS COLLECTED BY DIRECT INTERVIEW AND OBSERVATION USING QUESTIONNAIRE. THE QUESTIONNAIRE CONTAINS QUESTIONS ON HANDWASHING BEHAVIOR WITH SOAP, EXCLUSIVE BREASTFEEDING, CLEAN WATER SOURCES, TOILET FACILITIES AND GARBAGE DISPOSAL FACILITIES. THE RESULTS OF THIS STUDY SHOWED THAT THERE WAS A SIGNIFICANT RELATIONSHIP BETWEEN HANDWASHING WITH SOAP (P 0.005, OR 5,107), EXCLUSIVE BREASTFEEDING (P VALUE 0.005, OR 4.030), TOILET FACILITIES (P VALUE 0.022, OR 2,993) AND GARBAGE DISPOSAL FACILITIES NIALI P 0,003; OR 3,406) WITH THE INCIDENCE OF DIARRHEA IN INFANTS

KEY WORDS: DIARRHEA, RISK FACTORS, CASE CONTROL
Read More
S-9357
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwan Agus Timur Ginting; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ririn Arminsih, Oki Kurniawan
Abstrak: Pneumonia menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan Provinsi Jawa Barat menempati urutan pertama sebagai provinsi dengan jumlah balita penderita pneumonia terbanyak. Puskesmas Bogor Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki kasus pneumonia pada balita yang cukup banyak di tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko pneumonia balita di wilayah kerja Puskesmas Bogor Utara. Penelitian menggunakan desain studi case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah balita usia 12- 59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bogor Utara dengan sampel sebanyak 94 responden terdiri dari 47 orang kasus dan 47 orang kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara berat lahir balita (OR=5,51 ; CI=1,96- 15,48 ); status gizi sebelum sakit (OR=5,06; CI=2,10-12,20); riwayat imunisasi (OR= 4,24; 1,50-11,98); pendidikan ibu (OR=4,76; CI=1,58-14,32; tingkat ekonomi/penghasilan keluarga (OR=9,44 ; CI= 3,57-24,93); kepadatan hunian (OR=18,97; CI=5,80-62,03), dan tingkat kelembaban ruang tidur balita (OR=5,02; CI=1,31-19,21) terhadap kejadian pneumonia pada balita di wilayah Puskesmas Bogor Utara. Variabel yang diprediksi paling dominan mempengaruhi kejadian pneumonia pada balita adalah kepadatan hunian ruang tidur balita (OR=12,90; CI=3,26-50,98). Saran, luas kamar tidur minimal 8 m2 tidak digunakan untuk lebih dari 2 orang, kecuali anak di bawah 5 tahun.

Kata Kunci : Pneumonia, Balita, Faktor Risiko

Pneumonia has become one of the highest mortality contributors in the world and And West Java province ranks the first as the largest number of pneumonia that suffered children under five years. Puskesmas Bogor Utara(health center) is one of the areas that have quite a lot cases of pneumonia in children under five in 2016. This study aimed to determine the risk factors associated with the incidence of pneumonia in children under five in the In The Working Area Of Puskesmas Bogor Utara (Community Health Center). This study uses a case control study design with retrospect approach. The population in this study are all of children aged 12 month until 59 months who lived in the working area of Bogor Utara health center with using 94 respondents consisted of 47 cases and 47 people control.The results of this study indicate that there was a significant correlation between history of low birth weight (OR = 5,51; CI=1,96-15,48 ); nutritional status before illness (OR=5,06; CI=2,10-12,20), immunization history (OR= 4,24; 1,50-11,98), knowledge of mothers (OR=4,76; CI=1,58-14,32), a variable degree of Economics/family income (OR=9,44 ; CI= 3,57-24,93), housing crowdedness (OR=18,97; CI=5,80-62,03) and humidity levels (OR=5,02; CI=1,31-19,21) with the incidence of pneumonia among children under five in the region of Bogor Utara health center. The variable that predicted the most dominant cause of pneumonia is the housing crowdedness (OR=12,90; CI=3,26-50,98).Suggestion, minimum bedroom space is 8m2 and should not be used for more than two people, except children under 5 years old.

Key Words: Pneumonia, Children under five years old, Risk Factors
Read More
S-9372
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desy Safitri; Pembimbing: Haryoto K; Penguji: Suyud Warno Utomo, Inswiasari
Abstrak: Pneumonia pada balita masih merupakan masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia. Di Indonesia, Pneumonia merupakan penyebab kematian nomor dua pada bayi dan anak balita. Kecamatan Cakung merupakan salah satu daerah yang memiliki kasus pneumonia pada balita yang cukup banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Cakung. Penelitian ini menggunakan desain studi case control. Populasi penelitian adalah balita usia 12-59 bulan yang berada di Wilayah Puskesmas Kecamatan Cakung. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara paparan asap rokok dalam rumah (OR=4,67; 1,19-18,33); tingkat konsumsi rokok (OR=2,77; 1,12-6,86), pencahayaan alami dalam rumah (OR=5,16; 1,94-13,70); pengetahuan ibu (OR=3,85; 1,12-13,25), status gizi (OR=9,14; 1,90-43,89), riwayat imunisasi (OR=3,85; 1,12-13,25) dan riwayat ASI ekslusif (OR=3,11; 1,24-7,78) terhadap kejadian pneumonia pada balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Cakung. Faktor yang diprediksi paling dominan mempengaruhi kejadian pneumonia adalah status gizi (OR=5,607; 1,082-29,058).

Kata Kunci: Pneumonia, Balita, Fakto Risiko

Pneumonia in children under five is still major public health problem in the world or in Indonesia. In Indonesia, Pneumonia is the number two cause of death in infants and children under five. Cakung sub-district is one of the areas that have quite a lot cases of pneumonia in children under five. This study aimed to determine the risk factors associated with the incidence of pneumonia in children under five in the region of Cakung sub-district health center. This study uses a case control study design. The population in this study are all of children aged 12 month until 59 months who lived in the region of Cakung sub-district health center. The results of this study indicate that there was a significant correlation between exposure to secondhand smoke in the home (OR = 4.67; 1.19 to 18.33); the number of ciggarates smoked per day (OR=2,77; 1,12-6,86), lighting in the home (OR = 5.16; 1.94 to 13.70), knowledge of mothers (OR = 3.85; 1.12 to 13.25), nutritional status (OR = 9.14; 1.90 to 43.89), immunization history (OR = 3.85; 1.12 to 13 , 25) and a history of exclusive breastfeeding (OR = 3.11; 1.24 to 7.78) with the incidence of pneumonia among children under five in the region of Cakung sub-district health center. The variable that predicted the most dominant cause of pneumonia is the nutritional status (OR = 5.607; 1.082 to 29.058).

Keywords: Pneumonia, Children under five, Risk factors
Read More
S-8655
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mida Arafina Nurdita; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Penyakit Diare merupakan penyakit menular dan menempati urutan kedua penyebab kematian anak balita di dunia. Di Indonesia, khususnya Jawa Barat adalah wilayah endemis untuk diare, Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten dengan prevalensi diare balita yang cukup tinggi. Puskesmas Purwasari merupakan puskesmas dengan kasus diare balita tertinggi di Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko (karakteristik balita, karakteristik ibu, dan sarana sanitasi) kejadian diare balita di Wilayah Kerja Puskesmas Purwasari Kabupaten Bogor tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kasus-kontrol dengan sampel 53 kasus dan 53 kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pemberian ASI Eksklusif (0,28; 0,11-0,67), pemberian imunisasi campak (0,18; 0,08-0,42), pengetahuan (0,16; 0,07-0,38), perilaku pembuangan tinja balita (0,18; 0,07-0,46), dan sarana jamban (0,32; 0,14-0,72) dengan kejadian diare pada balita. Variabel yang diprediksi paling berpengaruh terhadap terjadinya diare balita di wilayah kerja Puskesmas Purwasari adalah variabel pengetahuan (9,76; 2,78 - 34,21).
Diarrhea is an communicable disease and ranks the second cause of death for children under-five in the world. In Indonesia, especially West Java, which is an endemic area for diarrhea, Bogor is one of the districts with a fairly high prevalence of diarrhea in children under-five. Purwasari Community Health Center is a health center with the highest cases of diarrhea in children under-five in Bogor Regency. This study aims to analyze the risk factors (characteristics of children under-five, characteristics of mothers, and sanitation facilities) for the incidence of diarrhea in children under-five in the Purwasari Public Health Center, Bogor Regency in 2022. This study used a case-control research design with a sample of 53 cases and 53 controls. Data analysis was performed using chi-square test and logistic regression predictive model. The results showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding (0,28; 0,11-0,67), measles immunization (0,18; 0,08-0,42), knowledge (0,16; 0,07-0,38), toddler stool disposal behavior (0,18; 0,07-0,46), and latrine facilities (0,32; 0,14-0,72) with the incidence of diarrhea in children under-five. The variable that is predicted to have the most influence on the occurrence of diarrhea under five in the working area of the Purwasari Health Center is the knowledge variable (9,76; 2,78 - 34,21).
Read More
S-11139
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Holong Purnama Putra; Pembimbing: Abdul Rahman; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Ramdan Tiar
Abstrak: Diare pada balita merupakan salah satu penyebab kematian pada bayi (31,4%) dan anak balita (25,2%). Sekitar 162.000 balita meninggal akibat diare tiap tahunnya atau sekitar 460 balita per hari (Depkes, 2011). Di Bogor angka diare meningkat tiap tahunnya data dari 2011-2013 menunjukkan ada peningkatan kasus di tahun 2011 ada 21.687 kasus tahun 2012 ada 22.625 kasus dan di 2013 ada 24.187 kasus (P3KL Dinkes Bogor, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor risiko apa saja yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja puskesmas Bogor utara. Studi ini menggunakan metode kasus kontrol dengan jumlah sampel 46 kasus dan 46 kontrol metode pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang berpengaruh antara faktor penyebab dengan kejadian diare yaitu : Perilaku mencuci tangan OR: 4,28 (95% CI 1,587-11,575), Penanganan sampah OR: 3,87 (95% CI 1,632-9,203), Sumber air bersih OR: 3,16 (95% CI 1,244- 8,039), Sarana Jamban OR: 4,52 (95% CI 1,845-11,081), Sanitasi makanan OR: 2,92 (95% CI 1,249-6,809), dan Pengetahuan orang tua OR: 2,66 (CI 95% 1,146- 6,198). Upaya penanggulangan dengan cara meningkatkan sanitasi lingkungan dan memberikan program penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekitar.

Kata kunci : Diare pada balita, Faktor-faktor penyebab diare

Diarrhea is one cause of death in infants (31,4%) and children under the age of five years (25,2%). Approximately 162.000 children under the age of five death every year or 460 every day (Depkes) in Bogor incident rate of diarrhea increase every year from 2011-2013. in 2011 there are 21.687 case, in 2012 there are 22.625 case and in 2013 there are 24.187 case. this research have a purpose to determine risk factors associated with diarrhea incident in children under the age of five on working area Puskesmas north Bogor. this study use case control method with number of sample 46 people case and 46 control. Method of data collection by interview and observation. the results showed influence of risk factors with diarrhea incident. the risk factors have influence are Handwashing behaviour OR: 4,28(95% CI 1,587-11,575), Waste handling OR: 3,87 (95% CI 1,632-9,203), Source of clean water OR: 3,16 (95% CI 1,244-8,039), Availabilty of latrines OR: 4,52 (95% CI 1,845-11,081), Food hygiene and sanitation OR: 2,92 (95% CI 1,249-6,809), and Knowledge of parents OR: 2,66 (CI 95% 1,146- 6,198). Diarrhea prevention efforts by improving enviroment sanitation and providing education programs to increase public knowledge.

Key Words : Diarrhea in children under the age of five, Risk factors cause diarrhea
Read More
S-9060
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azkiya Zulfa; Pembimbning: I Made Djaja; Penguji: Renti Mahkota, Farida
Abstrak: Kejadian diare terbanyak di Kota Bogor terjadi di Kecamatan Tanah Sareal dimana kondisi sanitasi yang berkaitan dengan air minum berisiko tinggi terdapat di Kelurahan Sukadamai dan Mekarwangi yang termasuk ke dalamwilayah kerja puskesmas Mekarwangi Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita diwilayah kerja puskesmas Mekarwangi Kota Bogor tahun 2014. Disain penelitian yang digunakan adalah case control dengan jumlah kasus 120 dan jumlah kontrol120. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan laboratorium sampel air minum. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita adalah Escherichiacoli dalam air minum (OR=2,61; 95% CI= 1,32-6,76), perilaku cuci tangan ibuatau pengasuh (OR=2,05; 95% CI= 1,18-3,57), hygiene sanitasi makanan danminuman (OR=2,53; 95% CI= 1,46-4,39) dan pengetahuan ibu atau pengasuh(OR=1,83; 95% CI= 1,01-3,31). Perlu dilakukan upaya pencerdasan kepada masyarakat berupa penyuluhan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media cetak seperti poster, pamflet dan lain sebagainya.
Kata kunci: Diare, balita
The highest incidence of diarrhea in Bogor occurred at Tanah Sarealdistrict where the condition of basic sanitation associated with high risk drinkingwater in Kelurahan Sukadamai and Kelurahan Mekarwangi which belong toPuskesmas Mekarwangi region. This study aims to analyze risks that affectedunderfive years children diarrhea in region of Puskesmas Mekarwangi, Bogor2014. This study used case control design with 120 controls and 120 cases. Theinformation collected by interviews, observation and laboratorium analyze ofdrinking water sample. Result that risk factors that affected diarrhea areEscherichia coli in drinking water (OR=2,61; 95% CI= 1,32-6,76), handwashingbehavior (OR=2,05; 95% CI= 1,18-3,57), hygiene sanitation of food and drink(OR=2,53; 95% CI= 1,46-4,39) and also knowledge of mother about diarrhea(OR=1,83; 95% CI= 1,01-3,31). It should be held an interventions direct orindirectly toward the residents, by printed media,e.g. poster, pamphlet, bulletin,xbanner etc.
Keyword: Diarrhea, underfive years children
Read More
S-8168
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Ananda; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Nurusysyarifah Aliyyah
Abstrak:
Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menyerang alveoli dan disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Pneumonia menjadi penyakit utama yang membunuh anak dibawah usia lima tahun (balita). Kelurahan Ancol menunjukkan tren fluktuatif kasus pneumoniaa dan didominasi oleh permukiman padat, menjadikannya wilayah yang rentan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor balita, perilaku anggota keluarga dan rumah dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Ancol. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan total sampel 36 responden. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi lingkungan. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan variabel usia memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian pneumonia dan menjadi faktor yang dipredisksi paling dominan mempengaruhi kejadian pneumonia. Puskesmas Kelurahan Ancol dapat meningkatkan penyuluhan rutin kepada keluarga balita mengenai pentingnya ventilasi dan pencahayaan alami rumah, bahaya asap rokok, dan asap dari obat nyamuk bakar. 


Pneumonia is one of the acute respiratory infections (ARI) that affect the alveoli and is caused by bacteria, viruses, or fungi. Pneumonia remains a leading cause of death among children under five years old. Kelurahan Ancol shows a fluctuating trend of pneumonia cases and is dominated by densely populated settlements, making it a vulnerable area for disease transmission. This study aims to analyze the relationship between child, family behavioral, housing conditions factors with the incidence of pneumonia among children under five in the working area of Puskesmas Kelurahan Ancol. A case-control study design was employed, involving a total of 36 respondents in both case and control groups. Data were collected through interviews and environmental observations. The analysis included univariate, bivariate, and multivariate approaches. The results revealed that age had a significant association with pneumonia incidence and was identified as the dominant predictive factor influencing its occurrence. Puskesmas Kelurahan Ancol can enhance routine health education for families with children under five regarding the importance of home ventilation and natural lighting, as well as the dangers of cigarette smoke and mosquito coil smoke. 
Read More
S-12068
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathonah Sholihah Farizal; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Al Asyary, Wuhgini
Abstrak:
Penyakit diare berada di posisi peringkat tertinggi ke-8 penyebab kematian di kelompok semua umur, dan peringkat ke-5 pada kelompok umur balita. Diare merupakan penyakit endemis berbasis lingkungan yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang dengan analisis univariat dan bivariat. Sumber data penelitian merupakan data primer yang diambil langsung oleh peneliti menggunakan kuesioner mewawancarai ibu atau pengasuh yang membawa balita berkunjung ke Poli Balita Sakit di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta. Sampel yang didapatkan sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor balita yaitu variabel status imunisasi (p-value 0,007) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita. Kemudian faktor perilaku ibu yang terdiri dari 3 variabel, perilaku cuci tangan pakai sabun (p-value 0,002) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita, sedangkan perilaku pembuangan tinja balita (p-value 0,299) dan pengelolaan sampah (p-value 0,382) tidak berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Selanjutnya faktor sanitasi yang terdiri dari 3 variabel, tempat sampah (p-value 0,000) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita, sedangkan sumber air minum (p-value 1,000) dan jamban keluarga (p-value 0,717) tidak berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Pemerintah diharapkan terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi.

Diarrheal disease ranks as the 8th highest cause of death in the all-age group, and ranks 5th in the toddler age group. Diarrhea is an environmentally based endemic disease that has the potential to become an Extraordinary Event (KLB). The purpose of this study was to determine the risk factors associated with the incidence of diarrhea in toddlers in the work area of the Cengkareng District Community Health Center in 2022. This study used a cross-sectional research design with univariate and bivariate analysis. The source of the research data is primary data taken directly by researchers using questionnaires interviewing mothers or caregivers who bring toddlers to visit the Sick Toddler Poly at the Cengkareng District Community Health Center, Jakarta. The sample obtained was 100 respondents. The results showed that the toddler factor, namely the immunization status variable (p-value 0.007) had a significant relationship with the incidence of diarrhea in toddlers. Then the mother’s behavior factor consisting of 3 variables, handwashing behavior with soap (p-value 0.002) has a significant relationship with the incidence of diarrhea in toddlers, while the behavior of toddler fecal disposal (p-value 0.299) and waste management (p-value 0.382) is not related to the incidence of diarrhea in toddlers. Furthermore, the sanitation factor consisting of 3 variables, the trash can (p-value 0.000) has a significant relationship with the incidence of diarrhea in toddlers, while the source of drinking water (p-value 1,000) and family latrine (p-value 0.717) are not related to the incidence of diarrhea in toddlers. The government is expected to continue to increase public awareness of the importance of immunization.
Read More
S-11197
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anifa Dhiya Rifqiya; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Ema Hermawati, Laila Fitria, RR. Dian Novianti, Didik Supriyono
Abstrak:
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang penting karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rawatembaga Kecamatan Bekasi Barat Tahun 2026. Desain penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol. Sampel penelitian berjumlah 104 balita yang terdiri atas 52 balita stunting dan 52 balita tidak stunting. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ASI Eksklusif (OR=3,89), riwayat penyakit infeksi (OR=3,20), dan kepemilikan jamban sehat (OR=2,50) dengan kejadian stunting. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ASI Eksklusif merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting (OR=3,2), diikuti oleh riwayat penyakit infeksi (OR=2,5). Upaya pencegahan stunting perlu difokuskan pada peningkatan cakupan ASI Eksklusif, pencegahan penyakit infeksi, serta penguatan edukasi kesehatan kepada ibu dan keluarga.

Stunting remains a major public health problem because it affects physical growth, cognitive development, and the quality of human resources in the future. This study aimed to analyze the risk factors associated with stunting among children under five in the working area of Rawatembaga Public Health Center, West Bekasi District, in 2026. This study employed a case-control design. The study sample consisted of 104 children under five, including 52 stunted children and 52 non-stunted children. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with the Chi-Square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results of the bivariate analysis showed significant associations between exclusive breastfeeding (OR = 3.89), history of infectious diseases (OR = 3.20), and ownership of a sanitary latrine (OR = 2.50) and the incidence of stunting. The multivariate analysis revealed that exclusive breastfeeding was the most dominant factor associated with stunting (OR = 3.2), followed by a history of infectious diseases (OR = 2.5). Stunting prevention efforts should focus on increasing the coverage of exclusive breastfeeding, preventing infectious diseases, and strengthening health education for mothers and families.
Read More
T-7557
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeti Heryati; Pembimbing: Sumengen Sutomo, Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Rusli, Nurcholis Madjid
Abstrak:
Puskesmas Haurpanggung Keeamatan Tarogong Kidul adalah salah satu puskcsmas dari 63 puskesmas yang berada di Kabupaten Garut dengan cakupan penemuan pneumonia selama tahun 2006 menunjukkan angka yang tinggi dibandingkan dengan puskesmas lainnya yaitu 68,4%. Insifien pneumonia di Kabupaten Garut pada tahun 2006 sebesar 30,8% dan berada pada urutan pertama dari kasus penyakit dan penyebab kematian bayi dan balita dan berada pada 10 besar penyakit. Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui faktor xisiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Pcnclitian mcnggunakan jcnis penelitian kasus kontrol dengan jumlah sampel sebanyak 124 responden yang terdiri atas kasus sebanyak 62 orang dan kontrol sebanyak 62 oxang. Subyek penelitian adalah balita berumur 2 - 59 bulan yang bertempat tinggal di wilayah kelja Puskesmas I-Iaurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut selama bulan Juni sampai dengan Desembcr 2007. Sebagai variabel terikat kejadian pneumonia pada balita dan variabel bebas terdiri atas ventilasi, kcpadatan hunian, jenis lantai, letak dapur, jenis bahan bakar, kelembaban, pcncahayaan alami, kebiasaan merokok, dan penggunaan obat nyamuk bakar. Analisis data menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Analisis analitik untuk mcnggambarkan hubungan antar variabel dan analisis logistik untuk menetukan prcdiksi. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pnenunonia pada balita yaitu luas ventilasi, kepadatan hunian, letak dapur, pencahyaan alami, kebiasaan merokok., dan pcnggunaan obat nyamuk bakar. Faktor yang paling dominan mempengamhi kejadian Pneumonia pada balita adalah variabel kebiasaan merokok Oleh karena itu pcrlu ada upaya promosi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang penyakit pneumonia, rumah sehat, dan bahaya asap rokok.

Haurpanggung Public Health Center in Tarogong Kidul District is ones public health center between 63 public health center at Kabupaten Gantt with coverage pneumonia evidence along 2006 indicated the high evidance number compared to another Puskemas which is 68,4%. The pneumonia evidence occurred in Garut on 2006 at about 30.8% and existed the first rank of disease evidence and coursed mortality on infant and baby under tive years old. This research purposed to know risk factor which is related to pneumonia evidence on baby under five years old. The observational utilized case control observational type with total sample are [24 respondent there are on case evidence 62 respondent and control case are 62 respondent. The observational subject was baby with 2-59 months age which is live at working area of l-laurpanggung Public Health Center in Tarogong Kidul District, Garut along June until December 2007. As dependent variable on pneumonia evidence on baby under tive years old and independent variable are on ventilation. population density. floor type, kitchen position, fuel type, humidity. natural lighting. smoking habitual and utilize anti mosquitoes bums type. The analysis data performed by descriptivcmethod to presented frequently distribution schemas. The analytic analysis pertbrmcd to presented the relation between variable and logistic analysis to make a prediction. The risk factor which is related to the pneumonia evidence on baby under five years old are wide ventilation. population density, kitchen position, natural lighting smoking habit. and using anti mosquitoes bums type. The most dominant factor was influence pneumonia evidence on baby under five years old is smoking habit variable. Therefore it is necessary to implementate the promotion to socialize program to the community about pneumonia disease. healthy house, and cigarettes smokes danger.
Read More
T-2892
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive