Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34423 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Erick Wattimena; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Zulkifli Junaedi, Ketut Sudiartha, Chandra Satria, Kusomo Purwanti Dewi
Abstrak:
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) merupakan suatu instalasi vital yang berguna dalam menjamin lancarnya distribusi bahan bakar minyak (BEM) kepada masyarakat luas. Pengoperasian SPBU membutuhkan penatalaksanaan yang tertib,sehat aman dan berwawasan lingkungan .Peranan Standing Operating Procedure /petunjuk tehnis digunakan sebagai suatu alat untuk menjamin adanya kestabilan operasional dengan memperhatikan norma dan prinsip LK3 ( Lingkungan,Kesehatan dan Keselamatan Kerja ). Kegagalan di dalam pelaksanaan operasi kegiatan yang ditunjukkan dengan adanya bahaya kecelakaan kerja ,bahaya kebakaran ,kerusakan instalasi,ledakan sampai pada kematian , karena itu perlu dikendalikan. Mengurangi dan menghilangkan resiko-resiko tersebut melalui pelaksanaan St.O.P merupakan salah satu solusi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang menggunakan wawancara mendalam terhadap pihak regulator/UPPDN-III, pengelola SPBU,pengawas dan operator SPBU yang berada pada 5 SPBU di Jakarta. Pengenalan,pemberlakuan dan pengawasan terhadap St.OP di lokasi yang berbeda memberikan gambaran tentang tingkat efektifitas St.OP yang sesungguhnya .Tingkat kecelakaan yang dirasakan cukup besar ditingkat Div.UPPDN-III menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan/ketaatan para pelaku di SPBU belum menjalankan St.OP secara optimal. Perbedaan antara fakta dilapangan dan pedoman yang dicantumkan dalam St.OP merupakan suatu fenomena yang perlu dikaji untuk mendapatkan nilai-nilai perbaikan terhadap perubahan teknologi dan pengetahuan. Lemahnya sosialisasi , kurang efektifnya fungsi pengawasan dalam penerapan St.OP mencerminkan bahwa jiwa LK3 belum mendarat dengan baik sehingga terkesan baru merupakan suatu wacana belaka. Perbaikkan dan peningkatan St.OP yang dilaksanakan dengan kepatuhan yang benar, proaktif dari semua unsur terkait , terutama dalam mengamalkan LK3 akan memberi manfaat yang besar di masa datang.

Implementation Analysis of Standing Operating Procedure (St.OP) in DKI JAYA as a self assessment on 5 SPBU (gas stations) in the PERTAMINA/UPPDN- III JakartaGas stations (SPBU) are a vital installation in assuring fuel distribution to the wide society. Gas station operation requires an orderly, healthy and safe layout as well as following an orderly the environmental standard operating procedures used as a tool for stable operation taking into mind the danger of occupational accidents, fire, installation damage, explosions to death which needs to be diminished through an orderly implementation of Standing Operating Procedure (St.OP). The research is a qualitative method using deep interviews on regulator/UPPD-III, gas station managers, supervisors, and operators in 5 (five) gas stations in Jakarta. Introduction, implementation and monitoring of the different operation stations gives a description of the level of effectiveness of the real or actual SLOP The high level of accidents and incidents in the Div UPPDN-III shows that the level of obedience of the people as SPBU (gas stations) have not fully followed an optimum St.OP. The difference in fact finding and the procedure stated in the SLOP is a phenomenon which needs to be reviewed in order to achieve the value of improvement toward technology and sciences changes. The weak socialization, lack of supervision in in the implementation of St.OP shows that HSE (Health Safety and Environmental) has not been well understood. St.OP improvement done in a correct and proactive obedience from all concerned parties especially in minding the HSE shall benefit greatly in the future.
Read More
T-1293
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Blessy Trynandha; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwadni, Indri Hapsari, Imam Waluyo
Abstrak:

Skripsi ini membahas adanya representasi identitas budaya tertentu yang disampaikan melalui humor dalam karikatur karya Loriot yang terangkum di buku Männer und Frauen passen einfach nicht zusammen. Pembahasan ini dilakukan secara deskriptif dan bersifat argumentatif, dengan menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kumpulan karya Loriot ini terdapat representasi identitas budaya berdasarkan gender dan kelas sosial, serta kritik terhadap stereotip yang menyertai kedua identitas budaya tersebut. Kritik yang dimaksud disampaikan melalui ironi dan satir yang menimbulkan humor sehingga menarik perhatian pembacanya, sekaligus mengajak pembacanya untuk merefleksikan kembali penerapan stereotip-stereotip tersebut di masyarakat.


The focus of this study is on the representation of cultural identity in Loriot?s work: Männer und Frauen passen einfach nicht zusammen, which presented in the form of caricatures. The purpose of this study is to prove that Loriot used humor to represent the cultural identities based on gender and social class, and eventually criticize it. His critic served in the form of irony and satire, which are funny and in the same time make the readers of his work conscious about the stereotypes and reconsider the application of stereotypes in community. This study will use the framework of analyze.

Read More
T-3726
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Najmi Tanziila; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Mufti Wirawan, Gama Widyaputra, Aryo Wibowo Hendra Putro
Abstrak:
SPBU merupakan industri minyak dan gas hilir yang tidak lepas dari bahaya dan risiko bagi pekerja maupun konsumen. Hal ini tercermin dari meningkatnya insiden SPBU di PT X beberapa tahun terakhir di mana sebagian penyebabnya diakibatkan oleh kelalaian petugas menerapkan prosedur keselamatan yang terus berulang. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan safety behavior operator SPBU menggunakan pendekatan Job Demand-Resource Model pada 5 SPBU COCO dan 17 SPBU DODO di Jakarta Pusat. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan faktor antara kedua jenis SPBU. Sebagian operator DODO berpendidikan di bawah SMA/SLTA, di mana tidak sesuai kualifikasi PT X. Analisis bivariat tidak menemukan faktor demografi yang berhubungan dengan safety behavior di kedua SPBU. Pada SPBU COCO, tidak ada faktor job demand yang berhubungan signifikan dengan safety behavior sedangkan faktor job resource yang berhubungan adalah safety knowledge dan supervisor support, dengan supervisor support sebagai faktor dominan (p-value 0,017) berdasarkan analisis multivariat. Pada SPBU DODO, role ambiguity menjadi satu-satunya faktor job demand yang berhubungan signifikan dengan safety behavior sedangkan ketujuh faktor job resource berhubungan signifikan. Analisis multivariat pada operator SPBU DODO menunjukkan bahwa role ambiguity, safety culture, dan skill discretion merupakan tiga faktor yang berhubungan dengan safety behavior (p-value masing-masing 0,019; 0,007; <0,005).

Fuel stations are a downstream industry with their own hazard and risks both for  consumers and workers. This is reflected in recent rises in incident cases at Company X  which were caused by operators’ lapses. This research analysed the factors which affect  safety behavior of operators using job demand resource approach on 5 COCO FS and 17  DODO FS in Central Jakarta. The result shows that there is discrepancies between COCO  and DODO FS. DODO operators still show education level below High School which  contradicts with company policy. Bivariate analysis shows there’s no demography factors  affecting operator’s safety behavior. COCO operators show no job demand factor affected  their safety behavior while safety knowledge and supervisor support has a significant  relationship to safety behavior dominantly by supervisor support (p-value 0.017) from  multivariate analysis done afterwards. DODO operators show role ambiguity is the only  one from job demand with relation to safety behavior, and all job resource factors are  related to safety behavior. Multivariate analysis done on DODO operators shows role  ambiguity, safety culture, and skill discretion to be factors related to their safety behavior  (p value 0.019, 0.007, <0.005 respectively).
Read More
T-7710
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rendy Noor Salim; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Yuni Kusminanti
S-7007
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marifatul Mubin; Pembimbing: Robiana Modjo' Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Alfajri Ismail, Ali Syahrul
Abstrak:
Pandemi COVID-19 memberikan tantangan serta dampak pada seluruh lapisan masyarakat terutama tenaga kesehatan yang bekerja di di rumah sakit karena mereka memiliki risiko tinggi tertular COVID-19. Perlu adanya upaya untuk melindungi tenaga kesehatan karena mereka berperan sebagai garda terdepan dalam menangani Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 pada tenaga Kesehatan di 17 Rumah Sakit 5 Provinsi Indonesia Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian metode kuantitatif dan kualitatif yang bersifat deskriptif dan analisis melalui studi literatur. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2022 dengan populasi tenaga kesehatan yang bekerja pada 17 Rumah Sakit di Provinsi Riau, Lampung, Kalimantan Timur, Jambi, dan Bangka Belitung. Hasil analisis menunjukan bahwa implementasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di 5 Provinsi terdapat 4 Rumah Sakit yang implementasinya masuk dalam kategori sangat baik (24%), 7 RS kategori baik (41%), 3 RS kategori cukup (18%), dan 3 RS kategori kurang (18%). Semua RS di Provinsi Kalimantan Timur telah mencapai implemntasi dalam kategori sangat baik, sedangkan semua RS di Bangka Belitung masih dalam kategori kurang. Sementara RS di Riau dan Lampung hamper semua masuk dalam kategori baik. Namun RS di Provinsi Jambi masih ada 3 RS dalam kategori cukup. Rumah Sakit yang implementasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dengan kategori kurang dapat melakukan peningkatan melalui kunjungan ke Rumah Sakit yang memiliki implemntasi lebih baik. Setiap rumah sakit perlu meningkatkan elemen Kesehatan Kerja, Kesehatan Mental, dan Dukungan Psikososial.

COVID-19 pandemic presents challenges and impacts on all levels of society, especially health workers who work in hospitals because they have a high risk of infected COVID-19. Efforts are needed to protect health workers because they act as the front line in dealing with Covid-19. This study aims to analyze the COVID-19 prevention and control implementation among health workers in 5 Provinces of Indonesia, 2021. This study is a descriptive quantitative and qualitative method study and analyzed through literature study. The study was conducted in May 2022 with a population of health workers working in 17 hospitals in the provinces of Riau, Lampung, East Kalimantan, Jambi, and Bangka Belitung. The results of the analysis show that in the implementation of Covid-19 Prevention and Control there are 4 hospitals whose implementation is in the very good category (24%), 7 hospitals in the good category (41%), 3 hospitals in the adequate category (18%), 3 hospitals in the moderate category, and 3 hospitals in the poor category (18%). All hospitals in East Kalimantan Province have achieved implementation in the very good category, while all hospitals in Bangka Belitung are still in the poor category. Meanwhile, almost all hospitals in Riau and Lampung are in the good category. However, there are still 3 hospitals in Jambi Province in the moderate category. Hospitals that implement Covid-19 Prevention and Control in the poor category can make improvements through visits to hospitals that have better implementation. Every hospital needs to improve elements of Occupational Health, Mental Health, and Psychosocial Support.
Read More
T-6464
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cokorda Bagus Jaya Lesmana; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Atik Nurwahyuni, Sandi Iljanto, Chairulsjah Sjahruddin, Dewi Lestarini
Abstrak: Tesis ini membahas implementasi clinical pathway pada lima area prioritas yangtelah ditetapkan oleh RSUP Sanglah. Rumah sakit ditantang untuk terusmeningkatkan pelayanan dengan penekanan pada kendali mutu dan kendali biayaagar dapat tetap menjaga keberlangsungan pelayanan sebagai industri kesehatan diwilayahnya. Dengan perbaikan mutu layanan dan efisiensi, rumah sakit dapatmemberi pelayanan terbaik untuk masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatanrumah sakit, terutama dalam pelaksanaan skema Sistem Jaminan Sosial Nasional.Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang dengan pendekatan mixedmethod (kuantitatif dan kualitatif). Data dikumpulkan secara concurrentembedded. Hasil penelitian mengungkap adanya kepatuhan dokter spesialis dalamimplementasi clinical pathway pada lima area prioritas di RSUP Sanglah yangdipengaruhi oleh faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan SOP. Faktor-faktor tersebut mampu membuat para dokter spesialis merasa memiliki danmenjadi bagian dari kebijakan tersebut. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasiserta sosialisasi yang berkelanjutan guna mempertahankan dan memperbaiki hasilterbaik yang telah dicapai.Kata kunci: kepatuhan, clinical pathway, implementasi, kebijakan, RSUP Sanglah.
Read More
T-5211
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Yulianto; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Laksita Ri Hastiti, Adrianus Pangaribuan, Ivan Havosan
Abstrak:
Tesis ini membahas proses kegiatan pengiriman BBM ke SPBU dengan proses unloading memiliki potensi bahaya yang tinggi karena hubungannya dengan bahan bakar jenis pertalite dan solar. Oleh karenanya perlu dilakukan analisis perhitungan level risiko dan permodelan skenario untuk menggambarkan dampak kebakaran dan ledakan, agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan dengan melakukan pengendalian dan pencegahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko terjadinya kebakaran dan ledakan pada kegiatan unloading bahan bakar minyak dari mobil tangki di SPBU. Dalam penelitian ini menggunakan metode semi kuantitatif, dimana penilaian risiko dapat menggunakan metode kuantitatif, kualitatif dan semi kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah mobil tangki kapasitas 24.000 liter melakukan proses pembongkaran (unloading) BBM dengan produk yang diangkut jenis pertalite di 3 SPBU wilayah Jawa Bagian Barat yang pernah mengalami insiden kebakaran. Instrumen dan analisa risiko bahaya kebakaran dan ledakan menggunakan Dows Fire and Explosion Index. Dari hasil perhitungan Dows Fire and Explosion Index dengan menggunakan software ALOHA versi 5.4.7 dan MARPLOT dapat diketahui klasifikasi risiko dari kejadian kebakaran dan ledakan serta area dampak dari kejadian tersebut. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Tingkat risiko kebakaran dan ledakan dari proses unloading bahan bakar minyak dari mobil tangki ke SPBU menurut klasifikasi tingkat risiko dengan nilai 122,56 berada pada kategori Intermediate

The focus of this thesis discuses about sending fuel to gas stations with the unloading process has a high potential for danger because of its relationship with gasoline and diesel fuel types. Therefore, it is necessary to analyze the risk level calculation and scenario modeling to describe the impact of fire and explosion, so that the impact can be minimized by controlling and preventing. The purpose of this study was to determine the level of risk of fire and explosion in the activity of unloading fuel oil from tank cars at gas stations. In this study using semi-quantitative methods, where risk assessment can use quantitative, qualitative and semi-quantitative methods. The sample in this study was a tank car with a capacity of 24,000 liters carrying out the process of unloading fuel with products transported by pertalite types at 3 gas stations in the West Java region that had experienced fire incidents. Instruments and risk analysis of fire and explosion hazards using the Dow's Fire and Explosion Index. From the results of the Dow's Fire and Explosion Index calculations using ALOHA software version 5.4.7 and MARPLOT, it can be seen the risk classification of fire and explosion events and the impact area of these events. The results of this study indicate that the risk level of fire and explosion from the process of unloading fuel oil from tank cars to gas stations according to the risk level classification with a value of 122.56 is in the Intermediate category
Read More
T-6440
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
J. Sudarsono; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf
T-1766
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hasbullah; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Chandra Satrya, Dadan Erwandi, Dody Yohanes
T-4159
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Dulpi; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Ayende, Hariyanto
Abstrak:

Kegiatan pengoperasian SPBU kemungkinan berisiko kebakaran. Kebakaran di SPBU disebabkan oleh faktor kegagalan peralatan, kegagalan manajemen pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja maupun kesalahan manusia. Kebakaran yang disebabkan oleh faktor kegagalan peralatan pada pengoperasian SPBU akan berdampak kepada pekerja, peralatan dan lingkungan sekitar yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan dan masyarakat disekitamya. Kemungkinan te adinya diakibatkan kegagalan peralatan berupa kebocoran dan kemungkinan te adinya sumber panaslapi di SPBU dapat disebabkan karena: 1) pemeriksaan, pemasangan dan perawatan peralatan yang buruk menyebabkan kebocoran BBM; 2) terjadinya arus pendek dan/atau listrik statis sehingga menimbulkan panas. Analisa resiko dilakukan untuk mengetahui faktor - faktor yang dapat menimbulkan kebakaran terhadap peralatan yang digunakan pada kegiatan pembongkaran (unloading) dan kegiatan penyaluran (loading) Bahan Bakar Minyak di SPBU.Penelitian ini bersifat deskriftif kualitatif, karena penelitian ini memberikan gambaran tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegagalan peralatan SPBU. Analisa resiko ini dilakukan dengan perhitungan faktor-faktor kemungkinan dan konsekuensi, selanjutnya dilakukan analisis terhadap konsekuensi yang dapat menimbulkan kerugian pada kegiatan SPBU. Kegiatan pembongkaran BBM (unloading) memiliki peralatan fillpot, selang bongkar, tangki pendam dan venting valve dengan kemungkinan kegagalan yang menyebabkan terjadinya uap hidrokarbon dari tumpahan BBM dan sumber panas/api dari listrik statis. Pada kegiatan pembongkaran BBM di SPBU "X" memiliki kemungkinan te adi kebakaran dengan kerugian finansial terendah sebesar (>Rp 100.000 - Rp 100.000.000) dan kerugian tertinggi sebesar Rp 17.200.000.000 (> Rp 10.000.000.000). Sehingga diperoleh nilai risiko 4 (untuk konsekuensi sedang) atau termasuk ke dalam low risk dan nilai risiko 8 (untuk konsekuensi sangat tinggi) atau termasuk ke dalam medium risk. Kemungkinan kebakaran pada kegiatan penyaluran BBM (loading) memiliki peralatan nozel, selang dispenser, pampa dispenser dan pipa hisap yang dengan kemungkinan kegagalan yang menyebabkan terjadinya uap hidrokarbon BBM dan adanya sumber panas/api dari listrik statis dan/atau arus pendek. Kemungkinan kebakaran pada SPBU "X" berada pada level rendah (tingkat 1). Dengan kisaran konsekuensi kenugian finansial terendah sebesar Rp1.300 (

Read More
T-2807
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive